Website SAF jogja

TB KB TKIT 1

Indahnya Berbagi, Bermakna dalam Ilmu: Semarak Bakti Sosial Ramadhan di TB-KB-TKIT SAF 1

Sleman, 28 Februari 2026 – Di tengah khidmatnya suasana bulan suci Ramadhan, TB-KB-TKIT Salman Al Farisi (SAF) 1 menggelar agenda rutin yang penuh makna: Bakti Sosial (Baksos). Bertempat di lingkungan sekolah, acara ini bukan sekadar ajang berbagi bantuan fisik kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, namun juga menjadi ruang belajar bagi murid dan wali murid untuk memperdalam spiritualitas dan ilmu parenting. Panggung Kreativitas Siswa: Pembuka yang Menggugah Acara dibuka dengan penuh semangat oleh seluruh murid dan wali murid. Keceriaan pecah saat anak-anak mulai naik ke atas panggung untuk menampilkan bakat mereka. Mulai dari lantunan merdu hafalan surah pendek, nasyid yang ceria, hingga kelincahan Tari Indang dan harmonisasi musik angklung. Penampilan ini membuktikan bahwa pendidikan di SAF 1 berhasil memadukan kecerdasan spiritual dan pelestarian budaya sejak dini. Menyelami Sirah Bersama Ustadz Wuntad Suasana semakin hidup saat Ustadz Wuntad hadir untuk “Berkisah”. Dengan gayanya yang sangat ekspresif dan jenaka, beliau membawa anak-anak bertualang menembus waktu menyelami perjalanan hidup Rasulullah SAW. Mulai dari momen turunnya wahyu kenabian yang menggetarkan, hingga perjalanan agung menjemput perintah salat, diceritakan dengan cara yang begitu enjoyable. Tak heran, anak-anak tampak terpaku mengikuti setiap gerak dan suara sang Ustadz, membuat pemahaman tentang Sirah Nabawiyah tertanam tanpa rasa bosan. Nasihat untuk Orang Tua: Marah yang Beradab Tidak hanya untuk anak-anak, Ustadz Wuntad juga memberikan “bekal” bagi para orang tua. Dengan gaya yang lucu namun tetap tajam, beliau menekankan bahwa keteladanan adalah kunci utama. “Anak adalah peniru ulung. Tanpa teladan yang baik, mereka hanya akan melihat contoh yang salah di depan matanya,” pesan beliau. Beliau juga membagikan tips praktis saat emosi melanda ketika menghadapi kesalahan anak, yaitu dengan dua langkah cerdas: Berdzikir: Agar lisan tetap terjaga dari kata-kata buruk yang bisa melukai hati anak. Bertanya “Kenapa”: Agar orang tua terbiasa melakukan tabayyun (klarifikasi) dan memahami maksud di balik tindakan anak, alih-alih langsung menghakimi. Berbagi Keberkahan untuk Sesama Puncak dari agenda ini adalah penyaluran paket bakti sosial kepada masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, keluarga besar SAF 1 ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan tidak hanya dirasakan di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga mengalir hingga ke rumah-rumah tetangga di sekitar kita. Agenda Baksos ini ditutup lalu dilanjutkan dengan agenda tebus sembako murah, pembagian sembako gratis, dan bazar murah untuk masyarakat. Benar adanya, bahwa tangan yang memberi lebih mulia, namun tangan yang merangkul dan memberi teladan akan menciptakan jejak kebaikan yang takkan terhapus waktu.  

Indahnya Berbagi, Bermakna dalam Ilmu: Semarak Bakti Sosial Ramadhan di TB-KB-TKIT SAF 1 Read More »

Menjemput Keberkahan di Bulan Suci: SOS TB-KB-TKIT SAF 1 Ajak Orang Tua Siapkan Ramadhan Penuh Makna

Yogyakarta, 24 Januari 2026 – Suasana syahdu dan penuh kekeluargaan menyelimuti gedung TB-KB-TKIT Salman Al Farisi (SAF) 1 pada Sabtu pagi. Seluruh wali murid berkumpul untuk mengikuti agenda rutin yang sangat dinantikan, yaitu Sekolah Orangtua Salman (SOS). Mengangkat tema besar “Ramadhanku Rindu Bersama Keluarga”, pertemuan kali ini menjadi sarana persiapan spiritual keluarga besar SAF 1 dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang kian dekat. Awalan yang Menggetarkan Jiwa Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an (tilawah) yang membangkitkan kekhusyukan. Sebagai bentuk kecintaan pada tanah air dan identitas lembaga, para peserta serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan Mars JSIT dan Mars Salman Al Farisi yang menggugah semangat perjuangan di dunia pendidikan Islam. Kepala Sekolah TB-KB-TKIT SAF 1 dalam sambutannya tidak hanya memberikan ucapan selamat datang, tetapi juga memaparkan perkembangan sekolah serta informasi penting terkait agenda pendidikan putra-putri tercinta. Beliau menekankan pentingnya keselarasan antara pendidikan di sekolah dan pembiasaan di rumah. Gema Asmaul Husna: Penyejuk Pagi Sebelum memasuki materi inti, suasana semakin haru dan khidmat saat agenda pentas dimulai. Penampilan “Gema Asmaul Husna” menjadi oase pagi yang menyejukkan. Lantunan asma-asma Allah yang agung ini berhasil membawa hati para orang tua untuk sejenak berhenti dari hiruk pikuk rutinitas dunia dan fokus pada tujuan utama mendidik anak: meraih ridha Sang Pencipta. Kajian Inti: Merajut Rindu Ramadhan di Rumah Puncak acara diisi dengan kajian parenting yang bertajuk “Ramadhan Ku Rindu Bersama Keluarga”. Materi ini disampaikan secara mendalam, mengajak para orang tua untuk mulai merancang strategi agar Ramadhan tahun ini menjadi momen yang paling dirindukan oleh anak-anak di rumah. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain: Menciptakan atmosfer Ramadhan yang menyenangkan bagi anak usia dini. Membangun kedekatan emosional melalui ibadah bersama. Menjadikan rumah sebagai madrasah pertama yang penuh kasih sayang selama bulan puasa. Diskusi dan Penutup Antusiasme wali murid terlihat sangat tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung pukul 09.45 WIB. Banyak orang tua berkonsultasi mengenai tantangan mengajak anak-anak balita untuk mulai mengenal puasa dengan cara yang suportif. Acara ditutup pada pukul 10.15 WIB dengan informasi tambahan dan doa bersama. Melalui agenda SOS ini, diharapkan para orang tua pulang tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa tekad baru untuk menjadikan Ramadhan kali ini sebagai madrasah terbaik bagi keluarga besar Salman Al Farisi 1.

Menjemput Keberkahan di Bulan Suci: SOS TB-KB-TKIT SAF 1 Ajak Orang Tua Siapkan Ramadhan Penuh Makna Read More »

Inovasi Pembelajaran Usia Dini: Guru TK Salman Al Farisi Dalami Strategi ADLX Introflex di Gedung DPD RI

Yogyakarta, 30 Desember 2025 – Pada hari Selasa 30 Desember 2025 di Gedung DPD RI Yogyakarta, seluruh guru TK Salman Al Farisi berkumpul untuk memperdalam kompetensi pedagogik mereka. Agenda Pembinaan Guru TK ini berlangsung seru dan penuh antusiasme, menjadi wadah bagi para pendidik anak usia dini untuk menyelaraskan kurikulum nasional dengan nilai-nilai khas Salman Al Farisi. Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan bahwa pembelajaran di tingkat PAUD bukan sekadar aktivitas bermain biasa, melainkan sebuah proses pembelajaran mendalam (deep learning) yang berkesan bagi tumbuh kembang anak. Kurikulum Nasional dengan Pendekatan Deep Learning Narasumber ahli, Ibu Giyarni, S.Pd.AUD, membuka sesi dengan membedah Penerapan Kurikulum Nasional dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam. Beliau menekankan bahwa guru TK memiliki peran vital dalam membangun fondasi cara berpikir anak. Dengan pendekatan ini, guru diajak untuk: Melampaui sekadar hafalan materi, namun mengajak anak memahami makna di balik setiap aktivitas. Mendorong rasa ingin tahu (curiosity) siswa melalui stimulasi yang tepat. Mengaitkan materi kurikulum dengan kehidupan sehari-hari anak sehingga lebih mudah dipahami. ADLX Introflex Terpadu: Formula Belajar Bermakna Materi inti yang menjadi primadona dalam pembinaan ini adalah “ADLX Introflex Terpadu untuk Pembelajaran Bermakna”. Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi kualitas islami terpadu, metode ini menjadi senjata utama para guru di kelas. ADLX (Active Deep Learner eXperience) memastikan anak-anak mengalami proses belajar yang aktif dan mendalam. Sementara itu, komponen Introflex meliputi: Individualization: Mengenali keunikan setiap anak. Interaction: Membangun komunikasi dua arah yang hangat. Observation: Guru sebagai pengamat yang jeli terhadap perkembangan siswa. Reflection: Mengajak anak menarik hikmah dari setiap kegiatan yang dilakukan. Melalui pendekatan ini, PAUD Salman Al Farisi Jogja berkomitmen menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kecerdasan secara terpadu. Semangat Baru untuk Generasi Qurani Suasana di Gedung DPD RI hari itu tampak sangat dinamis. Para guru terlibat aktif dalam simulasi dan diskusi kelompok untuk mempraktikkan cara menyusun rencana pembelajaran yang berbasis ADLX Introflex. Pembinaan ini diakhiri dengan keyakinan kuat bahwa dengan guru yang terus belajar, siswa pun akan tumbuh menjadi pembelajar sejati. Para guru pulang dengan membawa “bekal” strategi baru untuk menyambut semester mendatang, demi mewujudkan generasi yang Qurani Berprestasi sejak usia dini.

Inovasi Pembelajaran Usia Dini: Guru TK Salman Al Farisi Dalami Strategi ADLX Introflex di Gedung DPD RI Read More »

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan

Yogyakarta, 25 November 2025 – Tepat pada Hari Guru Nasional, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Salman Al Farisi merayakan hari istimewa ini dengan rangkaian acara yang berbeda, namun dengan satu semangat yang sama: menghormati dedikasi para Murabbi dan memperkuat komitmen menjadi teladan. Dari jenjang paling dasar hingga menengah, perayaan ini menjadi momen apresiasi dan recharge ruhiyah bagi seluruh guru dan karyawan. Canda Tawa dan Kartu Tulus di Jenjang TK Perayaan di jenjang Taman Kanak-kanak berlangsung penuh kehangatan dan keakraban bersama anak-anak: TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1: Keceriaan dimulai dengan potong kue dan makan bersama guru dan siswa. Anak-anak disuguhi video kartun seputar guru yang menghibur. Momen apresiasi diberikan dalam bentuk sederhana namun manis: guru mendapatkan buket cokelat dan kaos kaki, simbol kenyamanan dan kehangatan. KB-TKIT Salman Al Farisi 2: Anak-anak disuguhkan sesi edukatif melalui dialog bersama Bu Yani & Boneka Tsabita, yang menyampaikan pesan tentang peran guru. Suasana haru tercipta saat Bu Tien mendedikasikan puisi untuk rekan-rekan guru. Ekspresi cinta paling tulus datang dari anak-anak yang menempel kartu ucapan di pagar sebagai ucapan Selamat Hari Guru. Inspirasi dan Apresiasi Masa Kerja di Jenjang SD Jenjang Sekolah Dasar memadukan penampilan siswa dan penguatan spiritual bagi guru: SDIT Salman Al Farisi 1: Apresiasi datang langsung dari siswa. Kelas 1 dan 4 mempersembahkan gerak lagu sebagai ucapan terima kasih. Siangnya, guru mengikuti agenda khusus Pengajian bersama Ustad Syafi’i Masykur, S. Ag, M. Hum, yang fokus pada tema guru menjadi teladan dalam amal dan akhlak. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi hadiah untuk para guru. SDIT Salman Al Farisi 2: Siswa berkreasi dengan menonton video hari guru, menggambar, dan menulis ucapan tulus. Interaksi langsung terjalin melalui games bersama guru (pesan berantai, kata bersambung, tebak nama kota, tebak gambar, dan tebak nama siswa) yang mengundang gelak tawa. Momen spesial dilakukan saat syukuran potong tumpeng dan apresiasi gukar yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun, menghargai loyalitas dan pengabdian yang panjang. Kreativitas Penuh Semangat di Jenjang SMPIT Siswa SMPIT Salman Al Farisi menunjukkan rasa hormat dan terima kasih melalui kreativitas seni dan pertunjukan yang solid: Kelas 7A tampil energik dengan Drama dan bernyanyi (Laskar Pelangi). Kelas 7B menyentuh hati dengan membaca puisi dan menyanyi. Kelas 8A menyanyikan lagu dedikasi Doaku untukmu Guru (JSIT), dan Kelas 8B membawakan lantunan Nasyid Guruku (Gontor). Kelas 9A mempersembahkan video drama yang penuh makna, sementara Kelas 9B menutup dengan pertunjukan Flashmob yang ceria dan kompak. Acara di SMPIT ditutup dengan pemutaran video kenang-kenangan Hari Guru dari OSIS, meninggalkan kesan haru dan bangga di hati para guru. Yayasan Salman Al Farisi juga memberikan apresiasi kepada setiap guru dan karyawan di lembaga dengan memberikan bingkisan sajadah ukir nama sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi penuh yang diberikan oleh mereka di masing-masing perannya. Sajadah juga menjadi simbol bahwa besar harapan Yayasan Salman Al Farisi agar para guru karyawan senantiasa menyertakan Salman Al Farisi dalam doa-doa di sujud mereka; mendoakan kemajuan dan keberkahan setiap langkah di seluruh elemen Yayasan Salman Al Farisi Perayaan Hari Guru di berbagai lembaga Salman Al Farisi ini menegaskan kembali komitmen yayasan: bahwa guru adalah aset terpenting yang harus diapresiasi, dan teladan akhlak serta amal adalah fondasi utama dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi.

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan Read More »

Canda Tawa di Gembiraloka: Family Gathering TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 Eratkan Sinergi Sekolah dan Keluarga

Yogyakarta, 22 November 2025 – Kebun Binatang Gembiraloka pada hari itu dipenuhi dengan warna ceria dan gelak tawa keluarga besar TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1. Dalam agenda Family Gathering tahunan, seluruh guru, wali murid, dan siswa/i berkumpul untuk merayakan kebersamaan. Acara ini bertujuan utama untuk mempererat silaturahmi, menguatkan sinergi antara sekolah dan orang tua, serta memberikan ruang refreshing bagi anak-anak melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna. Yel-Yel Semangat dan Tilawah Pembuka Berkah Meskipun cuaca cerah, semangat para peserta jauh lebih membara. Acara diawali dengan penuh energi: setiap kelas unjuk kebolehan dengan menampilkan yel-yel yang kompak dan lucu, diakhiri dengan sesi foto per kelas yang mengabadikan kebersamaan. Setelah check-in bersama orang tua, seluruh peserta berkumpul di tanah lapang Gembiraloka untuk pembukaan resmi. Pesan bahwa keluarga Salman Al Farisi adalah keluarga Qurani ditegaskan melalui penampilan Pembacaan Tilawah dan Terjemah yang dibawakan dengan fasih oleh siswa/i kelompok B. Lantunan ayat suci ini memberikan keberkahan dan menyejukkan hati, menjadi fondasi utama sebelum memulai rangkaian keseruan. Permainan Keakraban: Menghidupkan Komunikasi dan Kekompakan Puncak dari acara ini adalah Permainan Keakraban Orang Tua & Anak. Sesi ini dirancang khusus untuk memperkuat ikatan emosional dan melatih komunikasi non-verbal antara orang tua dan anak. Berbagai permainan menantang kekompakan mereka: dari Permainan Konsentrasi yang menguji fokus, ambil Bola yang menuntut kecepatan, hingga angkat Bola yang memerlukan koordinasi dan kerjasama tim yang solid. Melihat orang tua dan anak-anak berusaha menyelesaikan misi bersama, tertawa, dan saling menyemangati, adalah pemandangan yang mengharukan sekaligus penuh energi. Keseruan berlanjut dengan Kuis dan Pembagian Doorprize yang semakin memeriahkan suasana. Apresiasi dan Eksplorasi Bebas Acara resmi ditutup dengan sesi Apresiasi Kelas dan foto bersama, memberikan penghargaan atas kekompakan dan partisipasi aktif seluruh keluarga. Setelah penutup, acara beralih ke sesi yang paling dinanti anak-anak: Acara Bebas. Anak-anak dan orang tua bebas berkeliling Gembiraloka Zoo, menjelajahi koleksi satwa, dan menikmati wahana yang tersedia. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi orang tua untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak, sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan alam yang telah dipelajari.

Canda Tawa di Gembiraloka: Family Gathering TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 Eratkan Sinergi Sekolah dan Keluarga Read More »

Melihat Gorong-Gorong, Merajut Mimpi: Siswa KB-TKIT Salman Al Farisi Belajar Profesi Mulia di Jalan Soepomo

Yogyakarta, 19 Oktober 2025 – Pagi itu, Jalan Prof. Dr. Soepomo SH di sekitar Warungboto bukan hanya menjadi sekadar jalur harian menuju sekolah. Bagi murid kelompok A Delima dan A Zaitun KB-TKIT Salman Al Farisi, jalanan tersebut adalah ruang kelas terbuka yang penuh inspirasi. Hal ini nampak pada agenda “Belajar dari Lingkungan Sekitar,” anak-anak diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai profesi mulia yang bermanfaat bagi banyak orang. Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan pada anak-anak bahwa setiap pekerjaan yang mereka lihat di sekitar lingkungan sekolah adalah pekerjaan yang terhormat dan penting untuk kemaslahatan masyarakat. Mengamati Keseharian, Bertemu Cita-Cita Mulia Rangkaian acara diawali dengan berjalan-jalan santai di sekitar Warungboto. Anak-anak mengamati keseharian masyarakat, melihat berbagai aktivitas dan pekerjaan yang mereka jalani. Namun, perhatian mereka tertuju pada satu titik: proses pembangunan drainase di Jalan Prof. Dr. Soepomo SH yang sedang dikerjakan. Tempat pembangunan gorong-gorong tersebut menjadi “laboratorium” bagi mereka. Di sana, mereka berkesempatan emas bertemu langsung dengan para Arsitek yang sedang memantau pengerjaan saluran air hujan tersebut. Pertemuan dengan profesi ini menjadi pengantar tentang “cita-citaku yang mulia,” membuka wawasan anak tentang macam-macam pekerjaan yang bisa mereka geluti kelak. Antusiasme Kecil di Lokasi Proyek Suasana menjadi sangat interaktif. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang luar biasa, tidak canggung untuk mendekat dan bertanya kepada Bapak Arsitek. Dengan bahasa polos dan rasa ingin tahu yang besar, mereka bertanya dan bercerita tentang alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat saluran air hujan. Para arsitek dengan sabar menjawab setiap pertanyaan, menjelaskan fungsi semen, pasir, hingga pipa gorong-gorong. Interaksi ini memberikan pembelajaran mendalam tentang ketekunan, tanggung jawab, dan peran sebuah profesi dalam menjaga lingkungan (seperti mencegah banjir). Kunjungan ini menegaskan kembali filosofi pendidikan di Salman Al Farisi: bahwa ilmu tidak hanya datang dari buku, melainkan dari pengalaman langsung. Murid KB-TKIT Salman Al Farisi 2 pulang dengan wawasan baru, keberanian berinteraksi, dan keyakinan bahwa semua profesi yang bermanfaat bagi sesama adalah pekerjaan yang sangat mulia.

Melihat Gorong-Gorong, Merajut Mimpi: Siswa KB-TKIT Salman Al Farisi Belajar Profesi Mulia di Jalan Soepomo Read More »

Petualangan di Dapur Burger: Siswa Salman Al Farisi Belajar tentang Makanan Halal dari Pengalaman Nyata

Yogyakarta, 19 September 2025 – Pagi itu, tawa riang dan aroma bumbu lezat menyambut para siswa TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 di Ayam Geprek Sa’i, Janturan. Bukan untuk makan siang biasa, kunjungan edukatif kali ini adalah sebuah “kelas” yang berbeda, di mana anak-anak diajak langsung ke dapur untuk belajar cara membuat Burger Ayam yang lezat dan halal. Agenda ini dirancang untuk menjembatani ilmu yang didapat di kelas dengan pengalaman langsung di dunia nyata. Tujuan utamanya adalah memperluas wawasan anak-anak, meningkatkan motivasi belajar, dan melatih keterampilan sosial serta keberanian mereka. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan doa bersama, menanamkan rasa syukur sebelum memulai aktivitas. Setelah itu, Kak Didit Cahyono dari Ayam Geprek Sa’i mengambil alih panggung. Dengan sabar dan ramah, beliau menjelaskan proses pembuatan burger ayam, dari bahan-bahan yang digunakan hingga langkah-langkah meraciknya. Anak-anak mendengarkan dengan penuh perhatian, seolah menyerap setiap ilmu yang disampaikan. Momen yang paling dinanti pun tiba: Fun Cooking. Di meja yang telah disiapkan, setiap anak mendapatkan kesempatan untuk menyusun condiment burger mereka sendiri. Tangan-tangan mungil itu dengan lincah mengambil selada, tomat, dan saus, merangkainya di antara roti dan daging ayam. Suasana kelas yang kini berubah menjadi dapur mini dipenuhi oleh antusiasme dan kreativitas. Setelah kreasi burger mereka selesai, saatnya menikmati hasil kerja keras. Bersama-sama, mereka menyantap burger buatan sendiri, sambil ditemani snack yang telah disediakan. Setiap gigitan terasa lebih nikmat karena dibuat dengan tangan sendiri. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama. Alhamdulillah, anak-anak pulang dengan hati gembira dan pengetahuan baru. Mereka tidak hanya belajar cara membuat burger, tetapi juga memahami pentingnya makanan halal, melatih keterampilan motorik, dan meningkatkan keberanian untuk mencoba hal baru. Kunjungan edukatif ini sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berpusat di ruang kelas. Melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna seperti ini, SDIT Salman Al Farisi berkomitmen untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi, serta membentuk karakter anak yang cerdas, berani, dan berakhlak mulia.

Petualangan di Dapur Burger: Siswa Salman Al Farisi Belajar tentang Makanan Halal dari Pengalaman Nyata Read More »

Belajar Geometri dan Pencernaan Makanan dengan Asyik: Parent Teaching Kelas B Labu

Yogyakarta – Ruang kelas B Labu di TB-KB-TKIT Salman Al Farisi kembali menjadi “panggung” bagi sebuah program unik dan menginspirasi: Parent Teaching. Pada dua sesi berbeda, para siswa/i Kelas B Labu mendapatkan pengalaman belajar yang luar biasa, di mana ilmu pengetahuan disampaikan langsung oleh para orang tua. Program ini dirancang untuk menjembatani dunia sekolah dan pengalaman hidup nyata, sekaligus mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Belajar Geometri Lewat Petualangan Luar Angkasa Sesi pertama, yang berlangsung pada 25 Agustus 2025, dipandu oleh Bu Lilik. Beliau menyampaikan topik yang membuat imajinasi anak-anak melambung tinggi: Geometri. Namun, alih-alih menggunakan rumus yang rumit, Bu Lilik mengajarkan konsep dasar bentuk-bentuk geometri dengan cara yang menyenangkan. Dibuka dengan salam yang hangat, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai bentuk seperti segitiga, lingkaran, dan persegi. Puncaknya, mereka menggunakan bentuk-bentuk dasar itu untuk merakit roket. Tawa dan semangat memenuhi kelas saat setiap tangan kecil sibuk menempelkan, menggunting, dan merangkai, menciptakan “roket” impian mereka sendiri. Mengenal Tubuh dan Makanan Sehat Lewat Cerita Pada kesempatan selanjutnya, tanggal 16 September 2025, giliran Bu Tami, Ibunda Binar, yang hadir. Kali ini, topik yang dibahas tak kalah penting: sistem pencernaan. Dengan gaya bercerita yang menarik, Bu Tami mengajak anak-anak dalam sebuah perjalanan menelusuri alur makanan, mulai dari masuk mulut hingga menjadi feses. Penyampaian yang sederhana membuat anak-anak mudah memahami betapa menakjubkannya tubuh mereka. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan aktivitas yang interaktif. Anak-anak diajak untuk menempelkan gambar makanan sehat dan makanan tidak sehat pada tempatnya. Ini adalah cara praktis untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya gizi dan pola makan yang baik. Kedua sesi Parent Teaching ini sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan holistik di Salman Al Farisi adalah hasil dari kolaborasi tulus antara sekolah dan orang tua. Anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu dari buku, tetapi juga dari pengalaman hidup yang berharga, yang disampaikan dengan cinta langsung dari orang-orang terdekat mereka.

Belajar Geometri dan Pencernaan Makanan dengan Asyik: Parent Teaching Kelas B Labu Read More »

Parent Teaching: Saat Buah-buahan Berubah Jadi Kreasi Lezat di Kelas A Delima

Yogyakarta, 11 September 2025 – Pagi itu, tawa riang dan aroma buah segar memenuhi kelas A Delima di TB-KB-TKIT Salman Al Farisi. Melalui agenda spesial Parent Teaching, anak-anak mendapat kesempatan unik untuk belajar langsung dari salah satu orang tua, yaitu Bu Danti, bunda dari Mas Faruq. Kegiatan ini bukan hanya tentang memasak, melainkan sebuah cara menyenangkan untuk menumbuhkan cinta anak pada buah-buahan. Agenda Parent Teaching memang dirancang untuk menjembatani dunia sekolah dan pengalaman hidup nyata, dengan tujuan utama untuk menjalin kerja sama erat antara orang tua dan sekolah. Dalam sesi kali ini, Bu Danti memilih topik yang pasti disukai semua anak: membuat sate buah. Dengan penuh keceriaan, Bu Danti mengenalkan berbagai jenis buah, dari semangka yang merah dan berair, pepaya yang oranye manis, melon yang hijau segar, hingga stroberi yang merah merona. Anak-anak tampak antusias mendengarkan penjelasan Bu Danti tentang nama-nama buah dan manfaatnya bagi kesehatan. Setelah sesi pengenalan, tibalah saat yang paling dinantikan. Anak-anak dibimbing untuk mulai menusuk potongan buah-buahan favorit mereka ke tusuk sate. Mereka dengan hati-hati memilih buah kesukaan, merangkainya menjadi sebuah kreasi sate buah yang warna-warni. Suasana kelas dipenuhi tawa dan bisik-bisik gembira, saat mereka bekerja sama membuat “karya seni” yang lezat. Tak butuh waktu lama, kreasi sate buah pun selesai. Anak-anak langsung menikmati hasil karya mereka sendiri dengan lahap. Momen ini bukan hanya melatih motorik halus dan kreativitas, tetapi juga secara tidak langsung mengajarkan anak untuk senang mengonsumsi buah-buahan. Kegiatan Parent Teaching ini sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan berkesan. Berkat kolaborasi tulus antara orang tua dan sekolah, anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman hidup yang berharga.

Parent Teaching: Saat Buah-buahan Berubah Jadi Kreasi Lezat di Kelas A Delima Read More »

Mengenal Pemotongan Hewan Sesuai Syariat: Parent Teaching Bersama Pak Wahyu

Yogyakarta, 16 September 2025 – Ruang kelas B Kurma di TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 tampak berbeda dari biasanya. Pada Selasa, 16 September 2025, suasana riang bercampur dengan rasa ingin tahu saat para siswa mengikuti agenda spesial Parent Teaching. Agenda ini bukan sekadar kegiatan belajar-mengajar biasa, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan dunia sekolah dengan realitas kehidupan, diisi langsung oleh wali murid. Parent Teaching memiliki tujuan mulia: memperkenalkan berbagai profesi, menanamkan wawasan wirausaha, dan yang terpenting, mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Dalam edisi kali ini, giliran Pak Wahyu, ayah dari Ananda Andra, yang hadir sebagai pemateri. Beliau berbagi ilmu tentang cara pemotongan hewan yang halal sesuai syariat. Belajar Halal dari Pengalaman Nyata Pak Wahyu menceritakan pengalamannya saat memotong hewab. Anak-anak yang biasanya hanya melihat daging di pasar, kini mendapatkan wawasan langsung dari ahlinya. Pak Wahyu menjelaskan bagaimana proses pemotongan hewan yang layak, menekankan pentingnya adab dan tata cara Islami. “Tidak boleh asal memotong,” jelas Pak Wahyu. “Kita harus membaca Bismillah terlebih dahulu, sebagai bentuk pengakuan bahwa semua rezeki ini datang dari Allah SWT.” Kata-kata beliau bukan hanya sekadar teori, tetapi pelajaran berharga tentang integritas, tanggung jawab, dan keimanan dalam setiap profesi. Setelah sesi materi yang edukatif, anak-anak diajak berkreasi. Mereka mewarnai pola kepala sapi, lalu menghiasnya dengan tali pita warna-warni, menjadikannya ikat kepala yang lucu dan menggemaskan. Momen ini menjadi puncak keceriaan, di mana anak-anak bisa menyalurkan kreativitas sambil mengingat kembali pelajaran yang mereka terima. Acara Parent Teaching ini berhasil menjadi wadah yang sempurna untuk menyatukan visi sekolah dan orang tua. Dengan kolaborasi erat ini, SDIT Salman Al Farisi yakin dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memahami bahwa setiap profesi adalah jalan untuk beribadah dan menebar kebaikan.

Mengenal Pemotongan Hewan Sesuai Syariat: Parent Teaching Bersama Pak Wahyu Read More »