Website SAF jogja

Semarak Ramadhan di SDIT SAF 2: Mengasah Bakat, Menanam Benih Shalih Sejak Dini

Sleman, 23 Februari 2026 – Suasana di SDIT Salman Al Farisi 2 tampak berbeda dari biasanya. Diiringi udara pagi yang sejuk di bulan suci, sekolah ini berubah menjadi panggung kreativitas dan syiar Islam melalui agenda Lomba Ramadhan. Diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6, acara ini berlangsung seru, meriah, dan penuh semangat kompetisi yang sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan aktivitas positif, sekaligus menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menggali potensi diri dalam bidang agama dan seni islami.

Gemilangnya Sang Pemenang Cilik (Kelas 1-2)

Untuk level kelas bawah, fokus utama adalah membangun kepercayaan diri dan kecintaan pada ibadah harian. Sorak-sorai dukungan dari teman sekelas pecah saat kelompok Nasyid Islami tampil di atas panggung kecil dengan suara yang menggemaskan.

Tak kalah khidmat, di ruang kelas, para siswa menunjukkan ketenangan dalam lomba Salat Berjamaah. Sementara itu di kelas lainnya, suara lantang dan merdu bergema dalam lomba Adzan dan Iqamah. Di bidang hafalan, para penguji dibuat takjub dengan kelancaran para siswa dalam lomba Tahfizh, serta keberanian mereka menyampaikan pesan kebaikan dalam Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik).

Adu Ketangkasan dan Ilmu (Kelas 3-5)

Memasuki level kelas atas, tantangan yang diberikan pun semakin beragam dan berbobot. Selain melanjutkan cabang lomba seperti Nasyid, Salat, Adzan, Tahfizh, dan Pildacil, terdapat dua cabang lomba baru yang sangat dinantikan:

  • Ranking 1: Lomba asah otak bertema keislaman dan pengetahuan umum ini menjadi primadona. Satu per satu peserta berguguran hingga menyisakan satu pemenang yang berhasil menjawab pertanyaan pamungkas dengan tepat.

  • Tartil: Di sini, keindahan makhraj dan tajwid menjadi penilaian utama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan tenang benar-benar menyejukkan hati siapa pun yang mendengarnya.

Ramadhan: Momentum Transformasi Diri

Kepala Sekolah SDIT Salman Al Farisi 2 menyampaikan bahwa menang atau kalah bukanlah tujuan utama dari rangkaian lomba ini. “Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita belajar untuk berani tampil, jujur dalam berkompetisi, dan semakin cinta dengan nilai-nilai Islam di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya di sela-sela acara.

Keseruan agenda hari ini ditutup dengan senyum lebar para siswa. Mereka pulang tidak hanya membawa harapan akan hadiah, tetapi juga pengalaman berharga bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berprestasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *