Website SAF jogja

Mewarisi Ilmu Bermakna: Guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Ikuti Pelatihan Kurikulum Alif

Yogyakarta, 31 Agustus 2025 – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula KB-TKIT Salman Al Farisi 2. Seluruh guru TB-KB-TKIT Salman Al Farisi Yogyakarta berkumpul untuk sebuah agenda istimewa: Pelatihan dan Workshop Kurikulum Alif. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dengan membekali para pendidik dengan kekhasan metode pengajaran yang hanya ada di Salman Al Farisi Jogja.

Dari Jejak Sejarah hingga Teladan Rasulullah

Acara dibuka dengan sambutan penuh makna dari Ibu Latifah Dwi Wahyuni, S.Sos, Manajer BRIS. Beliau mengajak seluruh guru untuk merenung dan bersyukur. “Kita sebagai pendidik di Salman patut bersyukur masih bisa bertemu dengan pendahulu Salman yang bisa mewariskan dan mengajarkan ilmu kekhasan, yaitu pembelajaran Kurikulum Alif,” ujar Ibu Latifah. Beliau kemudian mengaitkannya dengan kisah Rasulullah yang dirawat oleh Halimatus Sa’diyah. “Di sana Rasulullah dapat tumbuh dengan pribadi yang memiliki Bahasa Arab yang bagus dan akhlak yang baik.” Pesan ini menanamkan kesadaran bahwa mereka adalah pewaris ilmu yang luar biasa, dengan tanggung jawab untuk membentuk karakter anak sejak usia dini.

Sesi inti kemudian dilanjutkan oleh Ibu Muzna Nurhayati, S.Pd. Beliau membawa para peserta dalam sebuah perjalanan ke masa lalu, mengupas tuntas sejarah di balik lahirnya Kurikulum Alif. “Semua berawal dari mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri,” ungkapnya. Mereka menyadari pentingnya pondasi keimanan yang kuat di tengah “polusi akidah” di luar sana. Mereka lantas mendirikan komunitas bernama KIBAR (Keluarga Islam di Britania Raya). Komunitas ini tidak hanya untuk meningkatkan wawasan Islam, tetapi juga menjaga silaturahmi. Dari kegiatan mengaji bersama itulah, lahirlah ide untuk membukukan materi tersebut menjadi Paket Alif, yang kemudian dibawa ke Indonesia agar manfaatnya semakin luas. Ibu Muzna menekankan, materi ini sangat indah dan mampu mengubah perilaku anak dengan cara yang menyenangkan.

Mengajar dengan Hati: Dari Metodologi hingga Praktik Langsung

Setelah memahami sejarah, para guru diajak langsung ke dalam ranah praktis. Ibu Siti Maryam Nur Handayani, S.Pd. (Bu Yani), membawakan sesi metodologi pengajaran Paket Alif. Lewat gaya yang ceria, beliau mencontohkan cara mengajar yang menyenangkan dan membahagiakan untuk anak-anak. Bu Yani juga menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk membaca dan memahami buku panduan mengajar secara menyeluruh. “Mau tidak mau, pendidik juga harus belajar materi tersebut dengan sungguh-sungguh,” ujar beliau, menegaskan bahwa persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan.

Sebagai penutup, tiga guru perwakilan maju untuk praktik mengajar. Ada Ibu Etik dari TB-KB-TKIT SAF 1, Ibu Purwanti dari KB SAF 3, dan Ibu Nur dari KB-TKIT SAF 2. Momen praktik ini menjadi ajang bagi para guru untuk menerapkan ilmu yang baru mereka dapatkan, sambil mendapatkan masukan berharga.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Pelatihan ini tidak hanya membekali para guru dengan ilmu baru, tetapi juga menguatkan tekad mereka untuk menjadi pendidik yang berdedikasi. Melalui penguasaan materi dan metodologi Paket Alif, mereka siap melahirkan generasi emas yang kokoh akidahnya, cerdas ilmunya, dan mulia akhlaknya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *