Website SAF jogja

Belajar Hidup Mandiri di Alam Terbuka: Penggalang SDIT Salman Al Farisi Sukses Gelar Perjusa 2025

Yogyakarta – Gelak tawa riang dan sorak-sorai semangat pramuka menyelimuti suasana Jogja Expotarium. Pada tanggal 19 hingga 20 September 2025 lalu, selama dua hari satu malam, puluhan anggota Penggalang SDPIT Salman Al Farisi mengikuti agenda Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu) yang merupakan agenda rutin tahunan sekolah yang bertujuan untuk menumbuhkan keimanan melalui agenda alam sekaligus melatih kemandirian, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan siswa/i di alam terbuka.

Dari Mendirikan Tenda Hingga Pentas Seni Api Unggun

Perjalanan dimulai pada Jumat pagi dengan apel pembukaan yang khidmat, dipimpin oleh Kak Luky (read: Bu Luky) selaku kepala sekolah SDIT Salman Al Farisi. Setelah apel, para siswa segera diarahkan untuk mendirikan tenda per regu, belajar bekerja sama dan membagi tugas dengan efisien. Momen ini menjadi pelajaran pertama tentang tanggung jawab dan kerja tim, sebab ketua regu perlu cermat melakukan pembagian tugas untuk anggotanya untuk mendirikan tenda, mengecek barang bawaan, serta memasak untuk makan siang dan makan malam.

Lepas Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan), semangat mereka kembali membara untuk mengikuti berbagai materi yang menantang. Mereka dilatih PBB (Peraturan Baris-Berbaris) oleh kakak dari POLDA dan belajar komunikasi rahasia melalui materi semaphore oleh Kak Nawang. Saat sore hari, mereka diajak mengasah kreativitas dan keterampilan teknis dalam pionering, berlatih membuat konstruksi dari tali dan tongkat bersama Kak Teguh dan Kak Andri .

Malam harinya, suasana berubah menjadi hangat dan meriah. Setelah makan malam, seluruh peserta berkumpul untuk melaksanakan upacara api unggun yang dipimpin kembali oleh Kak Luky. Suasana semakin semarak dengan penampilan pentas seni dari setiap regu, mulai dari menari, menyanyi, hingga drama dan pantomim. Puncak dari malam itu adalah agenda giat malam, di mana mereka berpetualang di sekitar area, memecahkan sandi, dan menjawab pertanyaan di setiap pos yang telah disiapkan. Kegiatan ini menguji keberanian, kekompakan, dan pemahaman mereka tentang dasa dharma dan rukun islam.

Mengukir Kenangan dan Pengetahuan Baru

Pada hari kedua, sebelum fajar menyingsing, mereka bangun untuk melaksanakan qiyamullail dan salat subuh berjamaah. Setelah sarapan pagi bersama, para penggalang dengan sigap merobohkan tenda dan merapikan barang bawaan, menunjukkan kemandirian dan tanggung jawab yang telah mereka pelajari.

Agenda Perjusa ditutup dengan acara kunjungan edukatif ke seluruh area Jogja Exotarium. Didampingi oleh guide, mereka menjelajahi kebun binatang, belajar tentang berbagai jenis hewan dan ekosistemnya. Ini adalah cara yang sempurna untuk mengakhiri perkemahan, menggabungkan pendidikan spiritual dan karakter dengan ilmu pengetahuan alam.

Perjusa 2025 bukan hanya sekadar acara kemah, tetapi sebuah pengalaman berharga yang menanamkan nilai-nilai luhur kepramukaan. Para siswa pulang dengan cerita dan kenangan baru, siap untuk mengaplikasikan ilmu dan kemandirian yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *