Website SAF jogja

Mengenal Pemotongan Hewan Sesuai Syariat: Parent Teaching Bersama Pak Wahyu

Yogyakarta, 16 September 2025 – Ruang kelas B Kurma di TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 tampak berbeda dari biasanya. Pada Selasa, 16 September 2025, suasana riang bercampur dengan rasa ingin tahu saat para siswa mengikuti agenda spesial Parent Teaching. Agenda ini bukan sekadar kegiatan belajar-mengajar biasa, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan dunia sekolah dengan realitas kehidupan, diisi langsung oleh wali murid.

Parent Teaching memiliki tujuan mulia: memperkenalkan berbagai profesi, menanamkan wawasan wirausaha, dan yang terpenting, mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Dalam edisi kali ini, giliran Pak Wahyu, ayah dari Ananda Andra, yang hadir sebagai pemateri. Beliau berbagi ilmu tentang cara pemotongan hewan yang halal sesuai syariat.

Belajar Halal dari Pengalaman Nyata

Pak Wahyu menceritakan pengalamannya saat memotong hewab. Anak-anak yang biasanya hanya melihat daging di pasar, kini mendapatkan wawasan langsung dari ahlinya. Pak Wahyu menjelaskan bagaimana proses pemotongan hewan yang layak, menekankan pentingnya adab dan tata cara Islami.

“Tidak boleh asal memotong,” jelas Pak Wahyu. “Kita harus membaca Bismillah terlebih dahulu, sebagai bentuk pengakuan bahwa semua rezeki ini datang dari Allah SWT.” Kata-kata beliau bukan hanya sekadar teori, tetapi pelajaran berharga tentang integritas, tanggung jawab, dan keimanan dalam setiap profesi.

Setelah sesi materi yang edukatif, anak-anak diajak berkreasi. Mereka mewarnai pola kepala sapi, lalu menghiasnya dengan tali pita warna-warni, menjadikannya ikat kepala yang lucu dan menggemaskan. Momen ini menjadi puncak keceriaan, di mana anak-anak bisa menyalurkan kreativitas sambil mengingat kembali pelajaran yang mereka terima.

Acara Parent Teaching ini berhasil menjadi wadah yang sempurna untuk menyatukan visi sekolah dan orang tua. Dengan kolaborasi erat ini, SDIT Salman Al Farisi yakin dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memahami bahwa setiap profesi adalah jalan untuk beribadah dan menebar kebaikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *