Sleman, 16 Oktober 2025 – Pagi itu, tawa riang dan sorakan gembira mewarnai Pos Pemadam Kebakaran UGM. Seluruh siswa/i KB-TKIT Salman Al Farisi 2 tidak sedang bermain di taman, melainkan sedang menjalani “kelas” yang paling seru: belajar langsung tentang keselamatan dan profesi mulia pemadam kebakaran. Kunjungan edukatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar anak tentang bahaya dan cara penanggulangannya, sekaligus melatih keberanian dan ketenangan dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan profesi Damkar yang penuh pengabdian.
Mengenal Sumber Api dan Mengenal Alat ‘Tempur’ Damkar
Agenda dimulai dengan sesi interaktif yang serius tapi menyenangkan. Para petugas Damkar UGM dengan sabar menjelaskan sumber-sumber yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti gas elpiji. Anak-anak dibuat kagum sekaligus waspada saat mereka diajak melihat langsung demonstrasi bagaimana gas elpiji bisa menghasilkan api. Penjelasan ini mengajarkan mereka untuk selalu berhati-hati di dekat peralatan dapur.
Setelah itu, anak-anak dikenalkan dengan berbagai alat-alat ‘tempur’ yang digunakan petugas Damkar. Mereka mengamati selang raksasa, helm, hingga baju khusus tahan panas, yang semuanya menumbuhkan rasa kagum terhadap profesi heroik ini.
Praktik Pemadaman dan Pesta Air Penutup
Antusiasme memuncak saat anak-anak diajak untuk praktik langsung memadamkan api. Dengan pendampingan yang ketat, mereka belajar cara sederhana nan efektif: memadamkan api kecil menggunakan kain basah. Momen ini melatih kemampuan motorik dan keberanian mereka dalam situasi simulasi bahaya.
Lalu, tibalah sesi yang membuat semua anak bersorak gembira. Sebagai penutup yang tak terlupakan, Pak Damkar menyemprotkan air dari selang mobil Damkar. Sontak, seluruh siswa berlarian dengan riang, basah kuyup seperti sedang hujan-hujanan, sebagai hadiah atas keberanian mereka. Sesi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga membantu anak melepas ketegangan dan mengaitkan profesi Damkar dengan hal yang menyenangkan.
Kunjungan ini berhasil memberikan pembelajaran yang mendalam dan menyenangkan melalui pengalaman langsung. Siswa KB-TKIT Salman Al Farisi 2 pulang dengan wawasan baru, keberanian yang bertambah, dan tentu saja, kenangan gembira tentang para pahlawan api.
