Website SAF jogja

SDIT 1

Uji Publik Kemampuan Tajwid dan Ghorib, Siswa SDIT SAF Buktikan Kualitas Bacaan Al-Qur’an

YOGYAKARTA – Suasana megah sekaligus syahdu menyelimuti Auditorium Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Puluhan pasang mata menyaksikan dengan takjub jalannya agenda Khatmil Quran & Imtihan Metode Qiroati yang digelar oleh SDIT Salman Al Farisi. Agenda tahunan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi yang telah berhasil menyelesaikan seluruh jilid tahsin metode Qiroati, didampingi oleh orang tua mereka masing-masing. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi penanda resmi kelulusan tahsin Qiroati sekaligus panggung pembuktian atas perjuangan panjang anak-anak dalam mempelajari kalam Ilahi. Uji Publik yang Menguji Mental dan Kualitas Puncak ketegangan sekaligus rasa bangga terjadi saat sesi Imtihan (Uji Publik). Di hadapan para asatidz, orang tua, dan tamu undangan, para siswa diuji secara langsung mengenai kemampuan membaca Al-Qur’an mereka. Serentak mereka menjawab pertanyaan seputar hukum tajwid, ketepatan makharijul huruf, hingga pemahaman ayat-ayat ghorib (bacaan-bacaan khusus/asing dalam Al-Qur’an). Ketepatan dan kelancaran anak-anak dalam menjawab tantangan ini mengundang decak kagum sekaligus rasa haru, membuktikan bahwa standar pengajaran Qiroati di SDIT Salman Al Farisi benar-benar tertanam secara mendalam, bukan sekadar hafalan lisan. Momen Haru Bersama Orang Tua Suasana Auditorium Monjali kian bergetar saat prosesi Khatmil Quran usai. Isak tangis haru dari para wali murid pecah ketika anak-anak mereka, dengan wajah berseri-seri, turun dari panggung untuk menemui orang tua. Pelukan hangat dan ucapan terima kasih tulus dari jemari mungil para penghafal Al-Qur’an ini menjadi balasan terindah atas segala doa dan dukungan yang telah diberikan orang tua di rumah. Awal Menuju Generasi Qurani Kepala Sekolah SDIT Salman Al Farisi menyampaikan bahwa kelulusan Qiroati ini bukanlah akhir dari interaksi anak-anak dengan Al-Qur’an, melainkan sebuah gerbang pembuka. Dengan modal bacaan yang sudah bertajwid dan fasih, anak-anak kini siap melangkah ke jenjang berikutnya, yaitu tahfizh (menghafal) Al-Qur’an dengan pondasi yang kokoh. Agenda ditutup dengan doa bersama, memohon agar ilmu yang telah didapatkan para siswa menjadi berkah dan mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Uji Publik Kemampuan Tajwid dan Ghorib, Siswa SDIT SAF Buktikan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Read More »

Bregada hingga Gunungan: Cara Unik Siswa SDIT Salman Al Farisi 1 Rayakan Semangat Kartini

SLEMAN – Jalanan di kawasan Pogung Rejo, Pogung Kidul, hingga Pogung Lor mendadak berubah menjadi panggung budaya yang meriah pada Jumat, 24 April 2026. Ratusan siswa kelas 1 hingga 5 SDIT Salman Al Farisi (SAF) 1 turun ke jalan untuk menggelar Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan tajuk “Kartini Masa Kini: Berbudaya, Menginspirasi, dan Berkarya”. Parade Bregada dan Kostum Kreatif Kemeriahan diawali dengan kemunculan Pasukan Bregada cilik. Mengenakan kostum tradisional yang gagah namun tetap lucu khas anak-anak, para siswa berbaris rapi layaknya prajurit keraton. Tidak hanya itu, berbagai properti menarik hasil kreativitas siswa dan guru turut menghiasi barisan, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata warga sekitar yang antusias menonton di pinggir jalan. Alunan Musik Lintas Budaya Kirab kali ini tidak hanya menonjolkan aspek visual, tetapi juga kekayaan seni musik. Sepanjang rute perjalanan, masyarakat disuguhi perpaduan harmoni yang unik. Suara ritmis dari pentas Pianika bersahutan dengan denting merdu Angklung yang dibawakan dengan kompak oleh para siswa. Suasana religius yang menjadi ciri khas Salman Al Farisi tetap kental terasa berkat iringan musik Hadroh. Perpaduan alat musik modern, tradisional, dan religi ini menjadi simbol bahwa “Kartini Masa Kini” di SDIT SAF 1 adalah generasi yang adaptif namun tetap memegang teguh akar budaya dan iman. Simbol Syukur: Pameran Gunungan Makanan Salah satu daya tarik utama dalam kirab ini adalah pameran Gunungan Makanan. Gunungan yang tersusun rapi dari berbagai macam jajanan ini menjadi simbol rasa syukur. Kehadiran gunungan ini mengundang decak kagum karena kreativitas penyusunannya yang melibatkan kerjasama antar siswa dan wali murid. Acara yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan titik kumpul di sekolah, di mana para siswa tampak bahagia setelah menempuh rute kirab dan menyapa warga. Agenda ini pun sukses menjadi ajang silaturahmi yang hangat antara pihak sekolah dengan masyarakat Pogung dan sekitarnya.

Bregada hingga Gunungan: Cara Unik Siswa SDIT Salman Al Farisi 1 Rayakan Semangat Kartini Read More »

Matematika Tanpa Bingung: Guru SDIT Salman Al Farisi Perdalami Strategi Pembelajaran Pecahan di BBGTK DIY

Yogyakarta, Februari 2026 – Matematika seringkali dianggap sebagai “momok” bagi sebagian siswa, terutama saat memasuki materi pecahan. Memahami tantangan tersebut, seluruh guru Matematika dari SDIT Salman Al Farisi 1 dan 2 melakukan langkah proaktif dengan menggelar agenda Komunitas Belajar (Kombel) pada tanggal 11 dan 20 Februari 2026. Bertempat di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY, para pendidik ini berkumpul bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban, melainkan untuk merumuskan cara agar matematika—khususnya pecahan—menjadi materi yang dinantikan oleh siswa. Belajar Langsung dari Sang Pakar Suasana Kombel kali ini berlangsung seru dan jauh dari kesan kaku. Hal ini tidak lepas dari kehadiran narasumber ahli, Bapak Wiworo, S.Si., M.M., seorang Widyaiswara dari BBGTK DIY yang dikenal sangat piawai dalam membedah metode pembelajaran matematika. Bapak Wiworo mengajak para guru untuk mengubah paradigma lama. Matematika tidak boleh hanya sekadar deretan angka di papan tulis, tetapi harus menjadi pengalaman belajar yang nyata bagi anak-anak. Mengupas Pecahan secara Kontekstual Materi inti dalam pertemuan dua hari ini adalah Strategi Penyampaian Materi Pecahan. Guru-guru diajak menyelami dua pendekatan utama: Pendekatan Efektif: Bagaimana menyederhanakan konsep pecahan yang abstrak menjadi sesuatu yang logis dan mudah ditangkap oleh logika dasar anak SD. Pendekatan Kontekstual: Mengaitkan pecahan dengan situasi sehari-hari. Mulai dari membagi pizza, memotong kue, hingga pembagian porsi makanan, sehingga siswa menyadari bahwa “matematika itu ada di sekitar kita”. Sinergi untuk Kualitas Pendidikan Pertemuan ini menjadi momen penting bagi guru SDIT SAF 1 dan 2 untuk saling bertukar pikiran dan berbagi kendala yang dihadapi di kelas masing-masing. Dengan adanya sinergi ini, standar kualitas pengajaran matematika di seluruh unit Salman Al Farisi diharapkan semakin meningkat dan seragam. “Kami ingin siswa tidak lagi merasa terbebani dengan rumus, tapi mereka paham maknanya. Lewat pendekatan kontekstual ini, insyaallah anak-anak akan lebih enjoy belajar matematika,” ujar salah satu peserta guru. Kombel ini diakhiri dengan semangat baru para guru untuk segera mempraktikkan “ilmu BBGTK” ini ke dalam kelas masing-masing. Karena guru yang terus belajar adalah kunci lahirnya siswa yang mencintai ilmu  

Matematika Tanpa Bingung: Guru SDIT Salman Al Farisi Perdalami Strategi Pembelajaran Pecahan di BBGTK DIY Read More »

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan

Yogyakarta, 25 November 2025 – Tepat pada Hari Guru Nasional, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Salman Al Farisi merayakan hari istimewa ini dengan rangkaian acara yang berbeda, namun dengan satu semangat yang sama: menghormati dedikasi para Murabbi dan memperkuat komitmen menjadi teladan. Dari jenjang paling dasar hingga menengah, perayaan ini menjadi momen apresiasi dan recharge ruhiyah bagi seluruh guru dan karyawan. Canda Tawa dan Kartu Tulus di Jenjang TK Perayaan di jenjang Taman Kanak-kanak berlangsung penuh kehangatan dan keakraban bersama anak-anak: TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1: Keceriaan dimulai dengan potong kue dan makan bersama guru dan siswa. Anak-anak disuguhi video kartun seputar guru yang menghibur. Momen apresiasi diberikan dalam bentuk sederhana namun manis: guru mendapatkan buket cokelat dan kaos kaki, simbol kenyamanan dan kehangatan. KB-TKIT Salman Al Farisi 2: Anak-anak disuguhkan sesi edukatif melalui dialog bersama Bu Yani & Boneka Tsabita, yang menyampaikan pesan tentang peran guru. Suasana haru tercipta saat Bu Tien mendedikasikan puisi untuk rekan-rekan guru. Ekspresi cinta paling tulus datang dari anak-anak yang menempel kartu ucapan di pagar sebagai ucapan Selamat Hari Guru. Inspirasi dan Apresiasi Masa Kerja di Jenjang SD Jenjang Sekolah Dasar memadukan penampilan siswa dan penguatan spiritual bagi guru: SDIT Salman Al Farisi 1: Apresiasi datang langsung dari siswa. Kelas 1 dan 4 mempersembahkan gerak lagu sebagai ucapan terima kasih. Siangnya, guru mengikuti agenda khusus Pengajian bersama Ustad Syafi’i Masykur, S. Ag, M. Hum, yang fokus pada tema guru menjadi teladan dalam amal dan akhlak. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi hadiah untuk para guru. SDIT Salman Al Farisi 2: Siswa berkreasi dengan menonton video hari guru, menggambar, dan menulis ucapan tulus. Interaksi langsung terjalin melalui games bersama guru (pesan berantai, kata bersambung, tebak nama kota, tebak gambar, dan tebak nama siswa) yang mengundang gelak tawa. Momen spesial dilakukan saat syukuran potong tumpeng dan apresiasi gukar yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun, menghargai loyalitas dan pengabdian yang panjang. Kreativitas Penuh Semangat di Jenjang SMPIT Siswa SMPIT Salman Al Farisi menunjukkan rasa hormat dan terima kasih melalui kreativitas seni dan pertunjukan yang solid: Kelas 7A tampil energik dengan Drama dan bernyanyi (Laskar Pelangi). Kelas 7B menyentuh hati dengan membaca puisi dan menyanyi. Kelas 8A menyanyikan lagu dedikasi Doaku untukmu Guru (JSIT), dan Kelas 8B membawakan lantunan Nasyid Guruku (Gontor). Kelas 9A mempersembahkan video drama yang penuh makna, sementara Kelas 9B menutup dengan pertunjukan Flashmob yang ceria dan kompak. Acara di SMPIT ditutup dengan pemutaran video kenang-kenangan Hari Guru dari OSIS, meninggalkan kesan haru dan bangga di hati para guru. Yayasan Salman Al Farisi juga memberikan apresiasi kepada setiap guru dan karyawan di lembaga dengan memberikan bingkisan sajadah ukir nama sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi penuh yang diberikan oleh mereka di masing-masing perannya. Sajadah juga menjadi simbol bahwa besar harapan Yayasan Salman Al Farisi agar para guru karyawan senantiasa menyertakan Salman Al Farisi dalam doa-doa di sujud mereka; mendoakan kemajuan dan keberkahan setiap langkah di seluruh elemen Yayasan Salman Al Farisi Perayaan Hari Guru di berbagai lembaga Salman Al Farisi ini menegaskan kembali komitmen yayasan: bahwa guru adalah aset terpenting yang harus diapresiasi, dan teladan akhlak serta amal adalah fondasi utama dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi.

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan Read More »

Gerak Bersama, Tumbuh Bahagia: Outbound SDIT Salman Al Farisi Melatih Kekompakan Tim dan Motorik Siswa

Sleman, 19 November 2025 – Suasana riuh rendah keceriaan dan semangat kebersamaan menyelimuti Karangasri Outbound. Seluruh siswa/i SDIT Salman Al Farisi dari kelas 1 hingga 6 hari itu meninggalkan bangku sekolah untuk menjalani Outbound Akbar dengan tema yang inspiratif: “Gerak Bersama, Tumbuh Bahagia.” Agenda ini dirancang untuk melatih kemampuan motorik kasar siswa, mengasah kerjasama dan kekompakan tim, serta mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan alam, menjadikan proses belajar sebagai petualangan yang seru dan bermakna. Perjalanan Awal dan Ice Breaking Pembuka Semangat Pagi hari, seluruh peserta outbound berkumpul dan berangkat bersama dari sekolah dengan menaiki bis. Perjalanan menuju Karangasri Outbound dipenuhi lagu-lagu penyemangat dan canda tawa, membangun antusiasme sejak dini. Sesampainya di lokasi, kegiatan diawali dengan sesi Ice Breaking yang dipandu oleh instruktur. Permainan ringan yang penuh energi ini sukses memecah kebekuan dan menyatukan semangat seluruh peserta, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di pos-pos berikutnya. Uji Kekompakan Tim di Setiap Pos Tantangan Inti dari kegiatan outbound adalah rangkaian permainan di pos-pos berbeda yang harus diselesaikan secara bergantian. Hampir semua permainan ini melibatkan kerja tim yang solid, menguji kemampuan komunikasi dan kerjasama siswa: Voli Bola Jumbo & Estafet Bola dengan Pipa: Permainan ini melatih koordinasi dan strategi kelompok dalam memindahkan objek besar atau kecil tanpa bantuan tangan langsung. Memindahkan Balok dengan Tali & Estafet Alas: Menuntut kesabaran, kepemimpinan, dan kepercayaan antar anggota tim untuk menyelesaikan misi yang membutuhkan sinkronisasi gerakan. Mengangkat Pingpong dengan Sumpit & Memindahkan Bola dengan Mata Tertutup: Melatih ketelitian, fokus, serta komunikasi verbal yang efektif dalam kondisi keterbatasan sensorik. Selain permainan kelompok, kemampuan fisik dan motorik individu juga diuji dalam zona Ketangkasan, di mana anak-anak harus melewati berbagai rintangan seperti melompat sesuai pola, merangkak melewati ring, dan loncat melewati ring. Puncak Keseruan: Air, Alam, dan Flying Fox Kegiatan semakin meriah dengan Aneka Permainan Air, di mana anak-anak bebas bermain dan berinteraksi dalam suasana yang santai dan menyegarkan. Momen ini menjadi pelepas ketegangan setelah sesi tantangan yang intens. Sebagai penutup yang paling memacu adrenalin, anak-anak berkesempatan mencoba Flying Fox. Tantangan meluncur dari ketinggian ini melatih keberanian dan menumbuhkan rasa percaya diri, sebuah pelajaran penting yang mereka bawa pulang dari alam terbuka. Outbound di Karangasri ini sukses menyajikan pembelajaran yang jauh dari kata membosankan. Seluruh siswa/i SDIT Salman Al Farisi kembali ke sekolah dengan jiwa yang lebih segar, motorik yang lebih terasah, dan pemahaman yang mendalam bahwa kebahagiaan terbesar tercipta dari kebersamaan dan kekompakan tim.

Gerak Bersama, Tumbuh Bahagia: Outbound SDIT Salman Al Farisi Melatih Kekompakan Tim dan Motorik Siswa Read More »

Belajar Jadi Pedagang Ulung: Market Day, Cara Salman Al Farisi Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini

Yogyakarta, 1 Oktober 2025 – Selama tiga hari berturut-turut, mulai dari 29 September hingga 1 Oktober 2025, suasana di Kelas B Labu SDIT Salman Al Farisi disulap menjadi pasar modern yang ramai dan meriah. Seluruh siswa kelas 1 hingga 6 berpartisipasi penuh dalam agenda Market Day, sebuah praktik langsung yang bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini, sekaligus meneladani profesi mulia Rasulullah SAW sebagai seorang pedagang. Market Day kali ini dibagi menjadi tiga sesi, memberikan kesempatan bagi setiap jenjang kelas untuk menjadi penjual dan pembeli: kelas 5 dan 6 di hari pertama, disusul kelas 3 dan 4, dan ditutup oleh kelas 1 dan 2. Pembagian sesi ini memastikan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal. Panggung Keberanian dan Negosiasi Cilik Market Day berlangsung sangat seru dan antusiasme terlihat jelas, tidak hanya dari siswa yang bertugas, tetapi juga dari para orang tua yang turut hadir meramaikan. Berbagai jenis barang unik dijual, menunjukkan kreativitas siswa dalam memilih dagangan. Mulai dari makanan berat seperti kimbab, aneka snack kecil seperti dimsum, bakso, pentol, dan donat, minuman segar, hingga pernak-pernik seperti bros, stiker, dan gelang. Bahkan, ada pula stan yang menjual permainan seperti tembak-tembakan dan blind box. Siswa yang tidak bertugas hari itu diwajibkan untuk menjadi pembeli, dengan batas maksimal pembelian Rp 20 ribu per orang. Batasan ini dirancang sebagai pelajaran dasar ekonomi, mengajarkan mereka tentang prioritas belanja dan pengelolaan keuangan sederhana. Di setiap stan, terdengar riuh suara tawar-menawar yang lucu. Anak-anak yang semula pemalu, kini harus berani menyapa, menawarkan dagangan, dan melakukan negosiasi harga. Momen ini menjadi praktik nyata dalam melatih komunikasi, negosiasi, dan kerja sama tim mereka. Lebih dari Transaksi: Melatih Keterampilan Hidup Tujuan utama Market Day jauh melampaui urusan untung rugi. Kegiatan ini adalah sarana untuk melatih keterampilan dasar yang berharga bagi kehidupan masa depan mereka, seperti pengelolaan keuangan, keberanian, dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap konsep dasar ekonomi. Market Day sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan holistik di SDIT Salman Al Farisi adalah perpaduan antara ilmu akademik dan pengalaman hidup. Melalui praktik langsung jual beli, anak-anak tidak hanya belajar konsep wirausaha, tetapi juga meneladani akhlak mulia seorang pedagang yang jujur, sebagai bekal untuk menjadi generasi Qurani Berprestasi di masa depan.

Belajar Jadi Pedagang Ulung: Market Day, Cara Salman Al Farisi Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini Read More »

Belajar Hidup Mandiri di Alam Terbuka: Penggalang SDIT Salman Al Farisi Sukses Gelar Perjusa 2025

Yogyakarta – Gelak tawa riang dan sorak-sorai semangat pramuka menyelimuti suasana Jogja Expotarium. Pada tanggal 19 hingga 20 September 2025 lalu, selama dua hari satu malam, puluhan anggota Penggalang SDPIT Salman Al Farisi mengikuti agenda Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu) yang merupakan agenda rutin tahunan sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan keimanan melalui agenda alam sekaligus melatih kemandirian, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan siswa/i di alam terbuka. Dari Mendirikan Tenda Hingga Pentas Seni Api Unggun Perjalanan dimulai pada Jumat pagi dengan apel pembukaan yang khidmat, dipimpin oleh Kak Luky (read: Bu Luky) selaku kepala sekolah SDIT Salman Al Farisi. Setelah apel, para siswa segera diarahkan untuk mendirikan tenda per regu, belajar bekerja sama dan membagi tugas dengan efisien. Momen ini menjadi pelajaran pertama tentang tanggung jawab dan kerja tim, sebab ketua regu perlu cermat melakukan pembagian tugas untuk anggotanya untuk mendirikan tenda, mengecek barang bawaan, serta memasak untuk makan siang dan makan malam. Lepas Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan), semangat mereka kembali membara untuk mengikuti berbagai materi yang menantang. Mereka dilatih PBB (Peraturan Baris-Berbaris) oleh kakak dari POLDA dan belajar komunikasi rahasia melalui materi semaphore oleh Kak Nawang. Saat sore hari, mereka diajak mengasah kreativitas dan keterampilan teknis dalam pionering, berlatih membuat konstruksi dari tali dan tongkat bersama Kak Teguh dan Kak Andri . Malam harinya, suasana berubah menjadi hangat dan meriah. Setelah makan malam, seluruh peserta berkumpul untuk melaksanakan upacara api unggun yang dipimpin kembali oleh Kak Luky. Suasana semakin semarak dengan penampilan pentas seni dari setiap regu, mulai dari menari, menyanyi, hingga drama dan pantomim. Puncak dari malam itu adalah agenda giat malam, di mana mereka berpetualang di sekitar area, memecahkan sandi, dan menjawab pertanyaan di setiap pos yang telah disiapkan. Kegiatan ini menguji keberanian, kekompakan, dan pemahaman mereka tentang dasa dharma dan rukun islam. Mengukir Kenangan dan Pengetahuan Baru Pada hari kedua, sebelum fajar menyingsing, mereka bangun untuk melaksanakan qiyamullail dan salat subuh berjamaah. Setelah sarapan pagi bersama, para penggalang dengan sigap merobohkan tenda dan merapikan barang bawaan, menunjukkan kemandirian dan tanggung jawab yang telah mereka pelajari. Agenda Perjusa ditutup dengan acara kunjungan edukatif ke seluruh area Jogja Exotarium. Didampingi oleh guide, mereka menjelajahi kebun binatang, belajar tentang berbagai jenis hewan dan ekosistemnya. Ini adalah cara yang sempurna untuk mengakhiri perkemahan, menggabungkan pendidikan spiritual dan karakter dengan ilmu pengetahuan alam. Perjusa 2025 bukan hanya sekadar acara kemah, tetapi sebuah pengalaman berharga yang menanamkan nilai-nilai luhur kepramukaan. Para siswa pulang dengan cerita dan kenangan baru, siap untuk mengaplikasikan ilmu dan kemandirian yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Hidup Mandiri di Alam Terbuka: Penggalang SDIT Salman Al Farisi Sukses Gelar Perjusa 2025 Read More »

Membangun Pondasi Akhlak: Sekolah Orang Tua Salman Ajak Wali Murid Satukan Visi Pendidikan

Yogyakarta, 15 September 2025 – SDIT Salman Al Farisi kembali menggelar agenda inspiratif yang menjadi jembatan antara sekolah dan keluarga, yaitu Sekolah Orang Tua Salman (SOS). Pada hari Minggu, 15 September 2025, seluruh wali murid kelas 1 hingga 6 berkumpul di SDIT Salman Al Farisi. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen penting untuk menyatukan frekuensi, agar sekolah dan orang tua bisa berjalan seiring dalam mengawal proses belajar dan tumbuh kembang anak, baik di sekolah maupun di rumah. Pentingnya Sinergi di Era Digital Acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat, diawali lantunan tilawah yang meneduhkan hati. Setelah sambutan dari Kepala Sekolah dan pengumuman-pengumuman penting, giliran Komite Sekolah menyampaikan pesan penguatan sinergi. Momen ini menegaskan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kolaborasi erat dari semua pihak. Puncak acara ini adalah sesi materi yang disampaikan oleh Ustadz Syafii Syukri, seorang praktisi pendidikan Islam. Beliau membawakan materi yang sangat relevan dan dinantikan, yaitu “Mendidik Anak di Fase Akil Baligh”. Ustadz Syafii menjelaskan dengan lugas bahwa fase akil baligh adalah masa krusial yang menantang, di mana peran orang tua harus berubah dari sekadar pengajar menjadi sahabat dan pembimbing. Beliau menekankan pentingnya komunikasi terbuka, membangun kepercayaan, dan menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai benteng dari berbagai pengaruh negatif di era modern. Sesi materi diakhiri dengan tanya jawab yang interaktif. Harapan dan Komitmen Bersama Acara ditutup dengan pengumuman doorprize yang menambah keceriaan dan pengumuman penting dari pihak Yayasan. Setiap wali murid pulang dengan membawa bekal ilmu, semangat baru, dan komitmen untuk menjadi mitra sejati bagi sekolah. Sekolah Orang Tua Salman ini sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berpusat di ruang kelas. Ia adalah sebuah ekosistem yang dibangun atas fondasi kolaborasi, kepercayaan, dan visi yang sama antara sekolah dan wali murid, demi masa depan anak-anak yang cerdas, berakhlak, dan tangguh.

Membangun Pondasi Akhlak: Sekolah Orang Tua Salman Ajak Wali Murid Satukan Visi Pendidikan Read More »

Lebih dari Juara: Kisah Rino, Sang Atlet Hapkido dari SDIT Salman Al Farisi, Mengukir Prestasi dengan Karakter Juara

Sejak pertama kali menginjakkan kaki sebagai siswa SDIT Salman Al Farisi 1 pada tahun 2020, di tengah awal pandemi Covid-19, perjalanan Mas Rino memang sudah terasa istimewa. Saat itu, pembelajaran daring menjadi satu-satunya pilihan. Namun, bagi orang tua Ananda Rino Rahman Pratama, kondisi tersebut justru memicu ide untuk mencari kegiatan fisik yang bisa mengisi waktu luang Rino. Pilihan sang orang tua jatuh pada beladiri Hapkido, dan siapa sangka, keputusan sederhana itu menjadi gerbang menuju segudang prestasi luar biasa. Hingga hari ini, Hapkido telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian Rino. Rutinitasnya padat: sore hari setelah pulang sekolah, ia berlatih di Dojang dua kali seminggu, ditambah lagi latihan intensif di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Dedikasi inilah yang perlahan mengasah bakat dan mentalnya. Perjalanannya dimulai pada tahun 2023, ketika Rino duduk di bangku kelas 4 SD. Untuk pertama kalinya, ia berpartisipasi dalam Kejuaraan Hapkido tingkat Kabupaten Sleman (Kejurkab Hapkido Sleman 2023). Tak disangka, di kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U30, Rino berhasil meraih medali emas dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Putra. Sebuah awal yang memukau! Momentum itu terus berlanjut. Awal tahun 2024, Rino kembali berkompetisi di Kejuaraan Daerah (KEJURDA Hapkido DIY 2024), ajang bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-DIY. Dengan semangat membara, ia kembali pulang dengan medali emas di kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U30. Prestasi demi prestasi terus terukir. Beberapa bulan berselang, di Kejurkab Sleman 2024, Rino menambah koleksi medalinya dengan emas di kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U33 dan perak di kelas seni/Hyung, serta kembali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Putra. Tahun 2025 menjadi puncak perjalanan prestasi Rino. Di Kejurda Hapkido DIY 2025, ia berhasil meraih dua medali emas sekaligus untuk kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U33 dan kategori kelas seni/Hyung, sekaligus kembali terpilih sebagai Pemain Terbaik Putra. Namun, tantangan sesungguhnya datang saat ia berkompetisi di ajang internasional, South East Asian Hapkido Union (SEAHU 2025) Championship. Kejuaraan ini diikuti oleh atlet-atlet dari 10 negara se-Asia Tenggara. Bermodalkan mental baja dan pengalaman segudang, Rino berhasil meraih medali perak untuk Kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U33. Ia mampu mengalahkan perwakilan atlet dari Indonesia (Papua Barat) di pertandingan pertama dan atlet dari Thailand di pertandingan kedua. Meskipun di pertandingan final ia harus mengakui keunggulan atlet dari Kamboja, medali perak di kancah internasional adalah capaian yang sungguh membanggakan bagi orang tua dan tentu saja bagi SDIT Salman Al Farisi. Ibu Novi Rahmayanti, Ibu Rino, percaya, keberhasilan Rino tidak lepas dari peran besar sekolah. SDIT Salman Al Farisi 1 bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga berperan aktif membentuk karakter anak yang islami. Slogan sekolah JUSMANTUN (Jujur, Cerdas, Mandiri, Santun) benar-benar terinternalisasi dalam diri Rino, baik di sekolah, di rumah, bahkan saat berada di arena pertandingan. Guru-guru senantiasa memberikan doa dan semangat sebelum Rino bertanding, bahkan beberapa di antaranya pernah datang langsung menyaksikan pertandingannya, memberikan dukungan moral yang luar biasa. Selain itu, Ibu Novi mengapresiasi bagaimana guru-guru di sekolah sangat aktif dan komunikatif dalam membantu Rino memahami pelajaran. Para guru memberikan perhatian penuh dan kesabaran yang luar biasa. Sela-sela jadwal latihan beladiri dan sekolah yang padat digunakan Rino untuk membaca materi dan mengerjakan soal di rumah. Apabila ada kesulitan, guru-guru selalu bersedia menjelaskan dengan sabar dan senang hati. Orang tua Rino pun merasa diberikan ruang dan waktu yang lapang untuk berdiskusi mengenai perkembangan studi Rino, memastikan ia tidak tertinggal materi pelajaran. Kisah Rino adalah bukti nyata sinergi antara potensi anak, dukungan keluarga, dan lingkungan pendidikan yang peduli. SDIT Salman Al Farisi telah menjadi rumah kedua bagi Rino, tempat ia tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga menjadi pribadi yang jujur, mandiri, dan santun, siap menghadapi tantangan global.  

