Website SAF jogja

SMPIT

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan

Yogyakarta, 25 November 2025 – Tepat pada Hari Guru Nasional, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Salman Al Farisi merayakan hari istimewa ini dengan rangkaian acara yang berbeda, namun dengan satu semangat yang sama: menghormati dedikasi para Murabbi dan memperkuat komitmen menjadi teladan. Dari jenjang paling dasar hingga menengah, perayaan ini menjadi momen apresiasi dan recharge ruhiyah bagi seluruh guru dan karyawan. Canda Tawa dan Kartu Tulus di Jenjang TK Perayaan di jenjang Taman Kanak-kanak berlangsung penuh kehangatan dan keakraban bersama anak-anak: TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1: Keceriaan dimulai dengan potong kue dan makan bersama guru dan siswa. Anak-anak disuguhi video kartun seputar guru yang menghibur. Momen apresiasi diberikan dalam bentuk sederhana namun manis: guru mendapatkan buket cokelat dan kaos kaki, simbol kenyamanan dan kehangatan. KB-TKIT Salman Al Farisi 2: Anak-anak disuguhkan sesi edukatif melalui dialog bersama Bu Yani & Boneka Tsabita, yang menyampaikan pesan tentang peran guru. Suasana haru tercipta saat Bu Tien mendedikasikan puisi untuk rekan-rekan guru. Ekspresi cinta paling tulus datang dari anak-anak yang menempel kartu ucapan di pagar sebagai ucapan Selamat Hari Guru. Inspirasi dan Apresiasi Masa Kerja di Jenjang SD Jenjang Sekolah Dasar memadukan penampilan siswa dan penguatan spiritual bagi guru: SDIT Salman Al Farisi 1: Apresiasi datang langsung dari siswa. Kelas 1 dan 4 mempersembahkan gerak lagu sebagai ucapan terima kasih. Siangnya, guru mengikuti agenda khusus Pengajian bersama Ustad Syafi’i Masykur, S. Ag, M. Hum, yang fokus pada tema guru menjadi teladan dalam amal dan akhlak. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi hadiah untuk para guru. SDIT Salman Al Farisi 2: Siswa berkreasi dengan menonton video hari guru, menggambar, dan menulis ucapan tulus. Interaksi langsung terjalin melalui games bersama guru (pesan berantai, kata bersambung, tebak nama kota, tebak gambar, dan tebak nama siswa) yang mengundang gelak tawa. Momen spesial dilakukan saat syukuran potong tumpeng dan apresiasi gukar yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun, menghargai loyalitas dan pengabdian yang panjang. Kreativitas Penuh Semangat di Jenjang SMPIT Siswa SMPIT Salman Al Farisi menunjukkan rasa hormat dan terima kasih melalui kreativitas seni dan pertunjukan yang solid: Kelas 7A tampil energik dengan Drama dan bernyanyi (Laskar Pelangi). Kelas 7B menyentuh hati dengan membaca puisi dan menyanyi. Kelas 8A menyanyikan lagu dedikasi Doaku untukmu Guru (JSIT), dan Kelas 8B membawakan lantunan Nasyid Guruku (Gontor). Kelas 9A mempersembahkan video drama yang penuh makna, sementara Kelas 9B menutup dengan pertunjukan Flashmob yang ceria dan kompak. Acara di SMPIT ditutup dengan pemutaran video kenang-kenangan Hari Guru dari OSIS, meninggalkan kesan haru dan bangga di hati para guru. Yayasan Salman Al Farisi juga memberikan apresiasi kepada setiap guru dan karyawan di lembaga dengan memberikan bingkisan sajadah ukir nama sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi penuh yang diberikan oleh mereka di masing-masing perannya. Sajadah juga menjadi simbol bahwa besar harapan Yayasan Salman Al Farisi agar para guru karyawan senantiasa menyertakan Salman Al Farisi dalam doa-doa di sujud mereka; mendoakan kemajuan dan keberkahan setiap langkah di seluruh elemen Yayasan Salman Al Farisi Perayaan Hari Guru di berbagai lembaga Salman Al Farisi ini menegaskan kembali komitmen yayasan: bahwa guru adalah aset terpenting yang harus diapresiasi, dan teladan akhlak serta amal adalah fondasi utama dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi.

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan Read More »

SPESAF EXPO #2 2026 Menjadi Panggung Kebesaran Qurani dan Keberagaman Nusantara

Yogyakarta, 1 November 2025 – Suasana SMPIT Salman Al Farisi pada akhir tahun 2025 berubah menjadi panggung megah yang penuh warna dan semangat persatuan. Ratusan siswa SD se-Yogyakarta berkumpul dalam event akbar SPESAF EXPO #2 2026 yang secara resmi mengusung tema inspiratif: “Keberagaman Nusantara.” Agenda tahunan ini digelar dengan satu tujuan mulia: mengasah minat dan bakat siswa serta menggali potensi mereka yang tidak hanya cemerlang di akademik, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai Qurani Berprestasi. Pembukaan Penuh Khidmat: Merangkai Iman dan Nasionalisme Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang khidmat namun membangkitkan semangat. Seluruh peserta dan tamu undangan berdiri tegak, mendengarkan lantunan Tilawah yang menyejukkan hati, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salman Al Farisi. Keseimbangan antara spiritualitas dan nasionalisme ini menjadi ciri khas pendidikan di SMPIT SAF. Acara dibuka secara resmi setelah sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMPIT SAF dan perwakilan Dinas Pendidikan. Sambutan ini menegaskan peran sekolah dalam mencetak generasi muda yang berakar kuat pada budaya bangsa dan berlandaskan agama. Panggung Gelar Karya: Warna-Warni Budaya Nusantara Puncak kemeriahan SPESAF EXPO #2 terletak pada Gelar Karya Siswa SMPIT SAF yang tampil memukau, menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang terampil dan peka terhadap isu sosial-budaya. Siswa Kelas 9B menampilkan Drama Musikal Batu Menangis yang diiringi oleh Tari Kalimantan yang eksotis. Sementara Kelas 8A membawakan drama yang sarat pesan tentang Perusakan Alam di Papua. Keindahan budaya Nusantara disempurnakan oleh Kelas 8B dengan harmonisasi Tarian Zapin Palembang dan Tari Tortor Sumatra Utara. Penampilan-penampilan ini membuktikan bahwa keragaman adalah kekuatan, dan seni adalah media yang efektif untuk menyampaikan dakwah dan kepedulian. Di sela-sela penampilan utama, panggung juga dimeriahkan oleh Penampilan Nasyid yang dibawakan langsung oleh siswa/i SMPIT SAF. Kompetisi Simultan: Menguji Mental dan Skill Ekonomi Secara simultan, semangat kompetisi memanas di ruang-ruang kelas. Puluhan siswa kelas 6 SD dari berbagai sekolah menguji kesiapan masuk SMP favorit melalui Tryout TKA (Tes Kemampuan Akademik) & TKAD (Tes Kemampuan Dasar Agama). Di sisi lain, talenta spiritual diuji dalam lomba MHQ (Musabaqah Hifzhil Qur’an) dan MTtQ (Musabaqah Tartil Qur’an). Tak ketinggalan, Market Day yang digelar oleh siswa/i SMPIT SAF juga berlangsung seru. Kegiatan ini melatih jiwa kewirausahaan dan manajemen finansial mereka secara praktis. Acara ditutup dengan sesi yang paling dinanti: Pengumuman Juara Lomba. Pengumuman ini mencakup seluruh kompetisi yang berjalan hari itu, termasuk pemenang Lomba Futsal yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 21-23 Oktober 2025. SPESAF EXPO #2 2026 sukses menjadi platform yang ideal bagi siswa SD se-Yogyakarta untuk menguji diri, merayakan keberagaman, dan merasakan langsung suasana SMPIT Salman Al Farisi yang komprehensif dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi yang mencintai Nusantara.

SPESAF EXPO #2 2026 Menjadi Panggung Kebesaran Qurani dan Keberagaman Nusantara Read More »

Mengukir Prestasi di MTQ, Siswa SMPIT Salman Al Farisi Borong Juara dan Siap Melaju ke Tingkat Kabupaten

Sleman, {….} – Suasana khidmat dan penuh semangat keislaman menyelimuti ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Korwil Tengah Kabupaten Sleman. Di tengah kompetisi yang ketat, siswa-siswi SMPIT Salman Al Farisi berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong sejumlah gelar juara. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kecemerlangan mereka, tetapi juga memperkuat posisi Yayasan Salman Al Farisi sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi #QuraniBerprestasi. Acara yang dilaksanakan pada tanggal {….} di {…} ini, menjadi panggung bagi bakat-bakat terbaik dari berbagai sekolah di wilayah tengah Sleman. Para siswa SMPIT Salman Al Farisi menunjukkan persiapan matang dan mental juara yang luar biasa di berbagai kategori, mulai dari seni membaca Al-Qur’an hingga kemampuan berpidato dan menghafal. Puncak kebanggaan diraih oleh Aliya Zaifa Fatimah (9B) yang berhasil menempati posisi Juara 1 Pidato Putri. Prestasi ini bukan hanya sebuah medali, melainkan juga amanah besar. Aliya kini akan mewakili Kapanewon ke tingkat Kabupaten Sleman, membawa harapan dan doa seluruh keluarga besar Salman Al Farisi. Tak hanya Aliya, dominasi SMPIT Salman Al Farisi juga terlihat dari daftar juara lainnya: Amira Hanientyas (9B) berhasil meraih Juara Harapan 1 MHQ Putri. Dryanara Rayyan A (9A) menempati posisi Juara 3 Khutbah. Alfarezi Muh. Istadi (9A) meraih Juara 3 MTQ Putra. Yasmin Karim Fajrina (9B) mendapatkan Juara Harapan 2 MTQ. Nadzirah Azfatunnisa (9B) juga meraih Juara Harapan 2 MTQ. Kevin Hazza Y.W (9A) berhasil mendapatkan Juara Harapan 1 Pidato Putra. Prestasi kolektif ini adalah cerminan dari komitmen sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dan spiritual. Dengan bimbingan intensif dari para guru, para siswa tidak hanya terampil dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kedekatan kuat dengan Al-Qur’an dan mampu menyampaikan pesan kebaikan dengan lantang. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa-siswi SMPIT Salman Al Farisi untuk terus berkarya dan berprestasi. Mari kita doakan bersama agar Aliya Zaifa Fatimah dapat memberikan yang terbaik dan kembali mengharumkan nama sekolah di tingkat Kabupaten Sleman. Salman Juara!

Mengukir Prestasi di MTQ, Siswa SMPIT Salman Al Farisi Borong Juara dan Siap Melaju ke Tingkat Kabupaten Read More »

Dari Samarinda Sampai Yogyakarta: Haikal dan Transformasi Diri di SMPIT Salman Al Farisi

“Mandiri, berani, tegas, dan disiplin,” demikian beliau menggambarkan putranya saat ini. Sebuah perubahan drastis dari sosok Haikal yang mereka kenal sebelumnya. Awal Perjalanan: Jejak Digital Menuju Pilihan Terbaik Pilihan untuk menyekolahkan Haikal di SMPIT Salman Al Farisi bermula dari penelusuran jejak digital. “Kami melihat unggahan di Instagram dan YouTube Yayasan Salman Al Farisi,” tutur orang tua Haikal. “Dari sana, kami merasa SMPIT Salman Al Farisi adalah lembaga yang tepat untuk mengajarkan nilai-nilai kepribadian Islami pada anak kami.” Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan mendalam, mengingat Haikal harus jauh dari keluarga di Samarinda. Namun, kekhawatiran itu perlahan sirna. Mereka merasakan perhatian para Musyrif dan Ustadz/ah tampak baik dan peduli, yang akhirnya membuat Haikal yang jauh dari keluarga tidak merasa sendiri. Haikal merasa seperti di rumah. Kehangatan dan perhatian tulus dari para pendidik menjadi penawar rindu akan keluarga. Komunikasi yang terjalin erat juga menjadi kunci ketenangan bagi orang tua Haikal. Komunikasi rutin para pendidik dengan orang tua juga komite terjalin secara intens meski lewat daring. Orang tua selalu mengetahui perkembangan Haikal, baik akademik maupun kepribadiannya, selama di sekolah dan asrama. Di samping itu, pola hidup dan belajar yang terstruktur di pondok, termasuk asupan makanan bergizi, turut berperan besar. “Semua itu menjadikan Haikal bertumbuh baik secara fisik dan kepribadian, serta memiliki nilai akademik yang memuaskan,” ungkap orang tuanya. Dari “Manja dan Cengeng” Menjadi “Berani Sendiri”: Transformasi yang Mengguncang Ekspektasi Bagi sebagian orang, perubahan kecil mungkin dianggap biasa. Namun, bagi keluarga Haikal, hal itu adalah sebuah “keajaiban”. “Mas Haikal saat awal keberangkatan ke Jogja adalah anak yang manja, cengeng, dan sulit bergaul,” kenang beliau. “Tapi, saat perpulangan pertamanya ke Samarinda, kami dibuat kaget.” Perubahan itu begitu fundamental. “Mas Haikal sudah bisa mencuci piring makannya sendiri, sholat tanpa disuruh, bangun awal pagi, dan lebih mudah menyampaikan pendapat atau pertanyaan,” cerita mereka dengan takjub. Detail-detail sederhana ini menunjukkan kemandirian yang berkembang pesat. Kejutan tak berhenti sampai di situ. “Di perpulangan berikutnya, kami tak henti-hentinya dibuat kaget,” kata orang tua Haikal, tersenyum lebar. “Mas Haikal dengan semangat dan percaya diri bilang kalau ia berani pulang naik pesawat sendiri, tanpa perlu dititipkan ke awak maskapai” Sebuah keberanian yang melampaui bayangan mereka. “Sejak saat itu, hingga kelas 9 ini, Mas Haikal berani sendiri pulang-pergi Samarinda-Yogyakarta. Ditambah lagi, akhir-akhir ini ia sudah bisa pesan dan jalan sendiri dengan aplikasi ojek online.” Hal-hal kecil yang sebelumnya mustahil, kini menjadi bagian dari keseharian Haikal. “Itu hal yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, sungguh melebihi ekspektasi kami.” Membentuk Pemimpin dan Kolaborator: Prestasi yang Tak Terukur “Karakter Mas Haikal itu sangat jauh berbeda sebelum dan sesudah sekolah di Salman,” ucap orang tuanya. Mereka terkesima bagaimana Haikal kini mampu beradaptasi dengan teman-teman yang sebagian besar berasal dari daerah lain, membangun pergaulan yang baik. Yang paling membuat mereka bangga adalah keterlibatan Haikal dalam berbagai kegiatan di sekolah. “Ia bisa bekerja sama dalam OSIS, bahkan terlibat sebagai Dewan Santri di pondok. Dan yang tak kalah penting, ia berani mengikuti berbagai lomba,” pungkas beliau. Bagi orang tua Haikal, ini adalah prestasi luar biasa yang tak terbayang sebelumnya, jauh melampaui sekadar nilai akademik. Ini adalah bukti nyata terbentuknya pribadi yang berani, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan. “Terima kasih tak terhingga kepada para Ustadz/ah Pengajar dan Pengelola SMPIT Salman Al Farisi,” ucap orang tua Haikal penuh haru. “Semoga apa yang telah dilakukan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Dan semoga SMPIT Salman Al Farisi dapat semakin sukses dan berjaya. Tetap selalu memberikan yang terbaik untuk para santri.” Kisah Ahmad Haikal Giffari adalah inspirasi. Sebuah bukti bahwa pendidikan yang dilandasi nilai-nilai Islami, dengan perhatian tulus dari pendidik, mampu mengubah seorang anak menjadi pribadi mandiri, berani, dan berkarakter kuat, siap mengukir masa depan yang gemilang.  

Dari Samarinda Sampai Yogyakarta: Haikal dan Transformasi Diri di SMPIT Salman Al Farisi Read More »

Dari “Catatan” Tahsin Menuju 30 Juz: Tumbuhnya Abie di Bawah Naungan Al-Qur’an

Bayangkan, seorang anak yang awalnya harus berjuang keras dengan bacaan Al-Qur’an, kini berhasil menghafal 30 juz dan memilih jalur pendidikan yang berbeda demi menjaga hafalannya. Ini bukan kisah fiksi, melainkan perjalanan luar biasa Muhammad Abivansyah G. S, atau yang akrab disapa Abie, alumni Angkatan VIII SMPIT Salman Al Farisi yang baru saja diwisuda Juni lalu. Kisahnya adalah bukti nyata bagaimana lingkungan yang tepat bisa mengubah tantangan menjadi kekuatan. Awal Perjuangan: Menaklukkan Madrasah dan Diri Sendiri Jejak Abie di SMPIT Salman Al Farisi tidak dimulai dengan mulus. Meskipun lolos seleksi, ada satu “catatan merah” yang harus ia hadapi: perbaikan bacaan Al-Qur’an. Ini bukan hambatan kecil bagi seorang calon penghafal Al-Qur’an. Enam bulan sebelum resmi masuk SMPIT, Abie diikutkan les Tahsin intensif oleh kedua orang tuanya, ini menunjukkan sebuah langkah awal yang mengisyaratkan kesungguhan. Namun, adaptasi di dunia pondok ternyata juga menantang. Tiga bulan pertama adalah masa-masa penuh air mata. Abie, yang belum terbiasa dengan rutinitas padat di boarding, sering mengeluh. Bangun sebelum azan Subuh, menghafal Al-Qur’an setiap hari, dan menempuh perjalanan ke sekolah dengan sepeda karena lokasi asrama dan sekolah yang terpisah—semua itu terasa begitu asing dan berat. “Dia dulu sering mengeluh dan menangis,” kenang orang tuanya. Namun, di tengah keluhan itu, ada seuntai harapan. Berkat kesabaran dan bimbingan musyrif (pembimbing asrama), serta dukungan hangat dari teman-teman sepondok, Abie perlahan tapi pasti mulai menemukan ritmenya. Ia belajar untuk bangkit dari setiap tangisan, menemukan kenyamanan dalam rutinitas yang dulu terasa membebani. Titik Balik dan Keajaiban Hafalan 30 Juz Perubahan besar mulai terlihat jelas di kelas 8. Seolah melupakan masa-masa sulitnya, Abie kini tampak siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Alhamdulillah, ia berhasil lolos program takhasus—sebuah program khusus untuk percepatan hafalan Al-Qur’an di SMPIT Salman Al Farisi. Keajaiban pun terjadi: hanya dalam waktu enam bulan, Abie yang dulu terbata-bata tahsinnya, berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an! Transformasi ini tidak hanya memengaruhi hafalannya. Kebiasaan dan hobinya pun bergeser drastis. Dari yang semula gemar bermain game, kini Abie justru keranjingan membaca buku dan berolahraga. Setiap kali pulang ke rumah, permintaan utamanya adalah buku baru, sebuah cerminan dahaga ilmu yang kini menyala dalam dirinya. Selain itu, karakter Abie pun turut berkembang. Ia menjadi lebih rajin shalat tepat waktu dan tak pernah ketinggalan berjamaah di masjid. Puncaknya, saat kelas 9, Abie bahkan berinisiatif sendiri meminta les tambahan untuk mata pelajaran yang ia rasa kurang, menunjukkan semangat belajar dan inisiatif tinggi yang luar biasa. Hasilnya? Saat Ujian ASPD, Abie berhasil meraih nilai sempurna untuk literasi numerik, menjadikannya meraih predikat nilai tertinggi literasi numerik di sekolahnya—sebuah bukti bahwa kedekatannya dengan Al-Qur’an tak menghalangi prestasinya di bidang akademik umum. Komitmen Seumur Hidup: Memilih Jalan Al-Qur’an Kini, setelah lulus dari SMPIT Salman Al Farisi, Abie telah mengukir langkah besar selanjutnya. Ia diterima di MAN 1 Yogyakarta melalui Jalur Penerimaan Tahfidz Terpadu (JPTT) dari Kemenag. Yang lebih mengejutkan, meskipun nilai ASPD-nya sangat berpeluang besar untuk diterima di SMAN favorit, Abie dengan mantap menolak tawaran mendaftar SMA Negeri dari orang tuanya. Alasannya sederhana namun mendalam: Abie ingin menjaga keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu agama. Di MAN, ia tahu ada program khusus untuk meningkatkan dan menjaga hafalan Al-Qur’an-nya. Keputusan ini menunjukkan komitmen dan kesungguhan Abie terhadap Al-Qur’an, bukan hanya sekadar menyelesaikan hafalan, melainkan tugas seumur hidup untuk menjaganya. Pembuktian Pendidikan Holistik SMPIT Salman Al-Farisi Bagi orang tua Abie, kisah ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan holistik di SMPIT Salman Al-Farisi berhasil membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami dan cinta Al-Qur’an. “Terima kasih, SMPIT Salman Al-Farisi, atas bimbingan dan dukungan tak ternilai yang telah diberikan kepada anak kami,” ujar Ibu SH. Septiyani Hs, M.Kep dan Bapak Deden Iwan Setiawan, M.Kep, orang tua Abie. “Kami sangat merekomendasikan sekolah ini bagi orang tua yang ingin melihat putra-putrinya tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.” Kisah Abie adalah inspirasi, sebuah pengingat bahwa dengan dukungan yang tepat dan komitmen pribadi, perjalanan dari terbata-bata hingga khatam 30 juz Al-Qur’an—dan menjaganya—bukanlah sekadar impian, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan.    

Dari “Catatan” Tahsin Menuju 30 Juz: Tumbuhnya Abie di Bawah Naungan Al-Qur’an Read More »

9 Tahun Penuh Arti: Yukio dan Jejak Kebahagiaan di Salman Al Farisi | #CeritaSalman

Mari dengarkan kisah Ibu Tien Amry Astuti dan Bapak Suparjan, orang tua dari Yukio. Dulu, pada tahun 2016, setelah survei ke beberapa SDIT di Jogja, hati mereka akhirnya mantap memilih SDIT Salman Al Farisi 1 di Pogungrejo, Mlati. Sebuah keputusan yang tak henti mereka syukuri. Fondasi Kuat dari Pendidikan Dasar Selama bersekolah SDIT Salman Al Farisi, Yukio mendapatkan bimbingan yang luar biasa. Ibu Tien dan Bapak Suparjan melihat bagaimana putra mereka tidak hanya cemerlang di bidang akademis, tetapi juga aktif dalam kegiatan intrakurikuler yang setara dengan sekolah lain, juga didikukung dengan beragam ekstrakurikuler menarik. Salah satu yang paling membanggakan adalah program tahfidz, yang akhirnya menuntun keluarga mereka untuk melangkah ke jenjang SMPIT Salman Al Farisi Boarding School. Mereka bercerita, bahkan di masa pandemi, proses pembelajaran di Salman Al Farisi terbukti sangat efektif. Pembelajaran via Zoom, tugas melalui Google Classroom, bahkan ekstra tahfidz dan ujian tahfidz secara daring pun tetap berjalan. Ini menguatkan keyakinan mereka bahwa di kondisi normal pasca pandemi, pembelajaran pasti akan lebih efektif lagi. Apalagi, pikir mereka, SMPIT Salman Al Farisi berada dalam satu manajemen dengan SDIT-nya yang tentu dapat menjamin konsistensi kebijakan yang diterapkan. Kasih Sayang Guru: Pilar Pembentukan Karakter Bukan hanya kurikulum, Ibu Tien dan Bapak Suparjan sangat terkesan dengan guru-guru di SD yang membimbing anak-anak layaknya keluarga di rumah: penuh kasih sayang, lembut, dan perhatian yang lebih dari cukup. Model “among momong” ini menjadi pertimbangan utama mereka dalam memilih SMP, di samping harapan agar Yukio dapat melanjutkan hafalannya. Mereka yakin, sentuhan kasih sayang ini akan terus membentuk karakter Yukio. Alhamdulillah, segala yang mereka bayangkan benar-benar terjadi di SMPIT Salman Al Farisi Boarding School! Yukio mendapat bimbingan dan didikan yang penuh kasih sayang, baik di sekolah maupun di asrama. Ibu Tien bercerita sambil menahan haru, bagaimana di lima hari pertama saat Yukio sakit dan beradaptasi, Ustadz Faizin dan para musyrif lain dengan penuh kasih sayang mendampingi, membimbing, dan menguatkan Yukio untuk meraih cita-cita mulianya: memberikan mahkota surga kepada ayah dan ibu kelak. Buah Manis Prestasi Akademik, Tahfidz, dan Karakter Didikan akademis di sekolah turut menghasilkan prestasi yang membanggakan. Yukio lulus dengan total Nilai Gabungan ASPD dan Nilai Rapor 312,9. Ini adalah kebanggaan besar bagi mereka. Lebih istimewa lagi, melalui program takhassus tahfidz di kelas 8, Yukio berhasil menyetorkan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Betapa bangganya Ibu Tien dan Bapak Suparjan telah menjadi bagian dari SMPIT Salman Al Farisi. Mereka melihat perubahan signifikan pada diri Yukio. Sikapnya yang lembut kepada Ibu Tien, melindungi kakak perempuannya, serta hormat kepada ayah, kakek, paman, dan om, semuanya adalah hasil tempaan selama berada di asrama putra SMPIT Salman Al Farisi. Masya Allah, Yukio yang menurut orang tuanya dahulu cenderung manja dan bossy sebagai bungsu kini jauh lebih baik. Kenangan Tak Terlupakan dari Kehidupan Asrama Saat Yukio pulang, selalu ada cerita lucu tentang ibu dapur yang sigap memberikan lauk pengganti, tentang serunya kegiatan di asrama seperti bermain sepak bola dengan musyrif, ekstrakurikuler yang menyenangkan, serta pendampingan belajar intensif jelang asesmen dan ASPD. Pengalaman-pengalaman ini, kata Ibu Tien dan Bapak Suparjan, tidak akan pernah Yukio alami di luar asrama. Tak heran, Yukio bahkan sempat bergumam, “Seandainya di Salman ada SMA, aku pasti lanjut di Salman Al Farisi.” Ibu Tien dan Bapak Suparjan tak henti bersyukur. Mereka merasa SMPIT Salman Al Farisi telah melaksanakan tugasnya dengan sempurna, membekali Yukio ilmu dunia dan akhirat, serta menghasilkan generasi Qur’ani yang sholih dan menginspirasi. Allahu Akbar! Capaian ASPD Yukio yang bahkan lebih unggul dari teman-teman SMP negeri, tentu juga berkat pendampingan profesional dari Lembaga Bimbingan Belajar Salman Al Farisi (LBB SAF) dan program unggulan tahfidz takhassus. Doa dan Harapan untuk Salman Al Farisi Mereka senantiasa berdoa agar hal-hal baik yang diceritakan Yukio akan semakin baik. Mereka berharap pendampingan ASPD semakin intensif, pendidikan karakter di asrama semakin menunjukkan akhlak terpuji, dan pantauan terhadap celah kenakalan kecil dapat lebih diperketat. Layanan kesehatan juga diharapkan terus ditingkatkan. Doa terbesar mereka adalah semoga SMAIT Salman Al Farisi segera terwujud, dan banyak orang tua berharap dapat mempercayakan pendidikan anaknya di sana. Terakhir, Ibu Tien dan Bapak Suparjan mengucapkan terima kasih dan “jazakumullah khairan katsira” kepada Kepala Sekolah, ustadz/ustadzah, para musyrif, ibu dapur, dan tim teknis. Mereka berharap Allah mencatat semua dedikasi ini sebagai amal shalih yang berbalas surga. (Diolah dari hasil penuturan Ibu Tien Amry Astuti & Bapak Suparjan, Orang tua Yukio Fayyadh Izazzaqi, alumnus SDIT Salman Al Farisi 1 2022, dan SMPIT Salman Al Farisi Boarding School 2025)

9 Tahun Penuh Arti: Yukio dan Jejak Kebahagiaan di Salman Al Farisi | #CeritaSalman Read More »