Website SAF jogja

TB KB TKIT 2

Wirausahawan Cilik Beraksi! Keseruan Market Day KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Ubah Hasil Karya Jadi Barang Berharga

Sleman, 13 Februari 2026 – Suasana di teras dan halaman KB-TKIT Salman Al Farisi 2 mendadak berubah menjadi pasar kaget yang penuh warna dan keceriaan. Bukan pasar biasa, melainkan agenda Market Day yang menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan bakat kewirausahaan mereka sejak dini. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh siswa sebagai “penjual cilik” dan para wali murid yang hadir dengan penuh antusias sebagai pembeli setianya. Belajar Hidup Lewat Transaksi Seru Market Day kali ini bukan sekadar simulasi jual beli, tapi merupakan laboratorium kehidupan bagi anak-anak. Dengan memakai celemek atau atribut khas penjual, anak-anak belajar bagaimana cara menjajakan dagangan, menawarkan barang dengan suara lantang yang menggemaskan, hingga mempraktikkan cara bertransaksi menggunakan uang secara langsung. Interaksi antara anak dan orang tua di sini terlihat sangat hangat. Tak jarang terdengar tawa saat melihat “negosiasi” lucu antara wali murid yang menawar dan anak-anak yang teguh dengan harga barangnya. Di sini, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan konsep matematika dasar (berhitung) diasah dengan cara yang sangat menyenangkan. Mahakarya Tangan-Tangan Kecil Apa yang membuat Market Day kali ini istimewa adalah barang-barang yang dijajakan. Alih-alih menjual barang pabrikan, lapak-lapak kecil di halaman sekolah ini dipenuhi dengan hasil karya tangan anak-anak sendiri. Beberapa di antaranya meliputi: Kolase cantik dengan berbagai motif. Tempat pensil unik yang dihias penuh warna. Lembar mewarnai hasil kreasi mandiri. Kerajinan tangan kreatif lainnya. Melihat karya mereka berpindah tangan dan dihargai dengan uang, memberikan rasa percaya diri serta kebanggaan yang luar biasa bagi para siswa. Mereka belajar bahwa sebuah usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang manis. Membangun Karakter Qurani yang Mandiri Kepala Sekolah KB-TKIT Salman Al Farisi 2 menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kemandirian dan etos kerja islami. “Kita ingin anak-anak memahami bahwa mencari rezeki itu harus dengan cara yang baik, kreatif, dan jujur,” ungkapnya. Acara ditutup dengan wajah-wajah ceria para siswa yang berhasil “melariskan” dagangan mereka. Market Day bukan hanya tentang berapa banyak uang yang terkumpul, tapi tentang berapa banyak pengalaman dan keberanian yang berhasil mereka bawa pulang.

Wirausahawan Cilik Beraksi! Keseruan Market Day KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Ubah Hasil Karya Jadi Barang Berharga Read More »

Inovasi Pembelajaran Usia Dini: Guru TK Salman Al Farisi Dalami Strategi ADLX Introflex di Gedung DPD RI

Yogyakarta, 30 Desember 2025 – Pada hari Selasa 30 Desember 2025 di Gedung DPD RI Yogyakarta, seluruh guru TK Salman Al Farisi berkumpul untuk memperdalam kompetensi pedagogik mereka. Agenda Pembinaan Guru TK ini berlangsung seru dan penuh antusiasme, menjadi wadah bagi para pendidik anak usia dini untuk menyelaraskan kurikulum nasional dengan nilai-nilai khas Salman Al Farisi. Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan bahwa pembelajaran di tingkat PAUD bukan sekadar aktivitas bermain biasa, melainkan sebuah proses pembelajaran mendalam (deep learning) yang berkesan bagi tumbuh kembang anak. Kurikulum Nasional dengan Pendekatan Deep Learning Narasumber ahli, Ibu Giyarni, S.Pd.AUD, membuka sesi dengan membedah Penerapan Kurikulum Nasional dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam. Beliau menekankan bahwa guru TK memiliki peran vital dalam membangun fondasi cara berpikir anak. Dengan pendekatan ini, guru diajak untuk: Melampaui sekadar hafalan materi, namun mengajak anak memahami makna di balik setiap aktivitas. Mendorong rasa ingin tahu (curiosity) siswa melalui stimulasi yang tepat. Mengaitkan materi kurikulum dengan kehidupan sehari-hari anak sehingga lebih mudah dipahami. ADLX Introflex Terpadu: Formula Belajar Bermakna Materi inti yang menjadi primadona dalam pembinaan ini adalah “ADLX Introflex Terpadu untuk Pembelajaran Bermakna”. Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi kualitas islami terpadu, metode ini menjadi senjata utama para guru di kelas. ADLX (Active Deep Learner eXperience) memastikan anak-anak mengalami proses belajar yang aktif dan mendalam. Sementara itu, komponen Introflex meliputi: Individualization: Mengenali keunikan setiap anak. Interaction: Membangun komunikasi dua arah yang hangat. Observation: Guru sebagai pengamat yang jeli terhadap perkembangan siswa. Reflection: Mengajak anak menarik hikmah dari setiap kegiatan yang dilakukan. Melalui pendekatan ini, PAUD Salman Al Farisi Jogja berkomitmen menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kecerdasan secara terpadu. Semangat Baru untuk Generasi Qurani Suasana di Gedung DPD RI hari itu tampak sangat dinamis. Para guru terlibat aktif dalam simulasi dan diskusi kelompok untuk mempraktikkan cara menyusun rencana pembelajaran yang berbasis ADLX Introflex. Pembinaan ini diakhiri dengan keyakinan kuat bahwa dengan guru yang terus belajar, siswa pun akan tumbuh menjadi pembelajar sejati. Para guru pulang dengan membawa “bekal” strategi baru untuk menyambut semester mendatang, demi mewujudkan generasi yang Qurani Berprestasi sejak usia dini.

Inovasi Pembelajaran Usia Dini: Guru TK Salman Al Farisi Dalami Strategi ADLX Introflex di Gedung DPD RI Read More »

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan

Yogyakarta, 25 November 2025 – Tepat pada Hari Guru Nasional, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Salman Al Farisi merayakan hari istimewa ini dengan rangkaian acara yang berbeda, namun dengan satu semangat yang sama: menghormati dedikasi para Murabbi dan memperkuat komitmen menjadi teladan. Dari jenjang paling dasar hingga menengah, perayaan ini menjadi momen apresiasi dan recharge ruhiyah bagi seluruh guru dan karyawan. Canda Tawa dan Kartu Tulus di Jenjang TK Perayaan di jenjang Taman Kanak-kanak berlangsung penuh kehangatan dan keakraban bersama anak-anak: TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1: Keceriaan dimulai dengan potong kue dan makan bersama guru dan siswa. Anak-anak disuguhi video kartun seputar guru yang menghibur. Momen apresiasi diberikan dalam bentuk sederhana namun manis: guru mendapatkan buket cokelat dan kaos kaki, simbol kenyamanan dan kehangatan. KB-TKIT Salman Al Farisi 2: Anak-anak disuguhkan sesi edukatif melalui dialog bersama Bu Yani & Boneka Tsabita, yang menyampaikan pesan tentang peran guru. Suasana haru tercipta saat Bu Tien mendedikasikan puisi untuk rekan-rekan guru. Ekspresi cinta paling tulus datang dari anak-anak yang menempel kartu ucapan di pagar sebagai ucapan Selamat Hari Guru. Inspirasi dan Apresiasi Masa Kerja di Jenjang SD Jenjang Sekolah Dasar memadukan penampilan siswa dan penguatan spiritual bagi guru: SDIT Salman Al Farisi 1: Apresiasi datang langsung dari siswa. Kelas 1 dan 4 mempersembahkan gerak lagu sebagai ucapan terima kasih. Siangnya, guru mengikuti agenda khusus Pengajian bersama Ustad Syafi’i Masykur, S. Ag, M. Hum, yang fokus pada tema guru menjadi teladan dalam amal dan akhlak. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi hadiah untuk para guru. SDIT Salman Al Farisi 2: Siswa berkreasi dengan menonton video hari guru, menggambar, dan menulis ucapan tulus. Interaksi langsung terjalin melalui games bersama guru (pesan berantai, kata bersambung, tebak nama kota, tebak gambar, dan tebak nama siswa) yang mengundang gelak tawa. Momen spesial dilakukan saat syukuran potong tumpeng dan apresiasi gukar yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun, menghargai loyalitas dan pengabdian yang panjang. Kreativitas Penuh Semangat di Jenjang SMPIT Siswa SMPIT Salman Al Farisi menunjukkan rasa hormat dan terima kasih melalui kreativitas seni dan pertunjukan yang solid: Kelas 7A tampil energik dengan Drama dan bernyanyi (Laskar Pelangi). Kelas 7B menyentuh hati dengan membaca puisi dan menyanyi. Kelas 8A menyanyikan lagu dedikasi Doaku untukmu Guru (JSIT), dan Kelas 8B membawakan lantunan Nasyid Guruku (Gontor). Kelas 9A mempersembahkan video drama yang penuh makna, sementara Kelas 9B menutup dengan pertunjukan Flashmob yang ceria dan kompak. Acara di SMPIT ditutup dengan pemutaran video kenang-kenangan Hari Guru dari OSIS, meninggalkan kesan haru dan bangga di hati para guru. Yayasan Salman Al Farisi juga memberikan apresiasi kepada setiap guru dan karyawan di lembaga dengan memberikan bingkisan sajadah ukir nama sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi penuh yang diberikan oleh mereka di masing-masing perannya. Sajadah juga menjadi simbol bahwa besar harapan Yayasan Salman Al Farisi agar para guru karyawan senantiasa menyertakan Salman Al Farisi dalam doa-doa di sujud mereka; mendoakan kemajuan dan keberkahan setiap langkah di seluruh elemen Yayasan Salman Al Farisi Perayaan Hari Guru di berbagai lembaga Salman Al Farisi ini menegaskan kembali komitmen yayasan: bahwa guru adalah aset terpenting yang harus diapresiasi, dan teladan akhlak serta amal adalah fondasi utama dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi.

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan Read More »

Jejak Kecil di Dapur Sate: Siswa TKIT Salman Al Farisi Belajar Gizi Seimbang Langsung dari Sate Cak Marsit

