Website SAF jogja

Momen Emosional Akhirussanah SDIT SAF Mlati: Rekor Peringkat 1 TKAD hingga Kisah Setia Wali Murid

YOGYAKARTA – Suasana khidmat sekaligus penuh keharuan menyelimuti Ballroom UC Hotel UGM pada Sabtu, 13 Juni 2026. Di tempat ini, keluarga besar SDIT Salman Al Farisi Mlati berkumpul bersama seluruh guru dan wali murid kelas 6 untuk melaksanakan agenda Akhirussanah & Hubbul Quran.

Acara dibuka dengan sangat agung melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an surah Al-Mulk yang dibacakan secara serentak (tilawah bersama) oleh seluruh siswa kelas 6. Suasana teduh tersebut kemudian dicairkan oleh penampilan menggemaskan dari adik-adik kelas yang membawakan Gerak dan Lagu “Berani Bermimpi” (populer oleh Naura Ayu), sebagai pesan penyemangat bagi kakak-kakak kelas mereka yang bersiap melangkah ke jenjang SMP.

Kado Terindah: Raihan Peringkat 1 TKAD

Sesi sambutan menjadi momen yang membanggakan bagi seluruh civitas akademika. Setelah laporan dari Kepala Sekolah, Ibu Ratu Luky Artha, S.Pd., M.M., dan sambutan dari perwakilan Yayasan, Bapak Suprih Hidayat, S.Sos., MPA, panggung beralih kepada Koordinator Sekolah Kapanewon Mlati. Dalam sambutannya, Bapak Nur Suharyanto, S.Pd., M.Pd. menyampaikan kabar membanggakan bahwa SDIT Salman Al Farisi Mlati sukses meraih Peringkat 1 TKAD se-Kapanewon Mlati sekaligus menembus Peringkat 22 se-Kabupaten Sleman. Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan akademik dan ketekunan belajar siswa-siswi SAF.

Kisah Kesetiaan Prof. Herman: Melewati 5 Kepala Sekolah

Momen emosional mulai memuncak saat prosesi penyerahan kembali murid dari sekolah kepada orang tua. Sesi ini diwakili oleh Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., ayah dari ananda Yukiko Masayu Suherman. Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Prof. Herman menceritakan bahwa hari ini adalah momen “terakhir” beliau menyekolahkan anak di SDIT Salman Al Farisi. Wisuda ananda Yukiko menandai kelulusan anak bungsunya (anak keempat), di mana seluruh kakak-kakaknya juga menempuh pendidikan dasar di sekolah ini.

“Kami telah melewati masa pergantian lima kali kepala sekolah di Salman. Momen yang paling membekas bagi kami adalah pendampingan yang amat hangat dari para guru. Interaksinya jauh melampaui batas profesionalisme kerja, para guru di sini sudah seperti keluarga sendiri bagi anak-anak kami,” ungkap Prof. Herman.

Beliau juga menambahkan bahwa menu makan siang sekolah—yang beliau istilahkan sebagai MBS (Makanan Bergizi Salman)—selalu menjadi menu favorit anak-anak di rumah. Baginya, SDIT Salman Al Farisi adalah paket komplit, terutama pada kualitas program Tahsin dan Tahfizh-nya.

Unjuk Bakat: Pidato 4 Bahasa hingga Drama Musikal

Siswa kelas 6 juga membuktikan bahwa mereka dibekali kecakapan global berbasis kearifan lokal. Hal ini ditunjukkan lewat penampilan Pidato 4 Bahasa yang dibawakan secara beruntun dan lancar oleh:

  • Adifa Fathina Rahma (Bahasa Jawa)

  • Zhafran Mumtaz Athariz (Bahasa Inggris)

  • Nafi Sheena Naraya (Bahasa Arab)

  • Bagus Damar Ramadhan (Bahasa Indonesia)

Suasana kembali menguras air mata saat prosesi Salam Takzim kepada Orang Tua. Tangis haru pecah di seisi ballroom saat anak-anak bersimpuh memeluk ayah dan ibunya. Keharuan kian bertambah ketika layar menampilkan video “Salam dan Pesan Kawan Lama” berisi ucapan kelulusan dari teman-teman angkatan mereka yang sempat pindah sekolah, disusul video persembahan dari guru dan salam takzim siswa kepada para ustaz-ustazah.

Menjelang akhir acara, suasana kembali ceria berkat penampilan solo ananda Nadhira yang menyanyikan lagu “Ajaib” (oleh Gempi), yang dilanjutkan dengan penampilan puncak berupa Drama Musikal dari seluruh siswa kelas 6.

Agenda Akhirussanah ini ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Selamat jalan Kelas 6, jadilah generasi Qurani yang tangguh di mana pun kalian berada!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *