Website SAF jogja

SDIT 2

Menuju Sekolah Unggulan: Pembinaan Guru & Karyawan SDIT SAF 2 Fokus pada Kualitas Pembelajaran dan Totalitas Murabbi

Sleman, 16 Desember 2025 – Di penghujung tahun, SDIT Salman Al Farisi 2 menggelar agenda krusial untuk memperkuat fondasi kualitas lembaga. Bertempat di lingkungan sekolah, Pembinaan Guru & Karyawan SDIT Salman Al Farisi 2 berlangsung dengan khidmat dan sarat akan ilmu. Seluruh guru dan karyawan hadir untuk menyamakan visi dalam membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi rujukan dalam penguatan karakter Islami. Visi Menjadi SD Favorit: Lebih dari Sekadar Nama Sesi pertama dibuka dengan pemaparan inspiratif dari Prof. Ir. Moh. Khairudin, M.T., PhD. IPU., ASEAN., Eng. Beliau membedah strategi dan mimpi besar untuk menjadikan SDIT Salman Al Farisi 2 sebagai Sekolah Dasar Favorit. Menurut Prof. Khairudin, predikat “favorit” bukanlah sekadar popularitas, melainkan buah dari karakteristik yang kuat, dua di antaranya adalah: Kualitas Pembelajaran & Pendekatan Pendidikan: Sekolah harus konsisten berinovasi dalam metode ajar yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai agama. Penguatan Karakter dan Etika: Menjadikan sekolah sebagai laboratorium akhlak, di mana setiap interaksi didasarkan pada etika Islam yang luhur. Optimalisasi Peran Murabbi: Lima Dimensi Kecerdasan Guru Memasuki sesi kedua, Dr. Sudiyatno, ME membawa peserta menyelami kedalaman peran seorang pendidik. Beliau menekankan bahwa menjadi guru di Salman Al Farisi bukan sekadar profesi, melainkan bentuk totalitas berislam. Dr. Sudiyatno menjelaskan lima peran esensial yang harus dioptimalkan oleh setiap guru untuk mencetak generasi berkualitas: Mudarrib (Cerdas Kinestetik): Melatih keterampilan dan ketangkasan siswa. Mu’allim (Cerdas Intelektual): Mentransfer ilmu pengetahuan secara cerdas dan mendalam. Muwajih (Cerdas Spiritual): Menjadi pengarah yang membimbing ruhani dan kedekatan siswa kepada Allah. Mursyid (Cerdas Emosional): Menjadi pembimbing yang mampu menyentuh sisi emosi dan empati siswa. Muaddib (Cerdas Moral & Sosial): Penanam adab dan pembentuk karakter sosial yang santun. Satu Visi untuk Generasi Qurani Berprestasi Pelatihan ini ditutup dengan semangat baru bagi seluruh staf. Pesan kuat yang dibawa pulang adalah bahwa kualitas sebuah sekolah ditentukan oleh totalitas orang-orang di dalamnya. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pelita yang menerangi jalan bagi siswa menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Dengan pembekalan ini, SDIT Salman Al Farisi 2 semakin mantap melangkah untuk memberikan layanan pendidikan terbaik, mengukuhkan diri sebagai lembaga yang melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.

Menuju Sekolah Unggulan: Pembinaan Guru & Karyawan SDIT SAF 2 Fokus pada Kualitas Pembelajaran dan Totalitas Murabbi Read More »

Memacu Adrenalin dan Kekompakan: Outbound SDIT Salman Al Farisi 2 Tanamkan Semangat Kerja Sama

Sleman, 26 November 2025 – Seluruh siswa/i SDIT Salman Al Farisi 2 meninggalkan rutinitas kelas untuk satu hari penuh petualangan dan tantangan dalam agenda Outbound Akbar di Karangasri Outbound. Mengusung semangat kebersamaan, acara ini berlangsung seru dan meriah, menguji kekompakan tim, kemampuan motorik, dan keberanian siswa melalui serangkaian game yang mendebarkan. Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih keterampilan sosial, mengasah kerjasama, dan memberikan pengalaman belajar langsung di alam terbuka, sebagai bekal penting bagi pembentukan karakter siswa. Pembukaan Penuh Energi: Safety First dan Ice Breaking Pagi hari, seluruh peserta tiba di lokasi dan disambut dengan hangat oleh panitia dan fasilitator. Rangkaian acara diawali dengan penyambutan peserta dan foto bersama untuk mengabadikan semangat sebelum bertanding. Setelah pembukaan singkat, fokus utama diberikan pada Safety Brief dari fasilitator. Petunjuk keselamatan yang jelas dan tegas memastikan seluruh permainan dapat berjalan aman dan lancar. Suasana semakin memanas dengan sesi Ice Breaking & Senam yang energik, menyatukan semangat dan fisik seluruh siswa. Pos Games Penuh Tantangan: Menguji Nalar dan Kekompakan Inti dari kegiatan outbound adalah rangkaian 12 pos games yang harus diselesaikan setiap kelompok, dengan durasi ketat 20 menit per pos. Permainan-permainan ini dirancang untuk memaksa siswa bekerja sama secara efektif dan berpikir kreatif: Water Games (Long Water, Water Transfer, Mini Polo Air): Menguji kecepatan, koordinasi, dan kemampuan memecahkan masalah dalam kondisi basah dan penuh tawa. Logic & Strategi (Blind Ball, Pipa Bocor, Crane, Pipe Line): Membutuhkan komunikasi non-visual, perencanaan tim, dan penggunaan logika untuk mengalirkan benda atau air ke tujuan. Adrenalin & Motorik (Berperahu, Halang Rintang, Tangkap Ikan, Tarzan Swing, Postman & Papan Goyang, Flying Bamboo): Mengasah keberanian, keseimbangan, dan motorik kasar. Terutama Tarzan Swing dan Flying Bamboo yang menuntut mental baja dan dukungan penuh dari tim. Setiap pos bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi tentang bagaimana siswa belajar mendengarkan, memimpin secara bergantian, dan menanggung kegagalan sebagai satu tim. Kegagalan di satu pos tidak mengurangi semangat mereka untuk menyelesaikan pos berikutnya. Penutup Penuh Kesan: Kembali dengan Semangat Baru Setelah menyelesaikan seluruh tantangan pos games yang menguras energi dan memacu adrenalin, seluruh peserta menjalani sesi ISHOMA (Istirahat, Shalat, Makan). Momen ini menjadi waktu bagi siswa untuk mengembalikan energi, bersyukur, dan merefleksikan pelajaran yang didapat. Kegiatan Outbound SDIT Salman Al Farisi 2 diakhiri dengan upacara penutupan yang sederhana namun berkesan. Seluruh siswa pulang membawa kenangan seru, pakaian yang basah, dan yang terpenting: semangat kekompakan dan daya juang yang lebih tinggi. Mereka kembali ke sekolah, siap mengaplikasikan pelajaran kerja tim yang didapat di alam terbuka ke dalam proses belajar mereka sebagai generasi Qurani Berprestasi.

Memacu Adrenalin dan Kekompakan: Outbound SDIT Salman Al Farisi 2 Tanamkan Semangat Kerja Sama Read More »

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan

Yogyakarta, 25 November 2025 – Tepat pada Hari Guru Nasional, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Salman Al Farisi merayakan hari istimewa ini dengan rangkaian acara yang berbeda, namun dengan satu semangat yang sama: menghormati dedikasi para Murabbi dan memperkuat komitmen menjadi teladan. Dari jenjang paling dasar hingga menengah, perayaan ini menjadi momen apresiasi dan recharge ruhiyah bagi seluruh guru dan karyawan. Canda Tawa dan Kartu Tulus di Jenjang TK Perayaan di jenjang Taman Kanak-kanak berlangsung penuh kehangatan dan keakraban bersama anak-anak: TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1: Keceriaan dimulai dengan potong kue dan makan bersama guru dan siswa. Anak-anak disuguhi video kartun seputar guru yang menghibur. Momen apresiasi diberikan dalam bentuk sederhana namun manis: guru mendapatkan buket cokelat dan kaos kaki, simbol kenyamanan dan kehangatan. KB-TKIT Salman Al Farisi 2: Anak-anak disuguhkan sesi edukatif melalui dialog bersama Bu Yani & Boneka Tsabita, yang menyampaikan pesan tentang peran guru. Suasana haru tercipta saat Bu Tien mendedikasikan puisi untuk rekan-rekan guru. Ekspresi cinta paling tulus datang dari anak-anak yang menempel kartu ucapan di pagar sebagai ucapan Selamat Hari Guru. Inspirasi dan Apresiasi Masa Kerja di Jenjang SD Jenjang Sekolah Dasar memadukan penampilan siswa dan penguatan spiritual bagi guru: SDIT Salman Al Farisi 1: Apresiasi datang langsung dari siswa. Kelas 1 dan 4 mempersembahkan gerak lagu sebagai ucapan terima kasih. Siangnya, guru mengikuti agenda khusus Pengajian bersama Ustad Syafi’i Masykur, S. Ag, M. Hum, yang fokus pada tema guru menjadi teladan dalam amal dan akhlak. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi hadiah untuk para guru. SDIT Salman Al Farisi 2: Siswa berkreasi dengan menonton video hari guru, menggambar, dan menulis ucapan tulus. Interaksi langsung terjalin melalui games bersama guru (pesan berantai, kata bersambung, tebak nama kota, tebak gambar, dan tebak nama siswa) yang mengundang gelak tawa. Momen spesial dilakukan saat syukuran potong tumpeng dan apresiasi gukar yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun, menghargai loyalitas dan pengabdian yang panjang. Kreativitas Penuh Semangat di Jenjang SMPIT Siswa SMPIT Salman Al Farisi menunjukkan rasa hormat dan terima kasih melalui kreativitas seni dan pertunjukan yang solid: Kelas 7A tampil energik dengan Drama dan bernyanyi (Laskar Pelangi). Kelas 7B menyentuh hati dengan membaca puisi dan menyanyi. Kelas 8A menyanyikan lagu dedikasi Doaku untukmu Guru (JSIT), dan Kelas 8B membawakan lantunan Nasyid Guruku (Gontor). Kelas 9A mempersembahkan video drama yang penuh makna, sementara Kelas 9B menutup dengan pertunjukan Flashmob yang ceria dan kompak. Acara di SMPIT ditutup dengan pemutaran video kenang-kenangan Hari Guru dari OSIS, meninggalkan kesan haru dan bangga di hati para guru. Yayasan Salman Al Farisi juga memberikan apresiasi kepada setiap guru dan karyawan di lembaga dengan memberikan bingkisan sajadah ukir nama sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi penuh yang diberikan oleh mereka di masing-masing perannya. Sajadah juga menjadi simbol bahwa besar harapan Yayasan Salman Al Farisi agar para guru karyawan senantiasa menyertakan Salman Al Farisi dalam doa-doa di sujud mereka; mendoakan kemajuan dan keberkahan setiap langkah di seluruh elemen Yayasan Salman Al Farisi Perayaan Hari Guru di berbagai lembaga Salman Al Farisi ini menegaskan kembali komitmen yayasan: bahwa guru adalah aset terpenting yang harus diapresiasi, dan teladan akhlak serta amal adalah fondasi utama dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi.

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan Read More »

Harmoni Iman dan Budaya Pentas Seni SDIT SAF 2: Jelajah Budaya Nusantara

Sleman, 15 November 2025 – Seluruh area SDIT Salman Al Farisi 2 berubah menjadi panggung kebesaran Indonesia, dipenuhi sorak sorai dan decak kagum. Dalam suasana meriah, Pentas Seni SDIT Salman Al Farisi 2025 dengan tema “Jelajah Budaya Nusantara” sukses memukau seluruh wali murid dan siswa/i dari kelas 1 hingga 6. Acara ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan sarana edukatif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa dan semangat untuk terus belajar serta berkarya, semuanya diselaraskan dengan nilai-nilai luhur Islam yang dijunjung tinggi. Dibuka Sang Juara: Dari Panggung Ngemplak ke Panggung Sekolah Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Ibu Sri Maryati, S.Pd.Ina, Koordinator Wilayah Ngemplak. Gong yang berbunyi nyaring itu menandakan dimulainya perjalanan budaya yang luar biasa. Sebagai Grand Opening, panggung langsung diguncang oleh penampilan memukau Tari Dayak yang dibawakan oleh siswa/i kelas 6. Tarian ini semakin spesial karena merupakan penampilan yang sukses mengantar mereka meraih Juara 2 Pensi Jambore se-Kapanewon Ngemplak. Semangat juara ini menjadi penyemangat bagi adik-adik kelas mereka. Perjalanan Penuh Makna: Ketaatan, Cinta, dan Nasionalisme Setelah pembukaan, perjalanan budaya pun dimulai, membawa penonton menjelajah dari ujung barat hingga timur Indonesia: Ketaatan dan Dakwah: Kelas 1A Ibnu Amajur membawakan Tari Saman dari Aceh, sebuah tarian yang melambangkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Dilanjutkan oleh Kelas 1C Ar Razi dengan Tari Dindin Badindin dari Sumatera Barat yang memiliki sejarah sebagai media penyebaran agama Islam pada abad ke-13. Keceriaan dan Nasionalisme: Kelas 2B Ibnu Sina menampilkan kombinasi apik Tari Cing Cakeling dan Manuk Dadali dari Jawa Barat, yang menggambarkan keceriaan masyarakat Sunda sekaligus semangat nasionalisme. Kearifan Budaya: Siswa kelas 1B Al Farisi menghadirkan keindahan pulau yang dijuluki ‘heaven on earth’ lewat Tari Kecak Bali. Sementara itu, Kelas 2A Ibnu Rusyd menampilkan Tarian Khas Jawa Timur yang penuh dinamika. Panggung semakin hangat ketika Kelas 3A Ibnu Sahl dari Sulawesi menyajikan kombinasi indah Tari Anging Mamiri, Mapadendang, dan Si Patokaan, yang kesemuanya memiliki makna inti yang sama: cinta—cinta tanah kelahiran dan kasih sayang seorang ibu. Pesan Moral di Balik Permainan Tradisional dan Bela Diri Salah satu penampilan yang paling ditunggu adalah gabungan antara seni dan pelajaran moral. Kelas 3C Al Farabi membawakan Drama Musikal & Tari dari permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng & Ancak-Ancak Alis. Drama ini secara apik mengajak penonton untuk kembali mengenang permainan masa lalu yang sarat nilai kejujuran, kerja sama, dan semangat mencari makna hidup. Nilai kemandirian dan keterampilan hidup juga diangkat. Kelas 5A Al Birruni memperkenalkan Silat sebagai cabang beladiri Betawi melalui Drama Musikal Betawi yang cerdas dan menghibur. Tak ketinggalan, nilai birrul walidain disisipkan dalam Tari Indung-Indung yang diiringi Storytelling Legenda Batu Menangis dari Kalimantan Timur. Jejak Timur yang Menggugah Semangat Menjelang akhir, panggung bergeser ke Indonesia Timur yang kaya akan semangat: Kelas 4A Al Battani menampilkan Tari Tide-Tide Halmahera Utara, tarian yang terkenal dengan makna keselarasan kehidupan sosial dan mempererat hubungan antarwarga. Kelas 4B Ibnu Saffar membawakan Tari Tifa dan Tari Caci, tarian sukacita menyambut masa panen dan sebagai ungkapan rasa syukur. Pentas ditutup dengan semangat keberanian dan kebersamaan melalui Tari Kombinasi Papua oleh Kelas 5B Ibnu Nafis. Pentas Seni “Jelajah Budaya Nusantara” ini sukses menjadi bukti komitmen SDIT Salman Al Farisi 2 dalam membentuk generasi yang Qurani Berprestasi—yaitu generasi yang tidak hanya taat pada Allah, tetapi juga mencintai dan melestarikan budaya bangsanya.

Harmoni Iman dan Budaya Pentas Seni SDIT SAF 2: Jelajah Budaya Nusantara Read More »

Menggali Kearifan Yogyakarta di Diorama Arsip dan Keraton | Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Sebagai bekal akhir sebelum melangkah ke jenjang SMP, seluruh siswa/i Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang sarat makna sejarah dan budaya. Perjalanan kali ini membawa mereka menelusuri alur waktu perjuangan di Diorama Arsip Jogja (Museum Arsip Yogyakarta) dan meresapi keagungan budaya di Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, khususnya pelajaran IPS dan Sejarah. Tujuannya adalah memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Melacak Jejak Sejarah di Diorama Arsip Jogja yang Modern dan Interaktif Kunjungan dimulai di Diorama Arsip Jogja, sebuah museum sejarah modern yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Museum ini menawarkan cara yang unik dan tidak membosankan untuk mempelajari sejarah. Anak-anak diajak mengikuti perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta selama kurang lebih empat abad, mulai dari era Mataram hingga status Keistimewaan DIY. Museum ini sukses memadukan arsip, seni, dan teknologi modern seperti Diorama, Hologram, Augmented Reality (AR), dan audiovisual interaktif yang tersebar dalam 18 ruangan tematik. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang akar sejarah, peran para pemimpin, dan proses terbentuknya DIY, sekaligus menunjukkan bahwa sejarah bisa dipelajari dengan cara yang modern dan interaktif sehingga tidak membosankan. Intisari Kebudayaan di Keraton Yogyakarta Hadiningrat Setelah melacak sejarah modern, perjalanan dilanjutkan ke pusat budaya Jawa: Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Keraton bukan hanya istana resmi Sultan, tetapi juga adalah jantung kebudayaan Jawa yang sangat kaya. Anak-anak berkesempatan melihat langsung arsitektur tradisional yang megah dan mempelajari sejarah para Sultan serta peran pentingnya bagi masyarakat. Mereka menyaksikan berbagai koleksi benda-benda bersejarah dan artefak budaya seperti alat musik Gamelan, pusaka, dan kereta kencana. Kunjungan ini dipandu langsung oleh petugas Keraton yang dengan apik dan menarik menjelaskan setiap detail. Interaksi dengan petugas ini menumbuhkan rasa hormat dan menghargai warisan leluhur. Anak-anak belajar bahwa Keraton adalah simbol kearifan lokal, keteladanan, dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur. Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan perpaduan antara teknologi modern dalam penyampaian sejarah dan keagungan tradisi. Anak-anak Kelas 6 pulang dengan pemahaman yang lebih dalam tentang jati diri bangsa, siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya sebagai generasi Qurani Berprestasi yang menghargai sejarah, mencintai budaya, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Menggali Kearifan Yogyakarta di Diorama Arsip dan Keraton | Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT SAF 2 Read More »

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Jika ada hari yang merangkum masa lalu, seni, dan masa depan dalam satu perjalanan, inilah hari itu. Seluruh siswa/i Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang luar biasa, menyeberangi waktu dari keagungan budaya di Museum Sonobudoyo menuju kecanggihan teknologi di Taman Pintar. Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Melestarikan Budaya di Museum Sonobudoyo Perjalanan dimulai dai Museum Sonobudoyo. Museum yang didirikan sejak tahun 1935 dengan arsitektur tradisional Jawa ini dikenal sebagai museum budaya dan sejarah Jawa terlengkap kedua setelah Museum Nasional. Anak-anak diajak mengamati puluhan ribu koleksi benda bersejarah dan seni budaya yang sangat beragam, mulai dari arkeologi, numismatika (mata uang), filologi (bahasa dan sastra), dan etnografi (kebudayaan). Mereka menyaksikan langsung keindahan wayang kulit dan benda-benda pusaka yang menjadi saksi bisu peradaban Jawa. Kunjungan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa dan mengajarkan mereka tentang keragaman suku, adat, dan seni yang harus disyukuri sebagai karunia dari Allah SWT. Menguji Nalar di Taman Pintar: Mencerdaskan dan Menyenangkan Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tempat belajar interaktif di yakni Taman Pintar Yogyakarta. Mengusung motto “Mencerdaskan dan Menyenangkan,” tempat ini menjadi ruang belajar non-formal yang sempurna untuk menumbuhkan minat anak terhadap sains, teknologi, dan sejarah. Anak-anak diajak untuk menjelajahi berbagai wahana, mulai dari Gedung Oval-Kotak hingga Planetarium. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba langsung berbagai alat peraga dan percobaan yang menyenangkan, seperti menguji gaya gravitasi, mempelajari optik cahaya, hingga memahami prinsip kerja listrik. Selain itu, anak-anak juga dapat melihat langsung benda-benda peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia juga setiap presiden RI dari masa ke masa. Taman Pintar berfungsi sebagai stimulus untuk menghidupkan nalar ilmiah. Anak-anak SDIT Salman Al Farisi 2 belajar bahwa ilmu pengetahuan itu seru, interaktif, dan merupakan jalan untuk memahami hukum-hukum alam yang ditetapkan oleh Sang Pencipta. Kunjungan Edukasi Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan perpaduan unik: kearifan lokal yang kaya di Sonobudoyo dan semangat eksplorasi ilmiah yang universal di Taman Pintar. Siswa Kelas 5 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas tentang identitas budaya bangsa dan bekal ilmu pengetahuan yang siap diolah. Mereka adalah generasi Qurani Berprestasi yang menghargai akar budaya sambil melangkah maju dengan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar Read More »

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh makna, di mana siswa/i Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 diajak melakukan perjalanan waktu dan keahlian lokal. Pada Kunjungan Edukasi kali ini, mereka mengunjungi Monumen Jogja Kembali (Monjali) untuk menyelami sejarah perjuangan bangsa, lalu berpindah ke Bakpia Juwara Satoe untuk mengenali keragaman kuliner khas Yogyakarta. Agenda ini bertujuan mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengambil Hikmah di Monjali: Menghargai Jasa Pahlawan Petualangan sejarah dimulai di Monumen Jogja Kembali (Monjali). Bangunan berbentuk kerucut tiga lantai yang megah ini adalah simbol pengingat ditariknya tentara Belanda dari Yogyakarta pada 29 Juni 1949, menandai kembalinya ibu kota RI. Di dalam museum, anak-anak diajak mengamati lebih dari seribu koleksi benda bersejarah di lantai satu, termasuk Tandu Jenderal Soedirman yang ikonik. Di lantai dua, mereka disuguhi sepuluh diorama 3D dan empat puluh relief yang menggambarkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Puncak kunjungan sejarah adalah di Garba Graha, ruang hening di puncak monumen. Di sana, anak-anak mengambil pelajaran penting tentang cinta tanah air, pengorbanan, dan jasa para pahlawan. Pengalaman langsung ini menumbuhkan rasa syukur dan semangat untuk menjadi generasi yang menghargai perjuangan bangsa. Merasakan Kecanggihan dan Keterampilan di Bakpia Juwara Satoe Dari sejarah perjuangan, perjalanan dilanjutkan ke ranah keahlian lokal: Bakpia Juwara Satoe. Merek bakpia modern yang baru berdiri pada tahun 2018 ini dikenal menonjolkan proses produksi yang mayoritas menggunakan mesin canggih untuk menjamin kualitas dan higienitas produk, memberikan wawasan tentang industri kuliner modern. Di sana, anak-anak diajak belajar “membuat” bakpia secara langsung. Setiap anak diberikan dua paket adonan bakpia yang terdiri dari tepung dan isian kacang hijau. Anak-anak tampak antusias memipihkan adonan, mengisinya dengan isian kacang hijau lezat, lalu menutupnya dengan rapi, persis seperti bakpia yang biasa mereka konsumsi. Aktivitas ini melatih motorik halus dan keterampilan fokus mereka, sekaligus memberikan pemahaman langsung bahwa produk lokal yang lezat pun memerlukan ketelitian dan proses yang higienis. Keseimbangan Generasi yang Nasionalis dan Terampil Kunjungan edukasi Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub pembelajaran yang esensial. Di Monjali, anak-anak menumbuhkan jiwa nasionalis dan menghargai sejarah. Di Bakpia Juwara Satoe, mereka mengasah keterampilan praktis dan memahami proses industri. Siswa Kelas 4 kembali ke sekolah dengan wawasan yang seimbang, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap bangsa dan keahlian yang terampil.

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe Read More »

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh petualangan, dua dimensi ilmu pengetahuan yang berbeda. Seluruh siswa/i Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang unik, menjelajahi kekayaan pangan lokal di Jejamuran dan menelusuri kearifan mitigasi bencana di Museum Merapi. Agenda ini bertujuan untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengenal Berbagai Macam Jamur dan Olahannya di Agrowisata Jamur Petualangan dimulai di Jejamuran, sebuah restoran unik yang hampir seluruh menunya berbahan dasar jamur (seperti jamur tiram, shitake, merang, dan portabella), disajikan dengan cita rasa masakan khas Indonesia. Namun, kunjungan ini lebih dari sekadar wisata kuliner. Jejamuran juga menyediakan layanan Agrowisata dan Edukasi, anak-anak berkesempatan melihat langsung area budidaya jamur di sekitar lokasi. Mereka melihat bagaimana jamur—yang merupakan pangan thoyyib—dibudidayakan dengan baik dan dikelola hingga siap diolah menjadi makanan lezat. Momen ini memberikan pemahaman langsung tentang proses produksi pangan dan pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Merenungi Kebesaran Alam di Kaki Merapi Setelah belajar tentang pangan dan pertanian, perjalanan dilanjutkan ke lokasi yang menawarkan pelajaran tentang alam semesta dan kesiapsiagaan: Museum Gunungapi Merapi (MGM). Museum ini didedikasikan sebagai pusat informasi kegunungapian, penelitian, dan mitigasi bencana, menyajikan wawasan ilmiah mendalam. Anak-anak melihat berbagai koleksi, mulai dari batuan vulkanik, diorama sejarah letusan Gunung Merapi, hingga alat-alat survei. Mereka memahami fakta-fakta ilmiah tentang aktivitas gunung berapi, khususnya Merapi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kunjungan ke MGM ini menjadi pengingat penting akan kebesaran Allah (melalui fenomena alam) dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Menjadi Generasi yang Responsif dan Berwawasan Luas Kunjungan edukasi Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub ilmu yang saling melengkapi. Di Jejamuran, anak-anak belajar tentang keberlanjutan dan kesehatan pangan. Di Museum Merapi, mereka belajar tentang sains, sejarah, dan mitigasi bencana. Siswa Kelas 3 kembali ke sekolah dengan pengetahuan yang kaya tentang lingkungan sekitar, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga responsif terhadap lingkungan dan tantangan alam.

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2 Read More »

Menjelajah Satwa dan Menemukan Empati di SLB Negeri 1 Bantul | Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari, dua lokasi yang sangat kontras, namun satu tujuan mulia: mencetak generasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga kaya empati. Seluruh siswa/i Kelas 2 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang memadukan wawasan alam di kebun binatang dan pelajaran kemanusiaan di sekolah luar biasa (SLB).  Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Dari Darat, Air, Hingga Udara: Eksplorasi di Gembiraloka Zoo Pagi hari, petualangan dimulai di Gembiraloka Zoo, salah satu kebun binatang terbesar di Yogyakarta. Di sini, anak-anak diajak untuk mengagumi kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Mereka berkeliling, melihat berbagai koleksi satwa, mulai dari mamalia, reptil, ikan, hingga burung-burung eksotis. Kunjungan tak berhenti di daratan. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman baru dengan menaiki perahu, memberikan mereka pemahaman langsung tentang transportasi air dan ekosistem perairan. Momen ini memicu tawa riang dan memuaskan rasa ingin tahu mereka tentang alam, yang selama ini hanya dijumpai dalam buku. Pelajaran Hati di SLB: Memahami Keunikan Lewat Bahasa Isyarat Setelah puas menjelajahi keindahan fauna, perjalanan dilanjutkan ke SLB Negeri 1 Bantul—sebuah kunjungan yang memberikan pelajaran tentang keragaman dan kasih sayang. Anak-anak disambut dengan sangat hangat oleh para guru dan murid SLB. Momen ini menjadi puncak pelajaran keterampilan sosial dan interaksi. Anak-anak SDIT SAF 2 diajak untuk berinteraksi langsung dengan para anak ‘luar biasa’, menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing. Mereka berkesempatan untuk mengenal bahasa isyarat bagi penyandang tunanetra, bahkan belajar beberapa huruf sederhana. Selain itu, anak-anak juga dapat melihat dan memegang langsung buku dengan huruf Braille yang biasa digunakan tunanetra. Pengalaman ini membuka mata hati mereka, mengajarkan tentang rasa syukur dan pentingnya empati serta menghargai perbedaan. Menjadi Generasi Holistik yang Peka Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan paket pembelajaran yang utuh. Di Gembiraloka, mereka belajar tentang sains, alam, dan lingkungan. Di SLB Negeri 1 Bantul, mereka belajar tentang kemanusiaan, empati, dan inklusivitas. Siswa Kelas 2 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas tentang dunia dan bekal hati yang lebih peka. Kunjungan ini menegaskan komitmen SDIT Salman Al Farisi 2 untuk mencetak generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga kaya akan adab dan kepedulian sosial.

