Website SAF jogja

SDIT 2

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Jika ada hari yang merangkum masa lalu, seni, dan masa depan dalam satu perjalanan, inilah hari itu. Seluruh siswa/i Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang luar biasa, menyeberangi waktu dari keagungan budaya di Museum Sonobudoyo menuju kecanggihan teknologi di Taman Pintar. Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Melestarikan Budaya di Museum Sonobudoyo Perjalanan dimulai dai Museum Sonobudoyo. Museum yang didirikan sejak tahun 1935 dengan arsitektur tradisional Jawa ini dikenal sebagai museum budaya dan sejarah Jawa terlengkap kedua setelah Museum Nasional. Anak-anak diajak mengamati puluhan ribu koleksi benda bersejarah dan seni budaya yang sangat beragam, mulai dari arkeologi, numismatika (mata uang), filologi (bahasa dan sastra), dan etnografi (kebudayaan). Mereka menyaksikan langsung keindahan wayang kulit dan benda-benda pusaka yang menjadi saksi bisu peradaban Jawa. Kunjungan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa dan mengajarkan mereka tentang keragaman suku, adat, dan seni yang harus disyukuri sebagai karunia dari Allah SWT. Menguji Nalar di Taman Pintar: Mencerdaskan dan Menyenangkan Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tempat belajar interaktif di yakni Taman Pintar Yogyakarta. Mengusung motto “Mencerdaskan dan Menyenangkan,” tempat ini menjadi ruang belajar non-formal yang sempurna untuk menumbuhkan minat anak terhadap sains, teknologi, dan sejarah. Anak-anak diajak untuk menjelajahi berbagai wahana, mulai dari Gedung Oval-Kotak hingga Planetarium. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba langsung berbagai alat peraga dan percobaan yang menyenangkan, seperti menguji gaya gravitasi, mempelajari optik cahaya, hingga memahami prinsip kerja listrik. Selain itu, anak-anak juga dapat melihat langsung benda-benda peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia juga setiap presiden RI dari masa ke masa. Taman Pintar berfungsi sebagai stimulus untuk menghidupkan nalar ilmiah. Anak-anak SDIT Salman Al Farisi 2 belajar bahwa ilmu pengetahuan itu seru, interaktif, dan merupakan jalan untuk memahami hukum-hukum alam yang ditetapkan oleh Sang Pencipta. Kunjungan Edukasi Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan perpaduan unik: kearifan lokal yang kaya di Sonobudoyo dan semangat eksplorasi ilmiah yang universal di Taman Pintar. Siswa Kelas 5 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas tentang identitas budaya bangsa dan bekal ilmu pengetahuan yang siap diolah. Mereka adalah generasi Qurani Berprestasi yang menghargai akar budaya sambil melangkah maju dengan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar Read More »

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh makna, di mana siswa/i Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 diajak melakukan perjalanan waktu dan keahlian lokal. Pada Kunjungan Edukasi kali ini, mereka mengunjungi Monumen Jogja Kembali (Monjali) untuk menyelami sejarah perjuangan bangsa, lalu berpindah ke Bakpia Juwara Satoe untuk mengenali keragaman kuliner khas Yogyakarta. Agenda ini bertujuan mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengambil Hikmah di Monjali: Menghargai Jasa Pahlawan Petualangan sejarah dimulai di Monumen Jogja Kembali (Monjali). Bangunan berbentuk kerucut tiga lantai yang megah ini adalah simbol pengingat ditariknya tentara Belanda dari Yogyakarta pada 29 Juni 1949, menandai kembalinya ibu kota RI. Di dalam museum, anak-anak diajak mengamati lebih dari seribu koleksi benda bersejarah di lantai satu, termasuk Tandu Jenderal Soedirman yang ikonik. Di lantai dua, mereka disuguhi sepuluh diorama 3D dan empat puluh relief yang menggambarkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Puncak kunjungan sejarah adalah di Garba Graha, ruang hening di puncak monumen. Di sana, anak-anak mengambil pelajaran penting tentang cinta tanah air, pengorbanan, dan jasa para pahlawan. Pengalaman langsung ini menumbuhkan rasa syukur dan semangat untuk menjadi generasi yang menghargai perjuangan bangsa. Merasakan Kecanggihan dan Keterampilan di Bakpia Juwara Satoe Dari sejarah perjuangan, perjalanan dilanjutkan ke ranah keahlian lokal: Bakpia Juwara Satoe. Merek bakpia modern yang baru berdiri pada tahun 2018 ini dikenal menonjolkan proses produksi yang mayoritas menggunakan mesin canggih untuk menjamin kualitas dan higienitas produk, memberikan wawasan tentang industri kuliner modern. Di sana, anak-anak diajak belajar “membuat” bakpia secara langsung. Setiap anak diberikan dua paket adonan bakpia yang terdiri dari tepung dan isian kacang hijau. Anak-anak tampak antusias memipihkan adonan, mengisinya dengan isian kacang hijau lezat, lalu menutupnya dengan rapi, persis seperti bakpia yang biasa mereka konsumsi. Aktivitas ini melatih motorik halus dan keterampilan fokus mereka, sekaligus memberikan pemahaman langsung bahwa produk lokal yang lezat pun memerlukan ketelitian dan proses yang higienis. Keseimbangan Generasi yang Nasionalis dan Terampil Kunjungan edukasi Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub pembelajaran yang esensial. Di Monjali, anak-anak menumbuhkan jiwa nasionalis dan menghargai sejarah. Di Bakpia Juwara Satoe, mereka mengasah keterampilan praktis dan memahami proses industri. Siswa Kelas 4 kembali ke sekolah dengan wawasan yang seimbang, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap bangsa dan keahlian yang terampil.

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe Read More »

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh petualangan, dua dimensi ilmu pengetahuan yang berbeda. Seluruh siswa/i Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang unik, menjelajahi kekayaan pangan lokal di Jejamuran dan menelusuri kearifan mitigasi bencana di Museum Merapi. Agenda ini bertujuan untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengenal Berbagai Macam Jamur dan Olahannya di Agrowisata Jamur Petualangan dimulai di Jejamuran, sebuah restoran unik yang hampir seluruh menunya berbahan dasar jamur (seperti jamur tiram, shitake, merang, dan portabella), disajikan dengan cita rasa masakan khas Indonesia. Namun, kunjungan ini lebih dari sekadar wisata kuliner. Jejamuran juga menyediakan layanan Agrowisata dan Edukasi, anak-anak berkesempatan melihat langsung area budidaya jamur di sekitar lokasi. Mereka melihat bagaimana jamur—yang merupakan pangan thoyyib—dibudidayakan dengan baik dan dikelola hingga siap diolah menjadi makanan lezat. Momen ini memberikan pemahaman langsung tentang proses produksi pangan dan pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Merenungi Kebesaran Alam di Kaki Merapi Setelah belajar tentang pangan dan pertanian, perjalanan dilanjutkan ke lokasi yang menawarkan pelajaran tentang alam semesta dan kesiapsiagaan: Museum Gunungapi Merapi (MGM). Museum ini didedikasikan sebagai pusat informasi kegunungapian, penelitian, dan mitigasi bencana, menyajikan wawasan ilmiah mendalam. Anak-anak melihat berbagai koleksi, mulai dari batuan vulkanik, diorama sejarah letusan Gunung Merapi, hingga alat-alat survei. Mereka memahami fakta-fakta ilmiah tentang aktivitas gunung berapi, khususnya Merapi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kunjungan ke MGM ini menjadi pengingat penting akan kebesaran Allah (melalui fenomena alam) dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Menjadi Generasi yang Responsif dan Berwawasan Luas Kunjungan edukasi Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub ilmu yang saling melengkapi. Di Jejamuran, anak-anak belajar tentang keberlanjutan dan kesehatan pangan. Di Museum Merapi, mereka belajar tentang sains, sejarah, dan mitigasi bencana. Siswa Kelas 3 kembali ke sekolah dengan pengetahuan yang kaya tentang lingkungan sekitar, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga responsif terhadap lingkungan dan tantangan alam.

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2 Read More »

Menjelajah Satwa dan Menemukan Empati di SLB Negeri 1 Bantul | Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari, dua lokasi yang sangat kontras, namun satu tujuan mulia: mencetak generasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga kaya empati. Seluruh siswa/i Kelas 2 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang memadukan wawasan alam di kebun binatang dan pelajaran kemanusiaan di sekolah luar biasa (SLB).  Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Dari Darat, Air, Hingga Udara: Eksplorasi di Gembiraloka Zoo Pagi hari, petualangan dimulai di Gembiraloka Zoo, salah satu kebun binatang terbesar di Yogyakarta. Di sini, anak-anak diajak untuk mengagumi kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Mereka berkeliling, melihat berbagai koleksi satwa, mulai dari mamalia, reptil, ikan, hingga burung-burung eksotis. Kunjungan tak berhenti di daratan. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman baru dengan menaiki perahu, memberikan mereka pemahaman langsung tentang transportasi air dan ekosistem perairan. Momen ini memicu tawa riang dan memuaskan rasa ingin tahu mereka tentang alam, yang selama ini hanya dijumpai dalam buku. Pelajaran Hati di SLB: Memahami Keunikan Lewat Bahasa Isyarat Setelah puas menjelajahi keindahan fauna, perjalanan dilanjutkan ke SLB Negeri 1 Bantul—sebuah kunjungan yang memberikan pelajaran tentang keragaman dan kasih sayang. Anak-anak disambut dengan sangat hangat oleh para guru dan murid SLB. Momen ini menjadi puncak pelajaran keterampilan sosial dan interaksi. Anak-anak SDIT SAF 2 diajak untuk berinteraksi langsung dengan para anak ‘luar biasa’, menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing. Mereka berkesempatan untuk mengenal bahasa isyarat bagi penyandang tunanetra, bahkan belajar beberapa huruf sederhana. Selain itu, anak-anak juga dapat melihat dan memegang langsung buku dengan huruf Braille yang biasa digunakan tunanetra. Pengalaman ini membuka mata hati mereka, mengajarkan tentang rasa syukur dan pentingnya empati serta menghargai perbedaan. Menjadi Generasi Holistik yang Peka Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan paket pembelajaran yang utuh. Di Gembiraloka, mereka belajar tentang sains, alam, dan lingkungan. Di SLB Negeri 1 Bantul, mereka belajar tentang kemanusiaan, empati, dan inklusivitas. Siswa Kelas 2 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas tentang dunia dan bekal hati yang lebih peka. Kunjungan ini menegaskan komitmen SDIT Salman Al Farisi 2 untuk mencetak generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga kaya akan adab dan kepedulian sosial.

Menjelajah Satwa dan Menemukan Empati di SLB Negeri 1 Bantul | Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT SAF 2 Read More »

Dari Tanah Liat hingga Angkasa Raya: Kisah Kelas 1 SDIT SAF 2 Merajut Kreativitas dan Sejarah Bangsa

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari, dua tujuan yang berbeda bidanf, namun satu visi: menanamkan pengalaman belajar yang tak terlupakan. Seluruh siswa/i Kelas 1 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang intensif, belajar salah satu kekayaan budaya di Gerabah Kasongan dan kejayaan sejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta. Agenda ini dirancang khusus untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata. Tujuannya adalah memperluas wawasan, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Sentuhan Kreativitas di Kasongan: Melatih Motorik Halus dan Kasar Petualangan dimulai di sentra kerajinan Gerabah Kasongan. Di tengah deretan karya seni tanah liat yang memukau, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi seniman cilik. Mereka diajak untuk membuat gerabah dari tanah liat menggunakan cetakan khusus. Momen ini adalah latihan motorik terbaik: tangan-tangan mungil itu harus telaten membentuk gumpalan tanah liat, memukul-mukulnya agar pas dengan cetakan, dan membentuknya menjadi karya. Tanah liat yang dingin dan lembut menjadi media bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas, mengajarkan kesabaran, dan mengubah bahan sederhana menjadi sesuatu yang bernilai. Membumbung Tinggi di Museum Dirgantara: Merenungkan Sejarah dan Pengabdian Setelah selesai berkarya dengan tanah, perjalanan berlanjut menuju langit dan sejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta. Suasana seketika berubah, dari sentra seni tradisional menjadi pusat kejayaan militer dan kedirgantaraan Indonesia. Di sini, anak-anak disuguhkan koleksi bersejarah TNI Angkatan Udara yang mengagumkan. Mereka melihat langsung berbagai jenis pesawat tempur, rudal, senjata udara, dan replika diorama peristiwa bersejarah. Perhatian mereka juga tertuju pada benda-benda ikonik seperti pakaian dinas mantan Kepala Staf Angkatan Udara dan tandu yang pernah digunakan Jenderal Sudirman. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung tentang fakta-fakta sejarah, menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa, dan mengenalkan mereka pada profesi mulia para pahlawan udara yang mengabdi pada negeri. Kunjungan edukasi ganda ini sukses menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Di Gerabah Kasongan, anak-anak belajar tentang kesederhanaan dan keterampilan tangan. Di Museum Dirgantara, mereka belajar tentang ketangguhan, pengabdian, dan sejarah. Siswa Kelas 1 SDIT Salman Al Farisi 2 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas, kemampuan motorik yang terasah, dan jiwa yang penuh inspirasi. Inilah komitmen Salman Al Farisi dalam membentuk generasi Qurani Berprestasi—yang tanggap pada seni dan budaya, sekaligus teguh pada sejarah bangsanya.

Dari Tanah Liat hingga Angkasa Raya: Kisah Kelas 1 SDIT SAF 2 Merajut Kreativitas dan Sejarah Bangsa Read More »

Melangkah Mandiri di Kaki Merapi: Perkemahan Kelas 6 SDIT SAF 2 Tempa Jiwa Pemimpin

Sleman, 10 Oktober 2025 – Suasana sejuk dan tantangan alam menjadi saksi perjalanan berharga bagi seluruh siswa/i kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2. Selama dua hari, 9 hingga 10 Oktober 2025, mereka mengikuti Perkemahan Kamis-Jumat yang intensif di Bumi Perkemahan Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Agenda ini dirancang sebagai “pembekalan akhir” yang bertujuan untuk membangun dan memperkuat karakter Islami, kemandirian, dan keterampilan sosial mereka sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Latihan Fisik dan Kekompakan Melalui Pioneering dan Yel-Yel Perkemahan dimulai pada Kamis pagi dengan kedatangan peserta, dilanjutkan dengan kegiatan mendirikan tenda, yang langsung menguji keterampilan kerja sama tim. Setelah itu, mereka langsung disambut oleh Giat Pioneering, di mana mereka belajar teknik ikatan simpul yang merupakan dasar kepramukaan. Sore harinya, jiwa kepemimpinan dan kekompakan mereka diuji dalam Giat Prestasi Yel-Yel dan Permainan Persaudaraan. Dalam suasana penuh semangat, setiap regu berusaha menampilkan yang terbaik, melatih keberanian dan kemampuan berkomunikasi yang nantinya menjadi bekal penting di bangku SMP. Api Unggun dan Ibadah Subuh: Keseimbangan Jiwa dan Raga Malam puncak perkemahan diwarnai kehangatan Api Unggun dan tawa riang dalam Pentas Seni. Momen ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan memberikan panggung bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Namun, yang terpenting, spiritualitas tetap menjadi pondasi. Pagi buta, seluruh peserta bangun untuk melaksanakan Ibadah Subuh berjamaah dan Olahraga. Perpaduan kegiatan fisik dan spiritual ini merefleksikan komitmen sekolah dalam membentuk karakter Islami yang utuh. Jelajah Alam dan Penutupan: Siap Melangkah ke Jenjang Berikutnya Pada hari terakhir, semangat petualangan kembali membara dalam sesi Jelajah Alam. Kegiatan ini melatih observasi, ketahanan fisik, dan kecintaan pada lingkungan. Perkemahan ditutup dengan Upacara Penutupan yang penuh makna. Setelah dua hari penuh tantangan, para siswa kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 kembali dengan bekal kemandirian yang lebih matang, jiwa kepemimpinan yang lebih terasah, dan karakter Islami yang lebih kokoh.

Melangkah Mandiri di Kaki Merapi: Perkemahan Kelas 6 SDIT SAF 2 Tempa Jiwa Pemimpin Read More »

Borong Empat Juara 1 di MTQ Kapanewon Ngemplak, Siswa SDIT Salman Al Farisi 2 Melaju ke Tingkat Kabupaten

Yogyakarta, 19 Agustus 2025 – Semangat kebanggaan dan syukur memenuhi udara di SDIT Salman Al Farisi 2. Di tengah perayaan kemerdekaan, sekolah ini kembali mengukir prestasi gemilang. Pada Selasa, 19 Agustus 2025, dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kapanewon Ngemplak yang diselenggarakan di SD Model, siswa-siswi SDIT Salman Al Farisi 2 menunjukkan keunggulan mereka dengan meraih empat gelar juara 1 di berbagai cabang perlombaan. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tiket emas bagi mereka untuk melaju ke tingkat Kabupaten Sleman. Sinergi antara pembinaan intensif dan ketekunan para siswa membuahkan hasil luar biasa. Mereka berhasil membuktikan diri sebagai generasi #QuraniBerprestasi yang tak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kedekatan mendalam dengan Al-Qur’an. Empat sosok kebanggaan yang berhasil menempati posisi tertinggi dan akan mewakili Kapanewon Ngemplak di tingkat selanjutnya adalah: Zaid Abdul Muqshud sebagai Juara 1 MTQ Putra. Athifah Athofunnisa sebagai Juara 1 MHQ Putri. Elsa Khadijatul Inayah sebagai Juara 1 Pildacil Putri. Kholrul Azzam Baihaqi sebagai Juara 1 Adzan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa bakat spiritual dan keterampilan para siswa telah diasah dengan baik, menghasilkan generasi muda yang tidak hanya mampu bersaing tetapi juga menjadi teladan bagi sesamanya. Selain empat juara pertama, siswa-siswi SDIT Salman Al Farisi 2 juga membawa pulang berbagai penghargaan lainnya, menegaskan dominasi mereka dalam ajang ini: Athiyah Husna Kh. meraih Juara 2 MTQ Putri. Maritza Anindita Zahra meraih Juara Harapan 1 MTQ. Qamira Ziyabillah Abista meraih Juara Harapan 2 Kaligrafi. M. F. Shalahuddin A. meraih Juara 2 MTQ Putra. M. Fakhri Ar Rasyid meraih Juara Harapan 1 MHQ Putra. Tim Aiman, Yumna, dan Anggun meraih Juara 2 CCA. Keberhasilan ini adalah buah dari dedikasi para guru, dukungan penuh orang tua, serta semangat pantang menyerah dari para siswa. Semoga perjalanan keempat siswa yang akan bertanding di tingkat Kabupaten Sleman nanti berjalan lancar dan kembali membawa pulang prestasi terbaik. Kita semua menantikan kabar gembira dari mereka. Salman Juara!

Borong Empat Juara 1 di MTQ Kapanewon Ngemplak, Siswa SDIT Salman Al Farisi 2 Melaju ke Tingkat Kabupaten Read More »

ShineQu: Memupuk Cinta Al-Qur’an, Mengukir Percaya Diri Siswa Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2

