Website SAF jogja

Nadi Al-Qur’an di Dada Generasi Baru: Catatan Haru Imtihan Qiroati SDIT SAF 2

YOGYAKARTA – Nuansa spiritual yang kental kembali memenuhi Auditorium Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada Minggu, 24 Mei 2026. Setelah sukses dengan agenda serupa di hari sebelumnya, kini giliran keluarga besar SDIT Salman Al Farisi 2 yang menggelar perhelatan Khatmil Quran & Imtihan Metode Qiroati.

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting bagi para siswa-siswi yang telah berhasil menuntaskan seluruh jilid tahsin Qiroati. Didampingi oleh orang tua yang hadir dengan haru dan bangga, agenda ini resmi menjadi penanda kelulusan tahsin sekaligus panggung uji publik bagi kemampuan membaca Al-Qur’an ananda.

Menguji Nyali dan Kefasihan di Hadapan Publik

Bukan sekadar wisuda biasa, esensi utama dari momen imtihan ini adalah adanya sesi Uji Publik. Di atas panggung Auditorium Monjali, mental dan kualitas bacaan para siswa benar-benar diuji secara terbuka.

Para wali murid dan tamu undangan diberikan kesempatan untuk melontarkan pertanyaan secara acak. Dengan tenang dan penuh percaya diri, siswa menjawab tantangan seputar hukum tajwid, ketepatan makharijul huruf, hingga membedah ayat-ayat ghorib (bacaan asing/khusus dalam Al-Qur’an). Kefasihan suara lantang anak-anak ini saat melafalkan hukum-hukum Al-Qur’an berulang kali memicu decak kagum sekaligus air mata haru dari para hadirin.

Air Mata Syukur di Pelukan Orang Tua

Sesi paling menguras emosi terjadi ketika seluruh rangkaian uji publik selesai. Saat anak-anak turun dari panggung untuk melakukan prosesi salam ta’zhim, tangis bahagia pecah di penjuru auditorium. Pelukan erat antara orang tua dan anak menjadi simbol syukur yang tak terhingga atas perjuangan, kesabaran, dan waktu yang telah dikorbankan demi mengantarkan ananda lulus tahsin dengan standar tinggi.

Pondasi Kuat Menuju Hafiz Masa Depan

SDIT Salman Al Farisi 2 menegaskan bahwa kelulusan metode Qiroati ini adalah gerbang awal yang sangat krusial. Dengan tuntasnya masa tahsin, anak-anak kini telah mengantongi lisensi bacaan yang tartil, tepat, dan benar. Pondasi inilah yang akan menjadi modal utama mereka untuk melangkah ke jenjang berikutnya, yaitu menghafal (tahfizh) Al-Qur’an dengan mudah dan berkualitas.

Acara yang berjalan dengan sangat tertib ini ditutup dengan untaian doa bersama, memohon agar para wisudawan senantiasa dijaga hatinya untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an di sepanjang hayat mereka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *