Website SAF jogja

Belajar Adab dan Gizi di Dapur Bakso Pertelon: Mini Outing Class KB-TKIT Salman Al Farisi 2

Yogyakarta, 16 September 2025 – Pagi itu, trotoar di sekitar sekolah menjadi saksi petualangan edukatif yang singkat namun padat ilmu. Murid-murid cilik dari Kelas B1 Arofah dan B2 Jabbal Rahmah KB-TKIT Salman Al Farisi tidak perlu menaiki bus jauh-jauh. Cukup berjalan kaki kurang lebih 10 meter dari gerbang sekolah, mereka sudah tiba di destinasi belajar yang strategis: Warung Bakso Pertelon. Kunjungan ini adalah praktik nyata dari topik Makanan Halal dan Thoyyib yang telah dipelajari di kelas. Tujuannya adalah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar langsung, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta melatih adab dan keterampilan sosial anak sejak dini.

Dari Salam Pembuka Hingga Rahasia Dapur Halal

Kegiatan dimulai dengan doa pembuka di kelas, memohon keberkahan ilmu. Tepat pukul 09:00, dengan tertib, anak-anak berjalan menuju lokasi. Sesampainya di sana, pelajaran pertama langsung dipraktikkan: Adab Bertamu. Anak-anak mengucapkan salam terlebih dahulu dan bersalaman (salim) dengan pemilik warung bakso, mengajarkan mereka tentang sopan santun dan menghormati orang lain.

Pemilik Bakso Pertelon kemudian membuka “kelas”. Beliau dengan ramah memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan, menjelaskan proses pembuatan bakso—dari daging mentah hingga menjadi bulatan yang siap santap. Fokus utama penjelasan adalah memastikan seluruh proses, alat, dan bahan yang digunakan adalah halal dan thoyyib (baik), mengaitkan teori di kelas dengan kenyataan di lapangan.

Tak hanya prosesnya, Bu Guru juga menambahkan wawasan ilmiah. Beliau menjelaskan kandungan gizi yang ada di dalam bakso, seperti protein untuk pertumbuhan, vitamin, karbohidrat, dan serat. Anak-anak tampak antusias dan takjub, menyadari bahwa di balik kelezatan bakso, ada berbagai nutrisi yang menyehatkan badan.

Mangkuk Habis, Pembelajaran Tuntas

Puncak kebahagiaan anak-anak adalah ketika mereka diizinkan untuk mencicipi langsung rasa baksonya. Masing-masing anak mendapatkan satu mangkuk bakso. Tidak ada yang tersisa! Alhamdulillah, ananda terlihat sangat lahap dan berhasil menghabiskan seluruh porsi, menunjukkan keberhasilan program yang menyenangkan dan bermakna.

Kegiatan ditutup dengan sesi recalling di mana anak-anak menceritakan kembali hal-hal menarik yang mereka temukan di warung bakso. Mereka berfoto bersama pemilik Warung Bakso Pertelo sebagai kenang-kenangan, lalu pamit pulang dengan bekal adab bertamu, wawasan gizi, dan pengetahuan proses halal yang utuh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *