Website SAF jogja

Mengukuhkan Pilar Dakwah: Pembinaan Bidang Operasional dan LAZ Pundi Surga Yayasan Salman Al Farisi untuk Misi Berkelanjutan

Depok, 10 Juli 2025 – Yayasan Salman Al Farisi kembali menggelar agenda pembinaan internal yang krusial, kali ini khusus menyasar seluruh karyawan bidang operasional dan LAZ Pundi Surga sebagai bagian dari kantor pusat. Berlangsung khidmat di Ruang Rapat Salman Al Farisi pada Kamis, 10 Juli 2025, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah momen strategis yang bertujuan untuk menguatkan kembali niat, tekad, dan komitmen para pengurus kantor pusat. Merekalah tulang punggung operasional dan logistik, tonggak utama dalam memastikan keberlangsungan seluruh sektor pendidikan dan sosial di lembaga Salman Al Farisi terus berjalan efektif dan efisien. Di tangan merekalah denyut nadi Yayasan berdetak, memastikan visi dakwah Yayasan terus bergerak maju dan memberikan manfaat luas bagi umat.

Mengingat Kembali Akar dan Visi Dakwah: Jejak Perjuangan Salman Al Farisi

Pembinaan ini diawali dengan sesi inspiratif dari Bapak Suprih Hidayat, S.Sos., MPA, yang juga menjabat sebagai Direktur Bidang Pendidikan Salman Al Farisi sekaligus salah satu perintis Yayasan. Beliau membawakan materi yang sangat esensial tentang istimroriyatud dakwah (kesinambungan dakwah). Konsep ini dijelaskan sebagai sebuah perjuangan tanpa henti yang diwujudkan melalui penguatan keimanan individu dan kaderisasi organisasi yang sistematis. Bapak Suprih mengajak seluruh peserta untuk melakukan kilas balik emosional, mengingat kembali perjalanan Salman Al Farisi yang dimulai dari titik nol, penuh tantangan, hingga kini berhasil bertumbuh dan berkembang menjadi Yayasan yang cukup besar. Ia menekankan tiga pilar utama yang harus senantiasa dikuatkan oleh setiap elemen Yayasan: niat dan azzam (tekad) yang kokoh tak tergoyahkan, penguatan tim (SDM) yang solid dan kompeten, serta profesionalisme yang tak berkompromi dalam setiap langkah dan keputusan. Pesannya jelas, bahwa perjalanan panjang ini adalah bukti kekuatan dari komitmen kolektif yang tak pernah padam.

Berkah dari Allah dan Ladang Amal Perjuangan yang Tak Terbatas

Sesi berikutnya disampaikan oleh Ibu Muzna Hidayati, S.Pd., Kepala Mitra Kreasi yang turut memiliki peran vital dalam pengelolaan serta perintisan beberapa sektor Badan Usaha Milik Salman Al Farisi (BUMS). Beliau mengupas tuntas tentang bagaimana misi mulia Yayasan mampu membakar semangat juang setiap individu yang bernaung di dalamnya. Ibu Muzna secara kuat menanamkan mindset penting kepada seluruh peserta: “Kita adalah karyawan Allah, sehingga gaji dan keberkahan itu murni datangnya dari Allah.” Pemahaman mendalam ini mengubah perspektif kerja dari sekadar mencari nafkah menjadi sebuah bentuk ibadah dan pengabdian, di mana setiap usaha, sekecil apa pun, adalah bagian dari dakwah yang akan dibalas dengan rezeki serta keberkahan dari-Nya dengan cara yang tak terduga.

Suasana haru dan inspiratif semakin terasa saat Ibu Widya Kusumarwati, A.Md., yang kini diamanahkan sebagai Kepala LAZ Pundi Surga, berbagi refleksi mendalam tentang perjalanan Salman Al Farisi, khususnya di masa-masa perintisan. Beliau menceritakan kisahnya yang penuh liku, bagaimana dari seorang guru TK, kemudian berpindah-pindah di beberapa divisi dan lembaga, hingga akhirnya mengemban amanah di posisinya saat ini. Ibu Widya mengenang masa-masa awal dengan kejujuran, saat gaji beliau baru hanya lima belas ribu rupiah, namun dengan keistiqomahan yang teguh, Allah mencukupkan kebutuhannya dengan cara yang tidak disangka-sangka dan penuh keajaiban. Beliau menekankan secara kuat pentingnya keistiqomahan dan resiliensi (ketahanan) dalam menghadapi setiap rintangan dalam berjuang dan bergerak. “Salman Al Farisi adalah ladang amal kita,” ujarnya, mengukuhkan keyakinan bahwa setiap tetes keringat yang dicurahkan di Yayasan ini adalah investasi abadi untuk akhirat.

Reputasi, Citra, dan Relasi: Bersinergi Membangun Kemajuan Kolektif

Pembinaan ini ditutup dengan sesi penuh wawasan dari Bapak Sunardi, S.T. sebagai Direktur Operasional yang membahas tentang tiga pilar krusial: “Reputasi, Citra, dan Relasi”. Bapak Sunardi menyampaikan sebuah filosofi penting yang menjadi pedoman dalam budaya kerja Salman Al Farisi: “Tidak ada orang yang lebih besar dari lembaga. Tidak ada lembaga yang lebih besar dari Salman Al Farisi.” Pesan ini bukan berarti mengecilkan peran individu, melainkan menekankan bahwa keberhasilan dan kemajuan lembaga adalah buah dari kerja kolektif dan sinergi, bukan karena usaha perseorangan. Beliau menegaskan bahwa tidak ada lembaga tertentu yang menjadi “anak emas” di bawah naungan Yayasan; semua lembaga, mulai dari pendidikan hingga sosial dan bisnis, memiliki posisi yang sama pentingnya dan sama-sama memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan berkembang bersama.

Lebih lanjut, Bapak Sunardi juga menekankan pentingnya pertumbuhan dan progres berkelanjutan, meskipun hanya ‘kecil-kecil’ dan bertahap. Ia memotivasi seluruh peserta untuk senantiasa bersemangat mengejar perubahan baik, meski hanya 1% setiap harinya. Pesan ini adalah dorongan kuat untuk selalu berbenah diri, meningkatkan kualitas layanan, dan berinovasi secara berkelanjutan, memastikan Yayasan Salman Al Farisi selalu relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pembinaan ini tidak hanya sekadar pertemuan tahunan, tetapi sebuah momen rekalibrasi dan pengisian kembali energi spiritual bagi seluruh elemen kunci di kantor pusat dan LAZ Pundi Surga. Dengan semangat, niat, dan komitmen yang kembali diperkuat, mereka siap menjadi tulang punggung yang kokoh, memastikan visi dan misi Yayasan Salman Al Farisi terus menyinari, memberikan keberkahan, dan menebar manfaat luas bagi umat, kini dan di masa mendatang.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *