Guru Bahagia, Murid Berjaya: Pembinaan Wali Kelas SD Salman Al Farisi Kupas Tuntas Teacher Well-Being dan Disiplin Positif
Sleman, 30 Desember 2025 – Menutup kalender tahun 2025 dengan semangat bertumbuh, seluruh wali kelas SD Salman Al Farisi berkumpul di SDIT Salman Al Farisi 2 untuk mengikuti agenda Pembinaan Guru Kelas. Acara yang berlangsung seru dan sarat akan ilmu ini menghadirkan pakar psikologi, Ibu Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, seorang dosen fakultas psikologi UGM dan praktisi pandidikan sebagai narasumber utama. Pembinaan ini menjadi sangat krusial karena wali kelas adalah “jantung” dari dinamika kelas. Di tangan mereka, karakter siswa dibentuk dan potensi unik setiap anak dikembangkan dalam keseharian di sekolah. Teacher Well-Being: Gelas yang Kosong Tak Bisa Menuang Sesi pertama dibuka dengan pembahasan yang sangat menyentuh sisi kemanusiaan seorang pendidik, yaitu Teacher Well-Being. Ibu Diana menekankan bahwa sebelum guru mampu membahagiakan muridnya, ia harus terlebih dahulu memiliki kesejahteraan mental yang baik. “Gelas yang kosong tidak bisa menuang air ke gelas yang lain,” analogi yang sangat pas untuk menggambarkan bahwa guru perlu menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan dirinya sendiri agar dapat menularkan energi positif kepada siswa. Materi ini mengajak para wali kelas untuk melakukan refleksi diri dan manajemen stres, guna menjaga passion dalam mengajar agar tetap menyala. Disiplin Positif: Mendisiplinkan Tanpa Menyakiti Memasuki sesi kedua, fokus beralih pada pengelolaan perilaku siswa melalui Disiplin Positif. Ibu Diana memaparkan bahwa disiplin bukanlah tentang hukuman atau rasa takut, melainkan tentang membangun kesadaran diri dan tanggung jawab pada siswa. Para wali kelas belajar bagaimana menetapkan batasan dengan cara yang santun namun tegas (firm and kind). Pendekatan ini selaras dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang dan pendidikan karakter, sehingga siswa belajar menaati aturan bukan karena takut dihukum, melainkan karena memahami nilai kebenaran di baliknya. Interaksi Penuh Makna: Menemukan ‘Intan’ dalam Diri Murid Sesi terakhir menjadi puncak pembinaan dengan tema Interaksi Penuh Makna. Ibu Diana membekali para guru dengan teknik untuk mengenali dan membangun potensi murid secara mendalam. Seorang wali kelas diharapkan tidak hanya melihat nilai akademis, tetapi mampu melihat “potensi unik” yang Allah titipkan pada setiap anak. Dengan interaksi yang berkualitas dan penuh empati, guru dapat membangun kedekatan emosional yang membuat murid merasa dihargai dan didukung. Inilah kunci utama untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menggapai prestasi terbaiknya. Menyongsong Tahun Baru dengan Semangat Baru Suasana penuh diskusi dan canda tawa mewarnai setiap sesi, membuktikan bahwa belajar ilmu psikologi pendidikan bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi para guru. Pembinaan ini diakhiri dengan harapan besar agar di tahun-tahun mendatang, para wali kelas SD Salman Al Farisi semakin siap menjadi Murabbi yang tangguh, bahagia, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lahirnya generasi Qurani Berprestasi.









