Lebih dari Juara: Kisah Rino, Sang Atlet Hapkido dari SDIT Salman Al Farisi, Mengukir Prestasi dengan Karakter Juara
Sejak pertama kali menginjakkan kaki sebagai siswa SDIT Salman Al Farisi 1 pada tahun 2020, di tengah awal pandemi Covid-19, perjalanan Mas Rino memang sudah terasa istimewa. Saat itu, pembelajaran daring menjadi satu-satunya pilihan. Namun, bagi orang tua Ananda Rino Rahman Pratama, kondisi tersebut justru memicu ide untuk mencari kegiatan fisik yang bisa mengisi waktu luang Rino. Pilihan sang orang tua jatuh pada beladiri Hapkido, dan siapa sangka, keputusan sederhana itu menjadi gerbang menuju segudang prestasi luar biasa. Hingga hari ini, Hapkido telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian Rino. Rutinitasnya padat: sore hari setelah pulang sekolah, ia berlatih di Dojang dua kali seminggu, ditambah lagi latihan intensif di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Dedikasi inilah yang perlahan mengasah bakat dan mentalnya. Perjalanannya dimulai pada tahun 2023, ketika Rino duduk di bangku kelas 4 SD. Untuk pertama kalinya, ia berpartisipasi dalam Kejuaraan Hapkido tingkat Kabupaten Sleman (Kejurkab Hapkido Sleman 2023). Tak disangka, di kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U30, Rino berhasil meraih medali emas dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Putra. Sebuah awal yang memukau! Momentum itu terus berlanjut. Awal tahun 2024, Rino kembali berkompetisi di Kejuaraan Daerah (KEJURDA Hapkido DIY 2024), ajang bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-DIY. Dengan semangat membara, ia kembali pulang dengan medali emas di kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U30. Prestasi demi prestasi terus terukir. Beberapa bulan berselang, di Kejurkab Sleman 2024, Rino menambah koleksi medalinya dengan emas di kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U33 dan perak di kelas seni/Hyung, serta kembali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Putra. Tahun 2025 menjadi puncak perjalanan prestasi Rino. Di Kejurda Hapkido DIY 2025, ia berhasil meraih dua medali emas sekaligus untuk kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U33 dan kategori kelas seni/Hyung, sekaligus kembali terpilih sebagai Pemain Terbaik Putra. Namun, tantangan sesungguhnya datang saat ia berkompetisi di ajang internasional, South East Asian Hapkido Union (SEAHU 2025) Championship. Kejuaraan ini diikuti oleh atlet-atlet dari 10 negara se-Asia Tenggara. Bermodalkan mental baja dan pengalaman segudang, Rino berhasil meraih medali perak untuk Kategori kelas tarung/Daeryun Cadet U33. Ia mampu mengalahkan perwakilan atlet dari Indonesia (Papua Barat) di pertandingan pertama dan atlet dari Thailand di pertandingan kedua. Meskipun di pertandingan final ia harus mengakui keunggulan atlet dari Kamboja, medali perak di kancah internasional adalah capaian yang sungguh membanggakan bagi orang tua dan tentu saja bagi SDIT Salman Al Farisi. Ibu Novi Rahmayanti, Ibu Rino, percaya, keberhasilan Rino tidak lepas dari peran besar sekolah. SDIT Salman Al Farisi 1 bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga berperan aktif membentuk karakter anak yang islami. Slogan sekolah JUSMANTUN (Jujur, Cerdas, Mandiri, Santun) benar-benar terinternalisasi dalam diri Rino, baik di sekolah, di rumah, bahkan saat berada di arena pertandingan. Guru-guru senantiasa memberikan doa dan semangat sebelum Rino bertanding, bahkan beberapa di antaranya pernah datang langsung menyaksikan pertandingannya, memberikan dukungan moral yang luar biasa. Selain itu, Ibu Novi mengapresiasi bagaimana guru-guru di sekolah sangat aktif dan komunikatif dalam membantu Rino memahami pelajaran. Para guru memberikan perhatian penuh dan kesabaran yang luar biasa. Sela-sela jadwal latihan beladiri dan sekolah yang padat digunakan Rino untuk membaca materi dan mengerjakan soal di rumah. Apabila ada kesulitan, guru-guru selalu bersedia menjelaskan dengan sabar dan senang hati. Orang tua Rino pun merasa diberikan ruang dan waktu yang lapang untuk berdiskusi mengenai perkembangan studi Rino, memastikan ia tidak tertinggal materi pelajaran. Kisah Rino adalah bukti nyata sinergi antara potensi anak, dukungan keluarga, dan lingkungan pendidikan yang peduli. SDIT Salman Al Farisi telah menjadi rumah kedua bagi Rino, tempat ia tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga menjadi pribadi yang jujur, mandiri, dan santun, siap menghadapi tantangan global.









