Website SAF jogja

Admin Situs

Bregada hingga Gunungan: Cara Unik Siswa SDIT Salman Al Farisi 1 Rayakan Semangat Kartini

SLEMAN – Jalanan di kawasan Pogung Rejo, Pogung Kidul, hingga Pogung Lor mendadak berubah menjadi panggung budaya yang meriah pada Jumat, 24 April 2026. Ratusan siswa kelas 1 hingga 5 SDIT Salman Al Farisi (SAF) 1 turun ke jalan untuk menggelar Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan tajuk “Kartini Masa Kini: Berbudaya, Menginspirasi, dan Berkarya”. Parade Bregada dan Kostum Kreatif Kemeriahan diawali dengan kemunculan Pasukan Bregada cilik. Mengenakan kostum tradisional yang gagah namun tetap lucu khas anak-anak, para siswa berbaris rapi layaknya prajurit keraton. Tidak hanya itu, berbagai properti menarik hasil kreativitas siswa dan guru turut menghiasi barisan, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata warga sekitar yang antusias menonton di pinggir jalan. Alunan Musik Lintas Budaya Kirab kali ini tidak hanya menonjolkan aspek visual, tetapi juga kekayaan seni musik. Sepanjang rute perjalanan, masyarakat disuguhi perpaduan harmoni yang unik. Suara ritmis dari pentas Pianika bersahutan dengan denting merdu Angklung yang dibawakan dengan kompak oleh para siswa. Suasana religius yang menjadi ciri khas Salman Al Farisi tetap kental terasa berkat iringan musik Hadroh. Perpaduan alat musik modern, tradisional, dan religi ini menjadi simbol bahwa “Kartini Masa Kini” di SDIT SAF 1 adalah generasi yang adaptif namun tetap memegang teguh akar budaya dan iman. Simbol Syukur: Pameran Gunungan Makanan Salah satu daya tarik utama dalam kirab ini adalah pameran Gunungan Makanan. Gunungan yang tersusun rapi dari berbagai macam jajanan ini menjadi simbol rasa syukur. Kehadiran gunungan ini mengundang decak kagum karena kreativitas penyusunannya yang melibatkan kerjasama antar siswa dan wali murid. Acara yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan titik kumpul di sekolah, di mana para siswa tampak bahagia setelah menempuh rute kirab dan menyapa warga. Agenda ini pun sukses menjadi ajang silaturahmi yang hangat antara pihak sekolah dengan masyarakat Pogung dan sekitarnya.

Bregada hingga Gunungan: Cara Unik Siswa SDIT Salman Al Farisi 1 Rayakan Semangat Kartini Read More »

Lahirkan 26 Hafidz 30 Juz, SMPIT Salman Al Farisi Pertegas Visi Ilmuwan yang Qurani

SLEMAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman SMPIT Salman Al Farisi pada Jumat, 24 April 2026. Di bawah langit pagi yang cerah, sekolah ini menggelar agenda Wisuda Al-Qur’an bagi seluruh siswa kelas 9 serta siswa kelas takhassus yang telah menuntaskan setoran hafalan 30 juz. Mengangkat tema “Dengan Ilmu dan Al-Qur’an, Sukses Raih Masa Depan”, acara ini menjadi bukti nyata dedikasi sekolah dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual. Kirab Haru dan Penghormatan bagi Sang Murabbi Acara diawali dengan kirab wisudawan yang melangkah mantap menuju panggung utama, disambut tatapan bangga dari orang tua dan guru. Namun, suasana seketika berubah syahdu saat pemutaran video kenangan untuk almarhumah Ustadzah Bintang dan Ustadzah Hilma. Kehadiran “jejak pengabdian” kedua guru tersebut diingat kembali sebagai bagian dari perjuangan mendampingi hafalan para siswa hingga ke titik ini. Kesaksian Orang Tua dan Dukungan Dinas Pendidikan Mewakili wali murid, Bapak Ribut Lupianto (ayahanda dari Afiya, siswi kelas 7B yang sukses meraih 30 juz) menyampaikan pesan yang menyentuh. Beliau mengungkapkan rasa syukur atas lingkungan sekolah yang mampu memotivasi anak-anak hingga mampu melampaui batas kemampuan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang dihadiri oleh Bapak Mustadi, S.Sos, M.M. dari Dinas Pendidikan Sleman. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa integrasi antara kurikulum nasional dan nilai Al-Qur’an di SMPIT Salman Al Farisi adalah modal kuat bagi pembangunan karakter bangsa. Prosesi Wisuda dan Puncak Emosional Prosesi pemindahan kuncir dan pemberian syahadah dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ustadzah Saikatu Asfiyah, S.T., Gr., M.Pd. Satu per satu wisudawan naik ke panggung dengan wajah berseri. Keheningan tercipta saat pembacaan Maqra’ Al-Qur’an dan Ikrar Wisudawan bergema, menegaskan janji para penghafal Al-Qur’an untuk terus menjaga interaksinya dengan kalam Ilahi. Momen paling emosional terjadi saat prosesi Salam Ta’zhim. Para wisudawan turun dari panggung untuk menemui orang tua masing-masing. Isak tangis haru pecah saat para hafidz ini bersimpuh, memohon doa dan restu, sembari menghaturkan terima kasih atas dukungan yang tak terhingga. Apresiasi Khusus untuk Sang Hafidz 30 Juz Tahun ini, SMPIT Salman Al Farisi memberikan apresiasi luar biasa bagi 26 siswa (14 akhwat dan 12 ikhwan) yang telah menyelesaikan setoran 30 juz. Menariknya, prestasi ini tidak hanya didominasi kelas 9, namun beberapa di antaranya diraih oleh siswa kelas 7 dan 8 yang menunjukkan akselerasi hafalan yang luar biasa. Nama-nama anak yang telah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz tahun ini sebagai berikut: Kelas 9A (Ikhwan) 1. Ahmad Ramdhan Rasyid 2. Alfarezi Muhammad Istadi 3. Ghifary Ikram Chamdani 4. Hamam Rosikh Firdaus 5. Hamzah Abdurrahman 6. Muhammad Baharuddin Jusuf Abdullah 7. Muhammad Dzakwan Al Hafizh Pasya 8. Muhammad Hafidz Masahisa 9. Yunus Senandung Alam Kelas 8A (Ikhwan) 1. Emerald Kenzie Wildan Kelas 7A (Ikhwan) 1. Cevano Ahmad 2. Muhammad Hanifan Habiburahman Kelas 9B (Akhwat) 1. Afifah Aininna 2. Alisha Syahma Azzahra 3. Alyaa Khalisa Az-Zahra 4. Fatimah Qowiyyun Najiyah 5. Haya’ Nur Shobrina 6. Isna Aqifa Salsabila 7. Nadzirah Azfatunnisa 8. Yasmin Karim Fajrina Kelas 8B Takhasush (Akhwat) 1. Alya Layyina Khadijah 2. Aura Latifah Adriana Kelas 8B Reguler (Akhwat) 1. Gendhis Putri Nisita Kelas 7A (Akhwat) 1. Afiya Dhiya Amanina 2. Dzakiya Husna Ambarwati Acara ditutup dengan nasihat dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Tulus, yang mengingatkan bahwa wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai penjaga Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Lahirkan 26 Hafidz 30 Juz, SMPIT Salman Al Farisi Pertegas Visi Ilmuwan yang Qurani Read More »

Kompak dan Ceria! Serunya Petualangan Siswa Kelas 5 di Kemah Penggalang 2026

Sleman – Alam selalu menjadi guru terbaik untuk mengajarkan ketangguhan dan kerjasama. Hal inilah yang dirasakan oleh seluruh siswa kelas 5 SDIT Salman Al Farisi (SAF) 2 saat mengikuti agenda Kemah Penggalang yang berlangsung pada 17-18 April 2026. Mengusung tema “Tumbuhkan Kemandirian dan Kekompakan Regu dengan Kemah Ceria”, kegiatan ini sukses digelar di Kebon Ndeso Wonorejo. Membangun “Markas” dan Melatih Ketangkasan Perjalanan dimulai pada Jumat pagi dengan penuh antusias. Setibanya di lokasi, ujian pertama bagi para Penggalang adalah mendirikan tenda. Di sinilah koordinasi antaranggota regu diuji secara nyata. Tak ada ruang untuk ego; semua harus bahu-membahu agar “rumah” mereka berdiri kokoh sebelum matahari meninggi. Keseruan semakin memuncak pada siang hari melalui sesi Game yang variatif. Mulai dari tantangan fisik seperti Pipa Bocor dan Memindahkan Kelereng, hingga asah otak melalui Sandi Morse dan Sandi Kotak. Setiap pos permainan dirancang bukan hanya untuk keseruan, tapi untuk melatih kepemimpinan (leadership) dan pemecahan masalah secara kolektif. Malam Keakraban di Bawah Langit Wonorejo Saat senja tiba, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Sesuai dengan nilai-nilai sekolah, rangkaian ibadah shalat berjamaah dan dzikir Al-Ma’tsurat tetap menjadi poros utama kegiatan. Puncaknya, malam hari menjadi momen yang paling dinanti: Api Unggun dan Pentas Seni. Di tengah hangatnya api unggun, setiap regu berani tampil menunjukkan bakatnya, menciptakan tawa dan kenangan yang tak terlupakan di bawah langit malam. Pagi yang Segar dan Jelajah Alam Hari kedua tidak kalah padat. Sejak dini hari pukul 03.30 WIB, para siswa sudah terbangun untuk melaksanakan Shalat Tahajud, disusul Shalat Subuh berjamaah. Setelah senam pagi yang menyegarkan, Ananda mengikuti agenda Jelajah Alam. Kegiatan ini menjadi favorit karena mereka bisa menghirup udara segar pedesaan sambil melakukan anjangsana dan mengenal lingkungan sekitar secara langsung. Kepulangan dengan Karakter Baru Sabtu siang, rangkaian kemah ditutup dengan upacara penutupan dan operasi bersih lingkungan. Meski tampak lelah, binar bahagia terpancar dari wajah para siswa. Mereka pulang bukan hanya membawa baju kotor, tapi membawa pengalaman berharga tentang cara memasak sendiri, cara berkompromi dengan teman, dan cara mencintai alam. Selamat untuk para Penggalang kelas 5 SDIT SAF 2! Teruslah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan santun sebagaimana karakter yang telah dipupuk selama di Kebon Ndeso.

Kompak dan Ceria! Serunya Petualangan Siswa Kelas 5 di Kemah Penggalang 2026 Read More »

Sinergi Hati dan Ilmu: Membangun Pondasi Tarbiyah di Sekolah Orangtua Salman (SOS)

Sleman – Hubungan antara sekolah dan rumah ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam proses pendidikan anak. Menyadari pentingnya keselarasan tersebut, SDIT Salman Al Farisi (SAF) 2 menggelar agenda rutin Sekolah Orangtua Salman (SOS) pada Sabtu, 11 April 2026 bertempat di GOR SDIT Salman Al Farisi 2. Acara dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan dihadiri oleh seluruh wali murid dengan antusias. Agenda SOS kali ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang belajar bersama untuk memperdalam ilmu pengasuhan dan tarbiyah. Menyelami Psikologi Anak bersama Pakar Sesi pertama dibuka oleh pemateri ahli, Ibu Audah Masykuroh, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Biro Psikologi Metamorfosa. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memahami fase tumbuh kembang psikologis anak di era modern. Orang tua diajak untuk lebih peka terhadap emosi anak dan bagaimana membangun komunikasi yang efektif agar anak merasa aman dan didukung sepenuhnya di rumah. Sekolah sebagai Mitra Tarbiyah Tak kalah penting, sesi kedua diisi oleh Ibu Nuzul Hidayati, S.Pd. yang mengangkat tema “Peran Sekolah dalam Tarbiyah Buah Hati”. Beliau memaparkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter dan nilai-nilai Islam (tarbiyah) sangat bergantung pada konsistensi antara apa yang diajarkan guru di sekolah dan apa yang dipraktikkan orang tua di rumah. “Sekolah adalah rumah kedua, namun orang tua tetaplah madrasah pertama dan utama bagi anak. Sinergi inilah yang ingin kita perkuat melalui SOS,” ungkap Ibu Nuzul dalam materinya. Membangun Visi Bersama Agenda SOS ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Banyak wali murid yang berbagi keresahan sekaligus mendapatkan solusi konkret dari para pakar. Diharapkan, setelah mengikuti agenda ini, para orang tua pulang membawa bekal ilmu baru untuk dipraktikkan dalam mendampingi tumbuh kembang Ananda. Melalui adanya Sekolah Orangtua Salman, SDIT SAF 2 terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik yang tidak hanya fokus pada akademik murid, tetapi juga pemberdayaan orang tua. Karena sejatinya, untuk mendidik satu anak yang hebat, dibutuhkan kerjasama seluruh “desa”, dan itu dimulai dari keselarasan antara guru dan orang tua.

Sinergi Hati dan Ilmu: Membangun Pondasi Tarbiyah di Sekolah Orangtua Salman (SOS) Read More »

Sinergi dalam Kegembiraan: Semarak Lomba Milad ke-31 Salman Al Farisi Satukan Seluruh Lini Lembaga

Sleman, 3 Januari 2026 – Mengawali tahun baru dengan energi yang meluap, Keluarga Besar Yayasan Salman Al Farisi menggelar rangkaian lomba internal dalam rangka memperingati Milad Salman Al Farisi ke-31. Bertempat di SDIT Salman Al Farisi 2, acara ini menjadi ajang konsolidasi dan silaturahmi akbar bagi seluruh elemen lembaga, mulai dari jajaran yayasan pusat, tim operasional, seluruh unit pendidikan, hingga unit bisnis (BUMS). Kegiatan ini merupakan bagian dari “Road to Milad 31” sebagai pemanasan menuju acara puncak yang insyaallah akan dilaksanakan pada 7 Februari 2026 mendatang. Suasana hangat, seru, dan penuh gelak tawa mewarnai setiap sudut lokasi acara. Sportivitas di Lapangan, Kreativitas di Meja Ukir Kemeriahan pecah saat dimulainya pertandingan Futsal. Tidak hanya diikuti oleh para pegawai ikhwan, persaingan sengit dan seru juga terlihat dalam pertandingan futsal akhwat. Sorak-sorai pendukung dari masing-masing unit menambah atmosfer kompetisi yang sehat namun tetap dalam bingkai ukhuwah. Di sisi lain, suasana yang lebih tenang namun penuh konsentrasi terlihat di area lomba Fruit Carving (mengukir buah). Di sini, para peserta menunjukkan sisi artistik mereka dengan menyulap buah-buahan menjadi karya seni yang indah dan detail. Lomba ini membuktikan bahwa dedikasi dan ketelitian para pegawai Salman Al Farisi tidak hanya hadir di ruang kerja, tapi juga dalam karya kreativitas. Sehat dan Berbagi: Kolaborasi Aksi Kemanusiaan Milad ke-31 ini tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan lomba, tetapi juga dengan aksi nyata kepedulian terhadap sesama dan kesehatan diri. Panitia menghadirkan beberapa layanan kesehatan yang bekerja sama dengan mitra strategis: Aksi Donor Darah: Bekerja sama dengan RS Sardjito, puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dari para pegawai yang antusias berbagi untuk kemanusiaan. Cek Kesehatan Rutin: Bersama LAZ Pundi Surga, para pegawai mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar untuk memastikan kondisi fisik tetap prima dalam melayani umat. Cek Kesehatan Kulit: Menambah keistimewaan acara, RCSM (Rumah Cantik Sehat Muslimah) Jogja turut hadir memberikan layanan konsultasi dan cek kesehatan kulit bagi para pegawai. Menuju Puncak Perayaan Ketua Panitia Milad menyatakan bahwa agenda hari ini adalah manifestasi dari rasa syukur atas perjalanan 31 tahun Salman Al Farisi. Kebersamaan antara unit pendidikan dan bisnis (BUMS) diharapkan semakin solid, sehingga pelayanan lembaga kepada masyarakat semakin maksimal. “Ini adalah momentum kita untuk sejenak melepas penat, tertawa bersama, dan saling menguatkan. Insyaallah, energi positif hari ini akan kita bawa hingga puncak Milad di bulan Februari nanti,” ujarnya.

Sinergi dalam Kegembiraan: Semarak Lomba Milad ke-31 Salman Al Farisi Satukan Seluruh Lini Lembaga Read More »

Selangkah Lagi! Visitasi Pendirian SMAIT Salman Al Farisi Tandai Babak Baru Dakwah Pendidikan Salman Al Farisi

Sleman, 12 Februari 2026 – Yayasan Salman Al Farisi kini bersiap melebarkan sayapnya ke jenjang pendidikan menengah atas. Bertempat di gedung calon SMAIT Salman Al Farisi (SAFA), telah dilaksanakan agenda krusial yakni Visitasi Perizinan Pendirian Sekolah oleh Tim Asesor dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan impian besar menghadirkan pendidikan jenjang SMA yang berkarakter Qurani dan berwawasan global di wilayah Sleman. Verifikasi Mendalam dan Profesional Acara diawali dengan pembukaan yang hangat sekaligus khidmat. Tim persiapan visitasi beserta para calon guru SMAIT SAFA tampak antusias menyambut kehadiran para asesor. Suasana kerja keras dan persiapan matang selama berbulan-bulan terasa sangat kental di setiap sudut gedung. Memasuki agenda inti, tim asesor melakukan verifikasi berkas dan administrasi. Proses ini berlangsung sangat detail, mencakup kurikulum, kualifikasi tenaga pendidik, hingga rencana strategis sekolah. Diskusi antara tim SAFA dan asesor berjalan dinamis, menunjukkan kesiapan mental dan manajerial tim dalam mengelola sekolah tingkat atas. Pemeriksaan Fasilitas: Lebih dari Sekadar Bangunan Rangkaian acara berlanjut dengan physical checking atau peninjauan lapangan. Tim asesor bersama jajaran pimpinan berkeliling mengecek kesiapan setiap unit gedung dan ruangan. Fokus pemeriksaan meliputi: Ketersediaan dan kelayakan ruang kelas. Checking toolkit dan sarana prasarana penunjang di setiap ruangan. Kelengkapan fasilitas laboratorium, perpustakaan, hingga area publik. Ketelitian tim asesor dalam mengecek ketersediaan perlengkapan di setiap unit memastikan bahwa saat operasional nanti, siswa SMAIT SAFA benar-benar mendapatkan standar pelayanan pendidikan yang prima dan aman. Menyongsong Masa Depan Visitasi ditutup dengan sesi refleksi dan masukan dari tim asesor. Secara umum, progres persiapan gedung dan administrasi SMAIT SAFA menunjukkan komitmen tinggi dari Yayasan Salman Al Farisi. Langkah ini menjadi jembatan bagi para lulusan SMPIT Salman Al Farisi dan masyarakat luas yang merindukan keberlanjutan pendidikan Islam terpadu yang berkualitas. Dengan selesainya tahap visitasi ini, doa dan harapan kini dipanjatkan agar izin operasional segera terbit, sehingga SMAIT SAFA dapat mulai menyemai benih kebaikan bagi generasi muda mulai tahun ajaran mendatang.

Selangkah Lagi! Visitasi Pendirian SMAIT Salman Al Farisi Tandai Babak Baru Dakwah Pendidikan Salman Al Farisi Read More »

Indahnya Berbagi, Bermakna dalam Ilmu: Semarak Bakti Sosial Ramadhan di TB-KB-TKIT SAF 1

Sleman, 28 Februari 2026 – Di tengah khidmatnya suasana bulan suci Ramadhan, TB-KB-TKIT Salman Al Farisi (SAF) 1 menggelar agenda rutin yang penuh makna: Bakti Sosial (Baksos). Bertempat di lingkungan sekolah, acara ini bukan sekadar ajang berbagi bantuan fisik kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, namun juga menjadi ruang belajar bagi murid dan wali murid untuk memperdalam spiritualitas dan ilmu parenting. Panggung Kreativitas Siswa: Pembuka yang Menggugah Acara dibuka dengan penuh semangat oleh seluruh murid dan wali murid. Keceriaan pecah saat anak-anak mulai naik ke atas panggung untuk menampilkan bakat mereka. Mulai dari lantunan merdu hafalan surah pendek, nasyid yang ceria, hingga kelincahan Tari Indang dan harmonisasi musik angklung. Penampilan ini membuktikan bahwa pendidikan di SAF 1 berhasil memadukan kecerdasan spiritual dan pelestarian budaya sejak dini. Menyelami Sirah Bersama Ustadz Wuntad Suasana semakin hidup saat Ustadz Wuntad hadir untuk “Berkisah”. Dengan gayanya yang sangat ekspresif dan jenaka, beliau membawa anak-anak bertualang menembus waktu menyelami perjalanan hidup Rasulullah SAW. Mulai dari momen turunnya wahyu kenabian yang menggetarkan, hingga perjalanan agung menjemput perintah salat, diceritakan dengan cara yang begitu enjoyable. Tak heran, anak-anak tampak terpaku mengikuti setiap gerak dan suara sang Ustadz, membuat pemahaman tentang Sirah Nabawiyah tertanam tanpa rasa bosan. Nasihat untuk Orang Tua: Marah yang Beradab Tidak hanya untuk anak-anak, Ustadz Wuntad juga memberikan “bekal” bagi para orang tua. Dengan gaya yang lucu namun tetap tajam, beliau menekankan bahwa keteladanan adalah kunci utama. “Anak adalah peniru ulung. Tanpa teladan yang baik, mereka hanya akan melihat contoh yang salah di depan matanya,” pesan beliau. Beliau juga membagikan tips praktis saat emosi melanda ketika menghadapi kesalahan anak, yaitu dengan dua langkah cerdas: Berdzikir: Agar lisan tetap terjaga dari kata-kata buruk yang bisa melukai hati anak. Bertanya “Kenapa”: Agar orang tua terbiasa melakukan tabayyun (klarifikasi) dan memahami maksud di balik tindakan anak, alih-alih langsung menghakimi. Berbagi Keberkahan untuk Sesama Puncak dari agenda ini adalah penyaluran paket bakti sosial kepada masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, keluarga besar SAF 1 ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan tidak hanya dirasakan di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga mengalir hingga ke rumah-rumah tetangga di sekitar kita. Agenda Baksos ini ditutup lalu dilanjutkan dengan agenda tebus sembako murah, pembagian sembako gratis, dan bazar murah untuk masyarakat. Benar adanya, bahwa tangan yang memberi lebih mulia, namun tangan yang merangkul dan memberi teladan akan menciptakan jejak kebaikan yang takkan terhapus waktu.  

Indahnya Berbagi, Bermakna dalam Ilmu: Semarak Bakti Sosial Ramadhan di TB-KB-TKIT SAF 1 Read More »

Matematika Tanpa Bingung: Guru SDIT Salman Al Farisi Perdalami Strategi Pembelajaran Pecahan di BBGTK DIY

Yogyakarta, Februari 2026 – Matematika seringkali dianggap sebagai “momok” bagi sebagian siswa, terutama saat memasuki materi pecahan. Memahami tantangan tersebut, seluruh guru Matematika dari SDIT Salman Al Farisi 1 dan 2 melakukan langkah proaktif dengan menggelar agenda Komunitas Belajar (Kombel) pada tanggal 11 dan 20 Februari 2026. Bertempat di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY, para pendidik ini berkumpul bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban, melainkan untuk merumuskan cara agar matematika—khususnya pecahan—menjadi materi yang dinantikan oleh siswa. Belajar Langsung dari Sang Pakar Suasana Kombel kali ini berlangsung seru dan jauh dari kesan kaku. Hal ini tidak lepas dari kehadiran narasumber ahli, Bapak Wiworo, S.Si., M.M., seorang Widyaiswara dari BBGTK DIY yang dikenal sangat piawai dalam membedah metode pembelajaran matematika. Bapak Wiworo mengajak para guru untuk mengubah paradigma lama. Matematika tidak boleh hanya sekadar deretan angka di papan tulis, tetapi harus menjadi pengalaman belajar yang nyata bagi anak-anak. Mengupas Pecahan secara Kontekstual Materi inti dalam pertemuan dua hari ini adalah Strategi Penyampaian Materi Pecahan. Guru-guru diajak menyelami dua pendekatan utama: Pendekatan Efektif: Bagaimana menyederhanakan konsep pecahan yang abstrak menjadi sesuatu yang logis dan mudah ditangkap oleh logika dasar anak SD. Pendekatan Kontekstual: Mengaitkan pecahan dengan situasi sehari-hari. Mulai dari membagi pizza, memotong kue, hingga pembagian porsi makanan, sehingga siswa menyadari bahwa “matematika itu ada di sekitar kita”. Sinergi untuk Kualitas Pendidikan Pertemuan ini menjadi momen penting bagi guru SDIT SAF 1 dan 2 untuk saling bertukar pikiran dan berbagi kendala yang dihadapi di kelas masing-masing. Dengan adanya sinergi ini, standar kualitas pengajaran matematika di seluruh unit Salman Al Farisi diharapkan semakin meningkat dan seragam. “Kami ingin siswa tidak lagi merasa terbebani dengan rumus, tapi mereka paham maknanya. Lewat pendekatan kontekstual ini, insyaallah anak-anak akan lebih enjoy belajar matematika,” ujar salah satu peserta guru. Kombel ini diakhiri dengan semangat baru para guru untuk segera mempraktikkan “ilmu BBGTK” ini ke dalam kelas masing-masing. Karena guru yang terus belajar adalah kunci lahirnya siswa yang mencintai ilmu  

Matematika Tanpa Bingung: Guru SDIT Salman Al Farisi Perdalami Strategi Pembelajaran Pecahan di BBGTK DIY Read More »

Semarak Ramadhan di SDIT SAF 2: Mengasah Bakat, Menanam Benih Shalih Sejak Dini

Sleman, 23 Februari 2026 – Suasana di SDIT Salman Al Farisi 2 tampak berbeda dari biasanya. Diiringi udara pagi yang sejuk di bulan suci, sekolah ini berubah menjadi panggung kreativitas dan syiar Islam melalui agenda Lomba Ramadhan. Diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6, acara ini berlangsung seru, meriah, dan penuh semangat kompetisi yang sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan aktivitas positif, sekaligus menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menggali potensi diri dalam bidang agama dan seni islami. Gemilangnya Sang Pemenang Cilik (Kelas 1-2) Untuk level kelas bawah, fokus utama adalah membangun kepercayaan diri dan kecintaan pada ibadah harian. Sorak-sorai dukungan dari teman sekelas pecah saat kelompok Nasyid Islami tampil di atas panggung kecil dengan suara yang menggemaskan. Tak kalah khidmat, di ruang kelas, para siswa menunjukkan ketenangan dalam lomba Salat Berjamaah. Sementara itu di kelas lainnya, suara lantang dan merdu bergema dalam lomba Adzan dan Iqamah. Di bidang hafalan, para penguji dibuat takjub dengan kelancaran para siswa dalam lomba Tahfizh, serta keberanian mereka menyampaikan pesan kebaikan dalam Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik). Adu Ketangkasan dan Ilmu (Kelas 3-5) Memasuki level kelas atas, tantangan yang diberikan pun semakin beragam dan berbobot. Selain melanjutkan cabang lomba seperti Nasyid, Salat, Adzan, Tahfizh, dan Pildacil, terdapat dua cabang lomba baru yang sangat dinantikan: Ranking 1: Lomba asah otak bertema keislaman dan pengetahuan umum ini menjadi primadona. Satu per satu peserta berguguran hingga menyisakan satu pemenang yang berhasil menjawab pertanyaan pamungkas dengan tepat. Tartil: Di sini, keindahan makhraj dan tajwid menjadi penilaian utama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan tenang benar-benar menyejukkan hati siapa pun yang mendengarnya. Ramadhan: Momentum Transformasi Diri Kepala Sekolah SDIT Salman Al Farisi 2 menyampaikan bahwa menang atau kalah bukanlah tujuan utama dari rangkaian lomba ini. “Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita belajar untuk berani tampil, jujur dalam berkompetisi, dan semakin cinta dengan nilai-nilai Islam di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya di sela-sela acara. Keseruan agenda hari ini ditutup dengan senyum lebar para siswa. Mereka pulang tidak hanya membawa harapan akan hadiah, tetapi juga pengalaman berharga bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berprestasi.

Semarak Ramadhan di SDIT SAF 2: Mengasah Bakat, Menanam Benih Shalih Sejak Dini Read More »

Wirausahawan Cilik Beraksi! Keseruan Market Day KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Ubah Hasil Karya Jadi Barang Berharga

Sleman, 13 Februari 2026 – Suasana di teras dan halaman KB-TKIT Salman Al Farisi 2 mendadak berubah menjadi pasar kaget yang penuh warna dan keceriaan. Bukan pasar biasa, melainkan agenda Market Day yang menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan bakat kewirausahaan mereka sejak dini. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh siswa sebagai “penjual cilik” dan para wali murid yang hadir dengan penuh antusias sebagai pembeli setianya. Belajar Hidup Lewat Transaksi Seru Market Day kali ini bukan sekadar simulasi jual beli, tapi merupakan laboratorium kehidupan bagi anak-anak. Dengan memakai celemek atau atribut khas penjual, anak-anak belajar bagaimana cara menjajakan dagangan, menawarkan barang dengan suara lantang yang menggemaskan, hingga mempraktikkan cara bertransaksi menggunakan uang secara langsung. Interaksi antara anak dan orang tua di sini terlihat sangat hangat. Tak jarang terdengar tawa saat melihat “negosiasi” lucu antara wali murid yang menawar dan anak-anak yang teguh dengan harga barangnya. Di sini, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan konsep matematika dasar (berhitung) diasah dengan cara yang sangat menyenangkan. Mahakarya Tangan-Tangan Kecil Apa yang membuat Market Day kali ini istimewa adalah barang-barang yang dijajakan. Alih-alih menjual barang pabrikan, lapak-lapak kecil di halaman sekolah ini dipenuhi dengan hasil karya tangan anak-anak sendiri. Beberapa di antaranya meliputi: Kolase cantik dengan berbagai motif. Tempat pensil unik yang dihias penuh warna. Lembar mewarnai hasil kreasi mandiri. Kerajinan tangan kreatif lainnya. Melihat karya mereka berpindah tangan dan dihargai dengan uang, memberikan rasa percaya diri serta kebanggaan yang luar biasa bagi para siswa. Mereka belajar bahwa sebuah usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang manis. Membangun Karakter Qurani yang Mandiri Kepala Sekolah KB-TKIT Salman Al Farisi 2 menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kemandirian dan etos kerja islami. “Kita ingin anak-anak memahami bahwa mencari rezeki itu harus dengan cara yang baik, kreatif, dan jujur,” ungkapnya. Acara ditutup dengan wajah-wajah ceria para siswa yang berhasil “melariskan” dagangan mereka. Market Day bukan hanya tentang berapa banyak uang yang terkumpul, tapi tentang berapa banyak pengalaman dan keberanian yang berhasil mereka bawa pulang.

Wirausahawan Cilik Beraksi! Keseruan Market Day KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Ubah Hasil Karya Jadi Barang Berharga Read More »