Website SAF jogja

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh makna, di mana siswa/i Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 diajak melakukan perjalanan waktu dan keahlian lokal. Pada Kunjungan Edukasi kali ini, mereka mengunjungi Monumen Jogja Kembali (Monjali) untuk menyelami sejarah perjuangan bangsa, lalu berpindah ke Bakpia Juwara Satoe untuk mengenali keragaman kuliner khas Yogyakarta. Agenda ini bertujuan mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Mengambil Hikmah di Monjali: Menghargai Jasa Pahlawan

Petualangan sejarah dimulai di Monumen Jogja Kembali (Monjali). Bangunan berbentuk kerucut tiga lantai yang megah ini adalah simbol pengingat ditariknya tentara Belanda dari Yogyakarta pada 29 Juni 1949, menandai kembalinya ibu kota RI. Di dalam museum, anak-anak diajak mengamati lebih dari seribu koleksi benda bersejarah di lantai satu, termasuk Tandu Jenderal Soedirman yang ikonik. Di lantai dua, mereka disuguhi sepuluh diorama 3D dan empat puluh relief yang menggambarkan Serangan Umum 1 Maret 1949.

Puncak kunjungan sejarah adalah di Garba Graha, ruang hening di puncak monumen. Di sana, anak-anak mengambil pelajaran penting tentang cinta tanah air, pengorbanan, dan jasa para pahlawan. Pengalaman langsung ini menumbuhkan rasa syukur dan semangat untuk menjadi generasi yang menghargai perjuangan bangsa.

Merasakan Kecanggihan dan Keterampilan di Bakpia Juwara Satoe

Dari sejarah perjuangan, perjalanan dilanjutkan ke ranah keahlian lokal: Bakpia Juwara Satoe. Merek bakpia modern yang baru berdiri pada tahun 2018 ini dikenal menonjolkan proses produksi yang mayoritas menggunakan mesin canggih untuk menjamin kualitas dan higienitas produk, memberikan wawasan tentang industri kuliner modern. Di sana, anak-anak diajak belajar “membuat” bakpia secara langsung. Setiap anak diberikan dua paket adonan bakpia yang terdiri dari tepung dan isian kacang hijau. Anak-anak tampak antusias memipihkan adonan, mengisinya dengan isian kacang hijau lezat, lalu menutupnya dengan rapi, persis seperti bakpia yang biasa mereka konsumsi. Aktivitas ini melatih motorik halus dan keterampilan fokus mereka, sekaligus memberikan pemahaman langsung bahwa produk lokal yang lezat pun memerlukan ketelitian dan proses yang higienis.

Keseimbangan Generasi yang Nasionalis dan Terampil

Kunjungan edukasi Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub pembelajaran yang esensial. Di Monjali, anak-anak menumbuhkan jiwa nasionalis dan menghargai sejarah. Di Bakpia Juwara Satoe, mereka mengasah keterampilan praktis dan memahami proses industri.

Siswa Kelas 4 kembali ke sekolah dengan wawasan yang seimbang, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap bangsa dan keahlian yang terampil.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *