Website SAF jogja

TB KB TKIT 1

Petualangan Haji Cilik: Siswa TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 Kenalkan Rukun Islam Kelima dengan Penuh Kegembiraan

Yogyakarta, 9 September 2025 – Pagi itu, Masjid Uzlifatul Jannah di Warungboto, Yogyakarta, dipenuhi oleh pemandangan yang menghangatkan hati. Puluhan siswa TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 berbaris rapi dalam balutan kain ihram putih, siap memulai sebuah simulasi perjalanan spiritual yang luar biasa. Mereka tidak sedang menuju Tanah Suci Mekkah, melainkan mengikuti Manasik Haji Cilik, sebuah simulasi ibadah yang dirancang khusus untuk memperkenalkan rukun Islam kelima dengan cara yang paling sederhana dan menyenangkan. Manasik haji ini bukan hanya sekadar acara tahunan. Ia adalah momen krusial untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral sejak dini. Melalui setiap langkah simulasi, anak-anak diajarkan untuk memahami esensi ibadah haji, membangun karakter yang disiplin, sabar, dan saling mengasihi, serta menumbuhkan mimpi suci untuk suatu hari nanti benar-benar bisa mengunjungi Baitullah. Perjalanan spiritual ini dimulai dengan penuh khidmat. Anak-anak dibimbing untuk memakai pakaian ihram dan bersama-sama membaca niat serta talbiyah, mengumandangkan kalimat suci yang menggema di seluruh area masjid. Mereka kemudian memulai simulasi wukuf di Arafah, sebuah momen perenungan yang mengajarkan pentingnya diam dan berdoa. Setelah itu, mereka melanjutkan simulasi mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina, dua rukun yang melatih kesabaran dan ketahanan diri. Suasana semakin seru ketika tiba giliran melempar jumrah, di mana anak-anak secara simbolis melempar kerikil ke box sebagai bentuk perlawanan terhadap godaan setan. Puncak dari manasik haji ini adalah simulasi tawaf (mengelilingi Ka’bah) dan sa’i (berlari kecil antara Safa dan Marwah). Dengan wajah yang ceria dan penuh semangat, mereka mengelilingi replika Ka’bah, kemudian berlari kecil, meneladani perjuangan Siti Hajar. Sebagai penutup, mereka melakukan tahalul (mencukur rambut) dan simulasi minum air zam-zam, sebuah ritual yang melambangkan penyucian diri. Acara manasik haji ini ditutup dengan senyum dan tawa riang. Setiap anak pulang dengan cerita baru, pemahaman yang lebih dalam tentang Islam, dan bekal karakter yang berharga. Melalui pengalaman ini, TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 ingin menanamkan benih cinta pada ibadah di hati anak-anak, dengan harapan suatu hari nanti benih tersebut akan tumbuh menjadi pohon keimanan yang kokoh.

Petualangan Haji Cilik: Siswa TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 Kenalkan Rukun Islam Kelima dengan Penuh Kegembiraan Read More »

Mewarisi Ilmu Bermakna: Guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Ikuti Pelatihan Kurikulum Alif

Yogyakarta, 31 Agustus 2025 – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula KB-TKIT Salman Al Farisi 2. Seluruh guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Yogyakarta berkumpul untuk sebuah agenda istimewa: Pelatihan dan Workshop Kurikulum Alif. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dengan membekali para pendidik dengan kekhasan metode pengajaran yang hanya ada di Salman Al Farisi Jogja. Dari Jejak Sejarah hingga Teladan Rasulullah Acara dibuka dengan sambutan penuh makna dari Ibu Latifah Dwi Wahyuni, S.Sos, Manajer BRIS. Beliau mengajak seluruh guru untuk merenung dan bersyukur. “Kita sebagai pendidik di Salman patut bersyukur masih bisa bertemu dengan pendahulu Salman yang bisa mewariskan dan mengajarkan ilmu kekhasan, yaitu pembelajaran Kurikulum Alif,” ujar Ibu Latifah. Beliau kemudian mengaitkannya dengan kisah Rasulullah yang dirawat oleh Halimatus Sa’diyah. “Di sana Rasulullah dapat tumbuh dengan pribadi yang memiliki Bahasa Arab yang bagus dan akhlak yang baik.” Pesan ini menanamkan kesadaran bahwa mereka adalah pewaris ilmu yang luar biasa, dengan tanggung jawab untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Sesi inti kemudian dilanjutkan oleh Ibu Muzna Nurhayati, S.Pd. Beliau membawa para peserta dalam sebuah perjalanan ke masa lalu, mengupas tuntas sejarah di balik lahirnya Kurikulum Alif. “Semua berawal dari mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri,” ungkapnya. Mereka menyadari pentingnya pondasi keimanan yang kuat di tengah “polusi akidah” di luar sana. Mereka lantas mendirikan komunitas bernama KIBAR (Keluarga Islam di Britania Raya). Komunitas ini tidak hanya untuk meningkatkan wawasan Islam, tetapi juga menjaga silaturahmi. Dari kegiatan mengaji bersama itulah, lahirlah ide untuk membukukan materi tersebut menjadi Paket Alif, yang kemudian dibawa ke Indonesia agar manfaatnya semakin luas. Ibu Muzna menekankan, materi ini sangat indah dan mampu mengubah perilaku anak dengan cara yang menyenangkan. Mengajar dengan Hati: Dari Metodologi hingga Praktik Langsung Setelah memahami sejarah, para guru diajak langsung ke dalam ranah praktis. Ibu Siti Maryam Nur Handayani, S.Pd. (Bu Yani), membawakan sesi metodologi pengajaran Paket Alif. Lewat gaya yang ceria, beliau mencontohkan cara mengajar yang menyenangkan dan membahagiakan untuk anak-anak. Bu Yani juga menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk membaca dan memahami buku panduan mengajar secara menyeluruh. “Mau tidak mau, pendidik juga harus belajar materi tersebut dengan sungguh-sungguh,” ujar beliau, menegaskan bahwa persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan. Sebagai penutup, tiga guru perwakilan maju untuk praktik mengajar. Ada Ibu Etik dari TB-KB-TKIT SAF 1, Ibu Purwanti dari KB SAF 3, dan Ibu Nur dari KB-TKIT SAF 2. Momen praktik ini menjadi ajang bagi para guru untuk menerapkan ilmu yang baru mereka dapatkan, sambil mendapatkan masukan berharga. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Pelatihan ini tidak hanya membekali para guru dengan ilmu baru, tetapi juga menguatkan tekad mereka untuk menjadi pendidik yang berdedikasi. Melalui penguasaan materi dan metodologi Paket Alif, mereka siap melahirkan generasi emas yang kokoh akidahnya, cerdas ilmunya, dan mulia akhlaknya.

Mewarisi Ilmu Bermakna: Guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Ikuti Pelatihan Kurikulum Alif Read More »