Website SAF jogja

Sinergi Hati dan Ilmu: Membangun Pondasi Tarbiyah di Sekolah Orangtua Salman (SOS)

Sleman – Hubungan antara sekolah dan rumah ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam proses pendidikan anak. Menyadari pentingnya keselarasan tersebut, SDIT Salman Al Farisi (SAF) 2 menggelar agenda rutin Sekolah Orangtua Salman (SOS) pada Sabtu, 11 April 2026 bertempat di GOR SDIT Salman Al Farisi 2. Acara dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan dihadiri oleh seluruh wali murid dengan antusias. Agenda SOS kali ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang belajar bersama untuk memperdalam ilmu pengasuhan dan tarbiyah.

Menyelami Psikologi Anak bersama Pakar

Sesi pertama dibuka oleh pemateri ahli, Ibu Audah Masykuroh, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Biro Psikologi Metamorfosa. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memahami fase tumbuh kembang psikologis anak di era modern. Orang tua diajak untuk lebih peka terhadap emosi anak dan bagaimana membangun komunikasi yang efektif agar anak merasa aman dan didukung sepenuhnya di rumah.

Sekolah sebagai Mitra Tarbiyah

Tak kalah penting, sesi kedua diisi oleh Ibu Nuzul Hidayati, S.Pd. yang mengangkat tema “Peran Sekolah dalam Tarbiyah Buah Hati”. Beliau memaparkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter dan nilai-nilai Islam (tarbiyah) sangat bergantung pada konsistensi antara apa yang diajarkan guru di sekolah dan apa yang dipraktikkan orang tua di rumah.

“Sekolah adalah rumah kedua, namun orang tua tetaplah madrasah pertama dan utama bagi anak. Sinergi inilah yang ingin kita perkuat melalui SOS,” ungkap Ibu Nuzul dalam materinya.

Membangun Visi Bersama

Agenda SOS ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Banyak wali murid yang berbagi keresahan sekaligus mendapatkan solusi konkret dari para pakar. Diharapkan, setelah mengikuti agenda ini, para orang tua pulang membawa bekal ilmu baru untuk dipraktikkan dalam mendampingi tumbuh kembang Ananda.

Melalui adanya Sekolah Orangtua Salman, SDIT SAF 2 terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik yang tidak hanya fokus pada akademik murid, tetapi juga pemberdayaan orang tua. Karena sejatinya, untuk mendidik satu anak yang hebat, dibutuhkan kerjasama seluruh “desa”, dan itu dimulai dari keselarasan antara guru dan orang tua.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *