Website SAF jogja

Berita

Semarak Ramadhan di SDIT SAF 2: Mengasah Bakat, Menanam Benih Shalih Sejak Dini

Sleman, 23 Februari 2026 – Suasana di SDIT Salman Al Farisi 2 tampak berbeda dari biasanya. Diiringi udara pagi yang sejuk di bulan suci, sekolah ini berubah menjadi panggung kreativitas dan syiar Islam melalui agenda Lomba Ramadhan. Diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6, acara ini berlangsung seru, meriah, dan penuh semangat kompetisi yang sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan aktivitas positif, sekaligus menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menggali potensi diri dalam bidang agama dan seni islami. Gemilangnya Sang Pemenang Cilik (Kelas 1-2) Untuk level kelas bawah, fokus utama adalah membangun kepercayaan diri dan kecintaan pada ibadah harian. Sorak-sorai dukungan dari teman sekelas pecah saat kelompok Nasyid Islami tampil di atas panggung kecil dengan suara yang menggemaskan. Tak kalah khidmat, di ruang kelas, para siswa menunjukkan ketenangan dalam lomba Salat Berjamaah. Sementara itu di kelas lainnya, suara lantang dan merdu bergema dalam lomba Adzan dan Iqamah. Di bidang hafalan, para penguji dibuat takjub dengan kelancaran para siswa dalam lomba Tahfizh, serta keberanian mereka menyampaikan pesan kebaikan dalam Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik). Adu Ketangkasan dan Ilmu (Kelas 3-5) Memasuki level kelas atas, tantangan yang diberikan pun semakin beragam dan berbobot. Selain melanjutkan cabang lomba seperti Nasyid, Salat, Adzan, Tahfizh, dan Pildacil, terdapat dua cabang lomba baru yang sangat dinantikan: Ranking 1: Lomba asah otak bertema keislaman dan pengetahuan umum ini menjadi primadona. Satu per satu peserta berguguran hingga menyisakan satu pemenang yang berhasil menjawab pertanyaan pamungkas dengan tepat. Tartil: Di sini, keindahan makhraj dan tajwid menjadi penilaian utama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan tenang benar-benar menyejukkan hati siapa pun yang mendengarnya. Ramadhan: Momentum Transformasi Diri Kepala Sekolah SDIT Salman Al Farisi 2 menyampaikan bahwa menang atau kalah bukanlah tujuan utama dari rangkaian lomba ini. “Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita belajar untuk berani tampil, jujur dalam berkompetisi, dan semakin cinta dengan nilai-nilai Islam di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya di sela-sela acara. Keseruan agenda hari ini ditutup dengan senyum lebar para siswa. Mereka pulang tidak hanya membawa harapan akan hadiah, tetapi juga pengalaman berharga bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berprestasi.

Semarak Ramadhan di SDIT SAF 2: Mengasah Bakat, Menanam Benih Shalih Sejak Dini Read More »

Wirausahawan Cilik Beraksi! Keseruan Market Day KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Ubah Hasil Karya Jadi Barang Berharga

Sleman, 13 Februari 2026 – Suasana di teras dan halaman KB-TKIT Salman Al Farisi 2 mendadak berubah menjadi pasar kaget yang penuh warna dan keceriaan. Bukan pasar biasa, melainkan agenda Market Day yang menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan bakat kewirausahaan mereka sejak dini. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh siswa sebagai “penjual cilik” dan para wali murid yang hadir dengan penuh antusias sebagai pembeli setianya. Belajar Hidup Lewat Transaksi Seru Market Day kali ini bukan sekadar simulasi jual beli, tapi merupakan laboratorium kehidupan bagi anak-anak. Dengan memakai celemek atau atribut khas penjual, anak-anak belajar bagaimana cara menjajakan dagangan, menawarkan barang dengan suara lantang yang menggemaskan, hingga mempraktikkan cara bertransaksi menggunakan uang secara langsung. Interaksi antara anak dan orang tua di sini terlihat sangat hangat. Tak jarang terdengar tawa saat melihat “negosiasi” lucu antara wali murid yang menawar dan anak-anak yang teguh dengan harga barangnya. Di sini, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan konsep matematika dasar (berhitung) diasah dengan cara yang sangat menyenangkan. Mahakarya Tangan-Tangan Kecil Apa yang membuat Market Day kali ini istimewa adalah barang-barang yang dijajakan. Alih-alih menjual barang pabrikan, lapak-lapak kecil di halaman sekolah ini dipenuhi dengan hasil karya tangan anak-anak sendiri. Beberapa di antaranya meliputi: Kolase cantik dengan berbagai motif. Tempat pensil unik yang dihias penuh warna. Lembar mewarnai hasil kreasi mandiri. Kerajinan tangan kreatif lainnya. Melihat karya mereka berpindah tangan dan dihargai dengan uang, memberikan rasa percaya diri serta kebanggaan yang luar biasa bagi para siswa. Mereka belajar bahwa sebuah usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang manis. Membangun Karakter Qurani yang Mandiri Kepala Sekolah KB-TKIT Salman Al Farisi 2 menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kemandirian dan etos kerja islami. “Kita ingin anak-anak memahami bahwa mencari rezeki itu harus dengan cara yang baik, kreatif, dan jujur,” ungkapnya. Acara ditutup dengan wajah-wajah ceria para siswa yang berhasil “melariskan” dagangan mereka. Market Day bukan hanya tentang berapa banyak uang yang terkumpul, tapi tentang berapa banyak pengalaman dan keberanian yang berhasil mereka bawa pulang.

Wirausahawan Cilik Beraksi! Keseruan Market Day KB-TKIT Salman Al Farisi 2 Ubah Hasil Karya Jadi Barang Berharga Read More »

Puncak Milad ke-31 SAF: Refleksi Satu Tahun, Sinergi Lembaga, dan Bekal Menyambut Ramadhan

Sleman, 7 Februari 2026 – Gema takbir dan selawat mengiringi langkah ratusan pejuang pendidikan dalam acara Puncak Milad Yayasan Salman Al Farisi ke-31. Bertempat di GOR SMPIT Salman Al Farisi, agenda ini menyatukan seluruh keluarga besar mulai dari unit pendidikan, unit bisnis (BUMS), hingga kantor pusat dalam satu harmoni syukur yang luar biasa. Sesuai dengan tema milad tahun ini, “Ikhlas di hati, benahi diri, tingkatkan kompetensi, menuju profesional diri”, acara ini dirancang sebagai paduan antara penguatan spiritual, intelektual, dan apresiasi kesejahteraan. Kesehatan Jasmani dan Nutrisi Rohani Pagi dimulai dengan energi positif melalui senam bersama seluruh pegawai. Keceriaan ini kemudian bertransformasi menjadi kekhidmatan saat memasuki sesi Tarhib Ramadhan. Sesi ini juga diikuti secara daring oleh para wali murid sekolah Al Farisi melalui Zoom Meeting. Ustadz Ma’ruf Amari hadir membawakan materi “Puasa dalam Tinjauan Kesehatan Sosial dan Spiritual”. Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar hablum minallah (hubungan dengan Allah), tetapi juga harus berdampak pada hablum minan nas (hubungan sosial). “Kesalehan pribadi harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial melalui tarawih berjamaah dan interaksi yang baik,” pesan beliau. Sebelum tarhib dimulai, LAZ Pundi Surga menyampaikan laporan perjalanan dan transparansi penyaluran dana. Rekapitulasi ini menunjukkan dampak nyata filantropi Islam dalam mendukung dakwah, sosial, dan pendidikan di lingkungan Salman Al Farisi. Sinergi Pendidikan: Menjawab Tantangan Zaman Setelah sesi spiritual, acara formal dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Mars Salman Al Farisi. Ketua Yayasan, Prof. Ir. M. Khairudin, M.T., PhD., IPU., ASEAN., Eng, dalam sambutannya memberikan motivasi tentang pentingnya menjaga marwah lembaga di usia yang ke-31. Acara dilanjutkan dengan Talkshow Pendidikan yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Sleman (Mustadi, S.Sos, M.M) dan Anggota DPRD Sleman (Yani Fathu Rahman, S.Pd.I). Diskusi hangat ini membedah peran strategis sekolah Islam di Sleman dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri Qurani. Tak lupa, Bapak Sunardi, ST., S.Kom (Direktur Operasional Yayasan) memberikan paparan refleksi pencapaian Yayasan Salman Al Farisi selama satu tahun sebagai cermin untuk melompat lebih tinggi di tahun depan. Pesta Prestasi dan Apresiasi “Salman Sejahtera” Keseruan memuncak saat pengumuman pemenang lomba-lomba milad. Persaingan antar lembaga seperti futsal, fruit carving, hingga cover Mars Salman dimenangkan dengan penuh sportivitas. Namun, yang paling membanggakan adalah apresiasi terhadap kompetensi pegawai, mulai dari tim kebersihan, dapur, administrasi, hingga inovasi modul pembelajaran dan buku cerita karya para guru. Momen paling mengharukan terjadi saat penganugerahan Penghargaan Salman Sejahtera. Sebagai bentuk terima kasih atas pengabdian tanpa tepi: 10 Pegawai dengan masa kerja 15 tahun ke atas menerima masing-masing emas 3 gram. 3 Pegawai dengan masa kerja terlama mendapatkan hadiah Ibadah Umroh. Air mata haru dan senyum syukur merebak saat para penerima naik ke panggung—sebuah bukti nyata bahwa loyalitas dihargai tinggi di rumah besar Salman Al Farisi. Penutup: Kesejahteraan Bersama Rangkaian acara ditutup dengan Rapat Akhir Tahun (RAT) BMT Salman Al Farisi. Sebagai penutup yang manis, pembagian doorprize dari Sisa Hasil Usaha (SHU) menjadi kado tambahan bagi para anggota, memastikan semua pulang dengan hati yang bahagia. Milad ke-31 ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan momentum untuk kembali sujud dan bersiap melayani umat dengan lebih profesional di tahun-tahun mendatang.

Puncak Milad ke-31 SAF: Refleksi Satu Tahun, Sinergi Lembaga, dan Bekal Menyambut Ramadhan Read More »

Menjemput Keberkahan di Bulan Suci: SOS TB-KB-TKIT SAF 1 Ajak Orang Tua Siapkan Ramadhan Penuh Makna

Yogyakarta, 24 Januari 2026 – Suasana syahdu dan penuh kekeluargaan menyelimuti gedung TB-KB-TKIT Salman Al Farisi (SAF) 1 pada Sabtu pagi. Seluruh wali murid berkumpul untuk mengikuti agenda rutin yang sangat dinantikan, yaitu Sekolah Orangtua Salman (SOS). Mengangkat tema besar “Ramadhanku Rindu Bersama Keluarga”, pertemuan kali ini menjadi sarana persiapan spiritual keluarga besar SAF 1 dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang kian dekat. Awalan yang Menggetarkan Jiwa Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan lantunan ayat suci Al-Qur’an (tilawah) yang membangkitkan kekhusyukan. Sebagai bentuk kecintaan pada tanah air dan identitas lembaga, para peserta serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan Mars JSIT dan Mars Salman Al Farisi yang menggugah semangat perjuangan di dunia pendidikan Islam. Kepala Sekolah TB-KB-TKIT SAF 1 dalam sambutannya tidak hanya memberikan ucapan selamat datang, tetapi juga memaparkan perkembangan sekolah serta informasi penting terkait agenda pendidikan putra-putri tercinta. Beliau menekankan pentingnya keselarasan antara pendidikan di sekolah dan pembiasaan di rumah. Gema Asmaul Husna: Penyejuk Pagi Sebelum memasuki materi inti, suasana semakin haru dan khidmat saat agenda pentas dimulai. Penampilan “Gema Asmaul Husna” menjadi oase pagi yang menyejukkan. Lantunan asma-asma Allah yang agung ini berhasil membawa hati para orang tua untuk sejenak berhenti dari hiruk pikuk rutinitas dunia dan fokus pada tujuan utama mendidik anak: meraih ridha Sang Pencipta. Kajian Inti: Merajut Rindu Ramadhan di Rumah Puncak acara diisi dengan kajian parenting yang bertajuk “Ramadhan Ku Rindu Bersama Keluarga”. Materi ini disampaikan secara mendalam, mengajak para orang tua untuk mulai merancang strategi agar Ramadhan tahun ini menjadi momen yang paling dirindukan oleh anak-anak di rumah. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain: Menciptakan atmosfer Ramadhan yang menyenangkan bagi anak usia dini. Membangun kedekatan emosional melalui ibadah bersama. Menjadikan rumah sebagai madrasah pertama yang penuh kasih sayang selama bulan puasa. Diskusi dan Penutup Antusiasme wali murid terlihat sangat tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung pukul 09.45 WIB. Banyak orang tua berkonsultasi mengenai tantangan mengajak anak-anak balita untuk mulai mengenal puasa dengan cara yang suportif. Acara ditutup pada pukul 10.15 WIB dengan informasi tambahan dan doa bersama. Melalui agenda SOS ini, diharapkan para orang tua pulang tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa tekad baru untuk menjadikan Ramadhan kali ini sebagai madrasah terbaik bagi keluarga besar Salman Al Farisi 1.

Menjemput Keberkahan di Bulan Suci: SOS TB-KB-TKIT SAF 1 Ajak Orang Tua Siapkan Ramadhan Penuh Makna Read More »

Inovasi Pembelajaran Usia Dini: Guru TK Salman Al Farisi Dalami Strategi ADLX Introflex di Gedung DPD RI

Yogyakarta, 30 Desember 2025 – Pada hari Selasa 30 Desember 2025 di Gedung DPD RI Yogyakarta, seluruh guru TK Salman Al Farisi berkumpul untuk memperdalam kompetensi pedagogik mereka. Agenda Pembinaan Guru TK ini berlangsung seru dan penuh antusiasme, menjadi wadah bagi para pendidik anak usia dini untuk menyelaraskan kurikulum nasional dengan nilai-nilai khas Salman Al Farisi. Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan bahwa pembelajaran di tingkat PAUD bukan sekadar aktivitas bermain biasa, melainkan sebuah proses pembelajaran mendalam (deep learning) yang berkesan bagi tumbuh kembang anak. Kurikulum Nasional dengan Pendekatan Deep Learning Narasumber ahli, Ibu Giyarni, S.Pd.AUD, membuka sesi dengan membedah Penerapan Kurikulum Nasional dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam. Beliau menekankan bahwa guru TK memiliki peran vital dalam membangun fondasi cara berpikir anak. Dengan pendekatan ini, guru diajak untuk: Melampaui sekadar hafalan materi, namun mengajak anak memahami makna di balik setiap aktivitas. Mendorong rasa ingin tahu (curiosity) siswa melalui stimulasi yang tepat. Mengaitkan materi kurikulum dengan kehidupan sehari-hari anak sehingga lebih mudah dipahami. ADLX Introflex Terpadu: Formula Belajar Bermakna Materi inti yang menjadi primadona dalam pembinaan ini adalah “ADLX Introflex Terpadu untuk Pembelajaran Bermakna”. Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi kualitas islami terpadu, metode ini menjadi senjata utama para guru di kelas. ADLX (Active Deep Learner eXperience) memastikan anak-anak mengalami proses belajar yang aktif dan mendalam. Sementara itu, komponen Introflex meliputi: Individualization: Mengenali keunikan setiap anak. Interaction: Membangun komunikasi dua arah yang hangat. Observation: Guru sebagai pengamat yang jeli terhadap perkembangan siswa. Reflection: Mengajak anak menarik hikmah dari setiap kegiatan yang dilakukan. Melalui pendekatan ini, PAUD Salman Al Farisi Jogja berkomitmen menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kecerdasan secara terpadu. Semangat Baru untuk Generasi Qurani Suasana di Gedung DPD RI hari itu tampak sangat dinamis. Para guru terlibat aktif dalam simulasi dan diskusi kelompok untuk mempraktikkan cara menyusun rencana pembelajaran yang berbasis ADLX Introflex. Pembinaan ini diakhiri dengan keyakinan kuat bahwa dengan guru yang terus belajar, siswa pun akan tumbuh menjadi pembelajar sejati. Para guru pulang dengan membawa “bekal” strategi baru untuk menyambut semester mendatang, demi mewujudkan generasi yang Qurani Berprestasi sejak usia dini.

Inovasi Pembelajaran Usia Dini: Guru TK Salman Al Farisi Dalami Strategi ADLX Introflex di Gedung DPD RI Read More »

Guru Bahagia, Murid Berjaya: Pembinaan Wali Kelas SD Salman Al Farisi Kupas Tuntas Teacher Well-Being dan Disiplin Positif

Sleman, 30 Desember 2025 – Menutup kalender tahun 2025 dengan semangat bertumbuh, seluruh wali kelas SD Salman Al Farisi berkumpul di SDIT Salman Al Farisi 2 untuk mengikuti agenda Pembinaan Guru Kelas. Acara yang berlangsung seru dan sarat akan ilmu ini menghadirkan pakar psikologi, Ibu Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, seorang dosen fakultas psikologi UGM dan praktisi pandidikan sebagai narasumber utama. Pembinaan ini menjadi sangat krusial karena wali kelas adalah “jantung” dari dinamika kelas. Di tangan mereka, karakter siswa dibentuk dan potensi unik setiap anak dikembangkan dalam keseharian di sekolah. Teacher Well-Being: Gelas yang Kosong Tak Bisa Menuang Sesi pertama dibuka dengan pembahasan yang sangat menyentuh sisi kemanusiaan seorang pendidik, yaitu Teacher Well-Being. Ibu Diana menekankan bahwa sebelum guru mampu membahagiakan muridnya, ia harus terlebih dahulu memiliki kesejahteraan mental yang baik. “Gelas yang kosong tidak bisa menuang air ke gelas yang lain,” analogi yang sangat pas untuk menggambarkan bahwa guru perlu menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan dirinya sendiri agar dapat menularkan energi positif kepada siswa. Materi ini mengajak para wali kelas untuk melakukan refleksi diri dan manajemen stres, guna menjaga passion dalam mengajar agar tetap menyala. Disiplin Positif: Mendisiplinkan Tanpa Menyakiti Memasuki sesi kedua, fokus beralih pada pengelolaan perilaku siswa melalui Disiplin Positif. Ibu Diana memaparkan bahwa disiplin bukanlah tentang hukuman atau rasa takut, melainkan tentang membangun kesadaran diri dan tanggung jawab pada siswa. Para wali kelas belajar bagaimana menetapkan batasan dengan cara yang santun namun tegas (firm and kind). Pendekatan ini selaras dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang dan pendidikan karakter, sehingga siswa belajar menaati aturan bukan karena takut dihukum, melainkan karena memahami nilai kebenaran di baliknya. Interaksi Penuh Makna: Menemukan ‘Intan’ dalam Diri Murid Sesi terakhir menjadi puncak pembinaan dengan tema Interaksi Penuh Makna. Ibu Diana membekali para guru dengan teknik untuk mengenali dan membangun potensi murid secara mendalam. Seorang wali kelas diharapkan tidak hanya melihat nilai akademis, tetapi mampu melihat “potensi unik” yang Allah titipkan pada setiap anak. Dengan interaksi yang berkualitas dan penuh empati, guru dapat membangun kedekatan emosional yang membuat murid merasa dihargai dan didukung. Inilah kunci utama untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menggapai prestasi terbaiknya. Menyongsong Tahun Baru dengan Semangat Baru Suasana penuh diskusi dan canda tawa mewarnai setiap sesi, membuktikan bahwa belajar ilmu psikologi pendidikan bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi para guru. Pembinaan ini diakhiri dengan harapan besar agar di tahun-tahun mendatang, para wali kelas SD Salman Al Farisi semakin siap menjadi Murabbi yang tangguh, bahagia, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lahirnya generasi Qurani Berprestasi.

Guru Bahagia, Murid Berjaya: Pembinaan Wali Kelas SD Salman Al Farisi Kupas Tuntas Teacher Well-Being dan Disiplin Positif Read More »

From Good to Great: Pemimpin Salman Al Farisi Siapkan Strategi Sekolah Berprestasi Berbasis Data

Sleman, 29 Desember 2025 – Di penghujung tahun, jajaran pimpinan Sekolah Salman Al Farisi tidak mengendurkan semangat untuk bertumbuh. Bertempat di SDIT Salman Al Farisi 2, seluruh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah (Waka) berkumpul dalam agenda Pembinaan Pimpinan yang berlangsung seru, dinamis, dan sarat akan strategi manajerial tingkat tinggi. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pimpinan untuk melakukan refleksi dan lompatan besar demi mewujudkan visi sekolah yang bukan sekadar baik, tapi menjadi luar biasa (Great). Kepemimpinan Inovatif & Manajemen Berbasis Data Hadir sebagai narasumber utama adalah Bapak Dedi Andrianto, S.Sos, Ketua Yayasan Samudera Ilmu Semarang. Dalam pemaparannya yang bertajuk “From Good to Great: Membangun Sekolah Berprestasi Melalui Kepemimpinan Inovatif dan Manajemen Berdasar Data”, beliau menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memimpin sekolah. Beberapa poin kunci yang menjadi sorotan dalam materi tersebut antara lain: Kepemimpinan Inovatif: Bagaimana seorang pemimpin sekolah tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi mampu melihat peluang dan menciptakan solusi kreatif bagi tantangan pendidikan masa kini. Manajemen Berdasar Data: Menekankan bahwa setiap kebijakan sekolah, mulai dari kurikulum hingga pengembangan SDM, harus didasarkan pada data yang akurat agar hasil yang dicapai lebih terukur dan efektif. Belajar Lewat Pengalaman: Games Berhikmah Berbeda dengan seminar pimpinan yang biasanya kaku, acara kali ini dikemas dengan sangat interaktif. Di sela-sela materi yang padat, sesi dihangatkan dengan ice breaking dan games berhikmah. Permainan-permainan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah simulasi yang dikorelasikan langsung dengan dinamika kepemimpinan di lingkup sekolah. Melalui games ini, para pimpinan diajak untuk mempraktikkan cara berkomunikasi secara strategis, menjaga koordinasi tim dalam tekanan, serta mengambil keputusan cepat yang tetap mengutamakan hikmah dan kemaslahatan umat. Menyongsong Masa Depan Sekolah yang Tangguh Suasana penuh tawa namun tetap khidmat ini menciptakan ruang diskusi yang terbuka antar kepala sekolah. Sinergi ini diharapkan mampu membawa standar baru di seluruh unit Salman Al Farisi agar semakin solid dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi. Pembinaan ini diakhiri dengan tekad kolektif bahwa untuk menjadi sekolah yang “Great”, diperlukan pemimpin yang mau terus belajar, berani berinovasi, dan rendah hati dalam melayani.

From Good to Great: Pemimpin Salman Al Farisi Siapkan Strategi Sekolah Berprestasi Berbasis Data Read More »

GEMATI 2025: Mencetak Pegawai Baru Salman Al Farisi yang Melayani dengan Hati Melalui Komunikasi Excellence

Yogyakarta, 29 Desember 2025 – Menjelang pergantian tahun, Yayasan Salman Al Farisi menyambut keluarga barunya dengan penuh energi melalui agenda GEMATI (Pelatihan Pegawai Baru Salman Al Farisi). Bertempat di Kollektif Co-Working & Space, acara ini berlangsung seru, dinamis, dan kaya akan wawasan praktis bagi para pendidik serta tenaga kependidikan baru. Pelatihan kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan visi lembaga: “Connecting to Care, Caring to Connect: Formula Komunikasi untuk Service Excellence di Lembaga Pendidikan”. Fokus utamanya adalah membekali pegawai baru dengan standar pelayanan prima yang berlandaskan kasih sayang dan profesionalisme. Filosofi dan Mindset: Menghubungkan Hati Sebelum Aksi Acara dipandu oleh narasumber inspiratif, Bapak Erik Hadi Saputra, S. Kom., M. Eng., yang dikenal mampu membawakan materi berat dengan cara yang menyenangkan. Sesi pertama dimulai dengan materi “Connecting to Care”. Di sini, para peserta diajak untuk membedah filosofi dan mindset dasar seorang pelayan umat di lembaga pendidikan. Bapak Erik menekankan bahwa pelayanan prima (Service Excellence) di Salman Al Farisi bermula dari hati yang peduli. Sebelum membangun koneksi secara profesional, seorang pegawai harus terlebih dahulu memiliki kepedulian (care) yang tulus terhadap siswa, wali murid, dan sesama rekan kerja. Mengasah Skill Komunikasi dalam Skenario Nyata Tidak hanya soal teori, pelatihan berlanjut ke sesi “Caring to Connect” yang berfokus pada skill dan teknik komunikasi. Peserta diajarkan bagaimana menerjemahkan kepedulian menjadi tindakan nyata melalui tutur kata, bahasa tubuh, dan empati. Keseruan semakin memuncak saat memasuki materi Formula Komunikasi Excellence dalam Skenario Nyata. Para peserta melakukan simulasi menghadapi berbagai situasi yang sering terjadi di sekolah, mulai dari menyapa wali murid dengan hangat hingga menangani keluhan dengan solusi yang menenangkan. Simulasi ini memastikan bahwa setiap pegawai baru siap memberikan impresi positif sejak hari pertama mereka bertugas. Komitmen Bersama untuk Pelayanan Terbaik Sebagai penutup, seluruh peserta menyusun Action Plan & Komitmen Bersama. Langkah ini diambil agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar terimplementasi dalam keseharian di sekolah. Suasana seru dan penuh tawa yang tercipta selama acara membuktikan bahwa belajar tentang pelayanan tidak harus kaku. Dengan semangat “GEMATI”, para pegawai baru Salman Al Farisi kini siap melangkah dengan satu misi: memberikan pelayanan terbaik yang mencerminkan nilai-nilai Qurani Berprestasi.

GEMATI 2025: Mencetak Pegawai Baru Salman Al Farisi yang Melayani dengan Hati Melalui Komunikasi Excellence Read More »

Menuju Sekolah Unggulan: Pembinaan Guru & Karyawan SDIT SAF 2 Fokus pada Kualitas Pembelajaran dan Totalitas Murabbi

Sleman, 16 Desember 2025 – Di penghujung tahun, SDIT Salman Al Farisi 2 menggelar agenda krusial untuk memperkuat fondasi kualitas lembaga. Bertempat di lingkungan sekolah, Pembinaan Guru & Karyawan SDIT Salman Al Farisi 2 berlangsung dengan khidmat dan sarat akan ilmu. Seluruh guru dan karyawan hadir untuk menyamakan visi dalam membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi rujukan dalam penguatan karakter Islami. Visi Menjadi SD Favorit: Lebih dari Sekadar Nama Sesi pertama dibuka dengan pemaparan inspiratif dari Prof. Ir. Moh. Khairudin, M.T., PhD. IPU., ASEAN., Eng. Beliau membedah strategi dan mimpi besar untuk menjadikan SDIT Salman Al Farisi 2 sebagai Sekolah Dasar Favorit. Menurut Prof. Khairudin, predikat “favorit” bukanlah sekadar popularitas, melainkan buah dari karakteristik yang kuat, dua di antaranya adalah: Kualitas Pembelajaran & Pendekatan Pendidikan: Sekolah harus konsisten berinovasi dalam metode ajar yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai agama. Penguatan Karakter dan Etika: Menjadikan sekolah sebagai laboratorium akhlak, di mana setiap interaksi didasarkan pada etika Islam yang luhur. Optimalisasi Peran Murabbi: Lima Dimensi Kecerdasan Guru Memasuki sesi kedua, Dr. Sudiyatno, ME membawa peserta menyelami kedalaman peran seorang pendidik. Beliau menekankan bahwa menjadi guru di Salman Al Farisi bukan sekadar profesi, melainkan bentuk totalitas berislam. Dr. Sudiyatno menjelaskan lima peran esensial yang harus dioptimalkan oleh setiap guru untuk mencetak generasi berkualitas: Mudarrib (Cerdas Kinestetik): Melatih keterampilan dan ketangkasan siswa. Mu’allim (Cerdas Intelektual): Mentransfer ilmu pengetahuan secara cerdas dan mendalam. Muwajih (Cerdas Spiritual): Menjadi pengarah yang membimbing ruhani dan kedekatan siswa kepada Allah. Mursyid (Cerdas Emosional): Menjadi pembimbing yang mampu menyentuh sisi emosi dan empati siswa. Muaddib (Cerdas Moral & Sosial): Penanam adab dan pembentuk karakter sosial yang santun. Satu Visi untuk Generasi Qurani Berprestasi Pelatihan ini ditutup dengan semangat baru bagi seluruh staf. Pesan kuat yang dibawa pulang adalah bahwa kualitas sebuah sekolah ditentukan oleh totalitas orang-orang di dalamnya. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pelita yang menerangi jalan bagi siswa menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Dengan pembekalan ini, SDIT Salman Al Farisi 2 semakin mantap melangkah untuk memberikan layanan pendidikan terbaik, mengukuhkan diri sebagai lembaga yang melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.

Menuju Sekolah Unggulan: Pembinaan Guru & Karyawan SDIT SAF 2 Fokus pada Kualitas Pembelajaran dan Totalitas Murabbi Read More »

Memacu Adrenalin dan Kekompakan: Outbound SDIT Salman Al Farisi 2 Tanamkan Semangat Kerja Sama

Sleman, 26 November 2025 – Seluruh siswa/i SDIT Salman Al Farisi 2 meninggalkan rutinitas kelas untuk satu hari penuh petualangan dan tantangan dalam agenda Outbound Akbar di Karangasri Outbound. Mengusung semangat kebersamaan, acara ini berlangsung seru dan meriah, menguji kekompakan tim, kemampuan motorik, dan keberanian siswa melalui serangkaian game yang mendebarkan. Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih keterampilan sosial, mengasah kerjasama, dan memberikan pengalaman belajar langsung di alam terbuka, sebagai bekal penting bagi pembentukan karakter siswa. Pembukaan Penuh Energi: Safety First dan Ice Breaking Pagi hari, seluruh peserta tiba di lokasi dan disambut dengan hangat oleh panitia dan fasilitator. Rangkaian acara diawali dengan penyambutan peserta dan foto bersama untuk mengabadikan semangat sebelum bertanding. Setelah pembukaan singkat, fokus utama diberikan pada Safety Brief dari fasilitator. Petunjuk keselamatan yang jelas dan tegas memastikan seluruh permainan dapat berjalan aman dan lancar. Suasana semakin memanas dengan sesi Ice Breaking & Senam yang energik, menyatukan semangat dan fisik seluruh siswa. Pos Games Penuh Tantangan: Menguji Nalar dan Kekompakan Inti dari kegiatan outbound adalah rangkaian 12 pos games yang harus diselesaikan setiap kelompok, dengan durasi ketat 20 menit per pos. Permainan-permainan ini dirancang untuk memaksa siswa bekerja sama secara efektif dan berpikir kreatif: Water Games (Long Water, Water Transfer, Mini Polo Air): Menguji kecepatan, koordinasi, dan kemampuan memecahkan masalah dalam kondisi basah dan penuh tawa. Logic & Strategi (Blind Ball, Pipa Bocor, Crane, Pipe Line): Membutuhkan komunikasi non-visual, perencanaan tim, dan penggunaan logika untuk mengalirkan benda atau air ke tujuan. Adrenalin & Motorik (Berperahu, Halang Rintang, Tangkap Ikan, Tarzan Swing, Postman & Papan Goyang, Flying Bamboo): Mengasah keberanian, keseimbangan, dan motorik kasar. Terutama Tarzan Swing dan Flying Bamboo yang menuntut mental baja dan dukungan penuh dari tim. Setiap pos bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi tentang bagaimana siswa belajar mendengarkan, memimpin secara bergantian, dan menanggung kegagalan sebagai satu tim. Kegagalan di satu pos tidak mengurangi semangat mereka untuk menyelesaikan pos berikutnya. Penutup Penuh Kesan: Kembali dengan Semangat Baru Setelah menyelesaikan seluruh tantangan pos games yang menguras energi dan memacu adrenalin, seluruh peserta menjalani sesi ISHOMA (Istirahat, Shalat, Makan). Momen ini menjadi waktu bagi siswa untuk mengembalikan energi, bersyukur, dan merefleksikan pelajaran yang didapat. Kegiatan Outbound SDIT Salman Al Farisi 2 diakhiri dengan upacara penutupan yang sederhana namun berkesan. Seluruh siswa pulang membawa kenangan seru, pakaian yang basah, dan yang terpenting: semangat kekompakan dan daya juang yang lebih tinggi. Mereka kembali ke sekolah, siap mengaplikasikan pelajaran kerja tim yang didapat di alam terbuka ke dalam proses belajar mereka sebagai generasi Qurani Berprestasi.

Memacu Adrenalin dan Kekompakan: Outbound SDIT Salman Al Farisi 2 Tanamkan Semangat Kerja Sama Read More »