Website SAF jogja

Berita

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan

Yogyakarta, 25 November 2025 – Tepat pada Hari Guru Nasional, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Salman Al Farisi merayakan hari istimewa ini dengan rangkaian acara yang berbeda, namun dengan satu semangat yang sama: menghormati dedikasi para Murabbi dan memperkuat komitmen menjadi teladan. Dari jenjang paling dasar hingga menengah, perayaan ini menjadi momen apresiasi dan recharge ruhiyah bagi seluruh guru dan karyawan. Canda Tawa dan Kartu Tulus di Jenjang TK Perayaan di jenjang Taman Kanak-kanak berlangsung penuh kehangatan dan keakraban bersama anak-anak: TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1: Keceriaan dimulai dengan potong kue dan makan bersama guru dan siswa. Anak-anak disuguhi video kartun seputar guru yang menghibur. Momen apresiasi diberikan dalam bentuk sederhana namun manis: guru mendapatkan buket cokelat dan kaos kaki, simbol kenyamanan dan kehangatan. KB-TKIT Salman Al Farisi 2: Anak-anak disuguhkan sesi edukatif melalui dialog bersama Bu Yani & Boneka Tsabita, yang menyampaikan pesan tentang peran guru. Suasana haru tercipta saat Bu Tien mendedikasikan puisi untuk rekan-rekan guru. Ekspresi cinta paling tulus datang dari anak-anak yang menempel kartu ucapan di pagar sebagai ucapan Selamat Hari Guru. Inspirasi dan Apresiasi Masa Kerja di Jenjang SD Jenjang Sekolah Dasar memadukan penampilan siswa dan penguatan spiritual bagi guru: SDIT Salman Al Farisi 1: Apresiasi datang langsung dari siswa. Kelas 1 dan 4 mempersembahkan gerak lagu sebagai ucapan terima kasih. Siangnya, guru mengikuti agenda khusus Pengajian bersama Ustad Syafi’i Masykur, S. Ag, M. Hum, yang fokus pada tema guru menjadi teladan dalam amal dan akhlak. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi hadiah untuk para guru. SDIT Salman Al Farisi 2: Siswa berkreasi dengan menonton video hari guru, menggambar, dan menulis ucapan tulus. Interaksi langsung terjalin melalui games bersama guru (pesan berantai, kata bersambung, tebak nama kota, tebak gambar, dan tebak nama siswa) yang mengundang gelak tawa. Momen spesial dilakukan saat syukuran potong tumpeng dan apresiasi gukar yang masa kerjanya lebih dari 10 tahun, menghargai loyalitas dan pengabdian yang panjang. Kreativitas Penuh Semangat di Jenjang SMPIT Siswa SMPIT Salman Al Farisi menunjukkan rasa hormat dan terima kasih melalui kreativitas seni dan pertunjukan yang solid: Kelas 7A tampil energik dengan Drama dan bernyanyi (Laskar Pelangi). Kelas 7B menyentuh hati dengan membaca puisi dan menyanyi. Kelas 8A menyanyikan lagu dedikasi Doaku untukmu Guru (JSIT), dan Kelas 8B membawakan lantunan Nasyid Guruku (Gontor). Kelas 9A mempersembahkan video drama yang penuh makna, sementara Kelas 9B menutup dengan pertunjukan Flashmob yang ceria dan kompak. Acara di SMPIT ditutup dengan pemutaran video kenang-kenangan Hari Guru dari OSIS, meninggalkan kesan haru dan bangga di hati para guru. Yayasan Salman Al Farisi juga memberikan apresiasi kepada setiap guru dan karyawan di lembaga dengan memberikan bingkisan sajadah ukir nama sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi penuh yang diberikan oleh mereka di masing-masing perannya. Sajadah juga menjadi simbol bahwa besar harapan Yayasan Salman Al Farisi agar para guru karyawan senantiasa menyertakan Salman Al Farisi dalam doa-doa di sujud mereka; mendoakan kemajuan dan keberkahan setiap langkah di seluruh elemen Yayasan Salman Al Farisi Perayaan Hari Guru di berbagai lembaga Salman Al Farisi ini menegaskan kembali komitmen yayasan: bahwa guru adalah aset terpenting yang harus diapresiasi, dan teladan akhlak serta amal adalah fondasi utama dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi.

Syukuran dan Dedikasi: Salman Al Farisi Rayakan Hari Guru Sebagai Hari Apresiasi dan Peningkatan Teladan Read More »

Canda Tawa di Gembiraloka: Family Gathering TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 Eratkan Sinergi Sekolah dan Keluarga

Yogyakarta, 22 November 2025 – Kebun Binatang Gembiraloka pada hari itu dipenuhi dengan warna ceria dan gelak tawa keluarga besar TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1. Dalam agenda Family Gathering tahunan, seluruh guru, wali murid, dan siswa/i berkumpul untuk merayakan kebersamaan. Acara ini bertujuan utama untuk mempererat silaturahmi, menguatkan sinergi antara sekolah dan orang tua, serta memberikan ruang refreshing bagi anak-anak melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna. Yel-Yel Semangat dan Tilawah Pembuka Berkah Meskipun cuaca cerah, semangat para peserta jauh lebih membara. Acara diawali dengan penuh energi: setiap kelas unjuk kebolehan dengan menampilkan yel-yel yang kompak dan lucu, diakhiri dengan sesi foto per kelas yang mengabadikan kebersamaan. Setelah check-in bersama orang tua, seluruh peserta berkumpul di tanah lapang Gembiraloka untuk pembukaan resmi. Pesan bahwa keluarga Salman Al Farisi adalah keluarga Qurani ditegaskan melalui penampilan Pembacaan Tilawah dan Terjemah yang dibawakan dengan fasih oleh siswa/i kelompok B. Lantunan ayat suci ini memberikan keberkahan dan menyejukkan hati, menjadi fondasi utama sebelum memulai rangkaian keseruan. Permainan Keakraban: Menghidupkan Komunikasi dan Kekompakan Puncak dari acara ini adalah Permainan Keakraban Orang Tua & Anak. Sesi ini dirancang khusus untuk memperkuat ikatan emosional dan melatih komunikasi non-verbal antara orang tua dan anak. Berbagai permainan menantang kekompakan mereka: dari Permainan Konsentrasi yang menguji fokus, ambil Bola yang menuntut kecepatan, hingga angkat Bola yang memerlukan koordinasi dan kerjasama tim yang solid. Melihat orang tua dan anak-anak berusaha menyelesaikan misi bersama, tertawa, dan saling menyemangati, adalah pemandangan yang mengharukan sekaligus penuh energi. Keseruan berlanjut dengan Kuis dan Pembagian Doorprize yang semakin memeriahkan suasana. Apresiasi dan Eksplorasi Bebas Acara resmi ditutup dengan sesi Apresiasi Kelas dan foto bersama, memberikan penghargaan atas kekompakan dan partisipasi aktif seluruh keluarga. Setelah penutup, acara beralih ke sesi yang paling dinanti anak-anak: Acara Bebas. Anak-anak dan orang tua bebas berkeliling Gembiraloka Zoo, menjelajahi koleksi satwa, dan menikmati wahana yang tersedia. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi orang tua untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak, sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan alam yang telah dipelajari.

Canda Tawa di Gembiraloka: Family Gathering TB-KB-TKIT Salman Al Farisi 1 Eratkan Sinergi Sekolah dan Keluarga Read More »

Gerak Bersama, Tumbuh Bahagia: Outbound SDIT Salman Al Farisi Melatih Kekompakan Tim dan Motorik Siswa

Sleman, 19 November 2025 – Suasana riuh rendah keceriaan dan semangat kebersamaan menyelimuti Karangasri Outbound. Seluruh siswa/i SDIT Salman Al Farisi dari kelas 1 hingga 6 hari itu meninggalkan bangku sekolah untuk menjalani Outbound Akbar dengan tema yang inspiratif: “Gerak Bersama, Tumbuh Bahagia.” Agenda ini dirancang untuk melatih kemampuan motorik kasar siswa, mengasah kerjasama dan kekompakan tim, serta mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan alam, menjadikan proses belajar sebagai petualangan yang seru dan bermakna. Perjalanan Awal dan Ice Breaking Pembuka Semangat Pagi hari, seluruh peserta outbound berkumpul dan berangkat bersama dari sekolah dengan menaiki bis. Perjalanan menuju Karangasri Outbound dipenuhi lagu-lagu penyemangat dan canda tawa, membangun antusiasme sejak dini. Sesampainya di lokasi, kegiatan diawali dengan sesi Ice Breaking yang dipandu oleh instruktur. Permainan ringan yang penuh energi ini sukses memecah kebekuan dan menyatukan semangat seluruh peserta, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di pos-pos berikutnya. Uji Kekompakan Tim di Setiap Pos Tantangan Inti dari kegiatan outbound adalah rangkaian permainan di pos-pos berbeda yang harus diselesaikan secara bergantian. Hampir semua permainan ini melibatkan kerja tim yang solid, menguji kemampuan komunikasi dan kerjasama siswa: Voli Bola Jumbo & Estafet Bola dengan Pipa: Permainan ini melatih koordinasi dan strategi kelompok dalam memindahkan objek besar atau kecil tanpa bantuan tangan langsung. Memindahkan Balok dengan Tali & Estafet Alas: Menuntut kesabaran, kepemimpinan, dan kepercayaan antar anggota tim untuk menyelesaikan misi yang membutuhkan sinkronisasi gerakan. Mengangkat Pingpong dengan Sumpit & Memindahkan Bola dengan Mata Tertutup: Melatih ketelitian, fokus, serta komunikasi verbal yang efektif dalam kondisi keterbatasan sensorik. Selain permainan kelompok, kemampuan fisik dan motorik individu juga diuji dalam zona Ketangkasan, di mana anak-anak harus melewati berbagai rintangan seperti melompat sesuai pola, merangkak melewati ring, dan loncat melewati ring. Puncak Keseruan: Air, Alam, dan Flying Fox Kegiatan semakin meriah dengan Aneka Permainan Air, di mana anak-anak bebas bermain dan berinteraksi dalam suasana yang santai dan menyegarkan. Momen ini menjadi pelepas ketegangan setelah sesi tantangan yang intens. Sebagai penutup yang paling memacu adrenalin, anak-anak berkesempatan mencoba Flying Fox. Tantangan meluncur dari ketinggian ini melatih keberanian dan menumbuhkan rasa percaya diri, sebuah pelajaran penting yang mereka bawa pulang dari alam terbuka. Outbound di Karangasri ini sukses menyajikan pembelajaran yang jauh dari kata membosankan. Seluruh siswa/i SDIT Salman Al Farisi kembali ke sekolah dengan jiwa yang lebih segar, motorik yang lebih terasah, dan pemahaman yang mendalam bahwa kebahagiaan terbesar tercipta dari kebersamaan dan kekompakan tim.

Gerak Bersama, Tumbuh Bahagia: Outbound SDIT Salman Al Farisi Melatih Kekompakan Tim dan Motorik Siswa Read More »

Harmoni Iman dan Budaya Pentas Seni SDIT SAF 2: Jelajah Budaya Nusantara

Sleman, 15 November 2025 – Seluruh area SDIT Salman Al Farisi 2 berubah menjadi panggung kebesaran Indonesia, dipenuhi sorak sorai dan decak kagum. Dalam suasana meriah, Pentas Seni SDIT Salman Al Farisi 2025 dengan tema “Jelajah Budaya Nusantara” sukses memukau seluruh wali murid dan siswa/i dari kelas 1 hingga 6. Acara ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan sarana edukatif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa dan semangat untuk terus belajar serta berkarya, semuanya diselaraskan dengan nilai-nilai luhur Islam yang dijunjung tinggi. Dibuka Sang Juara: Dari Panggung Ngemplak ke Panggung Sekolah Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Ibu Sri Maryati, S.Pd.Ina, Koordinator Wilayah Ngemplak. Gong yang berbunyi nyaring itu menandakan dimulainya perjalanan budaya yang luar biasa. Sebagai Grand Opening, panggung langsung diguncang oleh penampilan memukau Tari Dayak yang dibawakan oleh siswa/i kelas 6. Tarian ini semakin spesial karena merupakan penampilan yang sukses mengantar mereka meraih Juara 2 Pensi Jambore se-Kapanewon Ngemplak. Semangat juara ini menjadi penyemangat bagi adik-adik kelas mereka. Perjalanan Penuh Makna: Ketaatan, Cinta, dan Nasionalisme Setelah pembukaan, perjalanan budaya pun dimulai, membawa penonton menjelajah dari ujung barat hingga timur Indonesia: Ketaatan dan Dakwah: Kelas 1A Ibnu Amajur membawakan Tari Saman dari Aceh, sebuah tarian yang melambangkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Dilanjutkan oleh Kelas 1C Ar Razi dengan Tari Dindin Badindin dari Sumatera Barat yang memiliki sejarah sebagai media penyebaran agama Islam pada abad ke-13. Keceriaan dan Nasionalisme: Kelas 2B Ibnu Sina menampilkan kombinasi apik Tari Cing Cakeling dan Manuk Dadali dari Jawa Barat, yang menggambarkan keceriaan masyarakat Sunda sekaligus semangat nasionalisme. Kearifan Budaya: Siswa kelas 1B Al Farisi menghadirkan keindahan pulau yang dijuluki ‘heaven on earth’ lewat Tari Kecak Bali. Sementara itu, Kelas 2A Ibnu Rusyd menampilkan Tarian Khas Jawa Timur yang penuh dinamika. Panggung semakin hangat ketika Kelas 3A Ibnu Sahl dari Sulawesi menyajikan kombinasi indah Tari Anging Mamiri, Mapadendang, dan Si Patokaan, yang kesemuanya memiliki makna inti yang sama: cinta—cinta tanah kelahiran dan kasih sayang seorang ibu. Pesan Moral di Balik Permainan Tradisional dan Bela Diri Salah satu penampilan yang paling ditunggu adalah gabungan antara seni dan pelajaran moral. Kelas 3C Al Farabi membawakan Drama Musikal & Tari dari permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng & Ancak-Ancak Alis. Drama ini secara apik mengajak penonton untuk kembali mengenang permainan masa lalu yang sarat nilai kejujuran, kerja sama, dan semangat mencari makna hidup. Nilai kemandirian dan keterampilan hidup juga diangkat. Kelas 5A Al Birruni memperkenalkan Silat sebagai cabang beladiri Betawi melalui Drama Musikal Betawi yang cerdas dan menghibur. Tak ketinggalan, nilai birrul walidain disisipkan dalam Tari Indung-Indung yang diiringi Storytelling Legenda Batu Menangis dari Kalimantan Timur. Jejak Timur yang Menggugah Semangat Menjelang akhir, panggung bergeser ke Indonesia Timur yang kaya akan semangat: Kelas 4A Al Battani menampilkan Tari Tide-Tide Halmahera Utara, tarian yang terkenal dengan makna keselarasan kehidupan sosial dan mempererat hubungan antarwarga. Kelas 4B Ibnu Saffar membawakan Tari Tifa dan Tari Caci, tarian sukacita menyambut masa panen dan sebagai ungkapan rasa syukur. Pentas ditutup dengan semangat keberanian dan kebersamaan melalui Tari Kombinasi Papua oleh Kelas 5B Ibnu Nafis. Pentas Seni “Jelajah Budaya Nusantara” ini sukses menjadi bukti komitmen SDIT Salman Al Farisi 2 dalam membentuk generasi yang Qurani Berprestasi—yaitu generasi yang tidak hanya taat pada Allah, tetapi juga mencintai dan melestarikan budaya bangsanya.

Harmoni Iman dan Budaya Pentas Seni SDIT SAF 2: Jelajah Budaya Nusantara Read More »

Niat Mulia Menjadi Jaminan Pendidikan Abadi: Salman Al Farisi Terima Tanah Wakaf Pembangunan SMPIT-SMAIT

