Website SAF jogja

Berita

ShineQu: Memupuk Cinta Al-Qur’an, Mengukir Percaya Diri Siswa Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2

Yogyakarta, 9 Agustus 2025 – Di tengah kesibukan akademik, SDIT Salman Al Farisi 2 menciptakan momen istimewa yang berfokus pada spiritualitas dan karakter. Melalui agenda ShineQu, seluruh siswa kelas 5 diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dalam suasana yang inspiratif dan edukatif. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 9 Agustus 2025 di lingkungan sekolah ini, menjadi wadah untuk memupuk cinta anak-anak terhadap kalamullah, sambil membangun rasa percaya diri mereka. Dari Tahsin Hingga Murojaah: Menguatkan Fondasi Diri ShineQu tidak hanya sekadar acara, melainkan sebuah perjalanan spiritual. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi para siswa. Agenda utama diawali dengan tahsin, di mana anak-anak dibimbing untuk memperbaiki makhraj dan tajwid mereka secara mendalam. Di sini, kesalahan tidak menjadi beban, melainkan jembatan menuju kesempurnaan bacaan. Para guru dengan sabar membimbing, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Sesi kemudian dilanjutkan dengan tilawah, di mana setiap siswa berkesempatan untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lantunan ayat-ayat suci yang mengalun memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang khidmat dan menenangkan. Momen ini bukan hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga menguatkan keberanian dan kepercayaan diri siswa di hadapan teman-teman.Selain itu, ada pula sesi murojaah. Para siswa memperdengarkan hafalan Al-Qur’an mereka agar hafalan yang sudah disetorkan tidak dilupakan begitu saja Belajar Sambil Bermain: Games Fun Qur’an Penuh Kegembiraan ShineQu membuktikan bahwa belajar Al-Qur’an bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Setelah sesi tahsin dan tilawah, keceriaan memuncak dengan adanya games Fun Qur’an. Permainan-permainan edukatif ini dirancang untuk menguji pemahaman siswa tentang Al-Qur’an dengan cara yang ringan dan penuh tawa. Setiap games tidak hanya mengasah daya ingat, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kerja sama dan sportivitas. Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, anak-anak tidak merasa terbebani. Mereka justru merasakan bahwa Al-Qur’an adalah teman sejati yang selalu bisa diajak bermain dan belajar. Agenda ShineQu berhasil menorehkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Anak-anak pulang dengan hati yang penuh cinta terhadap Al-Qur’an dan semangat yang membara untuk terus belajar. SDIT Salman Al Farisi 2 percaya, dengan fondasi spiritual yang kuat, siswa-siswi akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani yang bersinar di mana pun mereka berada.

ShineQu: Memupuk Cinta Al-Qur’an, Mengukir Percaya Diri Siswa Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 Read More »

Menyambut Tahun Terakhir dengan Semangat: Siswa Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 Ikuti AMT Penuh Makna

Yogyakarta, 9 Agustus 2025 – Di tengah semangat kemerdekaan yang masih membara, siswa kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 mengawali tahun ajaran terakhir mereka dengan cara yang istimewa. Selama dua hari, pada tanggal 9-10 Agustus 2025, seluruh siswa mengikuti Achievement Motivation Training (AMT) di lingkungan SMPIT Salman Al Farisi. Acara ini dirancang khusus untuk meningkatkan semangat dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan menjelang kelulusan, membekali mereka dengan mental juara yang sejalan dengan semangat khas sekolah Salman Al Farisi #QuraniBerprestasi. Penyemangat dari Kakak-Kakak SMP dan Motivasi Penuh Makna Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat tarian saman yang energik dan kompak dari kakak-kakak akhwat SMPIT Salman Al Farisi. Sambutan ini tidak hanya memecah keheningan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar jenjang. Sesi inti AMT diisi oleh Kak Aji Syafa, seorang trainer dan CEO Rumah Kreatif AJI yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam memotivasi. Melalui gaya penyampaian yang ceria dan dekat dengan dunia anak-anak, Kak Aji mengajak para siswa merenungkan kembali tujuan mereka belajar. Ia menanamkan pemahaman bahwa kesuksesan bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang growth mindset, ketahanan mental, dan keberanian menghadapi kegagalan. Sesi kemudian dilanjutkan dengan momen yang menyentuh, yaitu renungan dan doa bersama. Suasana khidmat menyelimuti ruangan, mengingatkan para siswa akan makna ikhtiar dan tawakal dalam setiap perjuangan. Ini menjadi penguat spiritual yang sangat penting bagi mereka. Dari Melingkar Hingga Susur Sungai: Belajar dalam Kebersamaan AMT kali ini tidak hanya berfokus pada teori. Berbagai aktivitas seru dirancang untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang disampaikan. Para siswa diajak dalam sesi melingkar di kelompok-kelompok kecil yang dipandu oleh kakak-kakak SMPIT Salman Al Farisi. Di sini, mereka berbagi cerita, harapan, dan kekhawatiran secara terbuka, membangun rasa saling percaya dan kekompakan. Untuk menumbuhkan semangat kerja sama, diadakan games kelompok dan games post-to-post yang penuh tantangan. Setiap permainan mengajarkan mereka tentang pentingnya strategi, komunikasi efektif, dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Puncak dari kegiatan ini adalah susur sungai. Aktivitas ini tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga mental para siswa. Bersama-sama, mereka harus melewati rintangan, saling membantu, dan belajar untuk berani menghadapi hal-hal di luar zona nyaman. Kegiatan AMT ini menjadi bekal berharga bagi siswa kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2. Dengan semangat yang kembali membara, mental yang lebih kuat, dan bonding yang semakin erat, mereka kini siap melangkah ke depan, menghadapi tantangan ujian kelulusan, dan menorehkan prestasi terbaik bagi diri sendiri, sekolah, dan orang tua.

Menyambut Tahun Terakhir dengan Semangat: Siswa Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 Ikuti AMT Penuh Makna Read More »

Sekolah Orang Tua Salman: Menguatkan Sinergi Sekolah dan Wali Murid Demi Pendidikan Holistik

Ngemplak, 16 Agustus 2025 – SDIT Salman Al Farisi 2 kembali menggelar agenda inspiratif yang menjadi salah satu pilar utama dalam membangun pendidikan berkualitas: Sekolah Orang Tua Salman (SOS). Pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025, SDIT Salman Al Farisi 2 dipenuhi antusiasme seluruh wali murid dari kelas 1 hingga 6. Agenda ini dihelat dengan tujuan mulia, yaitu menciptakan sinergi erat antara sekolah dan wali murid, agar keduanya memiliki frekuensi yang sama dalam mengawal proses belajar anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Membangun Komitmen Bersama dalam Sesi Klasikal Acara dimulai dengan sesi pematerian klasikal yang dibawakan oleh Ibu Muzna Nurhidayati, S.Pd. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan interaktif, Ibu Muzna mengajak para wali murid untuk merenungkan kembali peran vital mereka sebagai mitra sejati bagi sekolah. Beliau menekankan bahwa pendidikan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah semata. Dibutuhkan kerja sama, pemahaman, dan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak. Ibu Muzna menggarisbawahi pentingnya menyamakan persepsi, khususnya dalam hal nilai-nilai yang ditanamkan. Ketika sekolah dan orang tua bergerak dalam satu visi yang sama, anak-anak akan mendapatkan fondasi karakter yang kokoh. Ini adalah kunci untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kesadaran diri. Sesi ini berhasil membangkitkan kesadaran para wali murid bahwa peran mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan anak. Mendalami Peran dan Sinergi di Paguyuban Kelas Setelah sesi klasikal yang penuh makna, acara dilanjutkan dengan sesi paguyuban kelas. Para wali murid berkumpul di ruang kelas masing-masing, menciptakan suasana yang lebih intim dan personal. Di sinilah, setiap kelas memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara mendalam. Sesi paguyuban ini menjadi wadah efektif untuk berbagai agenda, di antaranya: Diskusi Komite Kelas: Wali murid bersama-sama merumuskan agenda dan program yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas. Perkembangan Anak: Wali kelas dan orang tua berdialog terbuka mengenai perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak-anak, mengidentifikasi kekuatan serta area yang perlu ditingkatkan. Sosialisasi Tata Tertib Sekolah: Wali kelas menyampaikan dan menjelaskan kembali tata tertib sekolah, memastikan orang tua memahami aturan yang berlaku dan dapat mendukung penerapannya di rumah. Agenda Sekolah Orang Tua Salman (SOS) ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi sebuah momen rekalibrasi dan penguatan komitmen. Melalui sinergi yang terjalin erat, SDIT Salman Al Farisi 2 optimis dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang suportif dan holistik, di mana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, berkat dukungan penuh dari sekolah dan rumah.

Sekolah Orang Tua Salman: Menguatkan Sinergi Sekolah dan Wali Murid Demi Pendidikan Holistik Read More »

Dari Samarinda Sampai Yogyakarta: Haikal dan Transformasi Diri di SMPIT Salman Al Farisi

“Mandiri, berani, tegas, dan disiplin,” demikian beliau menggambarkan putranya saat ini. Sebuah perubahan drastis dari sosok Haikal yang mereka kenal sebelumnya. Awal Perjalanan: Jejak Digital Menuju Pilihan Terbaik Pilihan untuk menyekolahkan Haikal di SMPIT Salman Al Farisi bermula dari penelusuran jejak digital. “Kami melihat unggahan di Instagram dan YouTube Yayasan Salman Al Farisi,” tutur orang tua Haikal. “Dari sana, kami merasa SMPIT Salman Al Farisi adalah lembaga yang tepat untuk mengajarkan nilai-nilai kepribadian Islami pada anak kami.” Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan mendalam, mengingat Haikal harus jauh dari keluarga di Samarinda. Namun, kekhawatiran itu perlahan sirna. Mereka merasakan perhatian para Musyrif dan Ustadz/ah tampak baik dan peduli, yang akhirnya membuat Haikal yang jauh dari keluarga tidak merasa sendiri. Haikal merasa seperti di rumah. Kehangatan dan perhatian tulus dari para pendidik menjadi penawar rindu akan keluarga. Komunikasi yang terjalin erat juga menjadi kunci ketenangan bagi orang tua Haikal. Komunikasi rutin para pendidik dengan orang tua juga komite terjalin secara intens meski lewat daring. Orang tua selalu mengetahui perkembangan Haikal, baik akademik maupun kepribadiannya, selama di sekolah dan asrama. Di samping itu, pola hidup dan belajar yang terstruktur di pondok, termasuk asupan makanan bergizi, turut berperan besar. “Semua itu menjadikan Haikal bertumbuh baik secara fisik dan kepribadian, serta memiliki nilai akademik yang memuaskan,” ungkap orang tuanya. Dari “Manja dan Cengeng” Menjadi “Berani Sendiri”: Transformasi yang Mengguncang Ekspektasi Bagi sebagian orang, perubahan kecil mungkin dianggap biasa. Namun, bagi keluarga Haikal, hal itu adalah sebuah “keajaiban”. “Mas Haikal saat awal keberangkatan ke Jogja adalah anak yang manja, cengeng, dan sulit bergaul,” kenang beliau. “Tapi, saat perpulangan pertamanya ke Samarinda, kami dibuat kaget.” Perubahan itu begitu fundamental. “Mas Haikal sudah bisa mencuci piring makannya sendiri, sholat tanpa disuruh, bangun awal pagi, dan lebih mudah menyampaikan pendapat atau pertanyaan,” cerita mereka dengan takjub. Detail-detail sederhana ini menunjukkan kemandirian yang berkembang pesat. Kejutan tak berhenti sampai di situ. “Di perpulangan berikutnya, kami tak henti-hentinya dibuat kaget,” kata orang tua Haikal, tersenyum lebar. “Mas Haikal dengan semangat dan percaya diri bilang kalau ia berani pulang naik pesawat sendiri, tanpa perlu dititipkan ke awak maskapai” Sebuah keberanian yang melampaui bayangan mereka. “Sejak saat itu, hingga kelas 9 ini, Mas Haikal berani sendiri pulang-pergi Samarinda-Yogyakarta. Ditambah lagi, akhir-akhir ini ia sudah bisa pesan dan jalan sendiri dengan aplikasi ojek online.” Hal-hal kecil yang sebelumnya mustahil, kini menjadi bagian dari keseharian Haikal. “Itu hal yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, sungguh melebihi ekspektasi kami.” Membentuk Pemimpin dan Kolaborator: Prestasi yang Tak Terukur “Karakter Mas Haikal itu sangat jauh berbeda sebelum dan sesudah sekolah di Salman,” ucap orang tuanya. Mereka terkesima bagaimana Haikal kini mampu beradaptasi dengan teman-teman yang sebagian besar berasal dari daerah lain, membangun pergaulan yang baik. Yang paling membuat mereka bangga adalah keterlibatan Haikal dalam berbagai kegiatan di sekolah. “Ia bisa bekerja sama dalam OSIS, bahkan terlibat sebagai Dewan Santri di pondok. Dan yang tak kalah penting, ia berani mengikuti berbagai lomba,” pungkas beliau. Bagi orang tua Haikal, ini adalah prestasi luar biasa yang tak terbayang sebelumnya, jauh melampaui sekadar nilai akademik. Ini adalah bukti nyata terbentuknya pribadi yang berani, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan. “Terima kasih tak terhingga kepada para Ustadz/ah Pengajar dan Pengelola SMPIT Salman Al Farisi,” ucap orang tua Haikal penuh haru. “Semoga apa yang telah dilakukan menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Dan semoga SMPIT Salman Al Farisi dapat semakin sukses dan berjaya. Tetap selalu memberikan yang terbaik untuk para santri.” Kisah Ahmad Haikal Giffari adalah inspirasi. Sebuah bukti bahwa pendidikan yang dilandasi nilai-nilai Islami, dengan perhatian tulus dari pendidik, mampu mengubah seorang anak menjadi pribadi mandiri, berani, dan berkarakter kuat, siap mengukir masa depan yang gemilang.  

Dari Samarinda Sampai Yogyakarta: Haikal dan Transformasi Diri di SMPIT Salman Al Farisi Read More »

Hangat dan Dekat dengan Siswa: Kisah Profesor UNY yang Percayakan Masa Depan 4 Anaknya di SDIT Salman Al Farisi

Kepercayaan adalah fondasi. Ia tumbuh dari jejak pengalaman dan rekam jejak baik yang dirasakan langsung. Begitulah kiranya yang dialami Prof. Dr. Antuni Wiyarsi, M.Sc., atau akrab disapa Bu Antuni, salah satu guru besar di Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sosok akademisi ini tanpa ragu mempercayakan pendidikan keempat buah hatinya sejak dini di Sekolah Salman Al Farisi Jogja. Bukan tanpa alas an, keempat putra-putri Bu Antuni: Rafi (angkatan 8), Fikri (angkatan 10), Syadza (angkatan 14), dan si bungsu Naura (angkatan 18), semuanya mengawali jejak pendidikan di Salman Al Farisi. Mulai dari TKIT Salman Al Farisi 2 Klebengan, bahkan si bungsu Naura sudah bergabung sejak Kelompok Bermain di KBIT Salman Al Farisi 3. Kebersamaan ini berlanjut hingga jenjang Sekolah Dasar di SDIT Salman Al Farisi 1 Pogungrejo. Sebuah keputusan konsisten yang menandakan keyakinan yang mendalam akan kualitas pendidikan sekolah Salman Al Farisi. Mengapa Salman Al Farisi Menjadi Pilihan? Sebagai seorang pendidik, Bu Antuni sangat memahami bahwa pendidikan adalah trilogi yang tak terpisahkan: keluarga, masyarakat, dan sekolah. Mengandalkan salah satunya saja tak cukup. Anak membutuhkan dukungan penuh dari semua lini untuk mencapai potensi terbaiknya. Lebih dari sekadar pelajaran umum, Bu Antuni berpegang teguh pada prinsip bahwa anak-anaknya wajib memahami dan mencintai agamanya. Oleh karena itu, sekolah Islam Terpadu (IT) adalah jawaban mutlak baginya sebagai jawaban keseimbangan pelajaran umum dan agama. Sebelum menjatuhkan pilihan, Bu Antuni sebenarnya telah melakukan survei ke berbagai sekolah IT di Jogja. Namun, dari beberapa sekolah yang tersurvei, Salman Al Farisi berhasil memikat hati beliau. Apa rahasianya? “Guru-gurunya friendly dan dekat dengan siswa,” ungkap beliau. Sebuah poin krusial yang beliau temukan. Selain itu, Salman Al Farisi tidak menganut paham “kognitif segalanya”, suatu pendekatan yang sangat sejalan dengan prinsip Bu Antuni sebagai seorang akademisi. Bagi beliau, pendidikan dasar terbaik adalah yang mampu menciptakan kenyamanan dan sungguh-sungguh memerhatikan tumbuh kembang siswanya, baik secara akademik maupun karakter. Harmoni Antara Kualitas dan Karakter Meskipun SDIT Salman Al Farisi 1 tidak mengedepankan kompetisi kognitif semata, bukan berarti kualitas akademiknya lantas rendah. Justru sebaliknya, sekolah ini mampu bersaing di jajaran atas SD-SD di tingkat kecamatan dan kabupaten. Tak hanya itu, program ekstrakurikulernya yang beragam mampu memfasilitasi minat si bungsu Naura secara khusus di bidang kreatif, yang salah satunya adalah menggambar. Lebih dari itu, progres hafalan Al-Qur’an anak-anak beliau juga terus membaik. Naura, si bungsu yang baru saja lulus, telah berhasil menghafal 3 juz Al-Qur’an, serta dinyatakan lulus Tahsin dan Imtihan Metode Qiroati. Sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan agama yang terintegrasi di Salman Al Farisi. Kepuasan dan Harapan untuk Masa Depan Secara keseluruhan, Bu Antuni menyatakan puas dengan sistem pendidikan di Salman Al Farisi. “Kekeluargaannya bagus, dari tahun ke tahun program-program dan target semakin berkembang”. Harapan besar pun beliau gantungkan. Semoga Salman Al Farisi terus tumbuh dan berkembang, agar senantiasa dapat bermanfaat luas bagi generasi penerus, serta menciptakan iklim sekolah yang tidak hanya nyaman, tetapi juga kompetitif. Kisah Bu Antuni adalah cerminan kepercayaan seorang ibu dan akademisi yang memilih bukan hanya berdasarkan nama besar, melainkan kedekatan, nilai, dan rekam jejak nyata dalam membentuk karakter anak.  

Hangat dan Dekat dengan Siswa: Kisah Profesor UNY yang Percayakan Masa Depan 4 Anaknya di SDIT Salman Al Farisi Read More »

Dari “Catatan” Tahsin Menuju 30 Juz: Tumbuhnya Abie di Bawah Naungan Al-Qur’an

Bayangkan, seorang anak yang awalnya harus berjuang keras dengan bacaan Al-Qur’an, kini berhasil menghafal 30 juz dan memilih jalur pendidikan yang berbeda demi menjaga hafalannya. Ini bukan kisah fiksi, melainkan perjalanan luar biasa Muhammad Abivansyah G. S, atau yang akrab disapa Abie, alumni Angkatan VIII SMPIT Salman Al Farisi yang baru saja diwisuda Juni lalu. Kisahnya adalah bukti nyata bagaimana lingkungan yang tepat bisa mengubah tantangan menjadi kekuatan. Awal Perjuangan: Menaklukkan Madrasah dan Diri Sendiri Jejak Abie di SMPIT Salman Al Farisi tidak dimulai dengan mulus. Meskipun lolos seleksi, ada satu “catatan merah” yang harus ia hadapi: perbaikan bacaan Al-Qur’an. Ini bukan hambatan kecil bagi seorang calon penghafal Al-Qur’an. Enam bulan sebelum resmi masuk SMPIT, Abie diikutkan les Tahsin intensif oleh kedua orang tuanya, ini menunjukkan sebuah langkah awal yang mengisyaratkan kesungguhan. Namun, adaptasi di dunia pondok ternyata juga menantang. Tiga bulan pertama adalah masa-masa penuh air mata. Abie, yang belum terbiasa dengan rutinitas padat di boarding, sering mengeluh. Bangun sebelum azan Subuh, menghafal Al-Qur’an setiap hari, dan menempuh perjalanan ke sekolah dengan sepeda karena lokasi asrama dan sekolah yang terpisah—semua itu terasa begitu asing dan berat. “Dia dulu sering mengeluh dan menangis,” kenang orang tuanya. Namun, di tengah keluhan itu, ada seuntai harapan. Berkat kesabaran dan bimbingan musyrif (pembimbing asrama), serta dukungan hangat dari teman-teman sepondok, Abie perlahan tapi pasti mulai menemukan ritmenya. Ia belajar untuk bangkit dari setiap tangisan, menemukan kenyamanan dalam rutinitas yang dulu terasa membebani. Titik Balik dan Keajaiban Hafalan 30 Juz Perubahan besar mulai terlihat jelas di kelas 8. Seolah melupakan masa-masa sulitnya, Abie kini tampak siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Alhamdulillah, ia berhasil lolos program takhasus—sebuah program khusus untuk percepatan hafalan Al-Qur’an di SMPIT Salman Al Farisi. Keajaiban pun terjadi: hanya dalam waktu enam bulan, Abie yang dulu terbata-bata tahsinnya, berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an! Transformasi ini tidak hanya memengaruhi hafalannya. Kebiasaan dan hobinya pun bergeser drastis. Dari yang semula gemar bermain game, kini Abie justru keranjingan membaca buku dan berolahraga. Setiap kali pulang ke rumah, permintaan utamanya adalah buku baru, sebuah cerminan dahaga ilmu yang kini menyala dalam dirinya. Selain itu, karakter Abie pun turut berkembang. Ia menjadi lebih rajin shalat tepat waktu dan tak pernah ketinggalan berjamaah di masjid. Puncaknya, saat kelas 9, Abie bahkan berinisiatif sendiri meminta les tambahan untuk mata pelajaran yang ia rasa kurang, menunjukkan semangat belajar dan inisiatif tinggi yang luar biasa. Hasilnya? Saat Ujian ASPD, Abie berhasil meraih nilai sempurna untuk literasi numerik, menjadikannya meraih predikat nilai tertinggi literasi numerik di sekolahnya—sebuah bukti bahwa kedekatannya dengan Al-Qur’an tak menghalangi prestasinya di bidang akademik umum. Komitmen Seumur Hidup: Memilih Jalan Al-Qur’an Kini, setelah lulus dari SMPIT Salman Al Farisi, Abie telah mengukir langkah besar selanjutnya. Ia diterima di MAN 1 Yogyakarta melalui Jalur Penerimaan Tahfidz Terpadu (JPTT) dari Kemenag. Yang lebih mengejutkan, meskipun nilai ASPD-nya sangat berpeluang besar untuk diterima di SMAN favorit, Abie dengan mantap menolak tawaran mendaftar SMA Negeri dari orang tuanya. Alasannya sederhana namun mendalam: Abie ingin menjaga keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu agama. Di MAN, ia tahu ada program khusus untuk meningkatkan dan menjaga hafalan Al-Qur’an-nya. Keputusan ini menunjukkan komitmen dan kesungguhan Abie terhadap Al-Qur’an, bukan hanya sekadar menyelesaikan hafalan, melainkan tugas seumur hidup untuk menjaganya. Pembuktian Pendidikan Holistik SMPIT Salman Al-Farisi Bagi orang tua Abie, kisah ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan holistik di SMPIT Salman Al-Farisi berhasil membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami dan cinta Al-Qur’an. “Terima kasih, SMPIT Salman Al-Farisi, atas bimbingan dan dukungan tak ternilai yang telah diberikan kepada anak kami,” ujar Ibu SH. Septiyani Hs, M.Kep dan Bapak Deden Iwan Setiawan, M.Kep, orang tua Abie. “Kami sangat merekomendasikan sekolah ini bagi orang tua yang ingin melihat putra-putrinya tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.” Kisah Abie adalah inspirasi, sebuah pengingat bahwa dengan dukungan yang tepat dan komitmen pribadi, perjalanan dari terbata-bata hingga khatam 30 juz Al-Qur’an—dan menjaganya—bukanlah sekadar impian, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan.    

Dari “Catatan” Tahsin Menuju 30 Juz: Tumbuhnya Abie di Bawah Naungan Al-Qur’an Read More »

Mengukuhkan Pilar Dakwah: Pembinaan Bidang Operasional dan LAZ Pundi Surga Yayasan Salman Al Farisi untuk Misi Berkelanjutan

Depok, 10 Juli 2025 – Yayasan Salman Al Farisi kembali menggelar agenda pembinaan internal yang krusial, kali ini khusus menyasar seluruh karyawan bidang operasional dan LAZ Pundi Surga sebagai bagian dari kantor pusat. Berlangsung khidmat di Ruang Rapat Salman Al Farisi pada Kamis, 10 Juli 2025, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah momen strategis yang bertujuan untuk menguatkan kembali niat, tekad, dan komitmen para pengurus kantor pusat. Merekalah tulang punggung operasional dan logistik, tonggak utama dalam memastikan keberlangsungan seluruh sektor pendidikan dan sosial di lembaga Salman Al Farisi terus berjalan efektif dan efisien. Di tangan merekalah denyut nadi Yayasan berdetak, memastikan visi dakwah Yayasan terus bergerak maju dan memberikan manfaat luas bagi umat. Mengingat Kembali Akar dan Visi Dakwah: Jejak Perjuangan Salman Al Farisi Pembinaan ini diawali dengan sesi inspiratif dari Bapak Suprih Hidayat, S.Sos., MPA, yang juga menjabat sebagai Direktur Bidang Pendidikan Salman Al Farisi sekaligus salah satu perintis Yayasan. Beliau membawakan materi yang sangat esensial tentang istimroriyatud dakwah (kesinambungan dakwah). Konsep ini dijelaskan sebagai sebuah perjuangan tanpa henti yang diwujudkan melalui penguatan keimanan individu dan kaderisasi organisasi yang sistematis. Bapak Suprih mengajak seluruh peserta untuk melakukan kilas balik emosional, mengingat kembali perjalanan Salman Al Farisi yang dimulai dari titik nol, penuh tantangan, hingga kini berhasil bertumbuh dan berkembang menjadi Yayasan yang cukup besar. Ia menekankan tiga pilar utama yang harus senantiasa dikuatkan oleh setiap elemen Yayasan: niat dan azzam (tekad) yang kokoh tak tergoyahkan, penguatan tim (SDM) yang solid dan kompeten, serta profesionalisme yang tak berkompromi dalam setiap langkah dan keputusan. Pesannya jelas, bahwa perjalanan panjang ini adalah bukti kekuatan dari komitmen kolektif yang tak pernah padam. Berkah dari Allah dan Ladang Amal Perjuangan yang Tak Terbatas Sesi berikutnya disampaikan oleh Ibu Muzna Hidayati, S.Pd., Kepala Mitra Kreasi yang turut memiliki peran vital dalam pengelolaan serta perintisan beberapa sektor Badan Usaha Milik Salman Al Farisi (BUMS). Beliau mengupas tuntas tentang bagaimana misi mulia Yayasan mampu membakar semangat juang setiap individu yang bernaung di dalamnya. Ibu Muzna secara kuat menanamkan mindset penting kepada seluruh peserta: “Kita adalah karyawan Allah, sehingga gaji dan keberkahan itu murni datangnya dari Allah.” Pemahaman mendalam ini mengubah perspektif kerja dari sekadar mencari nafkah menjadi sebuah bentuk ibadah dan pengabdian, di mana setiap usaha, sekecil apa pun, adalah bagian dari dakwah yang akan dibalas dengan rezeki serta keberkahan dari-Nya dengan cara yang tak terduga. Suasana haru dan inspiratif semakin terasa saat Ibu Widya Kusumarwati, A.Md., yang kini diamanahkan sebagai Kepala LAZ Pundi Surga, berbagi refleksi mendalam tentang perjalanan Salman Al Farisi, khususnya di masa-masa perintisan. Beliau menceritakan kisahnya yang penuh liku, bagaimana dari seorang guru TK, kemudian berpindah-pindah di beberapa divisi dan lembaga, hingga akhirnya mengemban amanah di posisinya saat ini. Ibu Widya mengenang masa-masa awal dengan kejujuran, saat gaji beliau baru hanya lima belas ribu rupiah, namun dengan keistiqomahan yang teguh, Allah mencukupkan kebutuhannya dengan cara yang tidak disangka-sangka dan penuh keajaiban. Beliau menekankan secara kuat pentingnya keistiqomahan dan resiliensi (ketahanan) dalam menghadapi setiap rintangan dalam berjuang dan bergerak. “Salman Al Farisi adalah ladang amal kita,” ujarnya, mengukuhkan keyakinan bahwa setiap tetes keringat yang dicurahkan di Yayasan ini adalah investasi abadi untuk akhirat. Reputasi, Citra, dan Relasi: Bersinergi Membangun Kemajuan Kolektif Pembinaan ini ditutup dengan sesi penuh wawasan dari Bapak Sunardi, S.T. sebagai Direktur Operasional yang membahas tentang tiga pilar krusial: “Reputasi, Citra, dan Relasi”. Bapak Sunardi menyampaikan sebuah filosofi penting yang menjadi pedoman dalam budaya kerja Salman Al Farisi: “Tidak ada orang yang lebih besar dari lembaga. Tidak ada lembaga yang lebih besar dari Salman Al Farisi.” Pesan ini bukan berarti mengecilkan peran individu, melainkan menekankan bahwa keberhasilan dan kemajuan lembaga adalah buah dari kerja kolektif dan sinergi, bukan karena usaha perseorangan. Beliau menegaskan bahwa tidak ada lembaga tertentu yang menjadi “anak emas” di bawah naungan Yayasan; semua lembaga, mulai dari pendidikan hingga sosial dan bisnis, memiliki posisi yang sama pentingnya dan sama-sama memiliki potensi besar untuk bertumbuh dan berkembang bersama. Lebih lanjut, Bapak Sunardi juga menekankan pentingnya pertumbuhan dan progres berkelanjutan, meskipun hanya ‘kecil-kecil’ dan bertahap. Ia memotivasi seluruh peserta untuk senantiasa bersemangat mengejar perubahan baik, meski hanya 1% setiap harinya. Pesan ini adalah dorongan kuat untuk selalu berbenah diri, meningkatkan kualitas layanan, dan berinovasi secara berkelanjutan, memastikan Yayasan Salman Al Farisi selalu relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pembinaan ini tidak hanya sekadar pertemuan tahunan, tetapi sebuah momen rekalibrasi dan pengisian kembali energi spiritual bagi seluruh elemen kunci di kantor pusat dan LAZ Pundi Surga. Dengan semangat, niat, dan komitmen yang kembali diperkuat, mereka siap menjadi tulang punggung yang kokoh, memastikan visi dan misi Yayasan Salman Al Farisi terus menyinari, memberikan keberkahan, dan menebar manfaat luas bagi umat, kini dan di masa mendatang.

Mengukuhkan Pilar Dakwah: Pembinaan Bidang Operasional dan LAZ Pundi Surga Yayasan Salman Al Farisi untuk Misi Berkelanjutan Read More »

Membentuk Wali Kelas Inspiratif dan Profesional: Upgrading Salman Al Farisi Hadirkan Solusi Komprehensif untuk Pendidikan Berkualitas

Yogyakarta, 9 Juli 2025 – Dalam upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang optimal dan membentuk karakter peserta didik yang unggul, Yayasan Salman Al Farisi Jogja kembali menunjukkan komitmennya melalui agenda Upgrading Wali Kelas Sekolah Salman Al Farisi. Pada hari Rabu yang cerah, 9 Juli 2025, suasana Ruang Shinta Hotel Cakra Kembang dipenuhi energi dan antusiasme saat seluruh wali kelas dari jenjang TK hingga SMP Salman Al Farisi Jogja berkumpul. Kegiatan ini lebih dari sekadar pelatihan rutin, melainkan sebuah investasi penting untuk membekali para wali kelas agar mampu bersinergi lebih efektif dengan tim pengajar, wali murid, dan peserta didik. Tujuannya mulia: terciptanya proses pembelajaran yang tidak hanya tertib dan efektif, tetapi juga bermakna dan menginspirasi setiap siswa. Menggali Inspirasi dari Pengalaman Nyata: Peran Wali Kelas sebagai Nahkoda Kelas Sesi upgrading dibuka dengan pemaparan yang sangat inspiratif dari Ibu Mulatiningsih, M.Pd. Beliau membawakan materi “Menjadi Guru Inspiratif”, sebuah sesi yang sarat dengan kebijaksanaan dan pengalaman praktis. Melalui gaya penyampaian yang lugas dan mengena, Ibu Mulatiningsih tidak hanya berbagi teori, tetapi juga berbagai pengalaman berharga dalam mengelola dinamika yang kompleks antara wali murid, peserta didik, dan kolaborasi dengan tim teaching. Peserta diajak untuk merefleksikan peran krusial seorang wali kelas: bukan hanya sebagai pengajar materi pelajaran, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran, mediator konflik, dan motivator utama bagi siswa maupun orang tua. Kisah-kisah nyata yang dibagikan dari perjalanan kariernya berhasil menciptakan resonansi kuat di antara para peserta, membuat sesi ini terasa sangat relevan dan membangkitkan semangat baru dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ini adalah fondasi penting yang menumbuhkan kesadaran akan dampak besar seorang wali kelas. Membangun Sinergi Kuat: Kunci Wali Kelas Profesional dan Kompeten Bersama Pak Erik Sesi kedua dibersamai oleh Bapak Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.M., seorang trainer dan motivator nasional yang telah dikenal luas yang mengisi materi “Menjadi Wali Kelas Profesional dan Kompeten”. Pak Erik membimbing para wali kelas untuk memahami secara mendalam bagaimana membangun sinergi yang efektif di berbagai lini penting: Sinergi dengan Orang Tua/Wali Murid: Pak Erik menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang proaktif dan empatik. Wali kelas diajarkan strategi untuk membangun kepercayaan, transparan dalam informasi, dan menciptakan kemitraan yang solid dengan orang tua. Tujuannya adalah agar orang tua merasa dilibatkan penuh dan bersama-sama mendukung perkembangan peserta didik secara holistik, baik di sekolah maupun di rumah. Sinergi dengan Peserta Didik: Sesi ini menggali berbagai strategi untuk memahami karakter unik setiap siswa, menggali potensi tersembunyi mereka, dan membangun hubungan yang positif. Wali kelas dibekali cara-cara efektif untuk memotivasi siswa, mengatasi tantangan belajar mereka, dan menciptakan lingkungan kelas yang suportif, inklusif, serta merangsang kreativitas. Sinergi dengan Tim Teaching: Kolaborasi internal adalah kunci keberhasilan. Pak Erik menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang solid, berbagi informasi secara teratur, dan bekerja sama sebagai satu tim utuh. Ini memastikan konsistensi dalam proses pembelajaran, pembimbingan siswa, serta penanganan masalah akademik maupun non-akademik. Sinergi tim teaching adalah jaminan bagi pengalaman belajar yang mulus dan terintegrasi bagi siswa. Dari Teori ke Praktik: Studi Kasus, Simulasi, dan Berbagi Solusi Inovatif Agenda ini semakin seru dan interaktif dengan adanya sesi Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi inti dari pembelajaran praktis. Seluruh peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk membahas berbagai studi kasus permasalahan umum yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Mereka diajak untuk tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga melakukan analisis mendalam terhadap akar masalah tersebut. Secara kolaboratif, setiap kelompok kemudian merumuskan alternatif solusi penyelesaian yang inovatif dan relevan. Setelah sesi FGD yang intens, suasana makin hidup dengan kegiatan antar-kelompok saling mengunjungi. Setiap kelompok berkeliling untuk berbagi mengenai permasalahan yang sudah mereka diskusikan dan solusi yang ditemukan. Momen ini menjadi ajang yang sangat berharga untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide segar, menciptakan jaringan dukungan yang kuat serta komunitas pembelajar yang dinamis antar wali kelas. Pengalaman praktis ini memperkaya perspektif dan membekali mereka dengan tool-set yang lebih lengkap. Upgrading Wali Kelas ini menjadi langkah nyata dan strategis bagi Yayasan Salman Al Farisi dalam memberdayakan garda terdepan pendidikan. Melalui bekal ilmu, strategi, dan pengalaman yang diperkaya, serta semangat kebersamaan yang terjalin erat, para wali kelas kini semakin siap untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertib, bermakna, dan efektif. Mereka adalah kunci dalam membentuk generasi Salman Al Farisi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Membentuk Wali Kelas Inspiratif dan Profesional: Upgrading Salman Al Farisi Hadirkan Solusi Komprehensif untuk Pendidikan Berkualitas Read More »

GEMATI: Membekali Guru dan Karyawan Baru Yayasan Salman Al Farisi dengan Semangat dan Budaya Unggul

Depok, 4 Juli 2025 – Yayasan Salman Al Farisi Jogja kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia berkualitas melalui agenda GEMATI. Pada hari Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di SDIT Salman Al Farisi 2, sebanyak 23 guru dan karyawan baru Yayasan Salman Al Farisi berkumpul dalam sebuah acara upgrading yang khidmat dan penuh inspirasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali para insan baru Yayasan untuk bekerja secara optimal, selaras dengan nilai dan budaya luhur Yayasan Salman Al Farisi. Acara GEMATI dirancang secara komprehensif, menghadirkan empat pemateri ahli yang membawakan materi-materi krusial untuk fondasi kerja yang solid. Suasana antusiasme dan semangat baru terasa kental di antara para peserta, menandakan kesiapan mereka untuk berkontribusi secara maksimal. Fondasi Kerja Ikhlas dan Cerdas: Memahami Visi dan Sejarah Yayasan Sesi pertama dibuka dengan pemaparan mendalam oleh Bapak Prof. Ir. Moh. Khairudin, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN., Eng. selaku Ketua Yayasan Salman Al Farisi Jogja. Beliau membawakan materi “Kerja Ikhlas dan Cerdas”, sebuah filosofi yang menjadi pilar penting dalam setiap aktivitas di Yayasan Salman Al Farisi. Prof. Khairudin menekankan bahwa dedikasi dan kecerdasan dalam bekerja harus selalu dilandasi oleh keikhlasan, demi mencapai hasil yang optimal dan keberkahan. Selanjutnya, para peserta diajak menyelami jantung Yayasan Salman Al Farisi melalui materi “Visi dan Misi Yayasan Salman Al Farisi” yang disampaikan oleh Bapak Suprih Hidayat, S.Sos., MPA., selaku Direktur Unit Pendidikan Yayasan Salman Al Farisi. Pemaparan ini memastikan setiap guru dan karyawan baru memahami arah dan tujuan besar Yayasan, sehingga setiap langkah yang diambil selaras dengan cita-cita mulia yang diemban. Perjalanan panjang dan berliku Yayasan Salman Al Farisi kemudian dikisahkan dengan apik oleh Ibu Muzna Nurhayati, S.Pd. dalam sesi “Sejarah dan Perjalanan Yayasan Salman Al Farisi” selaku Kepala Unit Mitra Kreasi Yayasan Salman Al Farisi. Melalui cerita-cerita inspiratif, para peserta diajak untuk mengenal akar dan fondasi kuat yang telah dibangun, menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Salman Al Farisi. Membangun Budaya Unggul: SDM dan Budaya Salman Al Farisi Puncak pembekalan ditutup dengan materi “SDM dan Budaya Salman Al Farisi” yang disampaikan oleh Ibu Yohana Nur Latifah, S.Pd.AUD, M.M., selaku Kepala Bidang SDM Yayasan Salman Al Farisi. Sesi ini menjadi sangat krusial karena membahas secara spesifik bagaimana tata tertib, sistem penggajian, dan jenjang karir di yayasan dan lembaga. Ibu Yohana juga menguraikan nilai-nilai inti, etos kerja, serta ekspektasi terhadap setiap guru dan karyawan, memastikan terciptanya lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan menjunjung tinggi profesionalisme. Seluruh rangkaian acara GEMATI berlangsung khidmat, dengan sesi tanya jawab yang interaktif dan diskusi yang membangun. Para guru dan karyawan baru tampak antusias menyerap setiap ilmu dan pengalaman yang dibagikan, menunjukkan kesiapan mereka untuk beradaptasi dan berkembang bersama Yayasan. Dengan bekal yang telah didapatkan dari agenda GEMATI ini, Yayasan Salman Al Farisi optimis bahwa guru dan karyawan baru akan mampu berkontribusi secara optimal, membawa semangat baru, serta terus menjaga dan mengembangkan budaya unggul yang telah menjadi ciri khas Yayasan. Ini adalah langkah nyata Yayasan dalam memastikan kualitas pendidikan dan pelayanan yang prima bagi seluruh civitas akademika.

GEMATI: Membekali Guru dan Karyawan Baru Yayasan Salman Al Farisi dengan Semangat dan Budaya Unggul Read More »

Pimpin dengan Hati dan Strategi: Pimpinan Salman Al Farisi Asah Kemampuan di Upgrading Tahunan

Yogyakarta, 7 Juli 2025 – Selaras dengan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme, Yayasan Salman Al Farisi Jogja menyelenggarakan agenda Upgrading Pimpinan Yayasan Salman Al Farisi pada Senin, 7 Juli 2025. Bertempat di Ruang Shinta Hotel Cakra Kembang, seluruh jajaran pimpinan Yayasan Salman Al Farisi dari unit pendidikan dan BUMS (Badan Usaha Milik Salman) jhadir dengan antusiasme tinggi, siap menyerap ilmu dan strategi baru yang akan diterapkan di lembaga/unit masing-masing. Agenda upgrading ini dirancang khusus untuk membekali para pimpinan agar terus bersinergi, menciptakan iklim kerja yang profesional dan harmonis. Tujuannya jelas: mendorong inovasi, efektivitas komunikasi, dan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik di seluruh lini Yayasan. Komunikasi Efektif, Manajemen SDM, dan Manajemen Rapat Produktif Sesi upgrading kali ini dipandu langsung oleh sosok inspiratif, Bapak Erik Hadi Saputra, S.Kom., M.M., seorang trainer dan motivator nasional yang telah dikenal luas. Dengan gaya penyampaiannya yang dinamis dan interaktif, Bapak Erik berhasil membangkitkan semangat para peserta. Materi yang dibahas meliputi tiga pilar penting dalam kepemimpinan modern: Komunikasi Efektif: Pimpinan diajak untuk menguasai seni menyampaikan pesan dengan jelas, mendengarkan secara aktif, dan membangun hubungan yang kuat antar tim. Ini penting untuk meminimalisir miskomunikasi dan memperlancar alur kerja. Manajemen SDM: Para pimpinan dibekali strategi pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari pengembangan potensi karyawan, motivasi, hingga penyelesaian konflik secara konstruktif. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan produktif. Manajemen Meeting (Rapat) yang Efektif: Sesi ini berfokus pada bagaimana merancang dan memimpin rapat yang efisien, menghasilkan keputusan konkret, dan tidak membuang waktu. Rapat yang baik adalah investasi, bukan pemborosan. FGD, Simulasi, dan Komitmen Layanan Unggulan Pribadi Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi upgrading. Selain pemaparan materi, kegiatan diperkaya dengan Focus Group Discussion (FGD) yang memungkinkan para pimpinan berbagi pengalaman dan tantangan. Tak hanya itu, simulasi rapat juga menjadi bagian integral, memberikan kesempatan bagi peserta untuk langsung mempraktikkan teori yang didapatkan. Selain itu, peserta juga diarahkan untuk membuat rancangan “komitmen layanan unggulan” pribadi selama satu bulan ke depan sesuai dengan peran dan tanggung jawab mereka di lembaga masing-masing. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen individu untuk memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi pada kemajuan Yayasan. Agenda Upgrading Pimpinan Yayasan ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi Yayasan Salman Al Farisi. Dengan bekal ilmu dan semangat yang baru, para pimpinan diharapkan mampu membawa unit dan lembaga mereka menuju kinerja yang lebih tinggi, menciptakan lingkungan kerja yang profesional, harmonis, dan berdampak positif bagi seluruh civitas Yayasan.

Pimpin dengan Hati dan Strategi: Pimpinan Salman Al Farisi Asah Kemampuan di Upgrading Tahunan Read More »