Yogyakarta, 23 September 2025 – Aroma harum daging bakar dan bumbu kacang yang khas menyambut kedatangan rombongan cilik dari Kelas B1 Arofah TKIT Salman Al Farisi di Sate Cak Marsit Klebengan. Kunjungan edukatif kali ini bukan hanya tentang mencicipi kuliner lezat, tetapi sebuah petualangan seru yang menghubungkan pembelajaran sub-topik Makanan Bergizi Seimbang di kelas dengan pengalaman nyata di dapur seorang pedagang ulung. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah memberikan pengalaman langsung, merangsang keberanian, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Diskusi di Balik Asap Arang: Menakar Gizi dalam Satu Tusuk Kegiatan dimulai dengan diskusi hangat bersama Cak Marsit. Beliau dengan ramah dan sabar menjelaskan cara membuat sate serta bahan-bahan yang digunakan. Anak-anak tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang potongan daging, bumbu marinasi, dan bumbu kacang yang menjadi pelengkap. Bu Guru kemudian menambahkan penjelasan tentang pentingnya gizi seimbang. Mereka belajar bahwa sate yang mengandung protein hewani, bumbu kacang yang kaya lemak sehat, dan berbagai pelengkap lain, merupakan contoh makanan yang insya Allah bergizi jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat. Diskusi ini memperluas wawasan anak, menyadari bahwa makanan enak pun bisa menjadi sumber energi yang baik. Eksplorasi di Panggung Arang: Melatih Keberanian dan Motorik Momen yang paling dinanti pun tiba: sesi eksplorasi mengipas sate. Dengan pendampingan penuh dari Cak Marsit dan Bu Guru, anak-anak berkesempatan mencoba langsung mengipas sate menggunakan arang sungguhan yang bukan sekadar simulasi! Tangan-tangan mungil itu dengan semangat mengipasi bara, menciptakan angin agar api tetap menyala. Kegiatan ini secara efektif melatih kemampuan motorik halus mereka, melatih konsentrasi, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mencoba pengalaman baru yang menantang namun aman. Di tengah asap dan panas arang, tawa riang anak-anak menjadi musik di dapur Cak Marsit. Sate Dibawa Pulang, Kebersamaan Dimulai Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan Cak Marsit, mengabadikan momen berharga bersama sang penjual sate yang inspiratif. Setelah berpamitan dengan tertib, anak-anak tidak langsung menyantap sate di lokasi, melainkan membawanya sebagai bekal kembali ke sekolah. Kegiatan puncak pun terjadi di kelas, di mana mereka makan sate bersama. Momen kebersamaan ini menjadi penutup yang manis, karena sate yang mereka nikmati terasa lebih spesial setelah mengetahui proses pembuatannya dan memahami kandungan gizinya. Kunjungan ke Sate Cak Marsit ini sukses menjadi pengalaman belajar yang utuh: menggabungkan keterampilan sosial, pengetahuan praktis, dan kebahagiaan kuliner.

Jejak Kecil di Dapur Sate: Siswa TKIT Salman Al Farisi Belajar Gizi Seimbang Langsung dari Sate Cak Marsit Read More »

Belajar Adab dan Gizi di Dapur Bakso Pertelon: Mini Outing Class KB-TKIT Salman Al Farisi 2

Yogyakarta, 16 September 2025 – Pagi itu, trotoar di sekitar sekolah menjadi saksi petualangan edukatif yang singkat namun padat ilmu. Murid-murid cilik dari Kelas B1 Arofah dan B2 Jabbal Rahmah KB-TKIT Salman Al Farisi tidak perlu menaiki bus jauh-jauh. Cukup berjalan kaki kurang lebih 10 meter dari gerbang sekolah, mereka sudah tiba di destinasi belajar yang strategis: Warung Bakso Pertelon. Kunjungan ini adalah praktik nyata dari topik Makanan Halal dan Thoyyib yang telah dipelajari di kelas. Tujuannya adalah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar langsung, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta melatih adab dan keterampilan sosial anak sejak dini. Dari Salam Pembuka Hingga Rahasia Dapur Halal Kegiatan dimulai dengan doa pembuka di kelas, memohon keberkahan ilmu. Tepat pukul 09:00, dengan tertib, anak-anak berjalan menuju lokasi. Sesampainya di sana, pelajaran pertama langsung dipraktikkan: Adab Bertamu. Anak-anak mengucapkan salam terlebih dahulu dan bersalaman (salim) dengan pemilik warung bakso, mengajarkan mereka tentang sopan santun dan menghormati orang lain. Pemilik Bakso Pertelon kemudian membuka “kelas”. Beliau dengan ramah memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan, menjelaskan proses pembuatan bakso—dari daging mentah hingga menjadi bulatan yang siap santap. Fokus utama penjelasan adalah memastikan seluruh proses, alat, dan bahan yang digunakan adalah halal dan thoyyib (baik), mengaitkan teori di kelas dengan kenyataan di lapangan. Tak hanya prosesnya, Bu Guru juga menambahkan wawasan ilmiah. Beliau menjelaskan kandungan gizi yang ada di dalam bakso, seperti protein untuk pertumbuhan, vitamin, karbohidrat, dan serat. Anak-anak tampak antusias dan takjub, menyadari bahwa di balik kelezatan bakso, ada berbagai nutrisi yang menyehatkan badan. Mangkuk Habis, Pembelajaran Tuntas Puncak kebahagiaan anak-anak adalah ketika mereka diizinkan untuk mencicipi langsung rasa baksonya. Masing-masing anak mendapatkan satu mangkuk bakso. Tidak ada yang tersisa! Alhamdulillah, ananda terlihat sangat lahap dan berhasil menghabiskan seluruh porsi, menunjukkan keberhasilan program yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan ditutup dengan sesi recalling di mana anak-anak menceritakan kembali hal-hal menarik yang mereka temukan di warung bakso. Mereka berfoto bersama pemilik Warung Bakso Pertelo sebagai kenang-kenangan, lalu pamit pulang dengan bekal adab bertamu, wawasan gizi, dan pengetahuan proses halal yang utuh.

Belajar Adab dan Gizi di Dapur Bakso Pertelon: Mini Outing Class KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Read More »

Aksi Berani di Markas Api: Siswa KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Belajar Keselamatan dan Profesi Mulia

Sleman, 16 Oktober 2025 – Pagi itu, tawa riang dan sorakan gembira mewarnai Pos Pemadam Kebakaran UGM. Seluruh siswa/i KB-TKIT Salman Al Farisi 2 tidak sedang bermain di taman, melainkan sedang menjalani “kelas” yang paling seru: belajar langsung tentang keselamatan dan profesi mulia pemadam kebakaran. Kunjungan edukatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar anak tentang bahaya dan cara penanggulangannya, sekaligus melatih keberanian dan ketenangan dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan profesi Damkar yang penuh pengabdian. Mengenal Sumber Api dan Mengenal Alat ‘Tempur’ Damkar Agenda dimulai dengan sesi interaktif yang serius tapi menyenangkan. Para petugas Damkar UGM dengan sabar menjelaskan sumber-sumber yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti gas elpiji. Anak-anak dibuat kagum sekaligus waspada saat mereka diajak melihat langsung demonstrasi bagaimana gas elpiji bisa menghasilkan api. Penjelasan ini mengajarkan mereka untuk selalu berhati-hati di dekat peralatan dapur. Setelah itu, anak-anak dikenalkan dengan berbagai alat-alat ‘tempur’ yang digunakan petugas Damkar. Mereka mengamati selang raksasa, helm, hingga baju khusus tahan panas, yang semuanya menumbuhkan rasa kagum terhadap profesi heroik ini. Praktik Pemadaman dan Pesta Air Penutup Antusiasme memuncak saat anak-anak diajak untuk praktik langsung memadamkan api. Dengan pendampingan yang ketat, mereka belajar cara sederhana nan efektif: memadamkan api kecil menggunakan kain basah. Momen ini melatih kemampuan motorik dan keberanian mereka dalam situasi simulasi bahaya. Lalu, tibalah sesi yang membuat semua anak bersorak gembira. Sebagai penutup yang tak terlupakan, Pak Damkar menyemprotkan air dari selang mobil Damkar. Sontak, seluruh siswa berlarian dengan riang, basah kuyup seperti sedang hujan-hujanan, sebagai hadiah atas keberanian mereka. Sesi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membantu anak melepas ketegangan dan mengaitkan profesi Damkar dengan hal yang menyenangkan. Kunjungan ini berhasil memberikan pembelajaran yang mendalam dan menyenangkan melalui pengalaman langsung. Siswa KB-TKIT Salman Al Farisi 2 pulang dengan wawasan baru, keberanian yang bertambah, dan tentu saja, kenangan gembira tentang para pahlawan api.

Aksi Berani di Markas Api: Siswa KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Belajar Keselamatan dan Profesi Mulia Read More »

Belajar dengan Hati: KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Selenggarakan Manasik Haji Penuh Makna

Sleman, 11 September 2025 – Pemandangan berbeda menyambut hari Kamis, 11 September 2025, di Masjid Al Iman, Klebengan. Seluruh siswa KB-TKIT Salman Al Farisi 2 tampak berseri-seri dalam balutan kostum putih-putih, siap mengikuti sebuah simulasi perjalanan spiritual yang tak terlupakan. Mereka tidak sekadar bermain peran, melainkan menjalani Manasik Haji Cilik, sebuah agenda tahunan yang dirancang untuk menanamkan rukun Islam kelima dengan cara yang menyenangkan sejak usia dini. Manasik haji ini adalah salah satu agenda khas sekolah yang bertujuan mulia. Melalui simulasi ini, anak-anak diajarkan untuk memahami urutan ibadah sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur seperti kesabaran, kedisiplinan, dan kebersamaan. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah cara untuk mengenalkan esensi ibadah haji, sehingga kelak, impian untuk benar-benar menginjakkan kaki di Baitullah akan tumbuh subur di dalam hati mereka. Menggali Makna Ibadah dalam Sebuah Petualangan Perjalanan manasik dimulai dengan penuh semangat. Dengan wajah polos yang antusias, anak-anak memakai pakaian putih-putih sebagai penanda pakaian ihram. Mereka kemudian mengumandangkan talbiyah yang menggema, menciptakan suasana yang khidmat dan menenangkan. Setiap rukun ibadah haji disimulasikan sebagai sebuah petualangan yang sarat makna. Anak-anak diajak merasakan simulasi wukuf di Arafah, yang mengajarkan tentang pentingnya berdoa dan merenung. Kemudian, mereka melanjutkan dengan simulasi mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina, yang melatih fisik dan mental. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah melempar jumrah, di mana mereka dengan gembira melempar batu kecil, seolah sedang melempar segala sifat buruk dan godaan dari diri mereka. Tentu saja, inti dari perjalanan ini adalah tawaf dan sa’i. Anak-anak mengelilingi replika Ka’bah, lalu berlari-lari kecil di antara replika bukit Safa dan Marwah. Gerakan-gerakan ini bukan hanya meniru ritual, tetapi juga menanamkan kebanggaan dan cinta pada ibadah. Rangkaian ibadah ini diakhiri dengan tahalul dan merasakan segarnya minum air zam-zam, sebuah ritual yang melambangkan penyucian diri. Acara ini berhasil menorehkan kesan mendalam. Anak-anak pulang dengan pengetahuan baru, pengalaman berharga, dan hati yang lebih dekat dengan Al-Qur’an. Melalui manasik haji, KB-TKIT Salman Al Farisi 2 membuktikan bahwa mendidik anak tentang agama bisa dilakukan dengan cara yang gembira dan penuh cinta.

Belajar dengan Hati: KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Selenggarakan Manasik Haji Penuh Makna Read More »

Mewarisi Ilmu Bermakna: Guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Ikuti Pelatihan Kurikulum Alif

Yogyakarta, 31 Agustus 2025 – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula KB-TKIT Salman Al Farisi 2. Seluruh guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Yogyakarta berkumpul untuk sebuah agenda istimewa: Pelatihan dan Workshop Kurikulum Alif. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dengan membekali para pendidik dengan kekhasan metode pengajaran yang hanya ada di Salman Al Farisi Jogja. Dari Jejak Sejarah hingga Teladan Rasulullah Acara dibuka dengan sambutan penuh makna dari Ibu Latifah Dwi Wahyuni, S.Sos, Manajer BRIS. Beliau mengajak seluruh guru untuk merenung dan bersyukur. “Kita sebagai pendidik di Salman patut bersyukur masih bisa bertemu dengan pendahulu Salman yang bisa mewariskan dan mengajarkan ilmu kekhasan, yaitu pembelajaran Kurikulum Alif,” ujar Ibu Latifah. Beliau kemudian mengaitkannya dengan kisah Rasulullah yang dirawat oleh Halimatus Sa’diyah. “Di sana Rasulullah dapat tumbuh dengan pribadi yang memiliki Bahasa Arab yang bagus dan akhlak yang baik.” Pesan ini menanamkan kesadaran bahwa mereka adalah pewaris ilmu yang luar biasa, dengan tanggung jawab untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Sesi inti kemudian dilanjutkan oleh Ibu Muzna Nurhayati, S.Pd. Beliau membawa para peserta dalam sebuah perjalanan ke masa lalu, mengupas tuntas sejarah di balik lahirnya Kurikulum Alif. “Semua berawal dari mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri,” ungkapnya. Mereka menyadari pentingnya pondasi keimanan yang kuat di tengah “polusi akidah” di luar sana. Mereka lantas mendirikan komunitas bernama KIBAR (Keluarga Islam di Britania Raya). Komunitas ini tidak hanya untuk meningkatkan wawasan Islam, tetapi juga menjaga silaturahmi. Dari kegiatan mengaji bersama itulah, lahirlah ide untuk membukukan materi tersebut menjadi Paket Alif, yang kemudian dibawa ke Indonesia agar manfaatnya semakin luas. Ibu Muzna menekankan, materi ini sangat indah dan mampu mengubah perilaku anak dengan cara yang menyenangkan. Mengajar dengan Hati: Dari Metodologi hingga Praktik Langsung Setelah memahami sejarah, para guru diajak langsung ke dalam ranah praktis. Ibu Siti Maryam Nur Handayani, S.Pd. (Bu Yani), membawakan sesi metodologi pengajaran Paket Alif. Lewat gaya yang ceria, beliau mencontohkan cara mengajar yang menyenangkan dan membahagiakan untuk anak-anak. Bu Yani juga menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk membaca dan memahami buku panduan mengajar secara menyeluruh. “Mau tidak mau, pendidik juga harus belajar materi tersebut dengan sungguh-sungguh,” ujar beliau, menegaskan bahwa persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan. Sebagai penutup, tiga guru perwakilan maju untuk praktik mengajar. Ada Ibu Etik dari TB-KB-TKIT SAF 1, Ibu Purwanti dari KB SAF 3, dan Ibu Nur dari KB-TKIT SAF 2. Momen praktik ini menjadi ajang bagi para guru untuk menerapkan ilmu yang baru mereka dapatkan, sambil mendapatkan masukan berharga. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Pelatihan ini tidak hanya membekali para guru dengan ilmu baru, tetapi juga menguatkan tekad mereka untuk menjadi pendidik yang berdedikasi. Melalui penguasaan materi dan metodologi Paket Alif, mereka siap melahirkan generasi emas yang kokoh akidahnya, cerdas ilmunya, dan mulia akhlaknya.

Mewarisi Ilmu Bermakna: Guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Ikuti Pelatihan Kurikulum Alif Read More »

Amanah Baru, Semangat Membara: Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Periode 2025-2028

Suasana khidmat menyelimuti Aula Kelas KB-TKIT Salman Al Farisi 2 pada Rabu, 25 Juni 2025. Hari itu menjadi saksi pergantian kepemimpinan yang diharapkan membawa semangat dan inovasi baru bagi lembaga pendidikan. Acara serah terima Jabatan Kepala Sekolah KB-TKIT Salman Al Farisi 2 untuk periode 2025-2028 resmi dilaksanakan. Kehadiran Ketua Yayasan Salman Al Farisi Yogyakarta, Bapak Prof. Dr. Ir. Moh. Khairudin, M.T., Ph.D., menandai pentingnya momen ini. Beliau hadir tak hanya untuk memberikan sambutan, tetapi juga secara langsung melantik Kepala Sekolah yang baru, Ibu Zakiya Sitatun Asma, S.Pd.I. Prosesi pelantikan disaksikan pula oleh Bapak Suprih Hidayat selaku Manager Bidang Pendidikan Salman Al Farisi Yogyakarta. Usai melantik, Prof. Dr. Ir. Moh. Khairudin, M.T., Ph.D., dalam sambutannya menyoroti betapa besar tanggung jawab seorang pemimpin. Beliau mengatakan bahwa pergantian kepemimpinan di setiap lembaga adalah cerminan dari sunatullah. Pesan ini semakin mendalam dengan dibacakannya ayat Al-Qur’an oleh Ibu Sariyati, S.Pd. yang artinya: “Dan (Ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu dia menunaikannya. Allah berfirman, Sesungguhnya Aku menjadikanmu Imam (pemimpin) bagi seluruh manusia Ibrahim berkata dan (juga) dari anak cucuku? Allah berfirman, janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 124). Secara pribadi, Prof. Dr. Ir. Moh. Khairudin, M.T., Ph.D., mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah besar yang hanya diberikan kepada mereka yang telah lulus ujian dan dianggap mampu beradaptasi dengan hal-hal baru. Beliau pun menaruh harapan besar kepada Ibu Zakiya Sitatun Asma, S.Pd.I., agar dapat menjadi pemimpin yang bebas dari kezaliman, serta mampu berkembang dan tumbuh bersama dengan solidaritas supertim KB-TKIT Salman Al-Farisi 2. “Semoga Ibu Zakiya dapat memberi kontribusi lebih dan memajukan Lembaga Yayasan Salman Al-Farisi, khususnya KB-TKIT Salman Al-Farisi 2,” harap beliau. Harapan untuk inovasi dan terobosan juga disuarakan oleh Prof. Dr. Ir. Moh. Khairudin, M.T., Ph.D., agar KB-TKIT Salman Al Farisi 2 dapat lebih maju lagi. Hal ini sejalan dengan ungkapan bijak dari Ibu Latifah Dwi Wahyuni, S.Sos., yang sering menjadi cermin evaluasi diri dalam kepemimpinan: “Apa guna kepala sekolah hebat inovatif jika tidak didukung oleh guru dan karyawan. Dan apa guna guru yang inovatif dan hebat jika tidak didukung oleh kepala sekolah.” Sebuah pengingat akan pentingnya sinergi dan dukungan dalam mencapai kemajuan. Agenda pelantikan kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Suprih Hidayat, M.Si., memohon keberkahan untuk kepemimpinan yang baru. Tak lama setelah pelantikan, suasana kembali dinamis dengan dilanjutkannya Rapat Kerja guru dan karyawan KB-TKIT Salman Al Farisi 2. Rapat ini menjadi forum penting untuk membahas program selama satu semester di tahun ajaran 2025/2026. Diawali dengan pemaparan program personalia oleh Kepala Sekolah yang baru, Ibu Zakiya Sitatun Asma, S.Pd.I., kemudian dilanjutkan oleh PJ Humas (Ibu Fathonah, S.Pd.), Waka Kesiswaan (Ibu Asih, S.Pd), Waka Kurikulum (Ibu Yuli Utami, S.Pd.), serta PJ Al-Qur’an (Ibu Siti Maryam Nur Handayani, S.Pd.). Rapat kerja ini menjadi awal yang baik untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan di KB-TKIT Salman Al Farisi 2. Kerja sama dan komitmen yang kuat dari seluruh warga sekolah menuntun pada harapan besar terhadap percapaian tujuan dan visi misi sekolah, serta memberikan inovasi dan totalitas dalam mengembangkan KB-TKIT Salman Al-Farisi 2 menjadi lebih maju lagi. (Ditulis oleh Fathonah, S.Pd., Humas KB-TKIT Salman Al Farisi 2)  

Amanah Baru, Semangat Membara: Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Periode 2025-2028 Read More »