Mari dengarkan kisah Ibu Tien Amry Astuti dan Bapak Suparjan, orang tua dari Yukio. Dulu, pada tahun 2016, setelah survei ke beberapa SDIT di Jogja, hati mereka akhirnya mantap memilih SDIT Salman Al Farisi 1 di Pogungrejo, Mlati. Sebuah keputusan yang tak henti mereka syukuri.
Fondasi Kuat dari Pendidikan Dasar
Selama bersekolah SDIT Salman Al Farisi, Yukio mendapatkan bimbingan yang luar biasa. Ibu Tien dan Bapak Suparjan melihat bagaimana putra mereka tidak hanya cemerlang di bidang akademis, tetapi juga aktif dalam kegiatan intrakurikuler yang setara dengan sekolah lain, juga didikukung dengan beragam ekstrakurikuler menarik. Salah satu yang paling membanggakan adalah program tahfidz, yang akhirnya menuntun keluarga mereka untuk melangkah ke jenjang SMPIT Salman Al Farisi Boarding School.
Mereka bercerita, bahkan di masa pandemi, proses pembelajaran di Salman Al Farisi terbukti sangat efektif. Pembelajaran via Zoom, tugas melalui Google Classroom, bahkan ekstra tahfidz dan ujian tahfidz secara daring pun tetap berjalan. Ini menguatkan keyakinan mereka bahwa di kondisi normal pasca pandemi, pembelajaran pasti akan lebih efektif lagi. Apalagi, pikir mereka, SMPIT Salman Al Farisi berada dalam satu manajemen dengan SDIT-nya yang tentu dapat menjamin konsistensi kebijakan yang diterapkan.
Kasih Sayang Guru: Pilar Pembentukan Karakter
Bukan hanya kurikulum, Ibu Tien dan Bapak Suparjan sangat terkesan dengan guru-guru di SD yang membimbing anak-anak layaknya keluarga di rumah: penuh kasih sayang, lembut, dan perhatian yang lebih dari cukup. Model “among momong” ini menjadi pertimbangan utama mereka dalam memilih SMP, di samping harapan agar Yukio dapat melanjutkan hafalannya. Mereka yakin, sentuhan kasih sayang ini akan terus membentuk karakter Yukio.
Alhamdulillah, segala yang mereka bayangkan benar-benar terjadi di SMPIT Salman Al Farisi Boarding School! Yukio mendapat bimbingan dan didikan yang penuh kasih sayang, baik di sekolah maupun di asrama. Ibu Tien bercerita sambil menahan haru, bagaimana di lima hari pertama saat Yukio sakit dan beradaptasi, Ustadz Faizin dan para musyrif lain dengan penuh kasih sayang mendampingi, membimbing, dan menguatkan Yukio untuk meraih cita-cita mulianya: memberikan mahkota surga kepada ayah dan ibu kelak.
Buah Manis Prestasi Akademik, Tahfidz, dan Karakter
Didikan akademis di sekolah turut menghasilkan prestasi yang membanggakan. Yukio lulus dengan total Nilai Gabungan ASPD dan Nilai Rapor 312,9. Ini adalah kebanggaan besar bagi mereka. Lebih istimewa lagi, melalui program takhassus tahfidz di kelas 8, Yukio berhasil menyetorkan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Betapa bangganya Ibu Tien dan Bapak Suparjan telah menjadi bagian dari SMPIT Salman Al Farisi.
Mereka melihat perubahan signifikan pada diri Yukio. Sikapnya yang lembut kepada Ibu Tien, melindungi kakak perempuannya, serta hormat kepada ayah, kakek, paman, dan om, semuanya adalah hasil tempaan selama berada di asrama putra SMPIT Salman Al Farisi. Masya Allah, Yukio yang menurut orang tuanya dahulu cenderung manja dan bossy sebagai bungsu kini jauh lebih baik.
Kenangan Tak Terlupakan dari Kehidupan Asrama
Saat Yukio pulang, selalu ada cerita lucu tentang ibu dapur yang sigap memberikan lauk pengganti, tentang serunya kegiatan di asrama seperti bermain sepak bola dengan musyrif, ekstrakurikuler yang menyenangkan, serta pendampingan belajar intensif jelang asesmen dan ASPD. Pengalaman-pengalaman ini, kata Ibu Tien dan Bapak Suparjan, tidak akan pernah Yukio alami di luar asrama. Tak heran, Yukio bahkan sempat bergumam, “Seandainya di Salman ada SMA, aku pasti lanjut di Salman Al Farisi.”
Ibu Tien dan Bapak Suparjan tak henti bersyukur. Mereka merasa SMPIT Salman Al Farisi telah melaksanakan tugasnya dengan sempurna, membekali Yukio ilmu dunia dan akhirat, serta menghasilkan generasi Qur’ani yang sholih dan menginspirasi. Allahu Akbar! Capaian ASPD Yukio yang bahkan lebih unggul dari teman-teman SMP negeri, tentu juga berkat pendampingan profesional dari Lembaga Bimbingan Belajar Salman Al Farisi (LBB SAF) dan program unggulan tahfidz takhassus.
Doa dan Harapan untuk Salman Al Farisi
Mereka senantiasa berdoa agar hal-hal baik yang diceritakan Yukio akan semakin baik. Mereka berharap pendampingan ASPD semakin intensif, pendidikan karakter di asrama semakin menunjukkan akhlak terpuji, dan pantauan terhadap celah kenakalan kecil dapat lebih diperketat. Layanan kesehatan juga diharapkan terus ditingkatkan. Doa terbesar mereka adalah semoga SMAIT Salman Al Farisi segera terwujud, dan banyak orang tua berharap dapat mempercayakan pendidikan anaknya di sana.
Terakhir, Ibu Tien dan Bapak Suparjan mengucapkan terima kasih dan “jazakumullah khairan katsira” kepada Kepala Sekolah, ustadz/ustadzah, para musyrif, ibu dapur, dan tim teknis. Mereka berharap Allah mencatat semua dedikasi ini sebagai amal shalih yang berbalas surga.
(Diolah dari hasil penuturan Ibu Tien Amry Astuti & Bapak Suparjan, Orang tua Yukio Fayyadh Izazzaqi, alumnus SDIT Salman Al Farisi 1 2022, dan SMPIT Salman Al Farisi Boarding School 2025)

alhamdulillah terima kasih dan baarakallaaahu fiikum kepada ananda Yukio, dan ayah bundanya. Semoga terus bersemangat menjaga hafalannya, aamiin
Alhamdulillah, aamiin allahumma aamiin pak ^^
MasyaaAllah.. Barakallah Mas Yukio, Bu Tien dan Pak Suparjan..Semoga Mas Yukio dapat meraih cita citanya…dan slu Istiqomah dekat dg Qur’an…. Aamiin
Alhamdulillah, aamiin allahumma aamiin bu ^^
Masya Allah..
Tabarakallah..
Semoga Salman Al Farisi semakin berkembang, semakin besar, dan tetap konsisten mendidik dengan kasih sayang, untuk menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berakhlak mulia…
In shaa Allah..
Alhamdulillah, aamiin allahumma aamiin bu ^^
kami sangat bangga atas prestasi siswa-siswa SMPIT SAF, moga menjadi bekal berharga di masa yang akan datang