Menjelajah Satwa dan Menemukan Empati di SLB Negeri 1 Bantul | Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT SAF 2 Read More »

Dari Tanah Liat hingga Angkasa Raya: Kisah Kelas 1 SDIT SAF 2 Merajut Kreativitas dan Sejarah Bangsa

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari, dua tujuan yang berbeda bidanf, namun satu visi: menanamkan pengalaman belajar yang tak terlupakan. Seluruh siswa/i Kelas 1 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang intensif, belajar salah satu kekayaan budaya di Gerabah Kasongan dan kejayaan sejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta. Agenda ini dirancang khusus untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata. Tujuannya adalah memperluas wawasan, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Sentuhan Kreativitas di Kasongan: Melatih Motorik Halus dan Kasar Petualangan dimulai di sentra kerajinan Gerabah Kasongan. Di tengah deretan karya seni tanah liat yang memukau, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi seniman cilik. Mereka diajak untuk membuat gerabah dari tanah liat menggunakan cetakan khusus. Momen ini adalah latihan motorik terbaik: tangan-tangan mungil itu harus telaten membentuk gumpalan tanah liat, memukul-mukulnya agar pas dengan cetakan, dan membentuknya menjadi karya. Tanah liat yang dingin dan lembut menjadi media bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas, mengajarkan kesabaran, dan mengubah bahan sederhana menjadi sesuatu yang bernilai. Membumbung Tinggi di Museum Dirgantara: Merenungkan Sejarah dan Pengabdian Setelah selesai berkarya dengan tanah, perjalanan berlanjut menuju langit dan sejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta. Suasana seketika berubah, dari sentra seni tradisional menjadi pusat kejayaan militer dan kedirgantaraan Indonesia. Di sini, anak-anak disuguhkan koleksi bersejarah TNI Angkatan Udara yang mengagumkan. Mereka melihat langsung berbagai jenis pesawat tempur, rudal, senjata udara, dan replika diorama peristiwa bersejarah. Perhatian mereka juga tertuju pada benda-benda ikonik seperti pakaian dinas mantan Kepala Staf Angkatan Udara dan tandu yang pernah digunakan Jenderal Sudirman. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung tentang fakta-fakta sejarah, menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa, dan mengenalkan mereka pada profesi mulia para pahlawan udara yang mengabdi pada negeri. Kunjungan edukasi ganda ini sukses menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Di Gerabah Kasongan, anak-anak belajar tentang kesederhanaan dan keterampilan tangan. Di Museum Dirgantara, mereka belajar tentang ketangguhan, pengabdian, dan sejarah. Siswa Kelas 1 SDIT Salman Al Farisi 2 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas, kemampuan motorik yang terasah, dan jiwa yang penuh inspirasi. Inilah komitmen Salman Al Farisi dalam membentuk generasi Qurani Berprestasi—yang tanggap pada seni dan budaya, sekaligus teguh pada sejarah bangsanya.

Dari Tanah Liat hingga Angkasa Raya: Kisah Kelas 1 SDIT SAF 2 Merajut Kreativitas dan Sejarah Bangsa Read More »