MASYA ALLAH..BEGINILAH “TIRAKAT” NYAI MAFTUHAH DAN SUAMI..

0
169

KISAH INSPIRATIF DARI NYAI MAFTUHAH AL HAFIDZAH

dikisahkan oleh: Muzna Nurhayati, S.Pd. (Dirketur SDM Yayasan Salman Al Farisi)

Santri Takhossus SMPIT Salman Al Farisi sangat bersyukur bisa bertemu dengan tokoh yang satu ini. Beliau adalah Hj. Maftuchah. Kelahiran Banyumas 3 okt 1967. Ibu Nyai panggilan akrab beliau menikah dengan Kyai. H. Azhar Rochman. Putra Kyai Halimi pemilik Pondok Al Halimi di Sokaraja Tengah Banyumas.

Bu Nyai lulus MA di Kudus. Dan selama masa MTS dan MA beliau mondok / istilahnya ngalong di Pesantren Al Azhar Kudus. Selama sekolah dan saat lulus di usia 19 tahun beliau sudah menyelesaikan hafalannya.

Apa ya kira-kira yg mendorong beliau ingin menjadi Hafidzah ?

Ternyata beliau tertarik saat pertama sekolah di MTS dan diminta menyimak ustadzah nya yg sedang menghafal Al Quran. Dari sanalah terpatri. Beliau juga ingin mejadi Hafidzah. Sudah 31 tahun lalu sejak tahun 1987. Nyai mengajar tahfidz Al Quran. Dan sudah ada 150 orang yg menjadi hafidzah. Masya Allah.

Bagaimana beliau mendidik putra/putrinya sehingga menjadi Hafidz-hafidzah?

Nyai dikaruniai empat orang anak. Dua putri dan dua putra. Yang subhanallah semuanya menjadi Hafidz dan Hafidzah. Mereka hafal Al Quran diusia yang berbeda. Yang no 1. Fatimah Fitriani, hafal diusia 21 tahun. Saat beliau selesai Kuliah menjelang Koas di F.KU UnSud. Mba Fitri ini salah satu bintang tamu Hafidz Indonesia di RCTI. Sudah berkeluarga anak satu.
Yang no 2. M.Ikfil Chasan, hafal Quran diusia 11th. Sejak masuk SD sudah menghafal. Dan sekarnag sedang S 2. Mas Ikfil ini yang mentranslator lagu “Meraih Bintang” Versi Arab.
Anak No 3 Naelin Nikmah, hafal Quran di usia 17 tahun. Saat SMA sekarang sudah menjadi dokter menikah dan berputra satu.
Yang no 4 M.Nizar , hafal Quran di usia 12 thn. Mondok sejak masuk SD. Sekarang sedang sekolah di Al Azhar Mesir. Masya Allah..

Inilah ikhtiar luar biasa orang tua mereka. Nyai selama hamil selalu menjaga wudhu. Dan murojaahnya tiada henti. Ketika anak anak masih bayi. Nyai selalu berwudhu sebelum menyusui. Dan selama menyusui selalu murojaah 1 juz hafalan qurannya. Ketika anak anak sudah usisa bermain Nyai selalu ikut bermain dengan mereka dan memperdengarkan Juz’amma. Sehingga anak anak diusia TK sudah hafal Juz’amma. Dan yang penting semua anak bisa baca Al Quran ditangan Beliai sendiri. Masuk SD semua sdh bisa baca Quran. Belajar Iqro hanya sampai jilid 3 setelah itu masuk baca Al Quran dibersamai ibu sebanyak 2 juz. Setelah itu anak lancar membaca Al Quran. Siap mondok di Kudus. Karena Di Yanbu harus sudah bisa baca Quran.

Bagaimana peran Kyai Azhar sebagai ayah dan suami?

Kehebatan seorang ibu tidak akan berjalan mulus jika tidak didukung sang suami tercinta. Bagaimana tidak. Seorang lelaki yang emnikah dengan seorang Hafidzah/penghafal Al Quran adalah seorang yang harus siap dengan segala konsekuensinya. Saat awal menikah misalnya. Setiap selesai solat berjamaah suami menyimak hafalan istri minimal 1 juz. Pekerjaan rumah dikerjakan bersama sehingga selesai bersamaan. Suami pergi kerja, Nyai siap mengulang hafalan. Jika anak anak nangis dan butuh diganti popok, suami yang melakukan. Nyai bersuci dan siap menyusui anak dan murojaah 1 juz.

Bagaimana Nyai menjaga Hafalannya?

Cara menghafal Nyai dan menjaga nya seperti yang beliau sampaikan :

1. Pagi hari setor hafalan baru minimal 1 halaman
2. Menjaganya ba’da asar
3. Jika sudah hafal 1 – 5 juz maka min 5 halaman
4.Kalau sudah hafal juz 1_10 setor 10 halaman,
5. Ba’da isya 1 halaman dengan Murottal,
6. Tadarus ,1-5 juz berhenti menambah tetapi di ganti dengan tadarus 1 hari 1 juz kalau sudah selesai baru boleh nambah,
7. Saling simak sekali duduk 1/2 juz dan pergantian dengan teman
8. Khataman dilakukan sejak magrib sampai magrib esok hari. Dilakukan sambil puasa dan tiap 1 jam 3 juz, bisa istirahat tidur kalau sudah dapat 7 juz nanti di lanjut lagi besok nya.
9. Harus Cuek dimanapun nderes
10. Setor kepada Kyia yang memiliki sanad

Dari penuturan beliau. Kita jadi bisa faham. Semangat disiplin dan istiqomah harus dimiliki para penghafal Al Quran.

SEMANGAT MENGHAFAL, Fastabiqul Khairat..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here