Website SAF jogja

Jejak Kecil di Dapur Sate: Siswa TKIT Salman Al Farisi Belajar Gizi Seimbang Langsung dari Sate Cak Marsit

Yogyakarta, 23 September 2025 – Aroma harum daging bakar dan bumbu kacang yang khas menyambut kedatangan rombongan cilik dari Kelas B1 Arofah TKIT Salman Al Farisi di Sate Cak Marsit Klebengan. Kunjungan edukatif kali ini bukan hanya tentang mencicipi kuliner lezat, tetapi sebuah petualangan seru yang menghubungkan pembelajaran sub-topik Makanan Bergizi Seimbang di kelas dengan pengalaman nyata di dapur seorang pedagang ulung. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah memberikan pengalaman langsung, merangsang keberanian, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

Diskusi di Balik Asap Arang: Menakar Gizi dalam Satu Tusuk

Kegiatan dimulai dengan diskusi hangat bersama Cak Marsit. Beliau dengan ramah dan sabar menjelaskan cara membuat sate serta bahan-bahan yang digunakan. Anak-anak tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang potongan daging, bumbu marinasi, dan bumbu kacang yang menjadi pelengkap. Bu Guru kemudian menambahkan penjelasan tentang pentingnya gizi seimbang. Mereka belajar bahwa sate yang mengandung protein hewani, bumbu kacang yang kaya lemak sehat, dan berbagai pelengkap lain, merupakan contoh makanan yang insya Allah bergizi jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat. Diskusi ini memperluas wawasan anak, menyadari bahwa makanan enak pun bisa menjadi sumber energi yang baik.

Eksplorasi di Panggung Arang: Melatih Keberanian dan Motorik

Momen yang paling dinanti pun tiba: sesi eksplorasi mengipas sate. Dengan pendampingan penuh dari Cak Marsit dan Bu Guru, anak-anak berkesempatan mencoba langsung mengipas sate menggunakan arang sungguhan yang bukan sekadar simulasi!

Tangan-tangan mungil itu dengan semangat mengipasi bara, menciptakan angin agar api tetap menyala. Kegiatan ini secara efektif melatih kemampuan motorik halus mereka, melatih konsentrasi, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mencoba pengalaman baru yang menantang namun aman. Di tengah asap dan panas arang, tawa riang anak-anak menjadi musik di dapur Cak Marsit.

Sate Dibawa Pulang, Kebersamaan Dimulai

Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan Cak Marsit, mengabadikan momen berharga bersama sang penjual sate yang inspiratif. Setelah berpamitan dengan tertib, anak-anak tidak langsung menyantap sate di lokasi, melainkan membawanya sebagai bekal kembali ke sekolah.

Kegiatan puncak pun terjadi di kelas, di mana mereka makan sate bersama. Momen kebersamaan ini menjadi penutup yang manis, karena sate yang mereka nikmati terasa lebih spesial setelah mengetahui proses pembuatannya dan memahami kandungan gizinya. Kunjungan ke Sate Cak Marsit ini sukses menjadi pengalaman belajar yang utuh: menggabungkan keterampilan sosial, pengetahuan praktis, dan kebahagiaan kuliner.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *