Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh petualangan, dua dimensi ilmu pengetahuan yang berbeda. Seluruh siswa/i Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang unik, menjelajahi kekayaan pangan lokal di Jejamuran dan menelusuri kearifan mitigasi bencana di Museum Merapi. Agenda ini bertujuan untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Mengenal Berbagai Macam Jamur dan Olahannya di Agrowisata Jamur
Petualangan dimulai di Jejamuran, sebuah restoran unik yang hampir seluruh menunya berbahan dasar jamur (seperti jamur tiram, shitake, merang, dan portabella), disajikan dengan cita rasa masakan khas Indonesia. Namun, kunjungan ini lebih dari sekadar wisata kuliner. Jejamuran juga menyediakan layanan Agrowisata dan Edukasi, anak-anak berkesempatan melihat langsung area budidaya jamur di sekitar lokasi. Mereka melihat bagaimana jamur—yang merupakan pangan thoyyib—dibudidayakan dengan baik dan dikelola hingga siap diolah menjadi makanan lezat. Momen ini memberikan pemahaman langsung tentang proses produksi pangan dan pentingnya mengonsumsi makanan sehat.
Merenungi Kebesaran Alam di Kaki Merapi
Setelah belajar tentang pangan dan pertanian, perjalanan dilanjutkan ke lokasi yang menawarkan pelajaran tentang alam semesta dan kesiapsiagaan: Museum Gunungapi Merapi (MGM). Museum ini didedikasikan sebagai pusat informasi kegunungapian, penelitian, dan mitigasi bencana, menyajikan wawasan ilmiah mendalam. Anak-anak melihat berbagai koleksi, mulai dari batuan vulkanik, diorama sejarah letusan Gunung Merapi, hingga alat-alat survei. Mereka memahami fakta-fakta ilmiah tentang aktivitas gunung berapi, khususnya Merapi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kunjungan ke MGM ini menjadi pengingat penting akan kebesaran Allah (melalui fenomena alam) dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.
Menjadi Generasi yang Responsif dan Berwawasan Luas
Kunjungan edukasi Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub ilmu yang saling melengkapi. Di Jejamuran, anak-anak belajar tentang keberlanjutan dan kesehatan pangan. Di Museum Merapi, mereka belajar tentang sains, sejarah, dan mitigasi bencana.
Siswa Kelas 3 kembali ke sekolah dengan pengetahuan yang kaya tentang lingkungan sekitar, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga responsif terhadap lingkungan dan tantangan alam.
