Dari “Catatan” Tahsin Menuju 30 Juz: Tumbuhnya Abie di Bawah Naungan Al-Qur’an
Bayangkan, seorang anak yang awalnya harus berjuang keras dengan bacaan Al-Qur’an, kini berhasil menghafal 30 juz dan memilih jalur pendidikan yang berbeda demi menjaga hafalannya. Ini bukan kisah fiksi, melainkan perjalanan luar biasa Muhammad Abivansyah G. S, atau yang akrab disapa Abie, alumni Angkatan VIII SMPIT Salman Al Farisi yang baru saja diwisuda Juni lalu. Kisahnya adalah bukti nyata bagaimana lingkungan yang tepat bisa mengubah tantangan menjadi kekuatan. Awal Perjuangan: Menaklukkan Madrasah dan Diri Sendiri Jejak Abie di SMPIT Salman Al Farisi tidak dimulai dengan mulus. Meskipun lolos seleksi, ada satu “catatan merah” yang harus ia hadapi: perbaikan bacaan Al-Qur’an. Ini bukan hambatan kecil bagi seorang calon penghafal Al-Qur’an. Enam bulan sebelum resmi masuk SMPIT, Abie diikutkan les Tahsin intensif oleh kedua orang tuanya, ini menunjukkan sebuah langkah awal yang mengisyaratkan kesungguhan. Namun, adaptasi di dunia pondok ternyata juga menantang. Tiga bulan pertama adalah masa-masa penuh air mata. Abie, yang belum terbiasa dengan rutinitas padat di boarding, sering mengeluh. Bangun sebelum azan Subuh, menghafal Al-Qur’an setiap hari, dan menempuh perjalanan ke sekolah dengan sepeda karena lokasi asrama dan sekolah yang terpisah—semua itu terasa begitu asing dan berat. “Dia dulu sering mengeluh dan menangis,” kenang orang tuanya. Namun, di tengah keluhan itu, ada seuntai harapan. Berkat kesabaran dan bimbingan musyrif (pembimbing asrama), serta dukungan hangat dari teman-teman sepondok, Abie perlahan tapi pasti mulai menemukan ritmenya. Ia belajar untuk bangkit dari setiap tangisan, menemukan kenyamanan dalam rutinitas yang dulu terasa membebani. Titik Balik dan Keajaiban Hafalan 30 Juz Perubahan besar mulai terlihat jelas di kelas 8. Seolah melupakan masa-masa sulitnya, Abie kini tampak siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Alhamdulillah, ia berhasil lolos program takhasus—sebuah program khusus untuk percepatan hafalan Al-Qur’an di SMPIT Salman Al Farisi. Keajaiban pun terjadi: hanya dalam waktu enam bulan, Abie yang dulu terbata-bata tahsinnya, berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an! Transformasi ini tidak hanya memengaruhi hafalannya. Kebiasaan dan hobinya pun bergeser drastis. Dari yang semula gemar bermain game, kini Abie justru keranjingan membaca buku dan berolahraga. Setiap kali pulang ke rumah, permintaan utamanya adalah buku baru, sebuah cerminan dahaga ilmu yang kini menyala dalam dirinya. Selain itu, karakter Abie pun turut berkembang. Ia menjadi lebih rajin shalat tepat waktu dan tak pernah ketinggalan berjamaah di masjid. Puncaknya, saat kelas 9, Abie bahkan berinisiatif sendiri meminta les tambahan untuk mata pelajaran yang ia rasa kurang, menunjukkan semangat belajar dan inisiatif tinggi yang luar biasa. Hasilnya? Saat Ujian ASPD, Abie berhasil meraih nilai sempurna untuk literasi numerik, menjadikannya meraih predikat nilai tertinggi literasi numerik di sekolahnya—sebuah bukti bahwa kedekatannya dengan Al-Qur’an tak menghalangi prestasinya di bidang akademik umum. Komitmen Seumur Hidup: Memilih Jalan Al-Qur’an Kini, setelah lulus dari SMPIT Salman Al Farisi, Abie telah mengukir langkah besar selanjutnya. Ia diterima di MAN 1 Yogyakarta melalui Jalur Penerimaan Tahfidz Terpadu (JPTT) dari Kemenag. Yang lebih mengejutkan, meskipun nilai ASPD-nya sangat berpeluang besar untuk diterima di SMAN favorit, Abie dengan mantap menolak tawaran mendaftar SMA Negeri dari orang tuanya. Alasannya sederhana namun mendalam: Abie ingin menjaga keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu agama. Di MAN, ia tahu ada program khusus untuk meningkatkan dan menjaga hafalan Al-Qur’an-nya. Keputusan ini menunjukkan komitmen dan kesungguhan Abie terhadap Al-Qur’an, bukan hanya sekadar menyelesaikan hafalan, melainkan tugas seumur hidup untuk menjaganya. Pembuktian Pendidikan Holistik SMPIT Salman Al-Farisi Bagi orang tua Abie, kisah ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan holistik di SMPIT Salman Al-Farisi berhasil membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami dan cinta Al-Qur’an. “Terima kasih, SMPIT Salman Al-Farisi, atas bimbingan dan dukungan tak ternilai yang telah diberikan kepada anak kami,” ujar Ibu SH. Septiyani Hs, M.Kep dan Bapak Deden Iwan Setiawan, M.Kep, orang tua Abie. “Kami sangat merekomendasikan sekolah ini bagi orang tua yang ingin melihat putra-putrinya tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.” Kisah Abie adalah inspirasi, sebuah pengingat bahwa dengan dukungan yang tepat dan komitmen pribadi, perjalanan dari terbata-bata hingga khatam 30 juz Al-Qur’an—dan menjaganya—bukanlah sekadar impian, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan.
Dari “Catatan” Tahsin Menuju 30 Juz: Tumbuhnya Abie di Bawah Naungan Al-Qur’an Read More »