Sleman, 5 November 2025 – Pendidikan adalah investasi terpanjang, dan di mata Islam, wakaf adalah jembatan menuju amal jariyah yang tak terputus. Pada hari yang penuh berkah, sejarah baru terukir bagi Yayasan Salman Al Farisi, ditandai dengan dilaksanakannya Ikrar Wakaf Tanah Pembangunan SMPIT-SMAIT Salman Al Farisi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Ngaglik. Acara ini adalah momen serah terima resmi yang bertujuan mengalihkan kepemilikan tanah dari para Wakif (Pemberi Wakaf) kepada Nazhir (Penerima Wakaf), sehingga tanah tersebut dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah dan pengembangan pendidikan Salman Al Farisi di jenjang menengah. Suasana di KUA Kapanewon Ngaglik berlangsung sangat khidmat. Acara diawali dengan penjelasan singkat mengenai sistem serah terima tanah wakaf, memastikan semua proses berjalan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku. Momen haru terjadi saat para Wakif yang berhati mulia, Bapak Dr. Sudiyanto, M.E, dan Bapak H.Ir. Abdul Aziz, membacakan ikrar wakaf mereka. Secara simbolis, ikrar ini menyerahkan aset berharga milik pribadi demi kepentingan umat. Di sisi lain, Bapak Prof. Ir. Khoiruddin Salim, S.T., M.Eng., ASEAN., PhD, selaku Ketua Yayasan Salman Al Farisi, menerima amanah tersebut sebagai Nazhir, disaksikan oleh beberapa pengurus inti yayasan. Puncak prosesi ditandai dengan penandatanganan surat-surat dan dokumen serah terima yang menandakan beralihnya kepemilikan tanah secara sah. Ikrar ini adalah janji untuk menjaga dan mengoptimalkan aset wakaf ini sejalan dengan visi yayasan. Melalui wakaf ini, para wakif telah menanam benih shodaqah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama tanah tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, ibadah, dan dakwah. Sementara itu, bagi Yayasan Salman Al Farisi, ini adalah penguatan komitmen untuk terus menyediakan fasilitas pendidikan terbaik, yang memadukan keunggulan akademik dengan fondasi karakter Islami yang kokoh. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pihak KUA, memohon keberkahan atas niat baik para wakif dan kemudahan bagi Yayasan Salman Al Farisi dalam melaksanakan amanah besar ini. Ikrar wakaf ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara niat mulia masyarakat dan komitmen yayasan adalah kunci utama kemajuan pendidikan umat.

Niat Mulia Menjadi Jaminan Pendidikan Abadi: Salman Al Farisi Terima Tanah Wakaf Pembangunan SMPIT-SMAIT Read More »

SPESAF EXPO #2 2026 Menjadi Panggung Kebesaran Qurani dan Keberagaman Nusantara

Yogyakarta, 1 November 2025 – Suasana SMPIT Salman Al Farisi pada akhir tahun 2025 berubah menjadi panggung megah yang penuh warna dan semangat persatuan. Ratusan siswa SD se-Yogyakarta berkumpul dalam event akbar SPESAF EXPO #2 2026 yang secara resmi mengusung tema inspiratif: “Keberagaman Nusantara.” Agenda tahunan ini digelar dengan satu tujuan mulia: mengasah minat dan bakat siswa serta menggali potensi mereka yang tidak hanya cemerlang di akademik, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai Qurani Berprestasi. Pembukaan Penuh Khidmat: Merangkai Iman dan Nasionalisme Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang khidmat namun membangkitkan semangat. Seluruh peserta dan tamu undangan berdiri tegak, mendengarkan lantunan Tilawah yang menyejukkan hati, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salman Al Farisi. Keseimbangan antara spiritualitas dan nasionalisme ini menjadi ciri khas pendidikan di SMPIT SAF. Acara dibuka secara resmi setelah sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMPIT SAF dan perwakilan Dinas Pendidikan. Sambutan ini menegaskan peran sekolah dalam mencetak generasi muda yang berakar kuat pada budaya bangsa dan berlandaskan agama. Panggung Gelar Karya: Warna-Warni Budaya Nusantara Puncak kemeriahan SPESAF EXPO #2 terletak pada Gelar Karya Siswa SMPIT SAF yang tampil memukau, menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang terampil dan peka terhadap isu sosial-budaya. Siswa Kelas 9B menampilkan Drama Musikal Batu Menangis yang diiringi oleh Tari Kalimantan yang eksotis. Sementara Kelas 8A membawakan drama yang sarat pesan tentang Perusakan Alam di Papua. Keindahan budaya Nusantara disempurnakan oleh Kelas 8B dengan harmonisasi Tarian Zapin Palembang dan Tari Tortor Sumatra Utara. Penampilan-penampilan ini membuktikan bahwa keragaman adalah kekuatan, dan seni adalah media yang efektif untuk menyampaikan dakwah dan kepedulian. Di sela-sela penampilan utama, panggung juga dimeriahkan oleh Penampilan Nasyid yang dibawakan langsung oleh siswa/i SMPIT SAF. Kompetisi Simultan: Menguji Mental dan Skill Ekonomi Secara simultan, semangat kompetisi memanas di ruang-ruang kelas. Puluhan siswa kelas 6 SD dari berbagai sekolah menguji kesiapan masuk SMP favorit melalui Tryout TKA (Tes Kemampuan Akademik) & TKAD (Tes Kemampuan Dasar Agama). Di sisi lain, talenta spiritual diuji dalam lomba MHQ (Musabaqah Hifzhil Qur’an) dan MTtQ (Musabaqah Tartil Qur’an). Tak ketinggalan, Market Day yang digelar oleh siswa/i SMPIT SAF juga berlangsung seru. Kegiatan ini melatih jiwa kewirausahaan dan manajemen finansial mereka secara praktis. Acara ditutup dengan sesi yang paling dinanti: Pengumuman Juara Lomba. Pengumuman ini mencakup seluruh kompetisi yang berjalan hari itu, termasuk pemenang Lomba Futsal yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 21-23 Oktober 2025. SPESAF EXPO #2 2026 sukses menjadi platform yang ideal bagi siswa SD se-Yogyakarta untuk menguji diri, merayakan keberagaman, dan merasakan langsung suasana SMPIT Salman Al Farisi yang komprehensif dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi yang mencintai Nusantara.

SPESAF EXPO #2 2026 Menjadi Panggung Kebesaran Qurani dan Keberagaman Nusantara Read More »

Menggali Kearifan Yogyakarta di Diorama Arsip dan Keraton | Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Sebagai bekal akhir sebelum melangkah ke jenjang SMP, seluruh siswa/i Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang sarat makna sejarah dan budaya. Perjalanan kali ini membawa mereka menelusuri alur waktu perjuangan di Diorama Arsip Jogja (Museum Arsip Yogyakarta) dan meresapi keagungan budaya di Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, khususnya pelajaran IPS dan Sejarah. Tujuannya adalah memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Melacak Jejak Sejarah di Diorama Arsip Jogja yang Modern dan Interaktif Kunjungan dimulai di Diorama Arsip Jogja, sebuah museum sejarah modern yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Museum ini menawarkan cara yang unik dan tidak membosankan untuk mempelajari sejarah. Anak-anak diajak mengikuti perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta selama kurang lebih empat abad, mulai dari era Mataram hingga status Keistimewaan DIY. Museum ini sukses memadukan arsip, seni, dan teknologi modern seperti Diorama, Hologram, Augmented Reality (AR), dan audiovisual interaktif yang tersebar dalam 18 ruangan tematik. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang akar sejarah, peran para pemimpin, dan proses terbentuknya DIY, sekaligus menunjukkan bahwa sejarah bisa dipelajari dengan cara yang modern dan interaktif sehingga tidak membosankan. Intisari Kebudayaan di Keraton Yogyakarta Hadiningrat Setelah melacak sejarah modern, perjalanan dilanjutkan ke pusat budaya Jawa: Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Keraton bukan hanya istana resmi Sultan, tetapi juga adalah jantung kebudayaan Jawa yang sangat kaya. Anak-anak berkesempatan melihat langsung arsitektur tradisional yang megah dan mempelajari sejarah para Sultan serta peran pentingnya bagi masyarakat. Mereka menyaksikan berbagai koleksi benda-benda bersejarah dan artefak budaya seperti alat musik Gamelan, pusaka, dan kereta kencana. Kunjungan ini dipandu langsung oleh petugas Keraton yang dengan apik dan menarik menjelaskan setiap detail. Interaksi dengan petugas ini menumbuhkan rasa hormat dan menghargai warisan leluhur. Anak-anak belajar bahwa Keraton adalah simbol kearifan lokal, keteladanan, dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur. Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan perpaduan antara teknologi modern dalam penyampaian sejarah dan keagungan tradisi. Anak-anak Kelas 6 pulang dengan pemahaman yang lebih dalam tentang jati diri bangsa, siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya sebagai generasi Qurani Berprestasi yang menghargai sejarah, mencintai budaya, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Menggali Kearifan Yogyakarta di Diorama Arsip dan Keraton | Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT SAF 2 Read More »

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Jika ada hari yang merangkum masa lalu, seni, dan masa depan dalam satu perjalanan, inilah hari itu. Seluruh siswa/i Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang luar biasa, menyeberangi waktu dari keagungan budaya di Museum Sonobudoyo menuju kecanggihan teknologi di Taman Pintar. Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Melestarikan Budaya di Museum Sonobudoyo Perjalanan dimulai dai Museum Sonobudoyo. Museum yang didirikan sejak tahun 1935 dengan arsitektur tradisional Jawa ini dikenal sebagai museum budaya dan sejarah Jawa terlengkap kedua setelah Museum Nasional. Anak-anak diajak mengamati puluhan ribu koleksi benda bersejarah dan seni budaya yang sangat beragam, mulai dari arkeologi, numismatika (mata uang), filologi (bahasa dan sastra), dan etnografi (kebudayaan). Mereka menyaksikan langsung keindahan wayang kulit dan benda-benda pusaka yang menjadi saksi bisu peradaban Jawa. Kunjungan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa dan mengajarkan mereka tentang keragaman suku, adat, dan seni yang harus disyukuri sebagai karunia dari Allah SWT. Menguji Nalar di Taman Pintar: Mencerdaskan dan Menyenangkan Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tempat belajar interaktif di yakni Taman Pintar Yogyakarta. Mengusung motto “Mencerdaskan dan Menyenangkan,” tempat ini menjadi ruang belajar non-formal yang sempurna untuk menumbuhkan minat anak terhadap sains, teknologi, dan sejarah. Anak-anak diajak untuk menjelajahi berbagai wahana, mulai dari Gedung Oval-Kotak hingga Planetarium. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba langsung berbagai alat peraga dan percobaan yang menyenangkan, seperti menguji gaya gravitasi, mempelajari optik cahaya, hingga memahami prinsip kerja listrik. Selain itu, anak-anak juga dapat melihat langsung benda-benda peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia juga setiap presiden RI dari masa ke masa. Taman Pintar berfungsi sebagai stimulus untuk menghidupkan nalar ilmiah. Anak-anak SDIT Salman Al Farisi 2 belajar bahwa ilmu pengetahuan itu seru, interaktif, dan merupakan jalan untuk memahami hukum-hukum alam yang ditetapkan oleh Sang Pencipta. Kunjungan Edukasi Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan perpaduan unik: kearifan lokal yang kaya di Sonobudoyo dan semangat eksplorasi ilmiah yang universal di Taman Pintar. Siswa Kelas 5 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas tentang identitas budaya bangsa dan bekal ilmu pengetahuan yang siap diolah. Mereka adalah generasi Qurani Berprestasi yang menghargai akar budaya sambil melangkah maju dengan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar Read More »

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh makna, di mana siswa/i Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 diajak melakukan perjalanan waktu dan keahlian lokal. Pada Kunjungan Edukasi kali ini, mereka mengunjungi Monumen Jogja Kembali (Monjali) untuk menyelami sejarah perjuangan bangsa, lalu berpindah ke Bakpia Juwara Satoe untuk mengenali keragaman kuliner khas Yogyakarta. Agenda ini bertujuan mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengambil Hikmah di Monjali: Menghargai Jasa Pahlawan Petualangan sejarah dimulai di Monumen Jogja Kembali (Monjali). Bangunan berbentuk kerucut tiga lantai yang megah ini adalah simbol pengingat ditariknya tentara Belanda dari Yogyakarta pada 29 Juni 1949, menandai kembalinya ibu kota RI. Di dalam museum, anak-anak diajak mengamati lebih dari seribu koleksi benda bersejarah di lantai satu, termasuk Tandu Jenderal Soedirman yang ikonik. Di lantai dua, mereka disuguhi sepuluh diorama 3D dan empat puluh relief yang menggambarkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Puncak kunjungan sejarah adalah di Garba Graha, ruang hening di puncak monumen. Di sana, anak-anak mengambil pelajaran penting tentang cinta tanah air, pengorbanan, dan jasa para pahlawan. Pengalaman langsung ini menumbuhkan rasa syukur dan semangat untuk menjadi generasi yang menghargai perjuangan bangsa. Merasakan Kecanggihan dan Keterampilan di Bakpia Juwara Satoe Dari sejarah perjuangan, perjalanan dilanjutkan ke ranah keahlian lokal: Bakpia Juwara Satoe. Merek bakpia modern yang baru berdiri pada tahun 2018 ini dikenal menonjolkan proses produksi yang mayoritas menggunakan mesin canggih untuk menjamin kualitas dan higienitas produk, memberikan wawasan tentang industri kuliner modern. Di sana, anak-anak diajak belajar “membuat” bakpia secara langsung. Setiap anak diberikan dua paket adonan bakpia yang terdiri dari tepung dan isian kacang hijau. Anak-anak tampak antusias memipihkan adonan, mengisinya dengan isian kacang hijau lezat, lalu menutupnya dengan rapi, persis seperti bakpia yang biasa mereka konsumsi. Aktivitas ini melatih motorik halus dan keterampilan fokus mereka, sekaligus memberikan pemahaman langsung bahwa produk lokal yang lezat pun memerlukan ketelitian dan proses yang higienis. Keseimbangan Generasi yang Nasionalis dan Terampil Kunjungan edukasi Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub pembelajaran yang esensial. Di Monjali, anak-anak menumbuhkan jiwa nasionalis dan menghargai sejarah. Di Bakpia Juwara Satoe, mereka mengasah keterampilan praktis dan memahami proses industri. Siswa Kelas 4 kembali ke sekolah dengan wawasan yang seimbang, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap bangsa dan keahlian yang terampil.

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe Read More »

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh petualangan, dua dimensi ilmu pengetahuan yang berbeda. Seluruh siswa/i Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang unik, menjelajahi kekayaan pangan lokal di Jejamuran dan menelusuri kearifan mitigasi bencana di Museum Merapi. Agenda ini bertujuan untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengenal Berbagai Macam Jamur dan Olahannya di Agrowisata Jamur Petualangan dimulai di Jejamuran, sebuah restoran unik yang hampir seluruh menunya berbahan dasar jamur (seperti jamur tiram, shitake, merang, dan portabella), disajikan dengan cita rasa masakan khas Indonesia. Namun, kunjungan ini lebih dari sekadar wisata kuliner. Jejamuran juga menyediakan layanan Agrowisata dan Edukasi, anak-anak berkesempatan melihat langsung area budidaya jamur di sekitar lokasi. Mereka melihat bagaimana jamur—yang merupakan pangan thoyyib—dibudidayakan dengan baik dan dikelola hingga siap diolah menjadi makanan lezat. Momen ini memberikan pemahaman langsung tentang proses produksi pangan dan pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Merenungi Kebesaran Alam di Kaki Merapi Setelah belajar tentang pangan dan pertanian, perjalanan dilanjutkan ke lokasi yang menawarkan pelajaran tentang alam semesta dan kesiapsiagaan: Museum Gunungapi Merapi (MGM). Museum ini didedikasikan sebagai pusat informasi kegunungapian, penelitian, dan mitigasi bencana, menyajikan wawasan ilmiah mendalam. Anak-anak melihat berbagai koleksi, mulai dari batuan vulkanik, diorama sejarah letusan Gunung Merapi, hingga alat-alat survei. Mereka memahami fakta-fakta ilmiah tentang aktivitas gunung berapi, khususnya Merapi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kunjungan ke MGM ini menjadi pengingat penting akan kebesaran Allah (melalui fenomena alam) dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Menjadi Generasi yang Responsif dan Berwawasan Luas Kunjungan edukasi Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub ilmu yang saling melengkapi. Di Jejamuran, anak-anak belajar tentang keberlanjutan dan kesehatan pangan. Di Museum Merapi, mereka belajar tentang sains, sejarah, dan mitigasi bencana. Siswa Kelas 3 kembali ke sekolah dengan pengetahuan yang kaya tentang lingkungan sekitar, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga responsif terhadap lingkungan dan tantangan alam.

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2 Read More »