Lebih dari Juara: Kisah Rino, Sang Atlet Hapkido dari SDIT Salman Al Farisi, Mengukir Prestasi dengan Karakter Juara Read More »

Dua Siswa SDIT Salman Al Farisi Borong Juara 1 di MTQ Kapanewon Mlati, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

Yogyakarta, 12 Agustus 2025 – Gelombang kebahagiaan dan kebanggaan menyelimuti keluarga besar SDIT Salman Al Farisi. Pada Selasa, 12 Agustus 2025, dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kapanewon Mlati yang diselenggarakan di SDN Cebongan, dua siswa unggulan SDIT Salman Al Farisi berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar juara 1 di dua kategori berbeda. Keberhasilan ini tidak hanya menambah deretan prestasi sekolah, tetapi juga mengukuhkan tekad mereka untuk melaju ke kompetisi di tingkat Kabupaten Sleman. Sinergi antara pembinaan yang intensif dan semangat siswa yang membara terbukti menghasilkan buah manis. Seluruh peserta menunjukkan performa terbaiknya, dan di antara mereka, dua nama yang meraih juara 1 adalah: Cendekiawan Mut Syahidan, yang berhasil meraih posisi Juara 1 MTQ. Muh. Raihan Arrasyid, yang juga berhasil menempati posisi Juara 1 Pidato PAI. Kedua siswa ini, dengan talenta dan dedikasi yang luar biasa, kini akan menjadi duta Kapanewon Mlati di ajang MTQ tingkat Kabupaten Sleman. Ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tantangan yang mereka sambut dengan penuh optimisme. Selain dua juara pertama, keunggulan SDIT Salman Al Farisi juga tampak dari prestasi yang diraih oleh siswa-siswi lainnya. Mereka berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan yang menunjukkan kedalaman bakat dan kerja keras: Adila Khansa Oktarina dan Bagus Damar Ramadhan sama-sama meraih Juara 2 MTQ pada kategori Putra dan Putri. Nadhira Tefana Arianto menempati Juara 3 MTQ. Alandra Farzanadhiva meraih Juara Harapan 3 MTQ. Zaid ‘Iman Nafi’an dan Aisyah Almahira S sama-sama meraih Juara Harapan 1 MHQ pada kategori Putra dan Putri Muh. Ihsan Haziqulfaruq meraih Juara Harapan 3 Adzan. Prestasi kolektif ini merupakan bukti nyata dari komitmen SDIT Salman Al Farisi untuk mencetak generasi #QuraniBerprestasi, yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kedekatan kuat dengan Al-Qur’an dan mampu menjadi teladan di masyarakat. Seluruh keluarga besar Yayasan Salman Al Farisi mengucapkan selamat dan bangga atas pencapaian ini. Mari kita doakan bersama agar Syahid dan Raihan dapat memberikan penampilan terbaik mereka di tingkat Kabupaten dan kembali mengharumkan nama Salman Al Farisi.

Dua Siswa SDIT Salman Al Farisi Borong Juara 1 di MTQ Kapanewon Mlati, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten Read More »