Yogyakarta, 9 Agustus 2025 – Di tengah kesibukan akademik, SDIT Salman Al Farisi 2 menciptakan momen istimewa yang berfokus pada spiritualitas dan karakter. Melalui agenda ShineQu, seluruh siswa kelas 5 diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dalam suasana yang inspiratif dan edukatif. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 9 Agustus 2025 di lingkungan sekolah ini, menjadi wadah untuk memupuk cinta anak-anak terhadap kalamullah, sambil membangun rasa percaya diri mereka. Dari Tahsin Hingga Murojaah: Menguatkan Fondasi Diri ShineQu tidak hanya sekadar acara, melainkan sebuah perjalanan spiritual. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi para siswa. Agenda utama diawali dengan tahsin, di mana anak-anak dibimbing untuk memperbaiki makhraj dan tajwid mereka secara mendalam. Di sini, kesalahan tidak menjadi beban, melainkan jembatan menuju kesempurnaan bacaan. Para guru dengan sabar membimbing, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Sesi kemudian dilanjutkan dengan tilawah, di mana setiap siswa berkesempatan untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lantunan ayat-ayat suci yang mengalun memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang khidmat dan menenangkan. Momen ini bukan hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga menguatkan keberanian dan kepercayaan diri siswa di hadapan teman-teman.Selain itu, ada pula sesi murojaah. Para siswa memperdengarkan hafalan Al-Qur’an mereka agar hafalan yang sudah disetorkan tidak dilupakan begitu saja Belajar Sambil Bermain: Games Fun Qur’an Penuh Kegembiraan ShineQu membuktikan bahwa belajar Al-Qur’an bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Setelah sesi tahsin dan tilawah, keceriaan memuncak dengan adanya games Fun Qur’an. Permainan-permainan edukatif ini dirancang untuk menguji pemahaman siswa tentang Al-Qur’an dengan cara yang ringan dan penuh tawa. Setiap games tidak hanya mengasah daya ingat, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kerja sama dan sportivitas. Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, anak-anak tidak merasa terbebani. Mereka justru merasakan bahwa Al-Qur’an adalah teman sejati yang selalu bisa diajak bermain dan belajar. Agenda ShineQu berhasil menorehkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Anak-anak pulang dengan hati yang penuh cinta terhadap Al-Qur’an dan semangat yang membara untuk terus belajar. SDIT Salman Al Farisi 2 percaya, dengan fondasi spiritual yang kuat, siswa-siswi akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani yang bersinar di mana pun mereka berada.

ShineQu: Memupuk Cinta Al-Qur’an, Mengukir Percaya Diri Siswa Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 Read More »

Menyambut Tahun Terakhir dengan Semangat: Siswa Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 Ikuti AMT Penuh Makna

Yogyakarta, 9 Agustus 2025 – Di tengah semangat kemerdekaan yang masih membara, siswa kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 mengawali tahun ajaran terakhir mereka dengan cara yang istimewa. Selama dua hari, pada tanggal 9-10 Agustus 2025, seluruh siswa mengikuti Achievement Motivation Training (AMT) di lingkungan SMPIT Salman Al Farisi. Acara ini dirancang khusus untuk meningkatkan semangat dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan menjelang kelulusan, membekali mereka dengan mental juara yang sejalan dengan semangat khas sekolah Salman Al Farisi #QuraniBerprestasi. Penyemangat dari Kakak-Kakak SMP dan Motivasi Penuh Makna Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat tarian saman yang energik dan kompak dari kakak-kakak akhwat SMPIT Salman Al Farisi. Sambutan ini tidak hanya memecah keheningan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar jenjang. Sesi inti AMT diisi oleh Kak Aji Syafa, seorang trainer dan CEO Rumah Kreatif AJI yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam memotivasi. Melalui gaya penyampaian yang ceria dan dekat dengan dunia anak-anak, Kak Aji mengajak para siswa merenungkan kembali tujuan mereka belajar. Ia menanamkan pemahaman bahwa kesuksesan bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang growth mindset, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi kegagalan. Sesi kemudian dilanjutkan dengan momen yang menyentuh, yaitu renungan dan doa bersama. Suasana khidmat menyelimuti ruangan, mengingatkan para siswa akan makna ikhtiar dan tawakal dalam setiap perjuangan. Ini menjadi penguat spiritual yang sangat penting bagi mereka. Dari Melingkar Hingga Susur Sungai: Belajar dalam Kebersamaan AMT kali ini tidak hanya berfokus pada teori. Berbagai aktivitas seru dirancang untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang disampaikan. Para siswa diajak dalam sesi melingkar di kelompok-kelompok kecil yang dipandu oleh kakak-kakak SMPIT Salman Al Farisi. Di sini, mereka berbagi cerita, harapan, dan kekhawatiran secara terbuka, membangun rasa saling percaya dan kekompakan. Untuk menumbuhkan semangat kerja sama, diadakan games kelompok dan games post-to-post yang penuh tantangan. Setiap permainan mengajarkan mereka tentang pentingnya strategi, komunikasi efektif, dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Puncak dari kegiatan ini adalah susur sungai. Aktivitas ini tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga mental para siswa. Bersama-sama, mereka harus melewati rintangan, saling membantu, dan belajar untuk berani menghadapi hal-hal di luar zona nyaman. Kegiatan AMT ini menjadi bekal berharga bagi siswa kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2. Dengan semangat yang kembali membara, mental yang lebih kuat, dan bonding yang semakin erat, mereka kini siap melangkah ke depan, menghadapi tantangan ujian kelulusan, dan menorehkan prestasi terbaik bagi diri sendiri, sekolah, dan orang tua.

Menyambut Tahun Terakhir dengan Semangat: Siswa Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 Ikuti AMT Penuh Makna Read More »

Sekolah Orang Tua Salman: Menguatkan Sinergi Sekolah dan Wali Murid Demi Pendidikan Holistik

Ngemplak, 16 Agustus 2025 – SDIT Salman Al Farisi 2 kembali menggelar agenda inspiratif yang menjadi salah satu pilar utama dalam membangun pendidikan berkualitas: Sekolah Orang Tua Salman (SOS). Pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025, SDIT Salman Al Farisi 2 dipenuhi antusiasme seluruh wali murid dari kelas 1 hingga 6. Agenda ini dihelat dengan tujuan mulia, yaitu menciptakan sinergi erat antara sekolah dan wali murid, agar keduanya memiliki frekuensi yang sama dalam mengawal proses belajar anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Membangun Komitmen Bersama dalam Sesi Klasikal Acara dimulai dengan sesi pematerian klasikal yang dibawakan oleh Ibu Muzna Nurhidayati, S.Pd. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan interaktif, Ibu Muzna mengajak para wali murid untuk merenungkan kembali peran vital mereka sebagai mitra sejati bagi sekolah. Beliau menekankan bahwa pendidikan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata. Dibutuhkan kerja sama, pemahaman, dan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak. Ibu Muzna menggarisbawahi pentingnya menyamakan persepsi, khususnya dalam hal nilai-nilai yang ditanamkan. Ketika sekolah dan orang tua bergerak dalam satu visi yang sama, anak-anak akan mendapatkan fondasi karakter yang kokoh. Ini adalah kunci untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kesadaran diri. Sesi ini berhasil membangkitkan kesadaran para wali murid bahwa peran mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan anak. Mendalami Peran dan Sinergi di Paguyuban Kelas Setelah sesi klasikal yang penuh makna, acara dilanjutkan dengan sesi paguyuban kelas. Para wali murid berkumpul di ruang kelas masing-masing, menciptakan suasana yang lebih intim dan personal. Di sinilah, setiap kelas memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara mendalam. Sesi paguyuban ini menjadi wadah efektif untuk berbagai agenda, di antaranya: Diskusi Komite Kelas: Wali murid bersama-sama merumuskan agenda dan program yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas. Perkembangan Anak: Wali kelas dan orang tua berdialog terbuka mengenai perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak-anak, mengidentifikasi kekuatan serta area yang perlu ditingkatkan. Sosialisasi Tata Tertib Sekolah: Wali kelas menyampaikan dan menjelaskan kembali tata tertib sekolah, memastikan orang tua memahami aturan yang berlaku dan dapat mendukung penerapannya di rumah. Agenda Sekolah Orang Tua Salman (SOS) ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi sebuah momen rekalibrasi dan penguatan komitmen. Melalui sinergi yang terjalin erat, SDIT Salman Al Farisi 2 optimis dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang suportif dan holistik, di mana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, berkat dukungan penuh dari sekolah dan rumah.

Sekolah Orang Tua Salman: Menguatkan Sinergi Sekolah dan Wali Murid Demi Pendidikan Holistik Read More »