Website SAF jogja

Berita

Harmoni Iman dan Budaya Pentas Seni SDIT SAF 2: Jelajah Budaya Nusantara

Sleman, 15 November 2025 – Seluruh area SDIT Salman Al Farisi 2 berubah menjadi panggung kebesaran Indonesia, dipenuhi sorak sorai dan decak kagum. Dalam suasana meriah, Pentas Seni SDIT Salman Al Farisi 2025 dengan tema “Jelajah Budaya Nusantara” sukses memukau seluruh wali murid dan siswa/i dari kelas 1 hingga 6. Acara ini bukan sekadar pementasan biasa, melainkan sarana edukatif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa dan semangat untuk terus belajar serta berkarya, semuanya diselaraskan dengan nilai-nilai luhur Islam yang dijunjung tinggi. Dibuka Sang Juara: Dari Panggung Ngemplak ke Panggung Sekolah Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Ibu Sri Maryati, S.Pd.Ina, Koordinator Wilayah Ngemplak. Gong yang berbunyi nyaring itu menandakan dimulainya perjalanan budaya yang luar biasa. Sebagai Grand Opening, panggung langsung diguncang oleh penampilan memukau Tari Dayak yang dibawakan oleh siswa/i kelas 6. Tarian ini semakin spesial karena merupakan penampilan yang sukses mengantar mereka meraih Juara 2 Pensi Jambore se-Kapanewon Ngemplak. Semangat juara ini menjadi penyemangat bagi adik-adik kelas mereka. Perjalanan Penuh Makna: Ketaatan, Cinta, dan Nasionalisme Setelah pembukaan, perjalanan budaya pun dimulai, membawa penonton menjelajah dari ujung barat hingga timur Indonesia: Ketaatan dan Dakwah: Kelas 1A Ibnu Amajur membawakan Tari Saman dari Aceh, sebuah tarian yang melambangkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Dilanjutkan oleh Kelas 1C Ar Razi dengan Tari Dindin Badindin dari Sumatera Barat yang memiliki sejarah sebagai media penyebaran agama Islam pada abad ke-13. Keceriaan dan Nasionalisme: Kelas 2B Ibnu Sina menampilkan kombinasi apik Tari Cing Cakeling dan Manuk Dadali dari Jawa Barat, yang menggambarkan keceriaan masyarakat Sunda sekaligus semangat nasionalisme. Kearifan Budaya: Siswa kelas 1B Al Farisi menghadirkan keindahan pulau yang dijuluki ‘heaven on earth’ lewat Tari Kecak Bali. Sementara itu, Kelas 2A Ibnu Rusyd menampilkan Tarian Khas Jawa Timur yang penuh dinamika. Panggung semakin hangat ketika Kelas 3A Ibnu Sahl dari Sulawesi menyajikan kombinasi indah Tari Anging Mamiri, Mapadendang, dan Si Patokaan, yang kesemuanya memiliki makna inti yang sama: cinta—cinta tanah kelahiran dan kasih sayang seorang ibu. Pesan Moral di Balik Permainan Tradisional dan Bela Diri Salah satu penampilan yang paling ditunggu adalah gabungan antara seni dan pelajaran moral. Kelas 3C Al Farabi membawakan Drama Musikal & Tari dari permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng & Ancak-Ancak Alis. Drama ini secara apik mengajak penonton untuk kembali mengenang permainan masa lalu yang sarat nilai kejujuran, kerja sama, dan semangat mencari makna hidup. Nilai kemandirian dan keterampilan hidup juga diangkat. Kelas 5A Al Birruni memperkenalkan Silat sebagai cabang beladiri Betawi melalui Drama Musikal Betawi yang cerdas dan menghibur. Tak ketinggalan, nilai birrul walidain disisipkan dalam Tari Indung-Indung yang diiringi Storytelling Legenda Batu Menangis dari Kalimantan Timur. Jejak Timur yang Menggugah Semangat Menjelang akhir, panggung bergeser ke Indonesia Timur yang kaya akan semangat: Kelas 4A Al Battani menampilkan Tari Tide-Tide Halmahera Utara, tarian yang terkenal dengan makna keselarasan kehidupan sosial dan mempererat hubungan antarwarga. Kelas 4B Ibnu Saffar membawakan Tari Tifa dan Tari Caci, tarian sukacita menyambut masa panen dan sebagai ungkapan rasa syukur. Pentas ditutup dengan semangat keberanian dan kebersamaan melalui Tari Kombinasi Papua oleh Kelas 5B Ibnu Nafis. Pentas Seni “Jelajah Budaya Nusantara” ini sukses menjadi bukti komitmen SDIT Salman Al Farisi 2 dalam membentuk generasi yang Qurani Berprestasi—yaitu generasi yang tidak hanya taat pada Allah, tetapi juga mencintai dan melestarikan budaya bangsanya.

Harmoni Iman dan Budaya Pentas Seni SDIT SAF 2: Jelajah Budaya Nusantara Read More »

Niat Mulia Menjadi Jaminan Pendidikan Abadi: Salman Al Farisi Terima Tanah Wakaf Pembangunan SMPIT-SMAIT

Sleman, 5 November 2025 – Pendidikan adalah investasi terpanjang, dan di mata Islam, wakaf adalah jembatan menuju amal jariyah yang tak terputus. Pada hari yang penuh berkah, sejarah baru terukir bagi Yayasan Salman Al Farisi, ditandai dengan dilaksanakannya Ikrar Wakaf Tanah Pembangunan SMPIT-SMAIT Salman Al Farisi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Ngaglik. Acara ini adalah momen serah terima resmi yang bertujuan mengalihkan kepemilikan tanah dari para Wakif (Pemberi Wakaf) kepada Nazhir (Penerima Wakaf), sehingga tanah tersebut dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah dan pengembangan pendidikan Salman Al Farisi di jenjang menengah. Suasana di KUA Kapanewon Ngaglik berlangsung sangat khidmat. Acara diawali dengan penjelasan singkat mengenai sistem serah terima tanah wakaf, memastikan semua proses berjalan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku. Momen haru terjadi saat para Wakif yang berhati mulia, Bapak Dr. Sudiyanto, M.E, dan Bapak H.Ir. Abdul Aziz, membacakan ikrar wakaf mereka. Secara simbolis, ikrar ini menyerahkan aset berharga milik pribadi demi kepentingan umat. Di sisi lain, Bapak Prof. Ir. Khoiruddin Salim, S.T., M.Eng., ASEAN., PhD, selaku Ketua Yayasan Salman Al Farisi, menerima amanah tersebut sebagai Nazhir, disaksikan oleh beberapa pengurus inti yayasan. Puncak prosesi ditandai dengan penandatanganan surat-surat dan dokumen serah terima yang menandakan beralihnya kepemilikan tanah secara sah. Ikrar ini adalah janji untuk menjaga dan mengoptimalkan aset wakaf ini sejalan dengan visi yayasan. Melalui wakaf ini, para wakif telah menanam benih shodaqah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama tanah tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, ibadah, dan dakwah. Sementara itu, bagi Yayasan Salman Al Farisi, ini adalah penguatan komitmen untuk terus menyediakan fasilitas pendidikan terbaik, yang memadukan keunggulan akademik dengan fondasi karakter Islami yang kokoh. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pihak KUA, memohon keberkahan atas niat baik para wakif dan kemudahan bagi Yayasan Salman Al Farisi dalam melaksanakan amanah besar ini. Ikrar wakaf ini menjadi pengingat bahwa sinergi antara niat mulia masyarakat dan komitmen yayasan adalah kunci utama kemajuan pendidikan umat.

Niat Mulia Menjadi Jaminan Pendidikan Abadi: Salman Al Farisi Terima Tanah Wakaf Pembangunan SMPIT-SMAIT Read More »

SPESAF EXPO #2 2026 Menjadi Panggung Kebesaran Qurani dan Keberagaman Nusantara

Yogyakarta, 1 November 2025 – Suasana SMPIT Salman Al Farisi pada akhir tahun 2025 berubah menjadi panggung megah yang penuh warna dan semangat persatuan. Ratusan siswa SD se-Yogyakarta berkumpul dalam event akbar SPESAF EXPO #2 2026 yang secara resmi mengusung tema inspiratif: “Keberagaman Nusantara.” Agenda tahunan ini digelar dengan satu tujuan mulia: mengasah minat dan bakat siswa serta menggali potensi mereka yang tidak hanya cemerlang di akademik, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai Qurani Berprestasi. Pembukaan Penuh Khidmat: Merangkai Iman dan Nasionalisme Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang khidmat namun membangkitkan semangat. Seluruh peserta dan tamu undangan berdiri tegak, mendengarkan lantunan Tilawah yang menyejukkan hati, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salman Al Farisi. Keseimbangan antara spiritualitas dan nasionalisme ini menjadi ciri khas pendidikan di SMPIT SAF. Acara dibuka secara resmi setelah sambutan hangat dari Kepala Sekolah SMPIT SAF dan perwakilan Dinas Pendidikan. Sambutan ini menegaskan peran sekolah dalam mencetak generasi muda yang berakar kuat pada budaya bangsa dan berlandaskan agama. Panggung Gelar Karya: Warna-Warni Budaya Nusantara Puncak kemeriahan SPESAF EXPO #2 terletak pada Gelar Karya Siswa SMPIT SAF yang tampil memukau, menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang terampil dan peka terhadap isu sosial-budaya. Siswa Kelas 9B menampilkan Drama Musikal Batu Menangis yang diiringi oleh Tari Kalimantan yang eksotis. Sementara Kelas 8A membawakan drama yang sarat pesan tentang Perusakan Alam di Papua. Keindahan budaya Nusantara disempurnakan oleh Kelas 8B dengan harmonisasi Tarian Zapin Palembang dan Tari Tortor Sumatra Utara. Penampilan-penampilan ini membuktikan bahwa keragaman adalah kekuatan, dan seni adalah media yang efektif untuk menyampaikan dakwah dan kepedulian. Di sela-sela penampilan utama, panggung juga dimeriahkan oleh Penampilan Nasyid yang dibawakan langsung oleh siswa/i SMPIT SAF. Kompetisi Simultan: Menguji Mental dan Skill Ekonomi Secara simultan, semangat kompetisi memanas di ruang-ruang kelas. Puluhan siswa kelas 6 SD dari berbagai sekolah menguji kesiapan masuk SMP favorit melalui Tryout TKA (Tes Kemampuan Akademik) & TKAD (Tes Kemampuan Dasar Agama). Di sisi lain, talenta spiritual diuji dalam lomba MHQ (Musabaqah Hifzhil Qur’an) dan MTtQ (Musabaqah Tartil Qur’an). Tak ketinggalan, Market Day yang digelar oleh siswa/i SMPIT SAF juga berlangsung seru. Kegiatan ini melatih jiwa kewirausahaan dan manajemen finansial mereka secara praktis. Acara ditutup dengan sesi yang paling dinanti: Pengumuman Juara Lomba. Pengumuman ini mencakup seluruh kompetisi yang berjalan hari itu, termasuk pemenang Lomba Futsal yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 21-23 Oktober 2025. SPESAF EXPO #2 2026 sukses menjadi platform yang ideal bagi siswa SD se-Yogyakarta untuk menguji diri, merayakan keberagaman, dan merasakan langsung suasana SMPIT Salman Al Farisi yang komprehensif dalam mencetak generasi Qurani Berprestasi yang mencintai Nusantara.

SPESAF EXPO #2 2026 Menjadi Panggung Kebesaran Qurani dan Keberagaman Nusantara Read More »

Menggali Kearifan Yogyakarta di Diorama Arsip dan Keraton | Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Sebagai bekal akhir sebelum melangkah ke jenjang SMP, seluruh siswa/i Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang sarat makna sejarah dan budaya. Perjalanan kali ini membawa mereka menelusuri alur waktu perjuangan di Diorama Arsip Jogja (Museum Arsip Yogyakarta) dan meresapi keagungan budaya di Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, khususnya pelajaran IPS dan Sejarah. Tujuannya adalah memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Melacak Jejak Sejarah di Diorama Arsip Jogja yang Modern dan Interaktif Kunjungan dimulai di Diorama Arsip Jogja, sebuah museum sejarah modern yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Museum ini menawarkan cara yang unik dan tidak membosankan untuk mempelajari sejarah. Anak-anak diajak mengikuti perjalanan sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta selama kurang lebih empat abad, mulai dari era Mataram hingga status Keistimewaan DIY. Museum ini sukses memadukan arsip, seni, dan teknologi modern seperti Diorama, Hologram, Augmented Reality (AR), dan audiovisual interaktif yang tersebar dalam 18 ruangan tematik. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang akar sejarah, peran para pemimpin, dan proses terbentuknya DIY, sekaligus menunjukkan bahwa sejarah bisa dipelajari dengan cara yang modern dan interaktif sehingga tidak membosankan. Intisari Kebudayaan di Keraton Yogyakarta Hadiningrat Setelah melacak sejarah modern, perjalanan dilanjutkan ke pusat budaya Jawa: Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Keraton bukan hanya istana resmi Sultan, tetapi juga adalah jantung kebudayaan Jawa yang sangat kaya. Anak-anak berkesempatan melihat langsung arsitektur tradisional yang megah dan mempelajari sejarah para Sultan serta peran pentingnya bagi masyarakat. Mereka menyaksikan berbagai koleksi benda-benda bersejarah dan artefak budaya seperti alat musik Gamelan, pusaka, dan kereta kencana. Kunjungan ini dipandu langsung oleh petugas Keraton yang dengan apik dan menarik menjelaskan setiap detail. Interaksi dengan petugas ini menumbuhkan rasa hormat dan menghargai warisan leluhur. Anak-anak belajar bahwa Keraton adalah simbol kearifan lokal, keteladanan, dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur. Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan perpaduan antara teknologi modern dalam penyampaian sejarah dan keagungan tradisi. Anak-anak Kelas 6 pulang dengan pemahaman yang lebih dalam tentang jati diri bangsa, siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya sebagai generasi Qurani Berprestasi yang menghargai sejarah, mencintai budaya, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Menggali Kearifan Yogyakarta di Diorama Arsip dan Keraton | Kunjungan Edukasi Kelas 6 SDIT SAF 2 Read More »

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Jika ada hari yang merangkum masa lalu, seni, dan masa depan dalam satu perjalanan, inilah hari itu. Seluruh siswa/i Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang luar biasa, menyeberangi waktu dari keagungan budaya di Museum Sonobudoyo menuju kecanggihan teknologi di Taman Pintar. Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Melestarikan Budaya di Museum Sonobudoyo Perjalanan dimulai dai Museum Sonobudoyo. Museum yang didirikan sejak tahun 1935 dengan arsitektur tradisional Jawa ini dikenal sebagai museum budaya dan sejarah Jawa terlengkap kedua setelah Museum Nasional. Anak-anak diajak mengamati puluhan ribu koleksi benda bersejarah dan seni budaya yang sangat beragam, mulai dari arkeologi, numismatika (mata uang), filologi (bahasa dan sastra), dan etnografi (kebudayaan). Mereka menyaksikan langsung keindahan wayang kulit dan benda-benda pusaka yang menjadi saksi bisu peradaban Jawa. Kunjungan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa dan mengajarkan mereka tentang keragaman suku, adat, dan seni yang harus disyukuri sebagai karunia dari Allah SWT. Menguji Nalar di Taman Pintar: Mencerdaskan dan Menyenangkan Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tempat belajar interaktif di yakni Taman Pintar Yogyakarta. Mengusung motto “Mencerdaskan dan Menyenangkan,” tempat ini menjadi ruang belajar non-formal yang sempurna untuk menumbuhkan minat anak terhadap sains, teknologi, dan sejarah. Anak-anak diajak untuk menjelajahi berbagai wahana, mulai dari Gedung Oval-Kotak hingga Planetarium. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba langsung berbagai alat peraga dan percobaan yang menyenangkan, seperti menguji gaya gravitasi, mempelajari optik cahaya, hingga memahami prinsip kerja listrik. Selain itu, anak-anak juga dapat melihat langsung benda-benda peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia juga setiap presiden RI dari masa ke masa. Taman Pintar berfungsi sebagai stimulus untuk menghidupkan nalar ilmiah. Anak-anak SDIT Salman Al Farisi 2 belajar bahwa ilmu pengetahuan itu seru, interaktif, dan merupakan jalan untuk memahami hukum-hukum alam yang ditetapkan oleh Sang Pencipta. Kunjungan Edukasi Kelas 5 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan perpaduan unik: kearifan lokal yang kaya di Sonobudoyo dan semangat eksplorasi ilmiah yang universal di Taman Pintar. Siswa Kelas 5 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas tentang identitas budaya bangsa dan bekal ilmu pengetahuan yang siap diolah. Mereka adalah generasi Qurani Berprestasi yang menghargai akar budaya sambil melangkah maju dengan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menguak Pusaka Nusantara dan Menjelajah Sains: Kelas 5 SDIT SAF 2 Berpetualang di Museum Sonobudoyo dan Taman Pintar Read More »

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh makna, di mana siswa/i Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 diajak melakukan perjalanan waktu dan keahlian lokal. Pada Kunjungan Edukasi kali ini, mereka mengunjungi Monumen Jogja Kembali (Monjali) untuk menyelami sejarah perjuangan bangsa, lalu berpindah ke Bakpia Juwara Satoe untuk mengenali keragaman kuliner khas Yogyakarta. Agenda ini bertujuan mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengambil Hikmah di Monjali: Menghargai Jasa Pahlawan Petualangan sejarah dimulai di Monumen Jogja Kembali (Monjali). Bangunan berbentuk kerucut tiga lantai yang megah ini adalah simbol pengingat ditariknya tentara Belanda dari Yogyakarta pada 29 Juni 1949, menandai kembalinya ibu kota RI. Di dalam museum, anak-anak diajak mengamati lebih dari seribu koleksi benda bersejarah di lantai satu, termasuk Tandu Jenderal Soedirman yang ikonik. Di lantai dua, mereka disuguhi sepuluh diorama 3D dan empat puluh relief yang menggambarkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Puncak kunjungan sejarah adalah di Garba Graha, ruang hening di puncak monumen. Di sana, anak-anak mengambil pelajaran penting tentang cinta tanah air, pengorbanan, dan jasa para pahlawan. Pengalaman langsung ini menumbuhkan rasa syukur dan semangat untuk menjadi generasi yang menghargai perjuangan bangsa. Merasakan Kecanggihan dan Keterampilan di Bakpia Juwara Satoe Dari sejarah perjuangan, perjalanan dilanjutkan ke ranah keahlian lokal: Bakpia Juwara Satoe. Merek bakpia modern yang baru berdiri pada tahun 2018 ini dikenal menonjolkan proses produksi yang mayoritas menggunakan mesin canggih untuk menjamin kualitas dan higienitas produk, memberikan wawasan tentang industri kuliner modern. Di sana, anak-anak diajak belajar “membuat” bakpia secara langsung. Setiap anak diberikan dua paket adonan bakpia yang terdiri dari tepung dan isian kacang hijau. Anak-anak tampak antusias memipihkan adonan, mengisinya dengan isian kacang hijau lezat, lalu menutupnya dengan rapi, persis seperti bakpia yang biasa mereka konsumsi. Aktivitas ini melatih motorik halus dan keterampilan fokus mereka, sekaligus memberikan pemahaman langsung bahwa produk lokal yang lezat pun memerlukan ketelitian dan proses yang higienis. Keseimbangan Generasi yang Nasionalis dan Terampil Kunjungan edukasi Kelas 4 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub pembelajaran yang esensial. Di Monjali, anak-anak menumbuhkan jiwa nasionalis dan menghargai sejarah. Di Bakpia Juwara Satoe, mereka mengasah keterampilan praktis dan memahami proses industri. Siswa Kelas 4 kembali ke sekolah dengan wawasan yang seimbang, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga memiliki cinta yang mendalam terhadap bangsa dan keahlian yang terampil.

Pelajaran Sejarah dan Keahlian Lokal: Kelas 4 SDIT SAF 2 Mengenang Jasa Pahlawan dan Meracik Bakpia Juwara Satoe Read More »

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari penuh petualangan, dua dimensi ilmu pengetahuan yang berbeda. Seluruh siswa/i Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang unik, menjelajahi kekayaan pangan lokal di Jejamuran dan menelusuri kearifan mitigasi bencana di Museum Merapi. Agenda ini bertujuan untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengenal Berbagai Macam Jamur dan Olahannya di Agrowisata Jamur Petualangan dimulai di Jejamuran, sebuah restoran unik yang hampir seluruh menunya berbahan dasar jamur (seperti jamur tiram, shitake, merang, dan portabella), disajikan dengan cita rasa masakan khas Indonesia. Namun, kunjungan ini lebih dari sekadar wisata kuliner. Jejamuran juga menyediakan layanan Agrowisata dan Edukasi, anak-anak berkesempatan melihat langsung area budidaya jamur di sekitar lokasi. Mereka melihat bagaimana jamur—yang merupakan pangan thoyyib—dibudidayakan dengan baik dan dikelola hingga siap diolah menjadi makanan lezat. Momen ini memberikan pemahaman langsung tentang proses produksi pangan dan pentingnya mengonsumsi makanan sehat. Merenungi Kebesaran Alam di Kaki Merapi Setelah belajar tentang pangan dan pertanian, perjalanan dilanjutkan ke lokasi yang menawarkan pelajaran tentang alam semesta dan kesiapsiagaan: Museum Gunungapi Merapi (MGM). Museum ini didedikasikan sebagai pusat informasi kegunungapian, penelitian, dan mitigasi bencana, menyajikan wawasan ilmiah mendalam. Anak-anak melihat berbagai koleksi, mulai dari batuan vulkanik, diorama sejarah letusan Gunung Merapi, hingga alat-alat survei. Mereka memahami fakta-fakta ilmiah tentang aktivitas gunung berapi, khususnya Merapi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kunjungan ke MGM ini menjadi pengingat penting akan kebesaran Allah (melalui fenomena alam) dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Menjadi Generasi yang Responsif dan Berwawasan Luas Kunjungan edukasi Kelas 3 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan dua kutub ilmu yang saling melengkapi. Di Jejamuran, anak-anak belajar tentang keberlanjutan dan kesehatan pangan. Di Museum Merapi, mereka belajar tentang sains, sejarah, dan mitigasi bencana. Siswa Kelas 3 kembali ke sekolah dengan pengetahuan yang kaya tentang lingkungan sekitar, siap menjadi generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga responsif terhadap lingkungan dan tantangan alam.

Menggali Ilmu di Jejamuran dan Museum Merapi | Kunjungan Edukasi Kelas 3 SDIT SAF 2 Read More »

Menjelajah Satwa dan Menemukan Empati di SLB Negeri 1 Bantul | Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT SAF 2

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari, dua lokasi yang sangat kontras, namun satu tujuan mulia: mencetak generasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga kaya empati. Seluruh siswa/i Kelas 2 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang memadukan wawasan alam di kebun binatang dan pelajaran kemanusiaan di sekolah luar biasa (SLB).  Agenda ini dirancang untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan dan pengetahuan baru, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Dari Darat, Air, Hingga Udara: Eksplorasi di Gembiraloka Zoo Pagi hari, petualangan dimulai di Gembiraloka Zoo, salah satu kebun binatang terbesar di Yogyakarta. Di sini, anak-anak diajak untuk mengagumi kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Mereka berkeliling, melihat berbagai koleksi satwa, mulai dari mamalia, reptil, ikan, hingga burung-burung eksotis. Kunjungan tak berhenti di daratan. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman baru dengan menaiki perahu, memberikan mereka pemahaman langsung tentang transportasi air dan ekosistem perairan. Momen ini memicu tawa riang dan memuaskan rasa ingin tahu mereka tentang alam, yang selama ini hanya dijumpai dalam buku. Pelajaran Hati di SLB: Memahami Keunikan Lewat Bahasa Isyarat Setelah puas menjelajahi keindahan fauna, perjalanan dilanjutkan ke SLB Negeri 1 Bantul—sebuah kunjungan yang memberikan pelajaran tentang keragaman dan kasih sayang. Anak-anak disambut dengan sangat hangat oleh para guru dan murid SLB. Momen ini menjadi puncak pelajaran keterampilan sosial dan interaksi. Anak-anak SDIT SAF 2 diajak untuk berinteraksi langsung dengan para anak ‘luar biasa’, menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing. Mereka berkesempatan untuk mengenal bahasa isyarat bagi penyandang tunanetra, bahkan belajar beberapa huruf sederhana. Selain itu, anak-anak juga dapat melihat dan memegang langsung buku dengan huruf Braille yang biasa digunakan tunanetra. Pengalaman ini membuka mata hati mereka, mengajarkan tentang rasa syukur dan pentingnya empati serta menghargai perbedaan. Menjadi Generasi Holistik yang Peka Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT Salman Al Farisi 2 ini sukses menyajikan paket pembelajaran yang utuh. Di Gembiraloka, mereka belajar tentang sains, alam, dan lingkungan. Di SLB Negeri 1 Bantul, mereka belajar tentang kemanusiaan, empati, dan inklusivitas. Siswa Kelas 2 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas tentang dunia dan bekal hati yang lebih peka. Kunjungan ini menegaskan komitmen SDIT Salman Al Farisi 2 untuk mencetak generasi Qurani Berprestasi yang tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga kaya akan adab dan kepedulian sosial.

Menjelajah Satwa dan Menemukan Empati di SLB Negeri 1 Bantul | Kunjungan Edukasi Kelas 2 SDIT SAF 2 Read More »

Dari Tanah Liat hingga Angkasa Raya: Kisah Kelas 1 SDIT SAF 2 Merajut Kreativitas dan Sejarah Bangsa

Yogyakarta, 23 Oktober 2025 – Satu hari, dua tujuan yang berbeda bidanf, namun satu visi: menanamkan pengalaman belajar yang tak terlupakan. Seluruh siswa/i Kelas 1 SDIT Salman Al Farisi 2 menjalani Kunjungan Edukasi yang intensif, belajar salah satu kekayaan budaya di Gerabah Kasongan dan kejayaan sejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta. Agenda ini dirancang khusus untuk mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata. Tujuannya adalah memperluas wawasan, melatih keterampilan sosial dan interaksi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta literasi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Sentuhan Kreativitas di Kasongan: Melatih Motorik Halus dan Kasar Petualangan dimulai di sentra kerajinan Gerabah Kasongan. Di tengah deretan karya seni tanah liat yang memukau, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi seniman cilik. Mereka diajak untuk membuat gerabah dari tanah liat menggunakan cetakan khusus. Momen ini adalah latihan motorik terbaik: tangan-tangan mungil itu harus telaten membentuk gumpalan tanah liat, memukul-mukulnya agar pas dengan cetakan, dan membentuknya menjadi karya. Tanah liat yang dingin dan lembut menjadi media bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas, mengajarkan kesabaran, dan mengubah bahan sederhana menjadi sesuatu yang bernilai. Membumbung Tinggi di Museum Dirgantara: Merenungkan Sejarah dan Pengabdian Setelah selesai berkarya dengan tanah, perjalanan berlanjut menuju langit dan sejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta. Suasana seketika berubah, dari sentra seni tradisional menjadi pusat kejayaan militer dan kedirgantaraan Indonesia. Di sini, anak-anak disuguhkan koleksi bersejarah TNI Angkatan Udara yang mengagumkan. Mereka melihat langsung berbagai jenis pesawat tempur, rudal, senjata udara, dan replika diorama peristiwa bersejarah. Perhatian mereka juga tertuju pada benda-benda ikonik seperti pakaian dinas mantan Kepala Staf Angkatan Udara dan tandu yang pernah digunakan Jenderal Sudirman. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung tentang fakta-fakta sejarah, menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa, dan mengenalkan mereka pada profesi mulia para pahlawan udara yang mengabdi pada negeri. Kunjungan edukasi ganda ini sukses menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Di Gerabah Kasongan, anak-anak belajar tentang kesederhanaan dan keterampilan tangan. Di Museum Dirgantara, mereka belajar tentang ketangguhan, pengabdian, dan sejarah. Siswa Kelas 1 SDIT Salman Al Farisi 2 kembali ke sekolah dengan wawasan yang luas, kemampuan motorik yang terasah, dan jiwa yang penuh inspirasi. Inilah komitmen Salman Al Farisi dalam membentuk generasi Qurani Berprestasi—yang tanggap pada seni dan budaya, sekaligus teguh pada sejarah bangsanya.

Dari Tanah Liat hingga Angkasa Raya: Kisah Kelas 1 SDIT SAF 2 Merajut Kreativitas dan Sejarah Bangsa Read More »

Dari Buku ke Dunia Nyata: Siswa KBIT Salman Al Farisi 3 Bertemu Langsung Sahabat Hewan di Jogja Exotarium

Sleman, 28 Oktober 2025 – Pagi yang cerah di Jogja Exotarium Mini Zoo menjadi saksi petualangan edukatif yang penuh sorak tawa. Seluruh siswa/i KBIT Salman Al Farisi 3 menjalani Mini Outing Class, mengubah halaman buku menjadi pengalaman nyata dan berkesan. Agenda ini dirancang untuk mencapai banyak tujuan: mengaitkan pembelajaran di kelas dengan dunia nyata, memperluas wawasan, hingga melatih keterampilan sosial dan merangsang keberanian anak melalui interaksi langsung dengan hewan-hewan yang ada di sana. Menyambut Keragaman Ciptaan Allah Begitu tiba, anak-anak langsung disambut dengan berbagai jenis binatang. Antusiasme mereka memuncak saat melihat keragaman ciptaan Allah yang selama ini hanya dijumpai dalam bentuk gambar atau video. Mereka berjumpa dengan kelinci yang lincah, kambing dan domba yang bersuara, kura-kura yang bergerak lambat, hingga satwa eksotis seperti monyet, burung hantu, iguana, kuda, musang, dan kerbau. Setiap satwa menjadi sumber ilmu baru. Anak-anak tampak sangat senang akhirnya bisa melihat langsung tekstur bulu dan kulit, gerakan unik, dan perilaku alami dari hewan-hewan tersebut. Eksplorasi dan Keberanian Interaksi Langsung Momen paling berharga adalah ketika anak-anak diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan hewan-hewan jinak. Mereka dengan hati-hati mencoba memegang kelinci yang lembut dan memberikan makan kepada kambing. Interaksi langsung ini adalah latihan terbaik untuk keterampilan sosial mereka. Keberanian mereka diuji, rasa ingin tahu mereka dipuaskan, dan mereka belajar tentang cara memperlakukan makhluk hidup dengan kasih sayang. Melihat hewan yang tadinya hanya fantasi di buku kini ada di hadapan mereka, semakin menumbuhkan cinta literasi dan semangat belajar yang lebih tinggi. Mini Outing Class ini sekali lagi membuktikan bahwa KBIT Salman Al Farisi 3 berkomitmen pada pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Dari Buku ke Dunia Nyata: Siswa KBIT Salman Al Farisi 3 Bertemu Langsung Sahabat Hewan di Jogja Exotarium Read More »